
Situasi saat ini.
kakak kelas 2 yang biasa kami panggil jojo datang untuk melelai keributan yang terjadi di gudang.
baru pertama kali aku lihat anak sekolah seperti dia. badannya besar, berotot dan berurat, mukanya sangar, tatapan tajam, ditambah kemeja putih polos yang dikenakannya membuatnya terlihat seperti seorang pegawai kantoran.
kak jojo dari jurusan pariwisata kelas 2. dia terkenal sebagai seorang binaragawan satu satunya di sekolah kami, dan menjadi instruktur olahraga bagi anak anak yang ingin sepertinya.
ditambah disini juga ada lauroe yang secara tidak terduga berpihak padaku.
semua musibah yang aku alami belakangan ini terjadi karena ulah andi dan chris. pertama andi menyuruh anak buahnya mengurungku di ruang latihan, lalu menyuruh hana untuk mencelakaiku agar aku tidak bisa ikut bertanding. tapi rencananya gagal karena ada pandu yang ikut terjebak bersamaku. lebih lanjut chris juga mengkhianati andi pada malam itu. lalu sekarang andi membantu chris menutupi kecurangannya demi bisa menggagalkan klubku meraih kemenangan.
aku sangat ingin menghajar anak ini. statistik yang aku miliki sudah cukup untuk mengalahkan andi. hal ini diberitahu langsung oleh agen nostradamus.
aku harus bersabar sedikit lagi untuk membalas semua perbuatan bocah jahat ini. aku harus memenangkan lomba ini dan mengambil reward main quest.
bullying yang dia lakukan padaku pasti akan kubalas tuntas.
"woi, kelas 1."
"eh iya kak..."
"balik sana ke tim lu. disini biar gua yang urus."
"oke kak."
lebih baik aku menurut saja apa katanya. aku tidak mau cari masalah dengan lauroe apalagi dengan kak jojo.
aku berlari secepat mungkin. saat di belokan aku bertabrakan dengan pandu dan yulia. rupanya mereka menyusul ke gedung sini setelah melihat lauroe di atas atap.
"gimana? siapa yang curang yud?" (pandu)
"kelas 2. pelaku lasernya untuk ketangkep."
"terus gimana sekarang? klub ini udah ketinggalan skor lumayan jauh."
"berapa perolehan poinnya yulia?"
"4, 5, 6."
"4? itu payah sekali." aku bergumam di dalam hatiku.
"lalu poin kelas 2 dan 3 lawan yulia?"
"kelas 2 dapat 6, 6, 7. kelas 3 dapat 5, 6, 8."
perolehan poin tahap kedua giliran kedua:
yulia \= 4, 5, 6
kelas 2 \=6, 6, 7
kelas 3 \= 5, 6, 8
"gak apa apa, aku bisa yakin bisa mendapatkan skor tinggi dan menyamakan kedudukan lagi dengan kelas 2. lagipula kelas 2 sudah ketahuan berbuat curang. mungkin mereka akan didiskualifikasi."
awan hujan telah berjalan melewati sekolah kami. lomba memanah pun akan dilanjutkan.
[para guru masih excited dengan lomba memanah yang diadakan. jadi segera setelah lapangan dibersihkan lomba akan dilanjutkan kembali.] kata panitia.
sisa anggotaku hana, nadia, frederica, dan aku. aku yakin bisa skor tinggi, hana juga pasti bisa, frederica probabilitas dapat poin tinggi menengah dan nadia juga begitu.
saat berjalan kembali ke arena kami berpapasan dengan chris yang berjalan seorang diri.
"chris! kau curang!!" teriakku.
"lu mau tau kenapa gua curang. karena lu gak pantes punya kedudukan." kata kata itu juga keluar dari mulut andi.
"andi juga berkata seperti itu. kalian para perundung memang sama semuanya."
"udahlah yud. kita gak boleh berantem sama kakak kelas." ucap pandu, kami pun menjauh dari chris.
"abain aja, orang kaya gitu."
