
"Bos Awan ketua SMA Jeruk Parut, ada urusan apa kau kesini?"
Bisa bisanya dia menyerang sendirian kesini. Haruskah aku menjadikan beberapa Vert Homunculus sekuriti sekolah agar lawan berbahaya seperti ini tidak datang.
"Bukankah SMK Negeri 7 Harapan sudah berdamai dengan SMA Jeruk Parut. Lantas kenapa kau kesini?" Tanyaku lagi.
"Oi oi tenang. Gua cuman pengen ngecek sekolah gua nanti." Jawab Bos Awan.
"Hah, kau mau pindah ke sekolah ini?"
"Gua ikut program pertukaran pelajar, emang gak boleh?"
Tidak mungkin sekolah menerima pertukaran pelajar dari SMA Jeruk Parut. Secara sekolah jenis sekolah kami saja berbeda dengan mereka.
"Kok bisa SMK melakukan pertukaran pelajar dengan SMA. Nanti kau akan masuk ke jurusan apa?" Tanyaku.
"Jurusan seni."
Gawat. Mengendalikan Lauroe si anak kuda saja sudah sulit apalagi ditambah orang ini.
"Kalau begitu sampai ketemu di semester depan."
"Untunglah orang itu datang baik baik." Ucapku lega.
"Kau jangan cari masalah dengannya Pandu." (Yuda)
"Gue gak seaktif itu." (Pandu)
Singkatnya kelasku berhasil mengumpulkan 29 video perundungan dalam satu hari. Sekarang aku harus melakukan editing.
Malamnya aku masih tidur di rumah Pandu. Aku memakai uang 200 miliyar pemberian Ibu untuk memberi laptop canggih keluaran terbaru. Kalau bisa beli yang mahal kenapa tidak ya kan.
Aku menikmati waktuku men scroll gambar kumpulan laptop keluaran terbaru.
Disana ada laptop dengan harga 4,8 miliyar. Jumlah itu membuatku tertegun.
Pandu menyarankanku untuk membeli laptop yang spesifikasinya bagus.
Akhirnya aku membeli laptop seharga 200 jutaan, tidak lupa aku belikan satu lagi untuk Pandu karena aku menghargai bantuannya selama ini. Dan tentu saja karena kami teman.
"Wah, ini beneran Yud?! makasih banyak, gua janji bakal selalu ada buat lo!!" Pandu memelukku dengan kencang.
[ Terima kasih sudah membeli produk kami. ]
[ Barang anda akan sampai jam 9 besok. Kami akan pastikan keamanan dan kualitasnya serta garansi selama 2 tahun. ]
Itu email dari perusahaan pembuatnya.
"Laptop itu akan sesuai dengan deskripsinya tidak ya?" (Yuda)
"Kalau saat barang datang tapi ternyata tidak sesuai dengan ekspektasiku aku akan menghancurkan perusahaannya!" (Yuda)
"Kalem, barang semahal itu pasti enggak mungkin mengecewakan." Kata Pandu.
Aku tidur dengan perasaan senang.
...
Keesokan harinya aku menyuruh Jaune dan Vert Homunculus membantu Ibu memindahkan barang karena hari ini kami akan pindah ke rumah baru yang mewah.
Aku tidak bisa membantu Ibu gara gara Osis sudah terlalu banyak cuti.
Sama seperti kemarin aku menyuruh anak anak berkumpul jam 6 pagi dan mensugesti mereka agar rencanaku berjalan lancar.
Tapi hari ini tidak semulus kemarin. Salah satu bonekaku ketahuan dan dia dipukuli.
Saat aku temukan dia sudah terbujur lemas di tempat sampah sekolah dengan pakaian yang compang camping.
Saat aku lihat video kirimannya terungkap kalau dia merekam aksi perundungan yang dilakukan oleh kakak kelas 2 jurusan animasi.
Tanpa pikir panjang aku pun mendatangi para kelas 2 C Animasi.
Disana aku lihat para berandalan itu sedang main kartu.
"Ini Yudistira dari jurusan Seni. Ada urusan apa kesini?" (Kakak kelas random)
"Siapa yang tadi merundung dan memukuli temanku ini?"
Niatku yang tidak datang dengan damai langsung diketahui oleh mereka. Kuda kuda silat pun terpasang dengan kokoh.
__ADS_1
"Aku sensitif kalau soal perundungan. Jadi aku akan menghajar kakak kakak sekalian."
"Coba aja!"
Seluruh laki laki di kelas ini berdiri. Aku merasa kasihan kepada para wanita yang bersekolah di tempat yang keras ini. Kecuali untuk wanita sejenis Martha.
"Serang junior gak tahu diuntung ini!!"
"Hyaaa...!!!"
20 detik kemudian, semua jagoan kelas ini berhasil aku tumbangkan. Kebanyakan dari mereka terluka karena ulah mereka sendiri. Dewi UKS Frederica pasti akan sibuk hari ini.
Aku lanjut berjalan santai di jam istirahat pertama ini. Observer ku menangkap banyak aksi pemalakan di kantin.
Langsung saja aku gunakan trik menghilang untuk merekam tanpa ketahuan.
Aku tidak tahu alasan mereka melakukan itu, tapi salah tetap saja salah. Selesai merekam aku tangkap mereka lalu aku serahkan kepada BK.
