Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 28 | Grup Belajar Yang Mengganggu (2)


__ADS_3

Aku sudah memberi peringatan kepada Bima. Tinggal menunggu besok hari.


Keesokan harinya, aku mendapat laporan kalau grup belajar Bima membuat guru guru tersinggung lagi. Kali ini sang guru sampai keluar dari ruang kelas saking marahnya. Anak anak set*n ini harus diberi pelajaran supaya lebih menghormati orang tua.


"Hei Bima! Jangan seenaknya mengganggu jam pelajaran!"


Lihatlah bagaimana keberanianku melabrakmu pegulat berkacamata.


"Hah?!"


Grup belajar yang aku lihat di depanku hari itu, berbeda dengan yang aku lihat hari kemarin.


"Apa apaan ini? Kenapa kalian semua bugil begitu?" Tanyaku yang geram melihat siswa siswa bertelanjang dada di kelas. Di depan anak anak perempuan lagi!


Bima ada disini. Dia menjawab... "Kami lagi belajar gulat bareng buat pertandingan nanti." Jawabnya dengan muka tanpa dosa.


"Harusnya kau tahu tempat, jangan mengambil waktu belajar siswa siswi yang serius mau belajar. Bu guru sejarah juga jadi merajuk gara gara ulah kalian!" Bentakku.


"Ahh! Berisik lu kuda nil!!"


Sifat kasar Bima muncul. Aku ingat dia pernah membantingku cuman gara gara tidak sengaja menyenggol pacarnya. Kalau tidak salah kejadian itu saat hari pertama aku menggunakan Sistem. Benar hari itu, aku masih ingat dengan jelas.


"Bilang pada ketua Osis agar jangan memgganggu siswa yang lebih berprestasi darinya. Yaitu aku." Ancamnya.


"Jangan sombong kau Bima. Aku juga punya prestasi." Balasku.


"Cuma menang lomba sekali. Jangan songong lu."


Rupanya menyelesaikan permasalahan tawuran malam tidak dihitung sebagai prestasi. Tidak apa apa, akan aku buat prestasi lain yang lebih cemerlang nanti.


Aku ancam Bima sekali lagi, kalau masih menolak akan kupakai metode yang lebih keras.


"Kuminta baik baik padamu. Minta maaf pada Bu Guru Sejarah dan bubarkan grupmu ini!"


"Gak mau. Osis aja gak selevel ama gua, apalagi lu yang cupu."


Situasi memanas. Perkelahian akan segera terjadi. Tapi tenang, aku tidak akan kalah melawannya.


"Kalau kau mau berkelahi lebih baik kita pindah tempat dulu. Tidak mungkin kau bisa membantingku di ruang kelas yang langit langitnya rendah seperti ini." Ucapku dengan maksud meremehkan Bima.


Sebenarnya tujuanku adalah mencegah berkelahi dengan Bima di ruang terbuka. Sebab Bima itu dapat membanting lawannya dengan keras. Jadi aku sengaja menemukannya agar dia merasa tertantang dan berkelahi di kelas. Sekarang rencanaku berhasil.


"Biarpun gak bisa banting, gua masih bisa piting lu sampe remuk Babi!!"


Bima menaruh kacamatanya. Akan sulit untuk melawan Pegulat, karena teknik dasar olahraga Gulat adalah memiting.


Mirip seperti teknik dasar Aikido yang adalah kuncian dan sapuan untuk menjatuhkan lawan, dan beberapa teknik pertahanan diri.


Teknik dasar Gulat adalah memiting atau menjepit lawan hingga tidak berdaya. Itu artinya aku bisa langsung kalah jika tenagaku tidak cukup kuat untuk melepas pitingan Bima.


Apapun itu kita coba saja dulu.


"Lu bisa Aikido kan. Jarang jarang ada yang belajar Bela Diri asli Jepang. Padahal ada Bela Diri milik negara sendiri, tapi malah memilih milik negara lain." (Bima)


"Terserah aku kan." (Yuda)


Tiba tiba seseorang memukul Bima dengan penggaris kayu.


Rupanya Bu Guru Sejarah kembali untuk memberi Bima pelajaran.


"Kamu ini, padahal penampilan kamu kaya siswa teladan. Tapi kenapa kelakuan kaya berandalan begini?" (Bu Guru Sejarah)


"Kalo kelakuan kamu kaya gini jangan dandan kaya murid teladan. Dandan aja kaya berandalan lainnya."


Murid murid terdiam melihat Bima dimarahi oleh Bu Guru.


Aku kira Bima akan menurut setelah dipukul, tapi ternyata tidak. Dia yang kurang ajar melototi Ibu Guru.


"Apa?! Berani banget kamu melototin Saya! Kamu gak pernah diajarin sama ortu kamu ya?!"


"!!!"


"BIMA!!!"


Bima menonjok Bu Guru sampai beliau tersungkur.


Dulu aku melihat Andi menendang Bapak Alam, Sekarang aku melihat Bima memukul Bu Guru Sejarah. Kenapa mereka seberani itu?