"iya, iya aku paham ndu."
lomba memanah pun dilanjutkan kembali. pastinya lebih nyaman diinjak sekarang karena pastinya mengeras terkena air hujan. aku dan chris kembali berhadapan. aku memperhitungkan semua kemungkinan sekarang. hembusan angin, kemungkinan adanya laser mata, tempat berpijak yang menurun dan lainnya.
[Ding!]
• {auto-aim} kemampuan bawaan dari bakat mata elang. memungkinkan anda untuk melihat jalur lintasan benda yang anda lemparkan.
• {Reading The Wind} kemampuan untuk membaca pergerakan suatu benda yang 99,99% akurat. atau bahasa kerennya future prediction.
• {Third Person Point Of View} kemampuan untuk melihat dari segala sisi tanpa perlu menggerakkan kepala. kemampuan ini terbatas pada jarak 10 meter.
• {Strong Eyes} kemampuan untuk memperkuat mata anda. sehingga iritasi ringan maupun penyakit mata kronis tidak mungkin terjadi di mata anda.
akhirnya! sistem memberiku kemampuan supranatural. meskipun hanya kemampuan untuk 'melihat' tapi ini worth dan keren. dengan skill turunan reading the wind aku bisa melihat kemana bulatan target itu akan bergerak, dan dengan skill auto aim aku bisa mengenai titik tengah bulatan.
"lu gak bakal bisa ngalahin gua kuda nil! lu juga kelas 3!" chris menggonggong lagi. maksudku mengoceh lagi. tidak boleh berkata kasar.
"tembak!"
dengan santainya aku memanah, dan tentu saja aku mendapat poin sempurna.
"mantap yud! kenain disitu lagi!" (pandu)
"semangat yudistira!" (frederica)
"jangan kalah!" (nadia)
enaknya disemangati gadis gadis. kalian sudah cocok jadi cheerleader, frederica dan nadia.
"kok bisa?" (chris)
anak panah kedua dan ketiga pun aku mendapat poin sempurna yaitu 11.
perolehan poin tahap 2, giliran ke 3:
yudistira \= 11, 11, 11
chris \= 7, 8, 7
kelas 3 \= 7, 6, 6
aku lihat ekspresi chris yang kalah telak dariku di giliran ini. ekspresinya tenang tapi wajahnya berwarna merah. dia berusaha menutupi kemarahannya.
giliran pun dilanjutkan ke pemanah putri. ini bagian yang aku khawatirkan. semoga saja efek evolution candynya cukup kuat untuk membuat mereka menjadi lebih hebat.
pertama giliran, frederica. poin perolehan:
frederica \= 6, 5, 5
kelas 2 \= 7, 5, 6
kelas 3 \= 6, 6, 7
giliran kedua, nadia. poin perolehan:
nadia \= 5, 5, 5
kelas 2 \= 4, 3, 0 (miss)
kelas 3 \= 6, 5, 6
giliran ketiga, hana. poin perolehan:
hana \= 9, 8, 9
__ADS_1
kelas 2 \= 7, 6, 5
kelas 3 \= 4, 0, 7
sekarang tahap kedua sudah selesai total skor yang tim kami dapatkan dari tahap pertama adalah
total poin tahap pertama dan kedua.
total poin klub kelas 1 \= 287
total poin klub kelas 2 \= 266
total poin klub kelas 3 \= 250
klub kami unggul cukup jauh. sampailah kami pada tahap ketiga, yang paling sulit. di tahap ke 3 ini kami harus memanah buah kelapa yang dilemparkan ke udara sebelum jatuh ke tanah. lomba tahap ke 3 ini dilaksanakan di luar sekolah dengan menghadap ke sawah di depan sekolah. tujuannya supaya anak panah yang ditembakkan ke langit tidak mengenai orang dan mudah untuk ditemukan oleh panitia penyelenggara lomba.
ada perubahan aturan di tahap ketiga ini. hanya 2 pemanah dari setiap klub yang boleh ikut. kedua pemanah itu adalah pemanah terbaik di tim putra dan pemanah terbaik di tim putri. jadi hanya aku dan hana lah yang ikut dalam lomba memanah kelapa ini.
