Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 64 | Mbah Asap


__ADS_3

"Lepaskan Mbah! Saya datang kesini baik baik, tapi Mbah malah memperlakukan saya begini!"


"Deg!"


Hawanya menjadi sangat panas. Seketika aku terbanting ke atas meja bundar tempat para manusia setengah anjing menyantap makanannya.


< Pusaka Awan Hitam berhasil menahan sebagian serangan ilmu hitam >


"Jangan melawak. Buktinya aku masih terbanting." Keluhku pada Sistem.


Mbah Asap menyuruhku bangun. Aku berbalik dan mengarahkan Taring Reog padanya.


"Sebenarnya apa tujuanku kesini? Dia sepertinya tidak mau Sate Kembang Persik-"


Sate pemberianku dimakan dengan lahap oleh Mbah Asap, dia bahkan juga memakan Sate Kembang lain dan menelan kulit Wewe Gombel ku.


"Semuanya enak. Kecuali kulit Wewe Gombel nya."


Aku mencoba bicara baik baik pada Mbah Asap karena ada satu barang lagi yang harus aku cari yaitu Lonceng Kematian.


"Mbah tahu dimana Lonceng Kematian?" Tanyaku.


"Kamu mencari itu untuk mengusir troll? Ya, Mbah tahu dimana." Jawab Mbah Asap sambil menjilati piring sate.


"Dimana Mbah?!"


"Kalau kamu mau tahu dimana lonceng itu di semayamkan, kamu harus menerima tantangan dari Mbah dulu."


"Tantangan... boleh deh, tapi jangan mengingkari janjimu setelah selesai."


Mbah Asap mengambil sebuah pisau yang terbuat dari tengkorak anjing lalu menyayat tangan kirinya. Darah yang keluar dari tangannya berwarna merah kehitaman.


Saat darahnya menyentuh lantai, ruangan ini berubah menjadi area penjara yang menakutkan.


"Bapak kamu dulunya adalah penganut ilmu hitam, dan saya Mbah Asap adalah khodam kepercayaannya."


Mendengar hal ini yang mustahil itu aku tidak kuasa menahan emosiku.


"Jangan fitnah! Kalaupun benar ayahku penganut ilmu hitam lantas kenapa tidak ada perubahan dalam hidup kami dulu?!"


"Kami tetap miskin seperti tidak terjadi apapun."


Mbah Asap tertawa geli, dia berkata... "Nenek kasihan pada kamu nak. Bapak kamu belajar ilmu hitam yang tidak menghasilkan apa apa selain bencana karena Mbah yang jadi khodamnya."


Jin ini terus menerus memancing amarahku. Sebenarnya aku ingin meledak saat ini juga, tapi aku akan bersabar hingga jin ini memberitahuku dimana lonceng kematian berada, dan semua yang dia ketahui tentang ayah.


"Jangan banyak omong khodam b*ngs*t! Aku bisa membunuhmu saat ini juga." (Yuda)


"Kamu terlalu temperamen." (Mbah Asap)


"Kita mulai, peraturannya sederhana, kalau kamu bisa menahan 3 serangan Mbah, maka kamu menang."


< Perhatian! >


< Pusaka Awan Hitam akan dinonaktifkan selama pertarungan >


< Tunjukkanlah usaha terbaik anda dalam beradu ilmu >


Sekarang serangan ilmu hitam dapat melukaiku.


"Serangan pertama!"


"Mbah memberi nama serangan ini Ajian Rawa Kering."


Serangan pertama Mbah Asap menguras oksigen yang ada di bawah tanah ini hingga benar benar kering.


Untungnya aku sudah terbiasa menghadapi situasi mencekam seperti ini. Dengan cepat aku merobek tiket emas lalu meminta pusaka yang dapat memunculkan udara.


< Tiket Emas digunakan >


< Pusaka tipe Combat 'Cincin Bumi' diberikan kepada Kontraktor >


Langsung skip membaca ke bagian skill pusakanya.


< Daftar skill >


< Geo Breath \= Anda dapat bernafas di tempat seperti apapun dengan syarat kaki anda harus menginjak bumi >


< Underground Swim \= Anda dapat berenang di dalam tanah. Dengan skill ini anda dapat mengintai musuh dan menarik mereka ke dalam tanah >


< drake's Breath \= Skill Ultimate yang baru kami tambahkan untuk merayakan hari ulang tahun naga bumi yang ke 608 tahun. Dengan skill ini anda bisa menciptakan gelombang kejut (Drake's Breath ) dengan dampak kehancuran yang berbeda beda tergantung berapa lama anda men charge kekuatan Cincin Bumi >


- Breath level 1 \= Charge 10 detik - (Daya hancur ???)


- Breath level 2 \= Charge 15 detik - (Daya hancur ???)


- Breath level 3 \= Charge 30 detik - (Daya hancur ???)


