
Hari kedua Camping.
-Pov Pandu-
"Duh cape banget kegiatan pramuka seharian. Mana temen temen gue nih?" (Pandu)
Melihat anak anak berkumpul untuk pemanasan pagi, terbesit suatu ide di pikiran Pandu.
Pandu kembali ke kemahnya lalu membawa keluar obat obatan hasil racikannya sendiri.
"Saatnya endorse..."
"Pagi bro! gimana bobo lu tadi malem, nyenyak gak?" Pandu mendatangi anak anak jurusan Broadcasting.
"Siape lu?"
"Pasti tadi malem lu susah tidur kan, gara gara suara tokek. Nah, gua punya obat yang bisa bikin lu tidur nyenyak selama 8 jam cuma dengan minum satu pil." (Pandu)
"Keknya berguna tuh. Berapa harganya?" (Siswa Broadcasting)
"Cuman 10 k per 4 buah kok. Gua lagi ngasih diskon nih. kalo lu beri di sekolah harganya bisa 15 k per 4 buah." (Pandu)
"Kalo gitu gue patungan ama kawan kawan gue deh. Kalo entar malem obatnya manjur kita beli lagi." (Siswa Broadcasting)
"Sep. Tidur yg nyenyak bro." (Pandu)
10 ribu rupiah masuk ke kantong Pandu dengan mudahnya. Itu berkat ketekunannya bereksperimen meracik obat hingga berhasil membuat obat yang manjur dan terkenal di sekolah.
Semua itu Pandu lakukan semata mata untuk memuaskan hobinya yang senang bereksperimen.
Tapi kesenangan Pandu itu tidak bertahan lama, karena di angkatan anak kelas 1 ada seorang siswa yang secara khusus dilantik sebagai pengawas lapangan sekaligus penjaga keamanan sekolah dari serangan pihak luar.
Dia dikenal sebagai petarung terkuat anak kelas 1 sebelum dirinya dikalahkan oleh Yudistira di atas ring.
Lauroe.
Melihat Lauroe di hadapannya Pandu tidak gentar.
"Jangan jualan disini, bro. Ini lagi camping bukan bazar sekolah." (Lauroe)
"Kenapa sih Lauroe? Gua kan lagi usaha." (Pandu)
"Lu sendiri juga lagi usaha kan? Gimana perasaan lu, kalo lu tiba tiba disuruh berhenti kerja?" (Pandu)
"Kalo lu punya etos kerja yang baik, harusnya lu minta izin dulu ke pengawas. Bukannya main nyelonong aja." (Lauroe)
"iye iye deh. Gua berenti." (Pandu)
Pandu melihat beberapa anak perempuan berjalan ke arah hutan tanpa ditemani pengawas.
2 diantara mereka adalah Frederica dan Hana. Pandu dapat mengenali mereka karena Frederica dan Hana tidak memakai kerudung.
"Eh Lauroe. Tu cewe cewe mau kemana dah?" (Pandu)
Lauroe menoleh ke arah mereka.
"Itu temen temen lu kan. Gua juga gak tau. Tunggu bentar, gua telpon pengawas." (Lauroe)
Pandu berlari menghampiri Frederica dan yang lainnya.
"Ngapain lu semua ke hutan??" (Pandu)
Yulia menjawab pertanyaan Pandu.
"Nadia pengen ketemu Yudistira. Katanya dia mau ngucapin terima kasih sama si Yuda karena udah nolong emaknya Nadia." (Yulia)
"Hah? Yuda nolong maknya Nadia. Terus di Yuda nya lagi di hutan gitu?" (Pandu)
"Iya, tadi pas ditelepon katanya lokasinya di hutan sebelah utara, sekitar 500 meter dari perkemahan." (Frederica)
"Buset! Jauh banget tu anak mainnya!" (Pandu)
"Kalo gitu gua ikut deh. Kalo terjadi apa apa ada gue." Ucap Pandu dengan percaya diri.
"Kalo gitu misalkan ada binatang buas. Gua dorong lu ke depan gua ya Ndu." (Yulia)
"Kalo ada binatang buas mending kabur lah g*bl*k!" (Pandu)
"Canda Zeyaang..." (Yulia)
Anggota klub pemanah pun berjalan memasuki hutan untuk bertemu sang ketua.
Sementara sang ketua yang tidak tahu anggota sedang mencari dirinya terus berjalan memasuki hutan demi mencapai kawasan dimana formasi santet berada.
-Pov Yuda-
"Karena ada kau dan Sistem aku jadi tidak takut berjalan sendiri di hutan." Ucapku pada Agen Nostradamus.
[Saling berbagi rasa takut adalah hal biasa yang dilakukan oleh masyarakat semesta kebaikan.]
"Oh ya, rasa takut pada apa?"
Bau busuk menyeruak. Aku memandang ke depan. Disana aku melihat pohon beringin yang amat besar.
Aku tidak berani menatap ke pohon beringin itu karena pohon beringin adalah rumah dari makhluk makhluk tak kasat mata yang mengerikan.
Jantungku sempat berdegup kencang karena pohon beringin itu, syukurlah sekarang sudah kembali normal.