wasit menjelaskan lagi aturannya. untunglah matahari berada di belakang kami. ini masih jam 10 pagi jadi matahari belum naik ke atas kepala. embun embun air hujan yang tertinggal di rerumputan di seberang sana terasa sampai ke tempat kami. inilah wangi harum kemenangan. semoga saja hana bisa mendapat poin tinggi.
ngomong ngomong soal poin. di tahap ketiga ini hanya ada poin 11 dan 0. poin 11 jika berhasil memanah kelapa entah saat kelapa terbang ke atas maupun jatuh ke bawah. dan poin 0 / tidak ada. jika panahan meleset / miss. kami diberi 8 anak panah, 2 anak panah untuk satu kelapa. lalu bagaimana jika 2 anak panah sekaligus berhasil mengenai kelapa? maka poin akan dibulatkan menjadi 25.
kelas 2 diwakilkan oleh chris, dan perempuannya aku tidak kenal siapa. aku juga tidak kenal dengan perwakilan kelas 3.
"yang ini bener bener susah." (nadia)
"bener. bisa kena satu aja udah hebat banget ini mah..." (yulia)
"harus kena ya yud. jangan tembak kelapanya pas lagi naik tapi pas udah turun. lu harus fokus dan perhitungkan kecepatan kelapanya jatuh ke bawah. gak papa kalau gagal 7 kali. yang penting lu harus berhasil di akhir." ucap pandu panjang lebar.
"santai aja pandu. kalau aku lihat lihat yudistira punya archer spirit." (frederica)
"roh pemanah. maksudnya gimana?"
"yudistira punya bakat dalam memanah. malah mungkin terhitung jenius memanah. kamu sendiri juga lihat seberapa hebatnya dia saat mengajari kita memanah kan. gak ada satupun anak panahnya yang meleset." (frederica)
"iya, juga sih. gua cuma ngerasa kalau yudistira benar benar tertarik sama status ketua klub, sampai sampai dia gak rela timnya kalah. jadi gua cuman mau ngasih dia semangat aja." (pandu)
skill supranatural reading the wind + auto aim dapat memecahkan masalah ini.
"lihat saja chris, kecuranganmu tidak akan ada artinya. pihak sekolah tidak memberimu sanksi atas kecuranganmu. tidak masalah, karena aku akan memberikannya sendiri." ucapku pada chris.
chris mengarahkan panahnya padaku. apa dia mau memanah diriku? kalau memang begitu aku juga akan memanah dia. aku arahkan panahku juga padanya sebagai balasan atas tindakannya.
wasit segera menghentikan tindakan berbahaya kami. si wasit juga sempat takut saat melihat ekspresi murka chris.
"lomba fase pertama tahap ketiga dimulai!"
"siapkan anak panah kalian! lemparkan kelapanya!"
kelapa pertama dilemparkan. aku sengaja mengalah agar tidak menimbulkan kecurigaan aku berbuat kecurangan. aku sengaja membuat anak panah pertama dan keduaku meleset. kelapa pertama pun jatuh ke tanah tanpa dikenai oleh siapapun. tidak ada yang berhasil memanah kelapa pertama.
"yahh.. gak kena." (pandu)
"wuuu... payah. masa manah yang kaya gitu aja gak bisa." ucap salah satu penonton di pinggir sawah.
"mulut siapa tu anj*ng!!" (pandu)
"emang lu sendiri bisa manah kelapa yang dilempar! sekali lagi lu ngomong kaya gitu, gua hajar lu!"
penonton yang mengkritik itu pun diam seribu basa. meskipun pandu tidak melihat wajahnya, tapi suaranya sudah diingat oleh pandu.
