
< Selamat! Anda telah menyelesaikan Main Quest Ke 7 >
< Reward telah dikirimkan >
...
< Selamat! Anda telah menyelesaikan Main Quest ke 8 >
< Reward telah dikirimkan >
Yuda membuka reward Main Quest satu persatu mulai dari MQ 7.
< Poin Peningkatan Random +30 >
< Uang Tunai Rp. 20.000.000.000,00 (Dua Puluh Miliyar Rupiah) >
< Tiket Emas +5 >
< Slot bakat +3 >
< Pusaka Sistem : Golem Kristal (Alpha) +1 >
Bisa dibilang reward MQ 7 adalah salah satu yang terbaik dari semua reward MQ yang pernah Yuda dapatkan.
Karena selain memberikan 5 tiket emas sekaligus, MQ 7 juga memberikan 3 slot bakat, uang dua puluh miliyar, dan pusaka hidup yang pertama.
Sistem juga menerapkan kebijakan baru. Yaitu Sistem penukaran Poin Peningkatan bagi Kontraktor yang statistiknya sudah penuh.
Yaitu Poin Peningkatan bisa ditukarkan ke toko pusaka untuk mendapatkan pusaka tingkat tergantung berapa banyak poin yang ditukarkan.
Saat scroll toko Yuda menemukan pusaka yang menarik. Tapi dia simpan untuk dibeli nanti.
Hingga saat ini Yuda sudah memiliki 14 pusaka.
Sepatu Mistis
Selimut Sutra
Emas Hitam Peretas
Hoodie Anti Terkejut
Lidah Suci
Taring Reog Hijau
Awan Hitam
Seruling Penyair Peri
Mata Nebula
Menara Pengantar
Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'
Cincin Bumi
Topi Pengetahuan
Alpha Crystal Golem
Setiap pusaka memiliki kelasnya masing masing, yang mana terbagi menjadi 3 kelas yang diwakilkan huruf alfabet.
Yaitu kelas C (Combat) kelas B (Butler) kelas A (Alpha)
Kelas C adalah kelas pusaka tempur. Pusaka milik Yuda yang tergolong kelas C, antara lain :
Hoodie Anti Terkejut
Taring Reog Hijau
• Daftar Skill (Indra Ke 7) (Unstopable Strike) (Guard Cube) (Burning Wave)
Awan Hitam
Cincin Bumi
• Daftar Skill (Geo Breath) (Underground Swim) (Drake Breath)
Kelas B (Butler) adalah kelas pusaka yang kegunaannya cenderung membantu kehidupan sehari hari dan tidak didesain untuk digunakan lebih dari fungsi dasarnya. Contohnya :
__ADS_1
Sepatu Mistis
Selimut Sutra
Lidah Suci
Topi Pengetahuan
Kelas A (Alpha) adalah gabungan kelas C dan B, alias multifungsi, dapat digunakan untuk bertarung maupun membantu pekerjaan sehari hari :
Emas Hitam Peretas
Seruling Penyair Peri
Mata Nebula
Menara Pengantar
Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'
Alpha Crystal Golem
Tertulis di deskripsi kalau pusaka Alpha Crystal Golem ini pandai dalam membangun benteng. Bahan batu dan kristal untuk membangun dapat keluar sendiri dari dalam tubuhnya. Lalu Golem itu juga bisa bertarung. Namun perlu dicatat bahwa Golem itu sangat sulit dikendalikan.
Yuda lanjut membuka reward MQ 8.
< Poin Peningkatan Random +50 >
< Uang Tunai Rp. 60.000.000.000,00 (Enam Puluh Miliyar Rupiah) >
< Tiket Emas +5 >
< Slot Bakat +4 >
< Skill GITU [0/1] >
< Skill [ GITU ] Syarat pengaktifan : Hanya bisa diaktifkan dengan senjata terkuat >
Bagi Yuda nama GITU sama sekali tidak keren. Selain itu deskripsi skill ini sama sekali tidak jelas.
Karena Nostradamus juga tidak tahu, Yuda tidak ambil pusing. Dia turun dari kamarnya di lantai 2 lalu sekilas mendengar laporan berita tv tentang serangan bom bunuh diri.
Korban jiwa dari serangan teror*s ini, 79 orang meninggal di tempat, 26 luka berat, dan 15 luka ringan.
Pemerintah pun bertindak cepat dengan mengirimkan KEBUTI ke tempat kejadian dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berkeliaran di jalanan.
Aksi terori*me ini dianggap sebagai deklarasi perang dari organisasi pembunuh. Karena itulah pemerintah akan menurunkan tentara ke jalanan, bahkan menempatkan Petrus di beberapa titik.
"Perang dideklarasikan! Penyisiran akan dilakukan ke setiap rumah penduduk. Jadi dihimbau supaya masyarakat tidak meninggalkan rumah selama 3 hari ke depan."