Aku refleks menyerang Bima. Aku targetkan menendang kakinya.


BRAK!!


Lower Kick ku berhasil. Aku lanjut tarik kerahnya dengan maksud membanting, tidak kusangka pertahanannya lebuh kuat dari kelihatannya.


Bima bertahan dari tarikanku. Posisiku sekarang membelakanginya, saat aku berbalik dia memukul wajahku dengan gagang sapu.


"Kyaaaaaa......!!!" (Siswi random)


"Darah...!!" (Siswi random)


Gagang sapu yang dia gunakan untuk memukulku patah. Aku menyeka darah yang mengucur di dahiku.


Bima mengarahkan ujung patahan sapu yang lancip kepadaku.


"Kenapa pakai senjata? Kau kan jago gulat."


Bima tidak membalas ucapanku. Dia melotot tajam ke arahku sambil menggigit bibirnya.


Aku menerka nerka apa yang membuatnya berekspresi setegang itu. Akhirnya aku sadar kalau bocah berkacamata ini ketakutan setelah memukul Bu Guru.


Rasa bersalahnya bisa aku manfaatkan untuk menjatuhkan mentalnya.


[Tidak apa apa kan, kalau aku menyerang mentalnya sedikit Agen Nostradamus?]


[Toh ini untuk mengajarinya sopan santun.]


Agen Nostradamus menjawab.. [Soal itu, kami sudah mengatur ulang sistem penilaian moral. Sekarang anda diizinkan melakukan hal hal yang bertentangan dengan nilai nilai kebaikan kalau itu demi menyelesaikan quest.]

__ADS_1


[Tapi tetap berhati hati. Jangan ambil tindakan yang berpotensi tinggi melukai diri anda sendiri.]


Aku mengerti. Sistem sekarang menyuruhku untuk berpikir dan bertindak dengan lebih realistis. Tidak semua orang bisa tergerak hatinya hanya dengan melihat kemuliaan hati kita.


Bahkan di cerita Shounen pun, sang protagonis tetap harus berjuang melawan tokoh antagonis sebelum bisa membuat mereka bertobat.


Pandanganku tidak bisa lepas dari senjata yang dipegang Bima.


Bima menggunakan batang sapu itu layaknya sebuah pisau.


Dia menebas ke sana sini. Walaupun gagang sapu itu dia gunakan seperti pisau, tapi panjang dari gagang sapu itu cukup untuk membuat Sistem mendeteksinya sebagai sebuah tongkat.


Teknik Yarijutsu pun dapat kuaktifkan. Ini adalah teknik yang khusus digunakan untuk melawan musuh bertongkat.





Aku tak berpikir menggunakan teknik tingkat 2 sekarang. Walaupun teknik itu pastilah sangat hebat karena merupakan pengembangan dari teknik dasar Aikido.


"Minta maaf kau Bima. Kau menyesal kan sudah memukul Guru?" (Yuda)


"....." (Bima terdiam)


"Jangan dengarkan kata egomu. Kalau kau menyesal minta maaflah sebelum terlambat." (Yuda)


"Baiklah. Aku akan minta maaf." (Bima)


Aku terkejut mendengar jawabannya. Aku kira dia akan bersikukuh dan menyerangku karena kesal.


Bima meletakkan gagang sapunya, lalu membungkuk meminta maaf pada Bu Guru.


"Maafkan saya Bu. Maaf saya memukul ibu. Kalau mau ibu boleh menghukum saya dengan rotan Ibu." (Bima)


Bu Guru Sejarah pun memaafkan Bima.


Pukulan Bima meninggalkan bekas lebam di mata Bu Guru. Cepat atau lambat kabar Bima memukul guru pasti akan didengar dan reputasi Grup Belajarnya pun akan jatuh.


Tapi itu hanya teoriku. Aku harus meluruskan masalah ini dan menyelesaikan tugasku.


"Aku senang kau menyadari kesalahanmu Bima. Tapi Osis masih punya satu urusan lagi denganmu. Tolong bubarkan Grup Belajarmu!" (Yuda)


"Baik, gua akan membubarkan grup ini tapi dengan satu syarat." (Bima)


Syarat yang diajukan Bima benar benar diluar dugaanku. Aku bergegas pergi ke ruang Osis untuk menyampaikannya kepada ketua Osis sekaligus meminta kejelasan.


"Ketua Osis." (Yuda)


Ketua Osis sedang santai nonton youtube di ruang Osis yang kosong.


Aku mendekatinya untuk melihat video apa yang dia tonton.


Rupanya hanya video biasa, aku kira video p****.


"Ada yang mau aku laporkan ketua." (Yuda)


"Bima bersedia membubarkan Grup Belajarnya dengan syarat sistem pengumpulan lembar jawaban UTS dan UAS di semester ini harus diawasi oleh pihak berwajib." (Yuda)


"Hah maksudnya???" (Ketua Osis)


"Kata Bima ada beberapa oknum Guru di sekolah ini yang suka melakukan manipulasi nilai ujian. Oknum guru itu dibayar untuk mengubah nilai ulangan asli dari murid murid tertentu." (Yuda)


Aku sebenarnya juga tidak percaya ada Guru yang membantu siswa melakukan kecurangan nilai ujian.