"udah udah pandu. kita liat pertandingannya yudistira aja yuk." bujuk nadia.
buah kelapa kedua dilemparkan. aku berencana mengalah lagi. aku baru akan memanah kena kelapa ke 3 dan ke 4. sekalian akan aku buat strike 2 anak panah.
kelapa keduaku pun jatuh ke tanah. tapi aku baru menyadarinya. rupanya chris berhasil memanah kelapa keduanya. lebih dari itu, dia berhasil strike 2 anak panah.
ini menjadi pukulan telak untukku. sekarang chris mendapat 25 poin. itu artinya poin klubnya menjadi 291, sementara klubku 287.
berbahaya jika chris mendapat strike lagi. aku salah langkah, harusnya tadi aku kenakan saja satu panahku supaya poin kami bertambah menjadi 298.
mau tidak mau di kepala ketiga dan keempat ini aku harus strike.
kelapa ketiga dilemparkan. aku langsung mengaktifkan skill reading the wind lalu memanah dengan auto aim ku. aku berhasil strike di kelapa ketiga ini. sementara chris berhasil mendapat poin 11 kali ini.
"semangat yuda! doaku ada padamu!" (nadia)
"apa apaan tu 2 bocah! kok bisa mereka manah kelapa yang dilempar sekuat itu?!" ucap perwakilan kelas 3 yang frustasi karena belum bisa mengenai satu pun kelapa.
total poin saat ini:
kelas 1 \= 287 + 15 \= 302
kelas 2 \= 291 + 11 \= 302
kelas 3 \= 250
poin kami sama. inilah penentuannya. ketegangan menyeruak diantara para penonton. siapa yang menyangka lomba memanah yang diikuti para amatiran bisa jadi sejauh dan sesengit ini. hatiku pun berdebar kencang seolah takut kalah, padahal jelas jelas aku punya skill yang membuat panahku pasti kena.
kelapa keempat sekaligus yang terakhir dilemparkan. dengan hati berdebar aku bidik panahku lalu aku lepaskan. karena terlalu tegang aku melakukan kecerobohan dan malah melihat ke arah kelapanya chris.
chris berhasil memanah satu kali saat kelapangan masih terbang ke atas. aku lepaskan panahku juga ke kelapa yang mulai jatuh. panah pertama kena. satu anak panah lagi. kelapaku sudah hampir menyentuh tanah, aku menunduk, lalu aku lepaskan panahku. hasilnya...
semua orang terpaku pada buah kelapaku. satu anak panah menancap di badan sementara yang satunya lagi menancap di ujung kelapa. wasit pun memutuskan kalau itu sah dan aku pun strike untuk yang kedua kalinya. sementara chris hanya kena satu kali.
poin kami pun mengungguli klub chris. jadi 327 lawan 313.
"akhirnya... sekarang giliranmu hana."
hana mengangguk. aku sudah melakukan yang terbaik, kuharap hana tidak mengacaukannya.
[menurutmu dia bisa memanahnya tidak, agen nostradamus?] tanyaku.
[harusnya bisa. skill memanahnya sudah cukup hebat, ditingkatkan lagi dengan evolution candy dari sistem. selama tidak ada kecurangan, saya yakin dia bisa menang.] jawab agen.
aku mencoba untuk tidak terlalu khawatir. karena hana adalah pemanah yang hebat, sementara para peserta putri kelas 2 dan 3 sama sekali tidak ada yang menonjol di tahap tahap sebelumnya.
kelapa pertama dilemparkan. panah pertama hana meleset, sementara panah keduanya kena. aku kagum dengan keterampilan hana dalam memanah. tapi yang lebih membuatku terkejut adalah siswi kelas 2 yang berhasil memanah kelapa.
poin 11 ditambahkan ke masing masing klub kelas 1 dan 2. pola ini terus berulang hingga ronde kedua dan ketiga.
sampailah di ronde keempat. poin kami saat ini, adalah sebagai berikut:
kelas 1 \= 360
kelas 2 \= 346
kelas 3 \= 250
sorak sorai penonton terdengar. mereka memuji bakat memanah hana. aku yakin mereka bukan memuji bakat hana, tapi memuji penampilannya. hana kan cantik banget, seperti yang aku bilang sebelumnya.
tiba tiba saja hana jatuh. aku tidak tahu apa yang terjadi. itu bukan efek dari pusaka sistem yang aku berikan.
kami semua kaget, aku bergegas menolong hana. waktu mendekatinya aku melihat seekor ular di kakinya. aku pun panik dan bergegas menarik hana menjauh dari ular itu.
"tolong pak wasit, ada ular!"
situasi menjadi riuh setelah ditemukan ular di dekat hana. pertandingan pun dihentikan sementara.