- Breath level 4 \= Charge 1 Menit - (Daya hancur ???)


- Breath level 5 \= Charge 1,5 Menit - (Daya hancur ???)


- Breath level 6 \= Charge 2,5 Menit - (Daya hancur ???)


- Breath level 7 \= Charge 4 Menit - (Daya hancur ???)


- Breath level 8 \= Charge 7 Menit - (Daya hancur ???)


Meski sudah bisa bernafas lagi, aku berakting seolah masih tercekik agar bisa men charge. Setelah 28 detik berakting aku berhasil mendapatkan Breath level 2, padahal hanya kurang 2 detik saja untuk mendapat Breath level 3.


Aku mengeluarkan gelombang kejut dari Cincin Bumi dengan gaya meninju.

__ADS_1


Mbah Asap yang terkejut pun tidak sempat menghindar dan terkena gelombang kejut itu. Impact yang ditimbulkan sangatlah besar. Kalau kalau dibandingkan hampir sama besinya dengan ledakan skill Burning Wave Taring Reog.


Gelombang kejut mendorong Mbah Asap dan menghancurkan dinding Marmer. Guncangan yang terjadi juga tidak main main. Ini pusaka yang sangat kuat. Pikirku.


Diam diam aku Charge lagi. Mbah Asap pun bangun dengan ekspresi gembira.


"Serangan kedua!!"


"Yang ini namanya ajian Tapak Gajah."


Mbah Asap memukul tanah dengan telapak tangannya. Sesuai nama ajiannya sebuah telapak tangan raksasa muncul dari atas kepalaku yang membuatku hampir saja mati gepeng.


Untung saja aku punya skill Underground Swim, jadinya aku bisa masuk ke dalam tanah saat ajian telapak gajah mendorongku.


Skill Underground Swim membuat tanah terasa seperti air dan aku tidak kekurangan oksigen di dalamnya. Aku juga bisa melihat Mbah Asap yang berdiri di atas permukaan tanah.


Semangatku membara saat berhasil melakukan Charge level 4. Tanpa pikir panjang langsung saja aku serang Mbah Asap dengan gelombang kejut Drake's Breath yang jauh lebih besar dari sebelumnya.


< Drake's Breath level 4 dilepaskan >


"Grooarr...!!!"


Sekilas aku mendengar suara ruangan saat menembakkannya. Ruang penjara buatan Mbah Asap pun hancur, disusul dengan hancurnya pasar permukaan.


Ledakan yang tercipta seperti miniatur bom.


Mbah Asap menatap takjub padaku. Dia pun bertepuk tangan.


"Plok.. plok.. plok.. "


"Hebat! hebat! Saya tidak tahu ajian apa yang kamu pakai, tapi itu sangat hebat!"


"Serangan ketiga. Jangan sampai mati nak."


"Ini namanya aji-"


Aku menyerang Mbah Asap sebelum dia mengeluarkan ajiannya.


[ Harusnya anda tidak melakukan itu.] Nostradamus memprotes tindakanku.


"Menyerang adalah cara terbaik untuk bertahan hidup. Lagipula kenapa aku harus menerima serangan yang bisa membunuhku?"


Drake's Breath level 2 dan Burning Wave aku tembakan bersamaan. Mbah Asap pun mematung di antara 2 lubang besar.


Aku sengaja tidak membunuh Mbah Asap karena dia tahu sesuatu tentang ayahku.


"Maafkan saya Mbah, saya agak terbawa." Ucapku merendah.


"Tidak apa apa nak. Mbah mengaku kalah. Bagaimana kalau kita berbincang sebentar?"


Firasatku buruk soal ini. Mbah Asap bahkan tidak menyediakan makanan dan minuman ungu layak dikonsumsi, malah aku ingin muntah melihatnya.


"Tidak usah Mbah, saya cuma pengen tahu soal ayah saya dan lonceng kematian." Kataku.


"Pilih salah satu saja. Bapamu atau Lonceng Kematian, Mbah enggak bisa memberitahu kamu keduanya." (Mbah Asap)


"Khodam Kampret!" Umpatku dalam hati.


"Ceritakan tentang ayah saya."


Bagiku menguak misteri tentang ayah lebih penting dari apapun saat ini.


"Bapa kamu adalah seorang penganut ilmu hitam aliran kerajaan Beringin Kuno. Dia dulunya sering datang ke pasar ini untuk membujuk Mbah menjadi khodamnya."


"Singkat cerita Mbah menerima tawarannya setelah dia memberikan tumbal pita suara bayi."


"Namun bapa kamu agak aneh. Dia sering memenangkan pertandingan adu ilmu dengan praktisi lain, tetapi dia tidak pernah mau menerima uang hasil perjudiannya."


"Itulah alasan, mengapa bapa kamu tetap miskin walaupun seorang ahli ilmu hitam."


"Tapi tadi Mbah bilang ayah saya miskin karena Mbah?"


