Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 7 | Hukuman Untuk 2 Pelaku Penyerangan


__ADS_3

"kenapa kalian berdua menyerangku seminggu yang lalu?!"


aku tidak bisa menahan emosiku saat melihat mereka berdua. tapi aku tidak bisa menyerang mereka karena dilarang oleh agen nostradamus. haruskah aku melanggar janjiku dengan sistem dan agen nostradamus?


"kalian berdua akan aku laporkan ke kepala sekolah! ibuku adalah saksi mata atas penyerangan yang kalian lakukan." ancamku.


"laporin aja!! mak lu udah ngelapor ke kepala sekolah pas hari pertama lu liburan!!"


ibu sudah datang ke sekolah sejak hari pertama aku libur seminggu yang lalu. aku tidak menyangka ibu akan melapor ke kepala sekolah. aku kira apa pun yang terjadi padaku tidak akan datang ke sekolah, tapi ternyata aku salah.


"mak lu datang ke sekolah tiap hari buat minta pertanggung jawaban buat anak cemennya yang sekarat!!"


"lu mau kita tanggung jawab kan? nih! duit buat lu, pakai aja buat berobat."


siswa sialan ini melemparkan uang ke tanah. harga diriku benar benar terluka. aku sangat ingin membantingnya ke tanah seperti dia melemparkan uangnya itu.


"kenapa duitnya gak diambil? lu udah sembuh ya? kalo gitu duitnya gua ambil lagi ya..."


aku tarik kerah baju anak silat yang sok jago itu. aku tunjukkan wajah garangku padanya. tentu saja dia juga tidak takut padaku.


tiba tiba terdengar pengumuman dari pengawas.


[perhatian! perhatian!]


[kepada siswa siswa yang disebutkan namanya, mohon untuk segera berkumpul di ruang bk.]


[firman dari kelas pariwisata 1-C.]


[arman dari kelas pariwisata 1-C.]


[yudistira dari kelas seni 1-A.]


pengumuman diulang hingga 3x.


aku pun bergegas ke ruang bk. aku harap ini adalah pembalasan yang dimaksud oleh agen nostradamus.


berbeda dengan lauroe yang lebih dulu aku kasari. kedua anak ini tidak punya masalah denganku. mereka menyerangku atas dasar kecewa terhadap lauroe atau marah karena aku mengalahkan lauroe.


aku dan kedua anak silat menghadap guru bk.


aku terkejut saat melihat ibu duduk di sofa, sementara 2 anak silat kaget melihat kak amira disini.


aku dipersilakan duduk oleh guru bk, sepertinya aku aman. sementara 2 anak silat sepertinya akan dihukum.


"arman, firman, jujur kalian! kalian lemparin yudistira pake batu sampe kepalanya bocor kan?!"


"bukan ngelemparin pak...!!"


"jangan bohong kalian!! awalnya bapak sempat percaya omongan kalian. tapi sekarang ada bukti rekamannya!!"


bukti rekaman? apakah ada orang lain selain aku, ibu, dan 2 bocah ini waktu itu?


saat mendengar ada rekaman kejadian itu, kedua bocah silat jurusan pariwisata ini wajahnya langsung pucat.


"kita gak serius kok pak waktu itu. kita cuman lagi becanda sama yuhistira. bener gak fir?" kata aman membela diri.


"namanya yudistira. udah! bapak kecewa sama kalian. kalian udah sering tawuran sekarang mau nyoba bunuh temen sekolah!"


"kalian ini sekolah cuman buat berantem kah?!"


bapak alam si guru bk menceramahi arman dan firman hingga satu jam. kak amira hanya diam saja, ibu mengkhawatirkanku, sementara aku berharap kedua bocah ini merasakan sakit yang aku rasakan.


"Aahhh!! berisik banget sih pak!!"


firman, anak yang melemparku dengan batu. dia sangat berani, bahkan berani balik membentak guru.


"kita kan udah minta maaf dari hari pertama! kenapa bapak malah marah marah lagi!? ibu ini juga!"


"saya kan sudah minta maaf sama ibu waktu itu! kenapa ibu masih aja bikin saya geram!!"


