Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 37 | Hilangnya Formasi


__ADS_3

Tik... tik... tik...


Turun hujan gerimis.


Kenapa jadi begini?


Tidak aku sangka aku benar benar tidak berdaya di hadapan raja dedemit itu.


Taring Reog ku tidak bisa menyentuhnya, begitu pula dengan kuas dan kanvas nya Lauroe.


Siluman kera putih tidak bisa menandinginya. Bahkan kalau aku tidak salah ingat, pak tetua desa sampai memanggil 3 kera putih lainnya untuk gangbang raja dedemit itu tapi semuanya dikalahkan.


Raja Dedemit menerbangkanku ke langit lalu menjatuhkanku ke sungai.


Benar benar sadis. Dia melakukan itu berulang kali hingga aku tidak sadarkan diri, lalu dia biarkan aku hanyut di sungai.


Aku merasa seperti sampah. Dari sini aku belajar bahwa memiliki cheat bukan berarti aku tidak terkalahkan.


Aku sadarkan diri di tepi sungai.


"Seberapa jauh aku hanyut?"


[3,6 kilometer dari lokasi sebelumnya.] (Nostradamus)


"Uhh.. jauh sekali. Aku harus kembali ke sana. Aku memasukkan Frederica ke dalam batu, kalau tidak segera dikeluarkan dia akan dalam bahaya."


Di tengah jalan aku melihat Papan Main Quest.


Formasi santet yang terpasang rupanya sudah menghilang, jadinya progres Main Quest Ketiga sudah berjalan 80%.


"Siapa yang mencabut pusaka ke 6 itu?"


[Raja dedemit itu sendiri yang melepaskannya.]


"Dia sengaja agar aku mendatanginya ya."


Sesampainya di tempat pertarungan tadi. Aku tidak menemukan Lauroe dan tetua desa, tapi aku berhasil menemukan Frederica yang tengkurap di samping batu.


"Syukurlah dedemit itu tidak menemukanmu Frederica." (Yuda)


"Hujan makin deras, kalau aku tidak membawanya ke tempat teduh make up nya bisa terhapus. Yang penting sekarang adalah menolong Frederica dulu." (Yuda)


[Semangat Kontraktor! Semuanya menyukai kegigihan anda.] (Nostradamus)


Terpaksa aku kembali lagi ke perkemahan. Supaya tidak ketahuan ku pakai trik menghilang dengan pohon sebagai media.


Aku berhasil menaruh Frederica ke tempat yang aman, di kemah siswi random.


Sekarang aku kembali lagi ke hutan untuk membalas dendam ke raja dedemit.


[Anda tidak perlu terburu buru menantang raja dedemit itu lagi. Ingat waktu questnya ada 120 jam (5 hari). Masih ada waktu 114 jam untuk mempersiapkan diri.]


"Kalau begitu tolong buatkan Custom Quest dengan reward Choose One lagi!" (Yuda)


-Sistem reward Choose One/Pilih Sendiri-


[Hadiah apa yang anda inginkan kali ini.] (Nostradamus)


"Sejak pertama kali memanggil seseorang dengan tiket emas, hatiku terus bertanya tanya bisakah tiket emas memanggil 'dia'?" (Yuda)


[...???]


"Aku akan memanggil 'dia'."


[Saya tidak tahu 'dia' siapa yang anda maksud. Tapi akan tetap saya lakukan demi membantu anda menyelesaikan quest gila ini.]


Custom Quest dengan tingkatan yang berbeda dibuat. Aku hanya punya satu kesempatan meminta bantuan pada Agen Nostradamus.


Kali ini, dengan memanggil 'dia' aku pasti bisa mengalahkan raja dedemit itu.





"Yah, aku tau itu."






Custom quest ini akan membuatku menderita setengah mati seperti yang sudah sudah. Aku tidak akan menceritakannya karena akan memuakkan.


"Tunggu saja kau raja dedemit. Aku akan membawa raja yang lebih kuat kesini!"


Sudut pandang berpindah ke Lauroe.


Setelah Yuda di hempaskan berkali kali ke sungai hingga membuatnya hilang terbawa arus, Lauroe dan pak tetua desa tidak punya kemampuan lagi untuk menghadapi si raja dedemit.


Mereka berdua tertangkap dan diikat terbalik di puncak pohon kelapa yang tinggi.


Sempat pusing sedikit Lauroe akhirnya terbiasa dengan keadaan ini.


Lauroe berusaha melepaskan ikatannya, satu kesalahan kecil saja dia lakukan maka dia akan terjun bebas ke tanah dan patah tulang atau yang paling parah mati.


Pergelangan tangannya yang kecil dapat melewati simpul ikatan, setelah satu tangannya bebas dia lanjut membuka ikatan lainnya.


