Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 31 | Dikejar Dedemit < Main Quest Ketiga [ Start ] >


__ADS_3

"Ujian Tengah Semester angkatan kamu dilaksanakan di hutan barengan sama kegiatan camping pramuka? Unik banget ya. Ibu sih setuju setuju aja kamu UTS di hutan Yang penting ada pengawas dan pembimbing para siswa."


"Nih, formulirnya udah ibu tanda tangani. Hati hati di jalan ya nak."


"Iya bu. Gak bakalan terjadi apa apa kok."


Angkatan kelas 1 akan camping ke hutan yang diberi nama oleh warga setempat 'Hutan Roti Belanda'.


Diberi nama Roti Belanda karena pada zaman penjajahan dulu Belanda menyembunyikan persediaan makanan mereka disini. Dengan tujuan agar pasokan makanan itu tidak diincar oleh pencuri dan dapat diawetkan.


Dari sekian banyaknya jenis makanan, roti adalah yang paling banyak diletakkan di gudang. Di masa ini gudang penyimpanan itu sudah roboh karena faktor itu.


Saat itu aku belum tahu apa yang menunggu di Hutan Roti Belanda.


Aku berpikir "Ah cuma camping di hutan. Tidak mungkin terjadi hal hal buruk kan. Lagipula ada banyak pengawas yang menjaga kami."


Namun di beberapa hari terakhir sebelum kami meninggalkan hutan itu. Kami berhadapan dengan penghuni lain dari dunia ini.


Jadi ceritanya dimulai saat aku akan naik ke bus.


Aku tidak punya teman yang bisa digandeng karena teman teman klub pemanah tidak ada yang berasal dari jurusan seni.


Pandu dari jurusan farmasi. Nadia, Yulia, Frederica Broadcasting. Hana dari multimedia.


Seseorang memegang pundakku. Aku tahu tangan siapa yang ada di bahuku. Tangan yang kecil tapi tidak halus. Tangan orang yang sering menyiksa orang lain yang lebih lemah darinya.


"Tunggu bentar kuda nil! Bawain tas gua!"


Orang yang hingga sekarang masih berani merundungku meskipun sudah mendengar rumor tentang aku yang menghajar Andi.


Dialah Martha dan gengnya.


"Gak mau. Aku bukan kacungmu lagi."


Kenapa aku harus mengikuti perintahnya. Karena ayahnya yang seorang Menteri Pendidikan dia jadi berani dengan anak berprestasi sepertiku.


"Tunggu saja. Sebentar lagi Sistem akan memberikan panggung balas dendam yang sempurna untukmu Martha..!!!" Ucapku dalam hati.


Aku duduk di bus dengan suasana hati gusar. Untung saja Ibu tidak jadi mengantarku. Aku tidak ingin Ibu bertemu dengan musuh bebuyutanku.


Rombongan bus anak sekolah pun berangkat. Anak anak lain sangat excited, aku pun begitu. Hanya saja aku tidak punya teman yang bisa diajak ngobrol. Yang aktif di chat grup kami pun hanya Pandu dan Yulia.


Anak yang duduk di bangku sebelahku menawariku permen. Aku ambil saja supaya tidak canggung.


Perjalanan 18 jam ini akan sangat membosankan. Disaat anak anak lain tengah bernyanyi bersama aku lebih memilih memandang keluar jendela.


Kegiatan melamunku ini berlangsung selama 3 jam awal, setelah itu aku tidur. Kemudian bangun lagi, melamun lagi, tidur lagi, hingga sampai ke tempat tujuan.


"ngun Yudistira! Yudis!"


"Buruan bangun woi! kita udah nyampe nih!"


Kepalaku pusing gara gara tidur-bangun terus. Setelah ini aku tidak akan bepergian jauh lagi untuk sementara.


"Jadi kaya gini hutan Roti Belanda. Enggak ada yang spesial."


Aku bicara dengan angin. Beberapa orang pasti menganggapku aneh.


Kami mengikuti pengawas masuk ke hutan. Sekitar 300 Meter dari parkiran ada tanah lapang yang cukup luas.


Kami takjub melihat betapa bersihnya tanah lapang ini. Rumputnya di potong hampir seperti rumput di lapangan bola. Pondok pondok dari kayu jati berdiri kokoh di seberang sana.


Di sinilah kami akan mendirikan tenda, dan di pondok pondok itulah kami akan melaksanakan ujian.