"geram..."


aku mendorong firman si bocah silat tidak beradab ini. tindakanku sontak membuatnya menggila.


"bangsat! gua matiin lu, anjing!!"


dia menyerangku seperti orang gila. kak amira pun menolongku dari amukan bocah itu, sementara bocah gila itu di pegangi oleh temannya.


"aku hajar kau, bocah kasar!!!" teriakku dengan penuh emosi.


untung saja saat ini jam pelajaran sedang berlangsung, jadinya tidak ada anak anak yang berdatangan untuk menonton. tapi keributan ini pasti mengganggu kelas kelas yang sedang belajar, sehingga cepat atau lambat anak anak yang boros jam pelajaran akan datang kesini.


aku tidak peduli dengan ibu, bapak guru, atau pun kak amira yang ada disini. aku terus beradu mulut dengan bocah silat itu. saling melempar argumen dan saling menghina.


sampai...


baak!


kak amira menendang perut firman hingga membuat dia jatuh terlentang. arman yang berada dibelakang juga ikut terjatuh setelah gagal menahan badan firman.


aku melihat kak amira memakai sepatu hak tinggi hari ini. sepatu hak tinggi itu pasti menambah damage dari tendangan kak amira barusan.


"bukankah aku sudah menyuruh kalian untuk meminta maaf dengan tulus kepada yudistira. perbuatan kalian itu salah!" tegas kak amira.


"heh cewek lont*..."


"mentang mentang udah kelas 3, lu ngerasa berkuasa?!"


mulut anak ini benar benar tidak bisa dibiarkan. dia menyebut kakak kelasnya sendiri dengan sebutan tidak pantas, kata kata itu bahkan bisa dianggap sebagai perbuatan asusila terhadap kak amira.


tidak seperti firman yang terus melawan, arman justru diam seribu basa. padahal saat itu dia juga menyerangku dengan semangat. walaupun pelaku pelemparan batu dan plastik sampah adalah firman, bukan berarti aku akan memaafkan arman.


[agen nostradamus, kapan bocah bocah ini dihukum?]


[tidak lama lagi. bersabarlah kontraktor. orang sabar disayang tuhan.]


baak!


kak amira menendang mulut arman, hingga pipi kirinya robek terkena hak sepatu.


firman kesakitan. aku terdiam menyaksikan aksi kak amira. inikah hukuman yang dimaksud agen nostradamus?


"coba katakan lagi. kau menyebutku apa tadi??"

__ADS_1


firman ciut setelah menerima tendangan mentah. kedua bocah itu tidak berkutik saat berhadapan dengan keganasan kak amira.


suasana menjadi hening. guru bk pun memutarkan sebuah video di laptop nya yang menunjukkan aksi penyerangan yang dilakukan firman dan arman terhadapku seminggu yang lalu.


aku tidak tahu siapa yang merekam kejadian itu. tapi kalau dilihat dari kualitas gambarnya sepertinya video ini diambil dengan ponsel yang kualitas kameranya sangat bagus.


"ada seorang siswi yang enggak mau disebutin namanya ngasih video ini ke bapak. sekarang kalian berdua gak bisa mengelak lagi."


firman dan arman tertunduk lemas.


"kalian tahu gak, kalau kalian bisa aja di laporin ke polisi? kalau aja walinya yudistira mau kalian bisa aja dipenjara sekarang juga."


"kami tahu pak..." jawab arman.


"yudistira. kamu sebagai korban boleh ngasih hukuman apa aja ke dua anak enggak beradab ini."


aku senang sekali saat pak guru mengizinkanku menghukum anak anak itu. kak amira juga setuju dengan membiarkanku memilih hukuman untuk anak anak ini, ibu juga mengangguk setuju pada keputusan pak guru bk.


aku pun berpikir sejenak. agen nostradamus memberiku saran, untuk menjadikan mereka penjaga toilet di belakang kantin setiap jam pelajaran usai.


tugas mereka adalah mengawasi anak anak yang ke toilet agar menggunakan toilet sesuai fungsinya, alias mencegah toilet menjadi tempat membuang sampah, merokok, membolos, membuat konten horor dan lain lain.


aku suka dengan saran agen nostradamus. dengan begitu mereka tidak akan bisa menikmati waktu istirahat. tapi aku menginginkan hal yang lebih.