Yuda yang melihat negara mulai jatuh dalam kekacauan pun mendesak Sistem untuk menghancurkan organisasi itu.
Sistem mengiyakan permintaan Yuda. Main Quest ke 9 pun dimulai.
[ Tring~ Tring~ Tring~ ]
< MAIN QUEST KESEMBILAN TELAH MUNCUL >
< Runtuhkan kekaisaran pembunuh! >
< Temukan dan tangkap semua anggota mereka >
< Batas waktu [ Tidak ada, lakukan secepat mungkin! ] >
< Kegagalan [ ??? ] >
Papan Sistem muncul di depan Yuda menunjukkan lokasi dimana Natalie berada saat ini.
"Apa aku harus memberitahu polisi lokasi CEO pembunuh ini?"
"Tapi bagaimana kalau mereka dibantai lagi?"
[ Kalau begitu panggil polisi saat sudah selesai. Mereka tidak akan banyak membantu karena mereka tidak paham sama sekali ilmu hitam. ]
Yuda pun memutuskan untuk pergi sendiri. Sebelum pergi dia berpamitan pada ibunya.
"Eehh!! mau kemana kamu?!!"
"Kita gak boleh keluar rumah selama 3 hari..!!" larang ibunya saat mengejar Yuda keluar rumah.
Yuda pun berdalih.. "Tapi persediaan makanan kita enggak cukup untuk 3 hari kan. Jadi Yuda pengen belanja ke pasar dulu."
Ibunya tidak bisa membantah. Ibu Nia pun menyesal karena lupa menyuruh para art nya ke pasar semalam.
Yuda menenangkan ibunya dan berkata bahwa dia akan baik baik saja. Terlebih lagi Lockdown itu baru akan dimulai 5 jam dari sekarang. Jadi masyarakat masih punya waktu untuk menyetok barang.
Tapi tetap saja Bu Nia melarang anaknya untuk pergi keluar rumah.
Karena sama sama batu mereka pun pergi bersama. Sebenarnya Bu Nia ingin belanja ke mall ketimbang ke pasar, karena jarak ke mall lebih dekat ketimbang ke pasar.
Namun saat dicari anehnya semua mall yang biasanya buka semuanya tutup.
Sistem menjelaskan kalau para pedagang lebih memilih untuk menutup toko ketimbang jadi target bom bunuh diri yang selanjutnya.
Jadi mau tidak mau mereka pun harus pergi ke pasar dan beruntungnya para pedagang pasar masih berani untuk berjualan.
Bu Nia sempat gelap mata dan ingin memborong semua dagangan terutama memborong sembako. Yuda pun segera menenangkan Ibunya. Dia berkata "Jangan serakah bu, beli secukupnya saja untuk kita dan para art."
Namun Bu Nia membantah nasihat Yuda.
Bu Nia mengungkapkan kalau alasan dia membeli sangat banyak kebutuhan pokok seperti minyak goreng, beras, ikan, ayam dan rempah rempah adalah agar bisa dibagikan kepada tetangga yang membutuhkan.
"Kamu gak perlu takut barang dagangannya habis. Karena beliau ini pemasok." Kata Ibunya Yuda.
Mendengar itu Yuda pun terdiam. Dia seperti mendapat pencerahan, kemudian meminta izin untuk melakukan hal yang sama pada Ibunya.
Ibunya pun mengizinkan lalu Yuda bertanya kepada teman temannya di grup adakah kekurangan persediaan makanan untuk Lockdown selama 3 hari ke depan.
Tidak hanya bertanya pada anggota grup pemanah, dia juga bertanya pada grup kelasnya.
[ Siapa yang kekurangan makanan untuk 3 hari ke depan? ] Tulisnya.
Tulisnya di kedua grup tersebut.
[ Jawab yang cepat! Kalau lewat satu jam tidak jadi traktir. ] Tulis Yuda lagi.
Akhirnya banyak teman sekelasnya yang minta ditraktir, tidak terkecuali teman pemanahnya Nadia.
Khusus untuk Nadia Yuda akan memberikannya langsung ke rumahnya. Sedangkan temannya yang lain harus mengambilnya sendiri.
Yuda bertanya bagaimana dengan teman temannya yang lain.
__ADS_1
Frederica menjawab kulkasnya penuh makanan kaleng.
Hana tidak kekurangan makanan, malah dia membagikan miliknya dengan Yulia, dan keduluan Yuda untuk membantu Nadia.
Pandu tidak ada masalah. Dia sedang sibuk menenangkan abangnya yang menggila sejak berita pengeboman massal ditayangkan.
Sementara Lauroe masih bersikap dingin kepada Yuda dengan tidak membalas chat pribadinya. Namun Frederica meyakinkan Yuda kalau Lauroe akan baik baik saja. Karena Lena adiknya Lauroe adalah sahabat Frederica, jadi kalau terjadi sesuatu Frederica pasti akan membantu mereka.