Lauroe pun berhasil membebaskan dirinya. Sayang dia tidak bisa membebaskan pak tetua desa karena pegangannya semakin licin terkena guyuran air hujan.


Diam diam Lauroe turun ke bawah.


Samar samar terdengar suara 2 orang mengobrol. Pakaian mereka sama dengan pakaian si dukun. Karena itu Lauroe memukul mereka berdua dengan dahan pohon, hingga keduanya pingsan bersamaan.


Suara pukulan itu bisa saja didengar oleh penjaga lainnya. Lauroe pun memutuskan untuk kabur terlebih dahulu.


Namun tidak lama kemudian si dukun muncul di depannya.


"Nak, kemana aura hitam yang melindungi kamu barusan?" Si dukun bertanya kemana hilangnya Awan Hitam yang melindungi Lauroe.


"Bangsat!!" (Lauroe)


Bukannya kabur Lauroe malah menyerang si dukun. Tendangannya sukses menghancurkan biji si dukun, tapi anehnya dukun itu seperti tidak merasakan apa apa.


Malah dia menertawakan usaha Lauroe yang dia anggap sebagai tindakan pengecut.


"Wajar saja kau menendang ********. Dengan tinggi badanmu tidak mungkin kau bisa menendang ke kepalaku."


Lauroe tersinggung, dia lantas menendang kepala si dukun, namun tendangannya berhasil dihentikan dan si dukun balas menendang ******** Lauroe.


"Itu rasanya tendanganmu nak." Ucap si dukun.


Lauroe pun tertangkap lagi.


Di perkemahan.

__ADS_1


Pandu dapat chat sama dari Yuda yang sekali lagi melarang keras siapapun masuk ke hutan.


Pandu menunjukkan chat ini kepada pengawas, mereka pun mengiyakannya.


Baik pengawas maupun para siswa. Siapapun yang masuk ke kawasan utara hutan akan pingsan setelah berjalan 1 kilometer dari garis luar.


Hal yang sama juga terjadi pada para penjaga hutan.


Hal ini membuat para pengawas frustasi. Mereka hanya bisa menunggu dan berdoa untuk keselamatan siswa siswinya.


"Tidak boleh ada orang luar yang masuk ke dalam medan perang." (Raja Dedemit)


...


2 Hari kemudian.


Pihak penyelenggara camping tidak bisa tidur sebelum ada kabar dari para siswa yang menghilang.


Sedihnya lagi mereka tidak bisa masuk ke hutan saking kuatnya ilmu hitam yang membentengi kawasan itu.


Sementara itu di dalam hutan dedemit Yudistira akhirnya bangun dari tidur panjangnya.


2 hari. Waktu yang tidak sebentar itu dia habiskan untuk berjuang menyelesaikan Custom Quest yang luar biasa sulit.


"Akhirnya... aku kapok. Aku akan berhenti mengaktifkan custom quest untuk jangka waktu yang panjang setelah ini."


[Sekarang siapa yang akan anda panggil dengan tiket emas itu?"]


"Hehhee.. ingin akan sangat seru Agen Nostradamus."


"Kira kira bagaimana reaksi raja dedemit itu saat melihat ini."


Dengan indra gaibnya raja dedemit bisa merasakan kedatangan Yuda di tempatnya.


Raja Dedemit keluar dari rumah si dukun. Kemunculan raja dedemit ini selalu diikuti dengan turunnya hujan gerimis.


Yudistira datang dengan penuh percaya diri, dan keris taring reog di tangan kanannya, juga kuas dan kanvas di tangan kiri.


"Datang juga kau anak manusia." (Raja Dedemit)


"Apa sekarang kau menyerah? Aku sengaja melepasmu saat di tepi sungai waktu itu, supaya kau frustasi dan menyerah."


[Jangan percaya Kontraktor. Kamilah yang menyelamatkanmu waktu itu.] (Agen Nostradamus)


"Kau melakukan kesalahan karena sudah melepaskanku b*ngs*t." (Yuda)


"Berani sekali kau mencaciku. Kau baru akan menyadari posisimu kalau satu matamu aku cabut ya?" (Raja Dedemit)


"Coba saja."


Inilah saatnya merobek satu dari 3 tiket emas yang aku dapatkan.


Aku dapat 3 tiket emas dari custom quest sebelumnya. Cukup sepadan dengan penderitaan yang aku rasakan selama menjalankan quest.


"Dengarkan baik baik Sistem! Aku memanggil Miguel Salga!"



[Bip!]




"Ehh, jangan bilang tidak bisa!"


Mampus aku. Miguel Salga si tokoh utama novel Hunter And The System tidak bisa aku panggil.


