Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 74 | Mengungkap Identitas Klien


__ADS_3


Pov Narator -



Di waktu yang hampir bersamaan dengan Yudistira dan R Homun yang menyerang markas organisasi pembunuh. Frederica mengalami kejadian tidak mengenakkan. Dirinya hampir saja jadi korban penculikan oleh sekelompok pria dengan mobil jeep.


Kronologisnya, hari ini Frederica sengaja pulang dengan berjalan kaki supaya bisa mampir ke rumah Yuda. Namun di tengah jalan dirinya dibekap kain bius oleh seseorang hingga dia pingsan dan dibawa masuk ke mobil jeep.


Untungnya R Homun yang dikirim Yuda untuk melindunginya datang tepat waktu.


R Homun menggila melihat Frederica diculik. Dia mengejar mobil jeep dengan kecepatan tinggi lalu masuk ke dalamnya dengan kemampuan penembus benda padat.


Para penculik tidak bisa melihat R Homun. R Homun pun dengan leluasa membelokkan kemudi, membawa mobil itu menabrak pembatas jembatan dan jatuh ke jurang.


Tepat disaat tabrakan terjadi R Homun berubah menjadi bantalan kapuk yang sangat lembut. Bantalan itu membalut Frederica menjadi sebuah kepompong yang melindunginya dari bentulan.


...


Frederica sadar dengan kepala yang sangat sakit akibat dibekap. Dirinya merasa takut saat mengingat kejadian yang barusan menimpanya, ditambah lagi dia terbangun diantara jasad jasad yang bergelimpangan.


Para penculik itu telah mati. Mereka jatuh ke jurang dengan kedalaman 48 meter. Frederica pun cukup heran mengetahui dirinya baik baik saja.


R Homun sang penyelamat pun datang dalam wujud ibu ibu untuk menolong Frederica yang linglung.


Usai kejadian itu Frederica pun memberitahu teman teman Archer Club.


[ Teman teman, tadi aku diculik. ]


[ Aku dibius dengan kain dan diangkut ke mobil jeep. Tapi anehnya, saat aku sadar mobil penculik itu jatuh ke jurang dan para penculik itu semuanya tewas. ]


[ Aku sendiri tidak tahu bagaimana aku bisa selamat. ]


.....


Yuda menyeka keringat saat membaca pesan Frederica. Walau dirinya tahu R Homun itu berbahaya, dia tidak menyangka R Homun akan membelokkan setir ke jurang.


[ Tapi kamu tidak apa apa kan? ] (Yuda)


[ Tidak apa apa. Aku juga enggak ngerti. ] (Frederica)


[ Kau kemana saja? Sudah 4 hari tidak masuk sekolah @yuda ]


[ Aku sedang membantu ibuku mempromosikan PT kami. Maaf belakangan ini aku sering boros, padahal aku ketua klub 😔 ] (Yuda)


Kejadian ini semakin menumpuk amarah di hati Yuda. Setelah Pandu, ibunya, sekarang Frederica yang jadi korban. Dirinya pun memikirkan rencana gila untuk mencabik cabik si klien saat menemukannya.


R Homun yang menjaga Frederica juga mengirim foto dari jasad penculik. Dia menunjukkan kalau semua penculik di mobil itu memiliki tato bidak catur di pinggang mereka.


Melihat itu Yuda pun jadi penasaran dan memeriksa pinggang pembunuh yang menyerangnya. Rupanya pembunuh juga memiliki tato bidak catur. Miliknya adalah Bidak.


- Pov Yuda -


Aku berhasil membuka kunci kode hp si pembunuh dengan pusaka Emas Hitam Peretas. Di arsip obrolannya dia memiliki banyak sekali klien, tetapi hanya satu klien yang menghubunginya hari ini. Orang itu adalah DB.


"Apa rencana selanjutnya tuan?" Tanya R Homun.


Untuk mengungkap identitas klien aku berencana untuk menyerahkan diri. Kubeli satu lagi R Homun untuk menyamar menjadi diriku. Lalu aku hipnotis si pembunuh agar melakukan apa yang aku suruh.


Setelah itu operasi penyamaran pun dimulai.


Kedua R Homun masuk ke sarang ular. Belajar dari kejadian sebelumnya, kali ini aku bersembunyi di tempat yang tidak terlihat oleh mata, sembari terus mengamati mereka dengan Observer.


Si pembunuh diizinkan masuk setelah menunjukkan tanda pengenalnya. Interior gedung pembunuh ini sangat megah, berbanding terbalik dari luarnya.


Kedua R Homun ditendang dan dipaksa berlutut di hadapan seorang wanita.


"Dia adalah Yudistira dan satu temannya yang gila. Dia berani menyerang markas utama seorang diri seperti James Bond." Tutur si pembunuh.


"Apa yang mereka lakukan?" Tanya si wanita.


"Mereka berusaha mencuri arsip kerja kita." (Pembunuh)


"Jadi kau penasaran siapa yang mengirim pembunuh ke rumahmu?" (Wanita)


"Apakah kau di DB?" (R Homun)


"Bukan, aku Natalie, CEO organisasi ini." Jawabnya sembari duduk dan menyilangkan kaki layaknya bos.


