Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 72 | Manis dan Pahit


__ADS_3

Kalau diingat ingat Frederica adalah perempuan pertama yang ditemui oleh Sistem. Jadi mungkin ini pun sudah direncanakan.


Bahagianya... aku bisa melihat mata Frederica dari dekat, dan aku baru sadar kalau matanya berwarna hitam kecokelatan.


Suara nyanyian terdengar dari ruangan lain. Karena penasaran kami pun berinisiatif mencari sumber suara itu.


Tidak jauh dari situ kami menemukan ruangan karaoke. Ada 2 satpam yang menjaga pintunya.


Wah, di dekat kantor balai kota ada karaoke. Para pejabat provinsi benar benar tahu cara bersenang senang.


"Ayo kita pergi." Frederica menarik tanganku.


Jangan salah paham, kami tidak bergandengan tangan, masih terlalu cepat untuk bergandengan tangan di hari pertama pacaran.


[ Aku turut senang kau tidak men jomblo lagi. Tapi sebagai perwakilan kebaikan, aku harus memperingatkanmu! Jangan melakukan hal yang lebih dari berpegangan tangan. Kalian baru pacaran bukan suami istri. ]


"Siap pak! Aku akan mengendalikan diriku!"


Singkat cerita kami pulang ke rumah masing masing. Trofi juara dititipkan kepada Frederica, dan aku menjalani hukuman dari Sistem untuk introspeksi diri di kamar selama 3 hari.


...


..


.


- Di malam hari ketiga Yuda mengunci diri di kamar -


"Lu jadi juara dua terus jadian sama Frederica!!" (Pandu)


"B*ngs*t! gue malah gak bisa gerak sama sekali, Udah 5 hari gue sakit kek gini!!"


Pandu sedang sakit. Tapi mendengar dia masih bisa mengumpat begini membuatku meragukan kesehatannya.


"Sebenarnya kau sedang sakit apa?" Tanyaku.


"Tidak tahu. Kata dokter osteoporosis."


"Ha? Memangnya kau setua apa? Sudahlah, besok aku akan kesana bersama dokter yang sesungguhnya." Ucapku sombong.


Aku matikan telepon lalu pergi tidur.


...


Keesokan paginya.


< Masa hukuman anda sudah berakhir >


< Diharapkan anda tidak mengurangi kesalahan yang sama >


"Terima kasih Sistem. Kelak aku tidak akan menguranginya lagi."


Bangun tidur aku langsung mandi, tidak lupa menggosok gigi, merapikan tempat tidur, makan nasi kuning, lalu berangkat ke rumah Pandu dengan jalan kaki.


Awalnya aku ingin pakai sepeda motor, tapi setelah aku pikir pikir lagi jalan kaki lebih menyehatkan dan bebas polusi.


Di desa kami udaranya masih asli jadi aku tidak bosan untuk menghirupnya di sepanjang jalan.


Sesampainya di rumah Pandu aku merasakan adanya energi hitam yang kuat. Aku menerka nerka apa yang terjadi. Lalu saat aku masuk Pusaka Awan Hitam bereaksi.


< Awan Hitam mendeteksi adanya ilmu hitam di rumah ini >


Ilmu hitam. Jangan jangan penyakit yang diderita Pandu adalah kiriman dari seseorang.


Aku pergi ke warung sebentar sebelum menemui Pandu.


...


"Permisi..."


"Masuk aja Yud, gue di kamar!"


"Kau sakit apa?" Tanyaku.


"Badan gue lemes banget, gak bisa digerakin. Mana dokter yang lu janjiin?"


"Kita tidak perlu dokter. Karena kau tidak sakit tapi terkena kiriman seseorang."


"Minum air ini."


Aku beri Pandu segelas air putih biasa, tapi aku membohonginya dengan mengatakan kalau air itu sudah diberi doa yang bisa mengusir makhluk halus.


"Beneran bro? Lu minta sama siapa?" Tanya Pandu.