Raja dedemit mencabut pohon lalu melemparkannya padaku.


Tetap di saat itu juga seseorang dengan jas coklat yang tidak asing muncul d hadapanku.


Pohon itu berubah menjadi debu.




"Miguel Salga!"


Aku memanggilnya, dia berbalik menatapku.


Jantungku berdebar melihat miracle yang luar biasa ini.


Bahkan tokoh dalam novel pun bisa dipanggil oleh tiket emas.


[Bukan dipanggil. Tapi diduplikasi ke alam nyata.] Potong Agen Nostradamus.


"Yang jelas ini luar biasa."


"Kenapa diam saja bocah babi? Kau ingin aku basah kuyup disini?"


Mulutnya kasar. Rupanya Miguel Salga yang terpanggil adalah Miguel di bab 30 ke bawah, dimana sifatnya masih edgy dan sedikit br*ngs*k.


"Habisi- tidak buat raja dedemit itu berlutut pada kita!"


"Kau bisa kan, tuan hunter terhebat."


"Itu mudah. Manusia setengah ular itu hanya setara monster kelas bawah di duniaku."


Miguel mengeluarkan ensiklopedia yang menjadi senjata utama para hunter di novel Hunter And The System.


Di buku ensiklopedia itu tersimpan puluhan skill absurd yang sudah dia kumpulkan hingga bab terbaru.


"Muncul lagi seseorang yang diselimuti oleh aura aneh." Ucap si raja dedemit dengan mata melotot.


"Kalian! bunuh kedua orang itu!"


Para pengikut dukun berkumpul menyerang kami.


"Kalahkan mereka Miguel!" (Yuda)


"Atom Exchange."


Miguel menggunakan salah satu skill nya untuk teleport ke depan raja dedemit.


Dengan sekali tinju, Miguel mementalkan raja dedemit.


Berkat itu perhatian anak buah dukun teralihkan, dan aku bergegas untuk menggunakan trik menghilang.


Tujuanku adalah menemukan Nadia, Hana, Yulia, Lauroe dan pak tetua desa. Aku harus menemukan mereka agar Main Quest ketiga selesai.


Sementara ini aku serahkan semuanya pada Miguel.


Benang Hijau menunjukkan jalanku. Sementara Miguel menginjak raja dedemit.


-Miguel Salga vs Raja Dedemit-


"Berlututlah jika tidak ingin mati!" Ancam Miguel.

__ADS_1


"Manusia yang aneh. Kau menggunakan ilmu hitam yang tidak pernah aku lihat sebelumnya."


"Meskipun begitu bukan berarti ilmu hitamku akan kalah."


Hujan gerimis berubah menjadi hujan lebat.


Raja dedemit menerbangkan Miguel dengan ilmu kendali anginnya.


Miguel dengan mudah melepas ilmu hitam yang menjerat dirinya.


Saat kakinya menginjak tanah taring taring berwarna hitam muncul di sekeliling kakinya.


Itu adalah skill Predator Of Shadow yang dia ambil dari mantan seniornya.


"Apa alasanmu membantu si gendut itu?" Tanya Raja Dedemit.


"...alasannya karena aku suka bertarung." Jawab Miguel.


3 Halaman sekaligus dari buku ensiklopedia mistis milik Miguel terbuka.3 Skill yang berbeda diaktifkan sekaligus.


Seketika itu juga lengan kiri Miguel berubah menjadi mengerikan seperti lengan alien di cerita cerita fiksi.


"Kau adalah buruanku raja dedemit." (Miguel Salga)


Di bawah tanah rumah dukun. Yuda menemukan lorong panjang bercabang yang mencurigakan.


Benang hijau menunjuk ke 3 arah yang berbeda.


Tidak mau ambil pusing Yuda ambil jalan kiri lebih dulu.


Tidak jauh memasukinya dia melihat Nadia dikurung di dalam kandang, yang dijaga oleh sesosok anjing.


Itu adalah siluman anjing putih.


"Maju kau guk guk. Di tempat sesempit ini kau tidak akan bisa berlompatan."


...



.......................................................................................




Moral (79)




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 7 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)



Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)



• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)



Bakat :



• Bela Diri | Aikido -Advance-


(Teknik Dasar) (Teknik Lanjutan)


• Penyanyi Pop | Suara Emas -Advance-


• Pemburu | Mata Pembaca Angin - Advance-


(auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• Pesulap | Manipulasi Realita -Advance-



• sepatu mistis


• selimut sutra


• emas hitam peretas


• hoodie anti terkejut


• lidah suci


• Taring Reog Hijau


• Awan Hitam


• Kuas dan Kanvas



....................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


....................................................................................


__ADS_2