Tidak butuh waktu lama bagi anak anak itu mendapat pencerahan dan hukuman. Mereka dihukum hormat ke bendera selama 30 menit. Risiko ketinggalan pelajaran ditanggung sendiri.
Di hari kedua ini kami berhasil mengumpulkan 18 video. Lebih sedikit dari hari kemarin.
Aku curiga para perundung itu sudah mengetahui rencanaku, mengingat mereka ada dimana mana di sekolah ini. Jadi aku berencana mengubah strategi besok.
Sepulang sekolah aku bertemu dengan Nadia yang langsung meminta hal mengejutkan padaku.
"Yuda, aku dengar kau membeli rumah. Kalau kau butuh art ibuku bisa melakukannya." (Nadia)
"Santai Nad. Pas pulang nanti aku akan langsung memberitahu ibuku. Ibumu boleh bekerja di rumahku." (Yuda)
"Beneran?! makasih Yud. Kalau begitu aku duluan ya, banyak pekerjaan yang menunggu di rumah."
Nadia pergi. Tak ada alasan bagiku menolak permintaannya. Selain karena kondisi ekonomi keluarganya yang buruk, dia juga hampir saja kehilangan ibunya kalau saja Sistem tidak berbaik hati waktu itu.
Akhirnya saat yang paling aku tunggu tunggu tiba. Saat dimana derajatku naik dan menginjakkan kaki di rumah mewah bak istana.
Rumah pilihan ibu sangat megah dengan luas 2000 meter persegi, dengan model yang memanjang ke samping. Halaman depannya luas serta hijau. Serta memiliki fasilitas kolam renang di dalamnya.
Aku sudah memeriksa seluk beluk rumah baruku dengan observer.
"Bagaimana menurutmu Nostradamus, apa rumah ini terlalu sempit untuk kami berdua?" (Yuda)
"Kalau begitu nanti aku akan beli rumah yang lebih besar lagi."
Saat masuk aku mencium aroma sirup yang wangi. Rupanya Ini sedang duduk bersama Vert dan Jaune Homunculus di sofa.
"Eh Yuda, anak kesayangan Ibu sudah datang."
"Jangan bilang begitu pas ada tamu. Yuda malu..." Ucapku.
"Kalau begitu kami pamit ya bu. Makasih buat upahnya."
Jaune dan Vert Homunculus berpura pura pergi padahal sebenarnya mereka masuk ke dalam kantungku.
"Jadi menurut kamu gimana rumah pilihan ibu?" Tanya Ibu.
"Megah. Hampir semegah dari rumah barunya Raffi Ahmad." Ucapku sambil tersenyum bahagia.
"Ibu baru aja ketemu sama orang yang ngasih kita uang ini. Namanya Asrahan, dia pengusaha sukses dari amerika latin."
"Katanya dia membuat kuis perburuan harta karun itu untuk mewariskan setengah harta kekayaannya kepada orang yang beruntung di dunia ini. Kita benar benar beruntung bisa memenangkan kuisnya."
"Semoga orang baik itu bahagia selamanya." Doa Ibu.
Aku memeluk Ibu. Rasanya senang sekali bisa mengangkat derajat orang tua, walaupun aku tidak bisa mengatakannya langsung.
"Selain rumah ini juga sedang memikirkan investasi kedepannya agar uang ini tidak habis begitu saja."
"Soal itu biar Yuda yang memikirkannya. Yuda sekarang semakin pintar dan punya banyak teman. Yuda yakin bisa menemukan ide bisnis yang cocok untuk dimulai."
"Baiklah, Ibu percaya sama kamu. Ngomong ngomong tadi ada paket datang. Kamu beli laptop mahal ya."
"Hehee iya. Yuda juga beli satu lagi buat Pandu. enggak apa apa kan."
"Nggak apa apa."
Akhirnya aku memiliki kamar tidur yang luas dan bagus. Ranjangnya nyaman, spraynya lembut, dan yang terpenting jendela kamarku mengarah ke halaman rumah.
Tapi meski ranjangnya nyaman aku tetap memilih tidur di lantai karena punggungku merasa lebih nyaman kalau ada tekanan dari tempat aku berbaring.
__ADS_1
"Selamat tidur..."
...
Di kantor kepala sekolah SMK 7 Harapan. Anak anak kelas 2 mengadukan perbuatan Yuda kepada kepala sekolah.
Mereka juga memberitahu kepala sekolah kalau Yudistira sedang berusaha menghancurkan Sistem kasta prestasi yang ada.
"Anak itu memukul kami padahal kasta prestasi kami lebih tinggi darinya pak!"
"Bapak harus bertindak! Yudistira membela anak anak yang bodoh dan menindas anak anak yang pintar!" Teriaknya.
"...kalau begitu besok kita Bapak akan memanggil si Yudistira."
...
< Chapter Selanjutnya [ Akar Para Sampah ] >
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< Poin Peningkatan Random +120 >
< 1. Moral (46/40) >
< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
< 3. Kekuatan (200/200) >
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
< 4. Kecerdasan (110/300) >
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
< 5. Bakat : >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( sepatu mistis ) ( selimut sutra ) ( emas hitam peretas ) ( hoodie anti terkejut ) ( lidah suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Fairy Poet ) ( Nebula Eye ) ( Delivery Tower ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' )
< Tiket emas (2) >
< Special Massal Product >
( Blanche Homunculus (6) ) ( Vert Homunculus (2) ) (Jaune Homunculus (1) )
.......................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1