"hana! kamu kenapa?" (yulia)
"aku digigit ular." (bahasa isyarat hana)
"itu ular jali. habitat ular itu memang di sawah sawah seperti ini." ucapku.
"jangan takut hana. ular itu tidak berbisa. kau akan baik baik saja." ketikku di hp.
hana mengangguk.
ular jali itu sudah disingkirkan. melihat kondisi hana yang shock digigit ular seperti ini mengingatkan aku pada kejadian yang menimpaku saat aku smp dulu.
suatu hari anak anak nakal di kelasku, membawa seekor ular jali ke kelas. lalu anak anak itu membuat challenge mengambil uang di dalam box yang berisi ular ala ala pesulap. tentu saja tidak ada yang mau memasukkan tangannya ke dalam kotak. hingga aku dipaksa untuk memasukkan tanganku. aku yang selalu jadi objek bully tidak bisa melawan, dan tanganku pun digigit oleh ular itu. hingga hari ini bekas gigitan ular itu masih ada di rongga antara jempol dan jari telunjuk tangan kananku.
"kamu masih bisa ikut lomba?" ketikku.
"ketua. kayanya hana gak bisa ngelanjutin lagi deh." ucap pandu.
__ADS_1
"kalau begitu kita harus mencari pengganti hana. tinggal satu ronde lagi menuju kemenangan."
hana mengangguk, dia bersedia melanjutkan lombanya walaupun perasaan shock masih tergambar jelas di wajahnya.
hana menulis ucapannya di hp ku.
"kalau aku menang. jadikan aku teman kalian ya."
aku terharu membaca tulisan itu. dia hanya ingin berteman.
"tentu saja." tulisku.
"siapa yang tidak mau punya teman cantik sepertimu." hiburku.
setelah terjadi drama sedikit pertandingan fase pertama pun dilanjutkan kembali. kedua peserta lain sudah menunggu. hana mengangkat busurnya lalu membidik panahnya.
"siapkan panah kalian!"
"tembak!"
hasil akhir sudah keluar. kedua anak panah hana meleset. bukan hanya dia, peserta kelas 2 dan 3 pun juga tidak ada yang berhasil mengenai kelapanya. otomatis kamilah pemenang fase pertama ini.
[klub pemenang dari lomba panah perdana ini adalah...]
[klub kelas 1! yudistira dan kawan kawan!]
"yeey! kita menang. berkat kamu hana." (pandu)
penonton bertepuk tangan. syukurlah, aku bahagia bukan main. fase kedua bukanlah masalah besar, karena semua pesertanya adalah anggota klub kami sendiri.
tanpa basa basi lagi lomba memanah fase kedua, lomba perorangan dimulai. dan aku keluar sebagai pemenangnya.
[selamat untuk ketua klub kelas 1, yudistira dari jurusan seni. anda berhak mendapat hadiah uang tunai dan jabatan sebagai ketua klub sekolah.]
hadiah yang aku terima dari sekolah antara lain adalah uang tunai senilai 12 juta rupiah, beserta kedudukan dan status sebagai ketua klub. mulai saat ini aku adalah komponen penting dari sekolah, itu artinya tidak akan ada orang yang berani merundungku lagi.
yang paling penting, hadiah yang aku nanti nantikan akan datang sekarang. reward main quest!
mataku menyala melihat daftar reward yang aku dapatkan. inilah rinciannya:
ini belum termasuk reward reward poin moral yang aku dapatkan dari kebaikan yang aku lakukan selama main quest berlangsung.
setelah lomba yang melelahkan kita, aku dan klubku pun sepakat untuk makan besar sebagai perayaan kemenangan kami. aku akan menikmati setiap momen yang ada, sebelum main quest kedua muncul.
...
Episode Selanjutnya
....................................................................................
Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:
Etika (34) (Kurang)
Moral (70) (Mulia)
Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (24) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido)
teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)
teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)
• silahkan isi sendiri
....................................................................................
Arc pertama udah selesai, lanjut arc kedua. 😁
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
....................................................................................
__ADS_1