Masih aku pantau, DB belum muncul.


"DB yang kau cari ada disini. Nah, itu dia datang."


Pandangan Observer ku putar sembilan puluh derajat untuk melihat wajah baj*ng*n itu. Ternyata aku tidak mengenalinya.


Dia laki laki berumur sekitaran 20 - 30 tahunan dengan wajah yang sedikit imut namun juga tampan yang cukup jarang dimiliki orang indonesia.


"Haii... aku DB a.k.a Dies Bell."


"Aku menemukannya!!! DB si klien sudah aku temukan Sistem!!!" Ucapku pada Sistem.


DB sudah ketemu, berarti Main Quest ke 7 sudah tuntas.


[ Uhh kau ini... cobalah tenang sedikit. ]


[ Sistem tidak merespon, berarti dia bukan kliennya. ]


"Lahh? Tapi di arsip tertulis dialah klien yang mengirim pembunuh."


[ Sebaiknya anda dengarkan penjelasan supaya tahu apa yang terjadi. ]

__ADS_1


Merasa tertipu oleh Dies Bell, aku pun kembali memantau.


"Tidak disangka kita bisa bertemu secepat ini, tuan Yudistira."


"Sebenarnya saya bukan klien yang mengirim pembunuh ke rumah anda. Saya adalah perantara. Klien yang sebenarnya tidak ingin inisialnya ditulis di arsip kami."


Aku pasang telinga baik baik. Si Dies Bell ini mungkin merencanakan sesuatu.


"Tapi saya bisa memberi anda identitas lengkap klien itu."


Tidak ada yang gratis. Dia pasti akan meminta sesuatu. R Homun pun pasti berpikir demikian.


"Kalau..."


Nah, benar kan, ada syaratnya.


"Syaratnya... tunggu sebentar, ada sesuatu yang aneh dari kalian berdua." Dies Bell menyela ucapannya sendiri, tampaknya dia berhasil mencium rahasia Homunculus.


Natalie menodongkan pistol kepada R Homun. Kemudian Dies Bell bertanya lagi... "Makhluk apa kalian?"


Aku menyuruh kedua R Homun untuk berpura pura bodoh.


[ Jangan jawab! Bersikaplah seolah kalian tidak mengerti maksud ucapannya. ]


[ Kalau bisa buat dia mengatakan identitas klien yang sebenarnya. ] Perintahku lewat telepati.


Salah satu R Homun menjawab... "Aku tidak mengerti ucapanmu. katakan apa syarat yang kau inginkan. Aku sangat ingin tahu siapa si klien itu."


Dies Bell menurunkan tangan Natalie yang memegang pistol. Dia pun lanjut bicara... "Aku punya kemampuan untuk mengidentifikasi makhluk yang hidup dan yang mati. Kepribadian yang kalian miliki terlalu sempurna sehingga aku meragukan status kalian sebagai makhluk hidup." Tutur Dies Bell yang membuat berkeringat.


Kemampuan untuk mengidentifikasi makhluk, sekilas kemampuan itu terdengar biasa saja. Namun sejauh aku menggunakan para Homunculus dalam pertempuran, Dies Bell adalah orang pertama yang mempertanyakan hal itu. Jelas kecerdasannya berada di atas rata rata.


R Homun beralibi... "Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tampaknya kau begitu percaya diri pada kemampuan ya."


Dies Bell tersenyum. Usaha kami untuk mengungkap identitas si klien harus gagal kali ini.


Natalie menembak R Homun 3 kali di tempat yang sama. Tentu saja peluru biasa tidak mempan pada tubuh silikon R Homun yang keras. Mereka berdua pun masuk ke mode tempur.


Lalu aku memerintahkan mereka berdua untuk menangkap salah satu dari Natalie atau Dies Bell. Sebab mereka berdua pasti tahu siapa klien yang sebenarnya.


"Setaannnnn...!!!"


Orang orang yang satu ruangan dengan para R Homun lari terbirit birit. Sebagian dari mereka berhasil keluar sementara sebagian lagi gagal karena R Homun melelehkan pintu keluar dengan lava.


Kepalaku jadi pening menyaksikan tindakan berlebihan yang mereka lakukan. Ya sudahlah, setidaknya aku tidak turun tangan langsung di misi ini.


[ Jangan biarkan mereka kabur! ] Perintahku.


"Graaakkkhhh...!!!"


R Homun berubah menjadi katak bercorak raksasa, sementara yang satunya menodong Natalie dengan bazooka. Sepertinya dia pendendam.


R Homun katak membuka mulutnya lebar lebar. Aku tahu apa yang akan dilakukannya! Dia pasti bermaksud menelan Dies Bell seperti katak di animasi jepang.


Benar benar hancur menjadi debu.


Aku yang menyaksikan kejadian itu lewat Observer tercengang. Homunculus terkuat dihancurkan hanya dengan satu jentikkan jari. Entah ajian atau ilmu apa yang dia kuasai, yang jelas itu sangat mengerikan.