Malang sekali bagiku, selama sekolah aku tidak pernah ikut kegiatan pramuka. Jadinya sekarang aku tidak punya kelompok dan terpaksa harus masuk kelompok sisa, atau kelompok buangan yang isinya anak anak yang sejenis.


Maksud sejenis disini adalah anak anak korban perundungan dan anak cupu yang sok cool tapi berakhir menjadi samsak tinju Andi di kelas.


Saat aku bergabung dengan kelompok buangan itu muncul chat dari Agen Nostradamus.


[Anda sudah siap Kontraktor?]


[Siap apa maksudmu? Jangan bilang sekarang!]


[Tring! Tring! Tring!]









Terdengar menyeramkan. Tapi aku penasaran apakah Miracle Sistem bisa mengalahkan para pemakai ilmu hitam.


Bicara soal ilmu hitam. Dulu ayahku pernah menyimpan keris antik yang dipercaya sebagai pendatang kekayaan, alias alat untuk ritual pesugihan.


Aku tidak tahu ya. Ini adalah gosip tetangga yang aku dengar pas masih kecil dulu.


[Main Quest kali ini akan menegangkan Kontraktor. Sebaiknya siapkan mental anda.] (Nostradamus)


[Heh! Aku yakin tidak akan takut.]


Aku sembari mendengarkan arahan pembina pramuka. Katanya kami akan melaksanakan kegiatan berkemah selama 5 hari, lalu dilanjutkan dengan UTS di hari ke 8. Jadi ada waktu 2 hari bagi kami untuk belajar sebelum UTS. Tidak buruk juga.


Kegiatan hari ini berakhir dengan membosankan. Aku tidak bisa bertemu klub pemanahku karena peserta dilarang bertemu peserta dari jurusan lain pada hari pertama ini. Satu satunya kegiatan yang menurutku menyenangkan adalah kegiatan memasak bersama.


Makanan adalah kehidupan. Itu adalah deskripsi sederhanaku tentang betapa cintanya diriku pada makanan.


Di senja hari ini aku membaca Hidden Quest yang datang bersama Main Quest Ketiga.


Daily Quest yang belum aku kerjakan di freeze sama seperti sebelum sebelumnya.


Sebutan 'Main Hidden Quest' pun berubah menjadi 'Percabangan Main Quest'.


Kalimat yang semula menggunakan bahasa inggris sekarang digabung dengan bahasa Indonesia. Aku memang sempat request untuk mengubah pengaturan bahasa Sistem.


Makasih sudah menerima request ku Sistem. Sekarang papan quest nya semakin mirip dengan yang di novel.


[Tring!]







"Apa apaan ini! Percabangan quest nya lebih mengerikan dari Main Quest nya!" Teriakku.


Lagi lagi quest yang menyangkut hidup orang lain. Tapi ini memang sesuai dengan nilai nilainya Sistem.


Menolong orang lain semampu kita.


Aku memang mampu, tapi aku agak takut.


Benang hijau sudah menunjukkan arah. Setelah berpikir sejenak aku pun memutuskan untuk merebut jimat itu sekarang juga.


Rupanya jimat itu berada di kemah lain yang cukup dekat dengan kemahku. Kemah itu kosong tapi di sekitarnya ada banyak orang.


Tidak lama kemudian Frederica menyapaku.

__ADS_1


"Sedang apa kau Yuda? Kalau tidak ada kerjaan bisakah kau membantuku membagikan minuman soda ini?"


Ini kesempatan bagus untukku menyusup ke kemah itu.


"Baiklah. Biar ku bantu membagikannya di kemah kemah sekitar sini."


Berkat kerjaan Frederica aku bisa masuk kemah tanpa gangguan.


Benang hijau menunjuk ke bawah tenda. setelah aku buat lubang di dasar tenda itu aku melihat sebuah benang kuning terkubur di tanah.


Saat aku tarik barulah terlihat bentuk asli jimat itu.


Berbentuk seperti boneka voodoo yang dilapisi kulit salak, boneka ini tampak mengintimidasi untukku yang tidak pernah memegang benda benda macam ini.


Aku berikan jatah sodaku sebagai permintaan maaf kepada pemilik jimat ini. Karena meskipun tindakanku ini untuk mencegah bencana yang akan terjadi, tetap saja kita harus meminta maaf pada orang yang sudah kita rugikan. Benarkan Agen?


[Pemikiran anda semakin bagus. Lanjutkan.] Komentar Agen Nostradamus.


Setelah membagikan semua soda aku menjauh dari area kemah mengikuti saran Agen Nostradamus.