aku pun memberikan hukuman sesuai saran agen nostradamus dengan tambahan, setiap hari anak anak ini harus pulang satu setengah jam lebih lama untuk membantu bapak ob membersihkan toilet itu. aku hanya sedikit kasihan pada bapak ob yang punya penyakit asma itu.


hukumanku disetujui oleh bapak bk, dan hukuman ini akan berlangsung selama 3 bulan.


padahal aku berencana menjadikannya 1 bulan saja. tapi ya sudahlah, lagipula mereka pantas menerima hukuman karena hampir saja melakukan pembunuhan terhadap murid satu sekolah.


setelah pemberian hukuman, pak guru menyuruh kami untuk berdamai. lalu aku pun dipersilahkan ke kelas, sementara ibu akan pulang.


aku berpamitan pada ibu lalu pergi ke kelas. hari ini jam pelajaran pertama adalah matematika.


"rising star dadakan kita udah dateng." kata andi.


aku tidak pernah bertemu andi lagi sejak mengalahkan lauroe di pertandingan itu. kira kira seperti apa reaksi andi setelah melihat teman silatnya dikalahkan oleh pecundang macam aku.


aku mengabaikan andi dan duduk di kursiku. hari ini berjalan lebih damai. karena andi tidak menyuruhku membelikannya makanan hari ini. satu perubahan itu saja sudah membuatku sangat bersyukur. sementara martha masih saja sinis kepadaku.


dulu setiap jam istirahat, martha selalu mendandaniku dengan make up yang dibawanya.


martha memiliki hobi yang aneh, aku pernah dengar rumor kalau dia sedang belajar membuat tato. karena hobinya itu dia sering menjadikan wajahku kanvasnya. entah dengan make-up, atau pun alat lukis, setiap minggunya setidaknya 3 kali aku pulang ke rumah dengan wajah yang berantakan dengan make-up dan cat lukis.


kali ini pun dia bermaksud ingin mendandaniku lagi.


"ayo liat ke atas kuda nil." perintah martha.


aku tidak bisa menolak keinginan martha karena dia punya bekingan yang tidak bisa aku lawan bahkan dengan sistem kebaikan sekalipun.


aku bertanya adakah hal yang bisa aku lakukan untuk menghentikan bullying martha ini.


[bagaimana cara menghentikan bullying yang seperti ini, agen?]


[saat ini tidak diharuskan melawan 'martha' sebab siswi ini tidak bisa anda kalahkan hanya dengan kekuatan saja.]


[bersiaplah! sebentar lagi anda akan berhadapan dengan lauroe sapnaz. ini akan menjadi fase akhir dari hidden quest 'kalahkan lauroe'.]


semoga saja aku bisa menang tanpa menerima banyak luka seperti sebelumnya.


tak tak -bunyi jarum jam-


jam istirahat kedua, pukul 13.00, siang hari.


aku ke kantin untuk memberi minuman. kepalaku pusing sekali setelah belajar 3 matpel kematian sekaligus. matematika, kimia, fisika ada di satu hari yang sama.


sepertinya yang mengatur jam pelajaran semester ini tidak memikirkan seperti apa panasnya kepala para pelajar nantinya.


aku iseng mengintip ke toilet belakang kantin. benar saja, firman dan arman sudah mulai menjalani hukuman hari ini.


"jangan ngudud disini, bangsat!!!"


anak anak perokok langsung kabur melihat betapa garangnya arman. anak itu ternyata bisa bersikap garang juga, padahal waktu di ruang bk dia seperti anak kucing yang penakut.


"jangan berurusan dengan mereka lagi."


aku terkejut saat kak amira memergokiku sedang mengintip 2 penjaga toilet baru sekolah ini.


"saya cuma lewat kok kak..." ucapku sambil senyum senyum sendiri.


bicara dengan kakak kelas cantik memang gampang membuat kita salah tingkah.


"yudistira. lauroe mau tanding ulang sama kamu."


"..."


sudah aku duga dia minta rematch.


"saya terima tantangan seperti apa pun dari lauroe. asalkan setelah ini dia berhenti mengganggu saya. saya juga berharap teman teman klub silatnya melakukan hal yang sama." pintaku.