R Homun yang tersisa menembakkan bazookanya pada Natalie. Ruangan itu pun meledak dan aku tidak bisa melihat apa apa lagi.


Saat aku pindahkan Observer ke ruang di sebelahnya aku lihat Dies Bell dan Natalie berhasil selamat.


"Untunglah kemampuan poltergeist ku bisa membawamu menembus dinding." (Dies Bell)


Aku mendengar suara Dies Bell, itu berarti R Homunku berada tidak jauh dari mereka berdua. Tapi dimana dia?


Aku mencoba melihat dengan mata R Homun dan yang terlihat hanya asap.


"Apa para Homunculus tidak dibekali penglihatan X-ray atau semacamnya?"


[ Mereka punya. ]


"Tapi kenapa tidak kelihatan apa apa?"


Tiba tiba wajah belasan hantu muncul di depan R Homun. Kini aku mengerti, rupanya Homunculus tidak kebal ilmu gaib.


Namun beberapa detik kemudian pemandangan itu hilang.


R Homun kembali ke dunia nyata yang porak poranda karena ulahnya. Dirinya pun mencari cari keberadaan Dies Bell dan Natalie.


Dies Bell pun muncul seorang diri di depan R Homun. R Homun yang tadi dia hancurkan pun sudah utuh kembali dan siap untuk bertempur lagi.


Meski begitu aku merasa para R Homun akan kalah mengingat Dies Bell punya kemampuan jentikkan yang mengerikan.


"Mari kita bernegosiasi tuan tuan. Aku ingin bertemu dengan Yudistira yang asli. Kalau sudah bertemu aku berjanji akan memberikan identitas klien yang sebenarnya. Dia jugalah yang mengirim penculik kepada Nona Hollan." Tutur Dies Bell.


Dia tahu sampai sejauh itu. Orang yang tahu banyak hal itu berbahaya. Aku harus berhati hati menghadapi orang ini.


"Kau bohong! Tadi pun kau berkata demikian tetapi kau ingkar!" Bantah R Homun.


"Bawahanmu malah menyerang kami!!" Sambungnya.


"Kali ini sungguhan. Sudah lama aku menyelidiki keganjilan hilangnya raja dedemit yang tinggal di hutan roti belanda, dan baru baru ini raja banaspati pun ikut menghilang."


"Sejak awal aku mencurigai SMKN 7 Harapan berhubungan dengan hilangnya raja dedemit ular. Lalu kecurigaanku mengarah kepada satu orang siswa yang selama berbulan bulan menjadi pusat perhatian di sekolah."


"Siapa lagi kalau bukan Yudistira."


Dies Bell sudah melacak jejakku sejak lama. Mungkin inilah saat aku menghadapi big villain yang sebenarnya.


Tidak ada cara lain untuk mengetahui identitas si klien kecuali melalui Dies Bell. Cheat yang diberikan Tiket Emas tidak bisa menyelesaikan Main Quest secara langsung.

__ADS_1


Pusaka Emas Hitam peretas tidak berguna. Karena dari arsip yang ditemukan oleh R Homun di markas sebelumnya. Organisasi pembunuh menulis nama para kliennya di atas secarik kertas.


"Bagaimana? Apa kalian mau gencatan senjata terlebih dahulu?" (Dies Bell)


"Baiklah. Kapan dan dimana?" (Yuda melalui R Homun)


"Jembatan gantung Van Den Boss, tanggal 26, jam 10 pagi. Cari saja tempatnya di google maps."


Dies Bell meletakkan telapak tangannya di atas meja kerja yang tadi diduduki oleh Natalie. Lalu dia menghancurkan meja itu dengan kemampuan penghancur molekulnya yang menyeramkan (Nama jurus buatan sendiri).


"Nama si klien tidak ada disini. Tapi aku tetap harus menghancurkan semua arsip kami, karena informasi klien kami yang lain juga cukup berharga." Ucapnya kemudian berlalu pergi.


Kutarik kedua Homunculus kembali lalu aku segera menjauh dari tempat itu.


...


..


.


Dua jam aku habiskan untuk menyerang markas para pembunuh itu, tapi hasilnya nihil. Klien yang ingin membunuh Ibu dan menculik Frederica tidak kutemukan. Ditambah lagi aku bertemu musuh baru yang berbahaya.


Malam harinya aku memakan banyak kue manis untuk meringankan beban pikiranku.


...


< Chapter Selanjutnya [ Seseorang Yang Tidak Dapat Dianalisis oleh Sistem ] >


.......................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >


.


< 1. Moral (68/40) >


.


< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/50 ) Awaken


.


< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken


• Kecepatan (115/115) Awaken


• Pertahanan (190/190) Awaken


• Stamina (215/300) Awaken


• Mentalitas (100/150) Awaken


.


< 4. Kecerdasan (263/400) >


< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >


• Automatic Blueprint


• ???


• ???


< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >


( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )


.


< 5. Bakat ( 5/100 ) >


• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


• Koki | Food Traveler - Advance -


• Isi Sendiri


< Uang Saku [ Rahasia ] >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan )


< Tiket emas + 3 >


< Special Massal Product >


- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -


..........................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................


__ADS_2