"Disini sudah cukup jauh. Akan aku hancurkan disini."


Harusnya tidak susah menghancurkan boneka yang hanya diisi rumput dan lidi ini. Aku ambil batu lalu aku pukulkan ke boneka itu.


Aku pukulkan lagi dan lagi. Hingga boneka itu robek.


Saat aku memukul lagi tanpa sadar pukulanku meleset dan mengenai akar pohon di sampingnya.


Aku merasakan angin panas berhembus. Kalau kata orang orang jika ada hawa panas yang tiba tiba berhembus melewati kita itu artinya ada roh jahat disekitar kita.


Aku tidak memperdulikannya. Aku lanjut memukul jimat itu.


Namun tiba tiba aku didorong oleh sesuatu yang tidak terlihat.


Jimat dan batu masih ada di tanganku. Tapi aku tidak berani memukul lagi.


Aku aktifkan semua skill mata elang ku. Reading The Wind untuk melihat serangan kejutan. Third Person Point of View untuk mengawasi sekitar. Dan Strong Eyes supaya tidak berkedip.


Aku tidak takut walaupun didorong lumayan kuat.


[Anda terlalu lama Kontraktor. Makhluk gaib yang menghuni jimat itu mengamuk.]


"Apa aku punya kekuatan khusus untuk melawan makhluk gaib itu?" Tanyaku.


[Tentu ada. Kami sudah memberikannya pada anda. Gunakanlah itu.]


Makhluk gaib penghuni jimat perlahan menunjukkan wujudnya.


Makhluk itu terlihat sangat mengerikan walaupun menampakkan diri di siang bolong. Bentuknya seperti kera besar, dengan tangan yang panjang dan kurus dan kuku kuku yang tumpul.


Makhluk itu berlari cepat dengan kedua tangannya, persis seperti mamalia berkaki empat.


Makhluk itu membuka lebar mulutnya, sementara aku berhasil menggunakan tiket emas.


"Tiket emas! berikan aku senjata yang dapat membunuh makhluk halus!"




Sebuah keris berwarna hijau zamrud muncul di genggaman tanganku.


Aku tidak sempat membaca deskripsi pusaka karena makhluk itu sudah di depanku.


Aku pun menusuk rahang makhluk itu dengan ujung pusaka keris. Ajaib, tubuh makhluk itu berubah menjadi astral kembali dan menghilang seperti angin.


"Apa yang barusan terjadi?"


Aku lihat deskripsi Pusaka Sistem yang keren ini. Rupanya keris ini punya kemampuan untuk mengembalikan semua makhluk astral ke esensi aslinya.


Hantu, Jin, Setan mereka adalah makhluk makhluk astral yang di suatu kondisi dapat menyeberang ke dunia manusia dan membuat fisik mereka dapat bersentuhan dengan manusia.


Jadi keris ini punya kemampuan untuk mengembalikan esensi makhluk makhluk itu sehingga menjadi astral kembali hanya dengan menyentuhnya. Dan juga makhluk halus yang pernah menyentuh keris ini tidak akan pernah bisa menyeberang ke dunia manusia lagi.


[Genggam erat gagang kerisnya Kontraktor! Anda bisa mengaktifkan skill tersembunyi pusaka.] Kata Agen Nostradamus.


Skill tersembunyi benar benar aktif. Aku mendapatkan skill indra ke 7 yang membuatku dapat melihat para penunggu dari hutan ini.




Aku memberanikan diriku mendongak ke atas. Benar saja di atas pohon sana ada banyak kuntilanak yang bertengger.


Kemudian aku lanjut menghancurkan jimat itu sebelum monster lainnya datang. (Berkhayal jadi tokoh utama Hunter And The System)


"Hancurlah kau jimat pembawa petaka!" Ucapku dalam hati.


Bak! Bak! Bakk!


"Akhirnya..." Jimat itu hancur.


[Tring!]




Angin baik sudah datang. Aku tidak mau berlama lama di tempat yang banyak hantunya ini.


"Kau lihat aksiku tadi Agen Nostradamus? Aku membunuh makhluk itu dengan satu tusukan!" (Aku)


"Pusaka ini benar benar hebat, bentuknya pun bagus dan indah." (Aku)


[Ya, itu hebat Kontraktor. Tapi anda harus tetap waspada karena Percabangan Main Quest bukan hanya satu.]


Langkahku terhenti di kala melihat notifikasi dari sistem.