"kamu minta saja langsung sama lauroe. aku sudah menyelidiki akar permasalahan kalian berdua. katanya seminggu yang lalu pas pembukaan aura kreasi kamu datang ke ruang ganti anak anak tari, lalu membuat keributan dengan lauroe yang saat itu menjadi penjaga keamanan."


"kata saksi mata kamu yang duluan mendorong lauroe hingga jatuh ke atas meja diantara saksi mata."


saksi mata itu maksudnya adalah 3 siswi jurusan tari yang menjadi karakter utama dan karakter npc di quest hidup dan mati waktu itu.


"setelah kalah sama kamu, lauroe mulai dimaki oleh para seniornya."


lauroe dimaki. dimaki itu sama dengan di bully kan.


"lauroe sangat berbakat dalam silat. dia sudah mengalahkan semua anak silat kelas 1 dan 2, kecuali andi si preman sekolah dan bima si atlet gulat. tapi anehnya, lauroe yang sejago itu malah kalah sama anak yang cemen."


hatiku terluka saat kak amira menyebutku cemen. tapi sebelum membuat kontrak dengan sistem aku memang cemen sih.


"saya paham kak. saya akui selama ini saya berpura pura lemah." aku berkata begitu agar kak amira tidak merasa janggal dengan peningkatan kekuatan yang sangat cepat. apalagi di rematch ini aku akan lebih kuat lagi.


"gitu ya..."


"kalau begitu, ayo ikut kakak sekarang."


"kemana kak?" tanyaku.


"ke gedung olahraga. memangnya kemana lagi."

__ADS_1


sekali lagi aku datang ke ruang olahraga untuk bertanding.


aku melihat lauroe sudah bersiap di atas ring dengan seragam silatnya hitamnya.


aku hanya kontak mata dengan lauroe. kami tidak berbicara satu sama lain. hingga aku naik ke atas ring pun lauroe tetap diam.


kak amira menjadi wasit rematch ini.




aku bertanya tanya apa event quest ini?




aku bisa melihat semua reward quest yang akan aku dapatkan jika mengalahkan lauroe. ini membuatku sangat antusias mengingat semua reward yang telah tersedia di papan sistem baru reward quest harian saja. sementara reward dari hidden quest mengalahkan lauroe masih misterius.


aku kembali fokus ke pertandingan. kak amira menjelaskan peraturannya.


"tidak ada peraturan!"


"apa! tidak ada peraturan!"


"kedua peserta diizinkan menyerang lawan sebanyak yang diinginkan. meski terjatuh pertandingan akan tetap dilanjutkan. pertandingan baru berhenti saat wasit memutuskan menghentikan pertandingan."


itu artinya pertandingan ini sepenuhnya dikendalikan oleh kak amira sebagai wasitnya.


"kenapa begitu kak? kalau begini artinya ini pertarungan sungguhan kan? bukannya tadi kakak bilang ini pertandingan?"


aku memprotes keras pertandingan yang bisa berujung pada pembunuhan ini. mengingat lauroe saat bertanding saja sudah brutal apalagi kalau bertarung sungguhan.


"maaf ya, kakak tidak bisa membantu kamu kali ini. karena ini pertandingan ini di atur oleh kepala sekolah."


"jadi maksudnya kepala sekolah yang bikin peraturannya?" tanyaku. aku semakin tidak mengerti tujuan dari pertandingan ini.


"ikuti saja, yudistira. kamu sudah menjatuhkan diri kamu ke dalam lubang dengan mengalahkan lauroe di pertandingan sebelumnya."


kak amira keluar dari ring. agen nostradamus memperingatkanku untuk berhati hati. ini bukanlah pertandingan melainkan pertarungan sungguhan.


lauroe memasang keling di kedua genggaman tangannya.




Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:




Etika (25) (Kurang)




Moral (58) (Bagus)




Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)




• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)


• Kharisma ( - )



Kekuatan (86) (Sangat Kuat)



• Kecepatan (41) (Cepat)


• Pertahanan (50) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (-12) (Sangat Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini rak buku kesayangan kalian😄


....................................................................................

__ADS_1


__ADS_2