Mendengar itu Yuda teringat kejadian penculikan yang menimpa Frederica. Kejadian itu semakin membakar semangatnya untuk mengakhiri organisasi pembunuh yang entah mengapa tidak pernah terekspos sebelum ini.
Yuda menduga kalau ada anggota parlemen yang bersekutu dengan organisasi pembunuh untuk keuntungan pribadi.
Walaupun hal seperti itu kebanyakan terjadi di novel fiksi dan komik, tidak menutup kemungkinan untuk hal itu terjadi di dunia nyata.
Yuda, Bu Nia, dan pak sopir bertolak ke rumah Nadia untuk mengantarkan pangan. Namun di tengah jalan mereka dihampiri oleh sesuatu.
Kaca jendela mobil sebelah Bu Nia ditabrak oleh sesuatu hingga retak. Anehnya retakan di kaca mobil itu berbentuk wajah hewan mirip kelelawar lengkap dengan telinga runcingnya.
Yuda menduga duga makhluk apa itu. Sambil memegang erat taring reog dia memeluk ibunya.
Lalu terlihat seorang pengendara motor mengejar mereka dan
Boom...!!!
Pengendara itu meledak membuat mobil yang dinaiki Yuda terpental hingga menghancurkan rumah penduduk.
Beruntungnya Yuda sempat berteleportasi menggunakan Nebula Eye. Ibunya yang berada di pelukannya, serta sang sopir pun selamat.
"Yuda... kamu gak papa nak?" Tanya Ibunya.
"Yuda gak papa Bu." Jawab Yuda.
"Apa yang terjadi... kenapa kita tiba tiba berada di luar mobil..??" Tanya Ibunya lagi.
Yuda menyeka dahi ibunya yang berdarah, lalu dia melihat bayangan hitam tengah berjalan mendekatinya.
Sosok bayangan itu kini menjadi jelas, menampilkan sosok Dies Bell di hadapannya.
Melihat Dies Bell masih hidup Yuda bergegas membuka toko Sistem, membeli 2 pusaka baru yang bernama Cakar Reog Hijau dan Mata Reog Hijau.
Kedua pusaka itu dapat digabungkan dengan pusaka Taring Reog Hijau, untuk membentuk sosok arwah Reog Hijau yang sebenarnya.
[ Sudah aku duga dia masih hidup. Seperti yang dikatakan pencipta Sistem... ]
[ Monarch tidak akan mati dengan mudah. ]
Secara tidak langsung Nostradamus menjelaskan betapa berbahayanya Dies Bell itu.
Dies Bell menatap beras dan ayam yang berserakan di jalan raya.
"Kalian membeli bahan makanan sebanyak ini untuk dibagikan ke tetangga ya?"
"Kalian sangat baik ya." Ucap Dies Bell.
Entah apa tujuannya, Dies Bell mengumpulkan semua daging ayam dan ikan yang masih utuh ke dalam kantong plastik.
"Ini sebagai bentuk penghormatanku padamu, sebelum aku membunuhmu Yuda. Dengan berbuat baik." Kata Dies Bell sembari menaruh kantong plastik berisikan daging ayam ke pinggir jalan.
"Mau apa lagi kau Dies Bell?! Bukankah sudah aku katakan kekuatanku!!" Teriak Yuda dengan sangat marah.
"Sudah jelaskan tujuanku menyerangmu! Gara gara kau organisasi kami terekspos! gara gara kau juga wajah kami jadi buron!" (Dies Bell)
"Aku akan menangkapmu hidup ataupun mati, dengan cara apapun..!!" (Dies Bell)
Raja Dedemit ular muncul di belakang Dies Bell, disusul dengan kemunculan Raja Dedemit tanpa kepala, Nameless di belakang Yuda.
Untuk menunjukkan kalau dirinya tidak sendiri. Yuda memanggil para R Homun untuk berjuang bersamanya.
"Ayo kita mulai ronde kedua Yudistira..!!" Tantang Dies Bell.
Pertarungan di tengah desa yang ramai penduduk pun dimulai.
....................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >
.
< Poin Peningkatan Random +130 >
< Tiket emas +13 >
.
< 1. Moral (80/40) >
.
< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/50 ) Awaken
.
< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken
• Kecepatan (115/115) Awaken
• Pertahanan (190/190) Awaken
• Stamina (215/300) Awaken
• Mentalitas (100/150) Awaken
.
< 4. Kecerdasan (263/400) >
< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >
• Automatic Blueprint
• ???
• ???
< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >
( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )
.
< 5. Bakat ( 5/100 ) >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
• Koki | Food Traveler - Advance -
• Pengacara | Ahli Menyahut - Advance -
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
.
< Uang Saku [ Rahasia ] >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan ) ( Alpha Crystal Golem ) ( Cakar Reog Hijau ) ( Mata Reog Hijau )
< Special Massal Product >
- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -
..........................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
__ADS_1
..........................................................................................