"Memang benar. Kalau saja Mbah memaksa ayahmu mengambil uang hasil judi dia pasti sudah kaya raya sekarang."


Mbah Asap menyuruhku mendekat, lalu dia menempelkan kukunya ke keningku.


Lewat sentuhan itu Mbah Asap membagikan ingatannya tentang ayahku. Mulai dari pertemuan pertamanya dengan ayah hingga hari dimana dia mendatangi pemakaman ayah.


Jadi aku sudah salah paham pada Mbah Asap. Biar begitu fakta kalau ayahku adalah penganut ilmu hitam membuatku syok berat. Bayangkan sebesar apa dosa yang di tanggungnya, apalagi dia belum sempat bertaubat sebelum meninggal.


Itu artinya ayahku masuk ke neraka.


"...kalau begitu terima kasih Mbah." Aku pamit pergi pada Mbah Asap karena dia tidak mau memberitahu dimana Lonceng Kematian.


"Tunggu nak! Saat mencari Lonceng Kematian kamu pasti akan terbawa ke istana Raja Banaspati."


Ini dia yang aku tunggu. Akhirnya Mbah Asap buka mulut.


"Saat di dalam istananya jangan pernah mendatangi ruangan yang terang, ataupun lorong yang ada apinya. Karena di sanalah para Algojo mengeksekusi para penyusup yang berasal dari alam manusia."


Mbah Asap memberiku sebuah kipas sebagai hadiah perpisahan.


"Kipas ini bisa memadamkan api yang menyelimuti Banaspati. Selain itu katakan pada Mbah alasan kamu mencari Lonceng Kematian." Tanya Mbah Asap.


"Saya menginginkan Lonceng itu untuk suatu alasan." Jawabku singkat.


Aku langsung pergi dari tempat itu dengan teleportasi. Begitu sampai di luar aku lihat hari sudah malam.


< Anda akan diteleportasikan ke istana Raja Banaspati >


< Di tempat itulah musuh anda berkumpul dan di tempat itulah Lonceng Kematian berada >

__ADS_1


"Baiklah aku siap. Lagipula ini tidak sesulit kelihatannya."


"Selamat tinggal pasar jin." Ucapku.


...


.


"Tap.."


Baru saja menginjakkan kaki hawa hawa dingin bercampur abu belerang pekat tercium. Tidak aneh karena ini adalah istana makhluk halus Banaspati.


Sebelum menyelesaikan Main Quest aku harus menyelesaikan Percabangan Quest terlebih dahulu.


Ngomong ngomong istana Banaspati ini sangat gelap. Aku hampir tidak bisa melihat apapun malah aku beberapa kali tersandung sesuatu saat berjalan.


Tidak lama kemudian aku melihat cahaya api dari dalam sebuah ruangan. Seketika aku teringat kata kata Mbah Asap. Kalau ada cahaya itu berarti ada Algojo Banaspati.


Tapi bukannya menghindari ruang bercahaya aku malah mendekatinya, karena bisa jadi algojo Banaspati itu salah satu dedemit yang harus aku bunuh.


Saat aku mengintip dari kegelapan terlihat Banaspati bertubuh manusia yang memiliki 2 tanduk di kepalanya. Selain itu dugaanku benar, algojo Banaspati itu memiliki lingkaran di kepalanya.


[ Kipas pemberian Mbah Asap dapat memadamkan api Banaspati. Serang mereka dengan kipas lalu bunuh dengan taring reog! ]


Posisiku bagus untuk menyerang diam diam. Langsung saja aku lakukan testimoni kipas Mbah Asap ke si algojo.


Angin kencang pun membuat nyala api di badan si algojo redup hingga kulitnya terlihat.


Badan Banaspati itu terbuat dari abu, lalu aku lanjut menebasnya dengan taring reog. Setelah itu dia mati seperti dedemit lainnya.


- Pov Narator -


Di atas singgasana merah, sang raja Banaspati merasakan hilangnya hawa salah satu algojonya. Ditambah dia juga merasakan hawa keberadaan makhluk asing.


...


< Chapter Selanjutnya [ Merebut Lonceng Kematian] >


< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >


< Poin Peningkatan Random +135 >


< 1. Moral (98/40) >


< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/40 )


< 3. Kekuatan (200/200) >


• Kecepatan (90/90)


• Pertahanan (150/150)


• Stamina (200/200)


• Mentalitas (100/100)


< 4. Kecerdasan (110/300) >


• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


• Bahasa Inggris


• Penjaskes


• Bahasa Daerah


< 5. Bakat : >


• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


• Koki | Food Traveler - Advance -


• Isi Sendiri


< Uang Saku [ Rahasia ] >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi )


< Tiket emas + 3 >


< Special Massal Product >


( Blanche Homunculus (6) ) ( Vert Homunculus (2) ) (Jaune Homunculus (1) )


.......................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................

__ADS_1


__ADS_2