Percabangan main quest yang kedua muncul. Isinya tidak jauh beda dari yang pertama, hanya saja kali ini lebih menantang.





Aku tak tahu ada berapa banyak dedemit di belakangku. Sejujurnya aku juga tidak mau membalikkan badan dan melihat wujud para dedemit yang mengerikan itu.


"Bangsat!" (Dalam hati)


Aku berbalik, makhluk makhluk menakutkan dengan berbagai rupa mengikutiku dari belakang.


"Mereka terlalu banyak Agen! Aku tidak bisa membunuh semuanya!!" Teriakku histeris pada Agen Nostradamus.


Meski kuat radius serangan dari pusaka Taring Reog Hijau tidak berbeda dari keris pada umumnya.


Makhluk makhluk itu semakin dekat. Aku menusuk salah satu dari mereka yang bertangan panjang.


Gerakan mereka sangat cepat. Kecepatan manusiaku tidak bisa mengimbangi mereka.


Mereka menyerangku dari belakang. Aku hanya bisa melihatnya dengan skill Third Person Point Of View dan tidak bisa berbuat apa apa.


Tiba tiba aku melihat asap hitam mengepul mengelilingiku. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi para dedemit itu menjauh saat asap hitam ini muncul.


[Asap itu adalah Pusaka 'Awan Hitam' yang dikatakan di Main Quest. Anda mendapatkannya di reward Percabangan Main Quest pertama.] Jelas Agen Nostradamus.


[Pusaka Awan Hitam itu akan otomatis menangkal semua energi negatif dan energi jahat di dekat anda.] Jelas Agen Nostradamus.


"Apa ada orang lain yang bisa melihat awan ini?" (Aku)


[Tidak. Hanya anda yang bisa melihatnya.]

__ADS_1


"Sudah kuduga."


Aku tertawa kecil.


"Aku benar benar merasa seperti tokoh utama novel fantasy sekarang. Senjata kuat dan perisai tak tertembus datang di saat yang tepat. Aku merasa memiliki plot armor tebal seperti Miguel (Nama tokoh utama novel Hunter And The System)."


Tak ada lagi yang perlu aku khawatirkan. Aku pun membantai habis para dedemit itu. Meski begitu teriakkan mereka yang menyeramkan terngiang ngiang di telinga.


"Ada satu dedemit lagi. Dia bersembunyi di balik pohon itu." ucapku yang merasa paling keren kala itu.


Saat aku menemukan dedemit berwajah rusak di balik pohon Agen Nostradamus melarangku untuk membunuhnya.


[Jangan serang dia! Dia bukan dedemit, dia manusia.]


"Apa! Manusia!"


Aku mengira pria cebol berwajah rusak ini adalah dedemit.


Pria itu langsung kabur setelah melihatku. Percabangan Main Quest Kedua pun tuntas.


[Segera kembali ke perkemahan Kontraktor. Berbahaya jika anda terus disini.]


"Aku tahu. Udara juga semakin dingin."


Akhirnya aku kembali ke kemahku dan lanjut mengikuti kegiatan pramuka malam.


...


Di suatu tempat di tengah hutan.


Pria berwajah rusak yang Yuda kira sebagai dedemit mendatangi seorang dukun.


"Saya mau laporan, Mbah." (Pria berwajah rusak)


"Ada anak pramuka yang ngebunuh para dedemit kita, Mbah."


Si dukun pun menjawab... "Yang benar aja kamu ini. Mana mungkin anak sekolah bisa ngelawan dedemit kita."


"bener, Mbah. Kalau mbah gak percaya tanya aja mba Kunti disana."


Si dukun berpikir. Lalu berkata... "Kalau emang bener ada anak yang bunuh dedemit kita, maka kita harus membalasnya!"


...


Gimana nih menurut temen temen pembukaan Arc Hutan Dedemit ini?


Seru, seram, atau ngebosenin? tulis di kolom komentar ya.


Arc Hutan Dedemit adalah salah satu arc utama di novel ini setelah Arc Festival dan Arc Tawuran Malam. Jadi arc ini akan cukup panjang.


....................................................................................




Moral (88) (Mulia)




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 2 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)



Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)




• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)



Bakat :



• Bela Diri (Aikido)


teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)


teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• silahkan isi sendiri


• daftar Pusaka Sistem yang dimiliki:


- sepatu mistis


- selimut sutra


- emas hitam peretas


- hoodie anti terkejut


- lidah suci


- Taring Reog Hijau


- Awan Hitam



....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄

__ADS_1


....................................................................................


__ADS_2