Tidak jauh dari pohon beringin itu aku menemukan pohon beringin lainnya yang ukurannya lebih kecil.
Disinilah letak formasi santet itu.
Saatnya bagiku untuk menyelesaikan Main Quest Ketiga. Semoga Quest Supranatural ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dengan Skill Indra ke 7 aku dapat melihat aura gelap yang menyelimuti sekitaran pohon itu. Aura gelap itu bersumber dari sebuah lubang di kaki pohon.
Aku berjalan perlahan menembus aura gelap.
Pusaka Awan Hitam mulai melindungi diriku dari efek negatif aura sihir ini.
Aku mulai dengan memasukkan tanganku untuk memastikan sensasi apa yang akan aku rasakan saat memasukinya sepenuhnya.
Rupanya rasanya dingin. Berbau busuk seperti bangkai tapi berhawa dingin.
Rasanya seperti berada di dalam ruang pengawetan jenazah. Hanya saja aroma busuknya ini tidak tertahankan.
[Bahkan aura yang menyebar di udara saja sudah sekuat ini. Kalau orang biasa mendekati kawasan ini mereka bisa langsung terkena santet, atau serangan gaib lainnya.]
[Hanya orang dengan ilmu batin yang tinggi atau orang yang memiliki pusaka sistem seperti anda yang bisa memasuki tempat ini.]
"Ada satu lagi jenis orang yang bisa memasuki tempat ini. Yaitu orang orang yang senantiasa berada dalam perlindungan tuhan. Jangan lupakan itu, karena itu adalah hal yang paling dasar dalam berbuat kebaikan Agen Nostradamus."
"Ibuku bilang jangan minta imbalan perbuatan baik kepada manusia, tapi mintalah kepada tuhan yang maha esa."
[Kau mulai berani mengajariku ya Kontraktor. Tentu saja aku tidak melupakan hal itu.]
Aku melihat ke bagian dalam celah lubang pohon tempat aura hitam ini berasal.
Aku rogoh rogoh lubang pohon itu untuk mencari formasi santet yang dimaksud.
__ADS_1
Tanganku menyentuh sesuatu, saat aku tarik keluar aku mendapati kepala ular yang dihias dengan kain kapan berwarna merah.
Karena kaget aku lempar kepala ular itu.
Hal aneh pun terjadi saat kepala ular itu jatuh ke tanah. Bau busuknya menghilang dan hawanya semakin dingin.
"Apa... Main Quest sudah selesai?"
[Belum. Masih ada 5 bagian dari formasi yang harus anda temukan. Semuanya tersebar di hutan ini.]
"Jadi kepala ular ini hanyalah pemanasan. Lalu bagaimana Awan Hitam akan menuntunku ke bagian lainnya?"
"Ternyata begitu caranya ya."
Saat aku akan lanjut ke lokasi berikutnya. Tiba tiba Pandu muncul yang menghalangiku.
"Jauh banget lu jalan sampe ke sini? Gua gak pengen denger alasan lo. Buruan balik ke kemah sebelum Lauroe bawa pengawas ke sini." (Pandu)
"Untuk apa kau mengerjarku sampai kesini?" Tanyaku.
"Nadia pengen bilang terima kasih sama lu. Katanya dia gak mau nunda lagi buat ngomong terima kasih. Jadi kita semua nemenin dia kesini." (Pandu)
"Astaga, Nadia. Dia mengejarku untuk bilang terima kasih karena sudah menolong ibunya!"
"Harusnya tadi aku tidak memberitahunya lokasiku."
Aku terkejut melihat semua anggota klub pemanahku datang ke sini. Bahkan Frederica pun juga ada.
"Anu Yuda... Aku mau ngasih kamu... Apa ya namanya??"
"Anggap aja ini imbalan karena kamu udah nolong ibu aku."
Nadia memberikanku sebuah kado yang dibungkus rapi dan cantik.
Aku memang penasaran apa isinya. Tapi tempat kami berada sekarang tidak aman.
"Dan juga Yud."
"Makasih ya. Aku gak sempet ngomong karena kamu langsung pulang pas itu." (Nadia membicarakan kejadian saat di rumah sakit)
"I-Iya Nad. Aku juga berterimakasih karena kau sudah berbaik hati memberikanku kado."
"Tapi maaf, aku tidak bisa menerima hadiah darimu ataupun ibumu."
Aku menolak pemberian Nadia. Alasannya sudah jelas seperti yang aku katakan pada Agen Nostradamus tadi.
"Aku membantumu dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun. Karena itulah aku tidak menerima hadiah dalam bentuk apapun darimu."
Kata kata bijakku barusan menaikkan statistik karismaku menjadi 7.
• Kharisma ( 7 )
"Maaf, gara gara aku kalian jadi harus menembus hutan seperti ini." Ucapku.
"Santai bos." Ucap Pandu sembari merangkulku.
Sementara itu di rumah si dukun, sang majikan dari para dedemit yang kemarin di bunuh Yuda telah menyiapkan seekor dedemit yang kuat berbentuk harimau putih.