"Ada deh, minum sampai habis supaya guna gunanya hilang."


Selagi Pandu meneguk air kukeluarkan pusaka Taring Reog lalu kutempelkan di kakinya.


Energi negatif yang menyelimuti kamar Pandu pun menghilang disertai Pandu yang tiba tiba saja muntah. Dia muntah di kasurnya.


"Bagaimana, badanmu sudah bisa digerakkan?"


"Lumayan, udah mulai bisa digerakin. Njir, beneran bisa gerak... badan gue bisa gerak normal lagi!"


Pandu melompat lompat, aku menyuruhnya tenang karena kami harus mencari tahu siapa yang mengirim guna guna itu.


"Apa kau punya musuh, Ndu?" Tanyaku.


"Enggak. Lu sendiri?" Pandu bertanya balik.

__ADS_1


"Gua punya asumsi. Kayanya ini ulah Martha."


"Kok gitu?"


"Kau sudah dengar beritanya kan, kalau Martha kena santet sampai dia jadi gila dan menikam keluarganya sendiri." Tuturku.


"Jangan remehin informan White Tiger. Martha sampai dimasukan ke rumah sakit jiwa."


"Benar. Jadi asumsiku Martha pasti menganggap kitalah yang menyantetnya."


"...terus sekarang gimana? Kita datengin dia terus ngomong baik baik?"


"Gua mah ogah."


Kalau benar Martha yang mengirim guna guna atau setidaknya orang itu memiliki hubungan dengan Martha, maka masalahnya tidak akan selesai dengan mudah.


Kesimpulan itu kuambil setelah menelaah kembali sejarah balas dendamku ke Martha. Berbeda dengan balas dendam ke Andi yang cukup mudah, hanya memerlukan otot dan skill bela diri. Untuk membalas Martha aku mau tidak mau harus mempersiapkan banyak hal terlebih dahulu.


[ Kutemukan... alasan, tuk jadi kuat... ]


Kuangkat telepon dari V Homun, pembantu rumah tanggaku.


"Ada apa Mba? tumben sekali menelepon." (Yuda)


[ Cepat pulang mas Yuda, bu Nia ditikam oleh seseorang! ]


Mendengar itu jantungku rasanya ingin copot, aku panik dan langsung berlari pulang secepat mungkin.


...


Sesampainya di rumah aku langsung berteriak memanggil Ibu.


"Dimana Ibu?!!" Tanyaku pada V Homun.


"Di kamar. Ibu mas gak papa. Kami berhasil melindungi beliau." Kata V Homun.


Aku mengecek kondisi Ibu terlebih dahulu. Ibuku sedang pingsan dan aku tidak tahu mengapa. V Homun lantas menceritakan padaku kronologi kejadiannya.


"Saat kami sedang bekerja, ada orang asing yang masuk ke dalam rumah. Sepertinya orang itu masuk lewat tembok belakang rumah."


"Salah satu dari kami melihatnya naik ke lantai dua, lalu saat Bu Nia melihatnya orang asing itu berusaha menikam beliau. Beruntung V Homun yang mengikutinya berhasil menyelamatkan Bu Nia." Tuturnya dengan ekspresi pucat.


Aku mengelus dada melihat ibuku baik baik saja.


"Tapi kenapa Ibuku bisa pingsan?" Tanyaku lagi.


"Maafkan saya mas. Saya memukulnya karena tidak ingin beliau melihat saya kebal ditusuk." V Homun lain menjawab pertanyaanku.


Rupanya V Homun Mba Ayu lah yang melindungi Ibu. Dia juga menunjukkan bekas tusukan pisau di perut kirinya.


Amarahku membara. Setelah Pandu di guna guna, sekarang Ibuku hampir celaka.


"Lalu apa kalian menangkap pelakunya?" (Yuda)


Mataku berbinar saat melihat si pelaku diseret dari ruang oleh para V Homun. Dia laki laki paruh baya berwajah bejat.