Ini Guru. Bukan siswa bukan juga berandalan. Tapi pahlawan tanpa tanda jasa yang ada di sekolah.


Aku tetap yakin Guru yang menerima suap itu hanya ada di film film drama saja.


"Itu gak mungkin. Bima itu sengaja bikin rumor yang enggak bener supaya Osis gak bisa ngebubarin grupnya." (Ketua Osis)


"Itu alasan dia dan Grupnya menggangu jam pelajaran. Sedari awal mereka tidak ada niatan untuk menghormati Guru Guru yang mereka anggap telah menerima suap." (Yuda)


"Bima menuduh tanpa bukti yang jelas. Kalau begini terpaksa kita pakai metode kekerasan untuk membubarkan grup itu." (Ketua Osis)


"Tapi kalau memang ada Guru yang culas seperti itu, apakah Osis akan bertindak menangkap basah dirinya ketua?"


"Apa yang dilakuin para Guru itu bukan urusan Osis. Tugas Osis adalah mengatasi semua permasalahan yang ada di lingkungan sekolah kita." (Ketua Osis)


"Contohnya seperti kejadian 2 laptop siswa multimedia dicuri 3 bulan yang lalu. Waktu itu Osis memutuskan membentuk badan patroli keamanan di sekolah. Kemudian Lauroe Sapnaz salah satu anggota relawan patroli berhasil menangkap pencurinya."


Lauroe menangkap pencuri. Aku tidak pernah mendengar hal itu, mungkin karena saat itu aku masih terpenjara mentalnya oleh Andi dan Martha.


"Lalu bagaimana dengan laptopnya, Apa Lauroe juga menemukannya?" (Yuda)


"Sayangnya enggak." (Ketua Osis)


Jadi itulah alasan mengapa Lauroe mencegatku saat di Quest Hidup Dan Mati 'Mencari Paku'. Saat itu dia pasti masih menjadi badan patroli yang mengawasi bagian dalam sekolah, makanya dia curiga melihatku yang menerobos masuk ke ruang ganti siswi kelas 2.


"Jadi Osis tidak akan mengambil tindakan apa apa kalau benar ada Guru yang culas?" (Yuda)


"Iya. Gua enggak peduli lu kecewa." (Ketua Osis)


"Tidak apa apa. Kalau Osis tidak mau mengurusnya maka aku yang akan melakukannya. Aku tidak rela kalau sampai nilai bagus yang susah payah aku dapatkan malah hilang karena ada oknum guru yang menerima suap."


Entah yang dikatakan Bima itu benar atau tidak, Yang pasti perihal suap ini lumayan serius.


Saat aku akan beranjak keluar ruangan, tiba tiba aku mendengar suara mikrofon pengawas sekolah.


Yang lebih mengejutkan lagi, suara yang terdengar bukanlah suara pengawas yang biasa melainkan suara Bima.


[Tes, Cek, Cek,]


[Selamat siang kepada warga SMK Negeri 7 Harapan yang berbahagia.]


[Maaf menggangu waktu istirahatnya sebentar.]

__ADS_1


[Saya Bima Sadewa dari Jurusan Multimedia. Ada hal penting yang perlu saya sampaikan kepada anda semua.]


[Hal yang sangat penting sampai sampai teman teman sekalian akan membuka telinga lebar lebar.]


[Ini terkait dengan kecurangan yang dilakukan oleh oknum orang tua murid dan guru di UAS akhir semester kemarin.]


"Jangan jangan dia beneran punya buktinya?" Ucap Ketua Osis yang penasaran.


"Tidak aku yakin dia tidak punya. Kalau dia punya kenapa tidak dikeluarkan dari dulu dan malah membuatnya jadi rumit dengan membentuk grup belajar yang khusus untuk mengganggu para guru."


Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang. Haruskah aku biarkan saja Bima bicara sepuasnya di depan seluruh sekolah. Karena kalau memang benar ada kecurangan dan dia berhasil menangkap pelakunya maka itu akan berdampak baik padaku, Hidden questnya pun akan selesai tanpa banyak usaha.


[Langsung saja saya akan menyebutkan nama dari Wali murid dan Guru yang bekerja sama mengubah nilai UAS para siswa.]


[Yang pertama adalah...]


...


Chapter Selanjutnya


....................................................................................




Etika (45) (Cukup)




Moral (89) (Mulia)




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 2 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (54) (Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido)


teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)


teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• silahkan isi sendiri



• daftar pusaka sistem yang dimiliki:


- sepatu mistis


- selimut sutra


- emas hitam peretas


- hoodie anti terkejut


- lidah suci



....................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


....................................................................................


__ADS_2