Setelah membiarkan si dedemit menyantap daging kambing hingga si dedemit setengah kenyang, si dukun memerintahkan si dedemit untuk menangkap manusia yang telah membunuh dedemit lainnya.
"Manusia itu punya kekuatan magis. Jadi kamu akan gampang mengenalinya." Ucap si dukun pada si dedemit.
Dedemit harimau putih itu pun melesat dengan begitu kencang seperti angin ke arah Yuda.
Dalam sekejap dedemit harimau putih itu sudah menemukan Yuda.
Yuda yang menyadari kedatangan makhluk gaib pun bergegas menarik pusaka kerisnya.
"Kenapa Yuda?" (Nadia)
"Lu camping bawa keris. Keras juga lo ya." (Pandu)
"....." (Hana)
"Angin darimana nih?" (Yulia)
"lihat! burung burung beterbangan ke arah kita, seolah ada sesuatu yang mengejar mereka." (Frederica)
"SEMUANYA LARIII!!!" Teriakku.
Aku melihat seekor hantu harimau putih dengan ukuran yang sangat besar menerjang kami.
Aku tidak sempat menusuknya dengan Taring Reog Hijau karena hembusan angin yang amat kuat menahan gerakan tanganku.
Alhasil kami pun terpental terdorong angin hingga beberapa meter.
Hantu harimau putih itu hilang begitu saja.
Aku bangun dan melihat kondisi teman temanku. Tapi mereka semua menghilang kecuali Pandu.
"Aduhh... kayanya mau hujan deh." (Pandu)
"Pandu! Teman teman kita hilang!" (Aku)
"Apa?" (Pandu)
Kami berdua kebingungan mencari kemana Nadia, Frederica, Hana dan Yulia menghilang. Padahal tadi saat angin dan harimau putih itu muncul mereka masih ada di dekat kami.
"Yuliaaa..!!"
"Nadiaaa..!!"
"Hanaaa...!!"
"Fredericaaaa...!!"
Suara kami hanya terdengar memantul di hutan.
"Jangan jangan hantu harimau putih tadi menculik mereka...??"
[Anda harus melihat tayangan ulang kejadian angin berhembus tadi Kontraktor.]
Agen Nostradamus menyetel ulang kejadian tadi di papan sistem.
Alangkah terkejutnya aku saat melihat sebuah tangan raksasa yang tampak kotor muncul di udara kosong dan menarik Nadia serta yang lainnya menghilang ke dalam lubang di udara.
__ADS_1
"Apa itu fenomena teleportasi? Atau ada ilmu hitam yang dapat membuka portal ke dunia lain?" Tanyaku pada Agen.
[Menurut analisis kami tangan yang muncul itu adalah tangan genderuwo. Makhluk itu bisa menyeberangkan setengah badannya ke dunia manusia, karena itulah yang kita lihat hanya tangan yang muncul di udara.]
"Lalu bagaimana dengan harimau putih yang aku lihat tadi?"
[Sepertinya harimau putih dan genderuwo itu dikirim oleh orang yang sama.]
[Kemungkinan kedua makhluk gaib itu juga bekerja sama untuk menculik anda. Si harimau putih mengalihkan perhatian dan si genderuwo yang menangkap.]
[Tampaknya mereka salah menangkap orang karena esensi dari miracle sistem hampir tidak ada dan hal itu membuat mereka bingung dan terpaksa menangkap siapapun yang bisa mereka tangkap.]
"Jadi alasan mereka tidak menangkapku karena aku punya pusaka Awan Hitam yang melindungiku kan. Lalu bagaimana dengan Pandu? Kenapa dia tidak tertangkap?"
[Karena dia bersentuhan dengan dinding penyucian sebelumnya. Efek dari menyentuh dinding penyucian awan hitam akan memberikan si penyentuh kekebalan atas efek negatif sama seperti anda tapi dengan batas waktu yang sangat pendek.]
"B*ngs*t! siluman b*ngs*t!!"
"Beraninya mereka menculik teman temanku! Aku harus menyelamatkan mereka sekarang juga!"
[Benar! Dengan kejadian ini juga, Main Quest ketiga pun diubah.]
Durasi Quest nya menurun sangat signifikan.
Semua ini gara gara aku yang tidak sabaran menyelesaikan Main Quest Ke 3. Kalau saja aku menunggu beberapa hari lagi maka hana dan yang lainnya tidak akan diculik.
Tidak akan aku maafkan.
Akan aku buat si Mbah Ghoib itu merasakan perihnya sayatan keris di tubuhnya...
...
....................................................................................
Moral (88) (Mulia)
Ketampanan (-49) (Jelek)
• Berat Badan (93 kg)
• Kharisma ( 7 )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
(Sudah mencapai level maksimal)
(Sudah mencapai level maksimal)
(Sudah mencapai level maksimal)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido)
teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)
teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)
• silahkan isi sendiri
• daftar Pusaka Sistem yang dimiliki:
- sepatu mistis
- selimut sutra
- emas hitam peretas
- hoodie anti terkejut
- lidah suci
- Taring Reog Hijau
- Awan Hitam
....................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
....................................................................................
__ADS_1