"Ambilkan pisau!" Perintahku.


Aku membungkuk untuk mensejajarkan mataku dengan si pelaku. Kemudian aku interogasi dia dengan lembut.


"Apa motifmu melakukan ini?" Tanyaku.


"....."


Si pelaku bungkam. Aku pun naik pitam dan meminta pisau yang tadi diambilkan V Homun.


"Apa kau bisa menebak apa yang akan aku lakukan?" Tanyaku lagi.


Si pelaku masih bungkam.


"Izinkan aku mengirisnya? hanya irisan kecil saja." Pintaku pada Sistem.


[ Maksimal 3 cm saja. ]


"...itu lebih dari cukup."


Kuperintahkan para V Homun untuk memeganginya, lalu aku iris daging di pangkal kukunya, atau aku iris dia di eponychium nya. Jika bagian itu terluka sedikit saja, sudah tidak terbayangkan bagaimana sakitnya.


Namun meski sudah menyayat semua pangkal kuku, orang ini tampak tidak kesakitan sama sekali. Aku pun mengganti rencana lalu memberikan orang itu ramuan kejujuran.


Usai meneguk semuanya aku mulai menginterogasi.


< Efek ramuan kejujuran dapat bertahan selama 2 hari, selama korban tidak meminum air dalam jumlah besar > Tutur Sistem.


"Apa kau suruhan seseorang?" (Yuda)


"Aaa..." (Si pelaku)


Mendengar ucapan yang tidak jelas aku pun berinisiatif memeriksa mulutnya. Ternyata orang ini tidak memiliki lidah.


Tanpa basa basi aku beli lidah palsu dari toko Sistem lalu aku pasang di mulutnya dengan sedikit kasar, lalu lanjut menanyainya.


"Siapa yang menyuruhmu?"


"Tidak tahu."


"Kenapa kau tidak tahu?"


"Karena saya hanya menerima sms anonim. Saya tidak pernah bertemu langsung dengan orangnya."

__ADS_1


"Apa ada orang lain yang bekerja sepertimu? Apa kau punya instansi, kelompok, atau perkumpulan pembunuh?"


"Ya, saya punya."


"Dimana tempatnya?"


"Di *****."


Itu berada diluar daerah dan cuku jauh. Tapi aku tetap akan mendatanginya.


Tapi sebelum itu aku memerintahkan para R Homun untuk menjaga orang orang terdekatku. Ibu, Pandu, Frederica, Hana, Nadia, Yulia, sekaligus Lauroe. 1 R Homun untuk setiap orang.


"Aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Jadi aku ingin kalian melindungi teman temanku."


Rouge Homunculus. Jenis yang katanya bisa menjadi senjata penghancur. Melalui aplikasi Kebaikan aku mengakses fitur setting tempur R Homun.


Untuk mengakses fitur ini diperlukan izin langsung Sistem. Sistem memberikan izin dan mode tempur yang disebut Ultimatum Thread pun aktif.


Para R Homun mengaktifkan mode kamuflase. Lalu pergi ke rumah teman temanku.


Tinggallah diriku yang akan segera mendatangi markas pembunuh ini untuk mencari tahu siapa klien yang mengusik keluargaku.


...


< Chapter Selanjutnya [ Naungan Organisasi Pembunuh ] >


....................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >


.


< 1. Moral (68/40) >


.


< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/50 ) Awaken


.


< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken


• Kecepatan (115/115) Awaken


• Pertahanan (190/190) Awaken


• Stamina (215/300) Awaken


• Mentalitas (100/150) Awaken


.


< 4. Kecerdasan (263/400) >


< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >


• Automatic Blueprint


• ???


• ???


< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >


( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )


.


< 5. Bakat ( 5/100 ) >


• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


• Koki | Food Traveler - Advance -


• Isi Sendiri


< Uang Saku [ Rahasia ] >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan )


< Tiket emas + 3 >


< Special Massal Product >


- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -


..........................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................


__ADS_2