
Narator akan menjelaskan apa yang terjadi pada Martha mulai dari saat dia datang ke rumah Pandu hingga dia dikabarkan menikam keluarganya sendiri di chapter kemarin.
Segera setelah Yuda menaruh debu halusinasi Martha mulai merasakan efeknya yang membuat dia tidak bisa bangun dari tidurnya.
Sama seperti yang terjadi pada Lauroe di hutan dedemit, Martha pun melihat mimpi yang berisikan trauma masa lalunya.
Kengerian itu berlangsung untuk waktu yang sangat lama karena terjadi di alam mimpi, yang pasti itu berlangsung selama 6 hari.
Ketika Yuda melepaskan efeknya Martha bangun dengan kondisi mental yang hancur lebur. Dia lantas menyerang para pembantu yang menjaganya. Bahkan mengambil pisau untuk menikam kedua orang tuanya yang kala itu tengah bersiap untuk acara peresmian kurikulum baru.
Karena kebrutalannya Martha pun dipasung lalu dibawa ke rumah sakit jiwa atas persetujuan kedua orang tuanya. Sementara para pembantu yang dilukai oleh Martha dibawa ke rumah sakit.
Itulah alasan Yuda tidak menemukan satu orang pun ketika mengaktifkan observer.
Rencana Yuda untuk mempertontonkan kebrutalan bullying sekolahnya gagal, tetapi dia cukup puas dengan apa yang menimpa Martha. Bahkan saking senangnya Yuda sampai mendatangi RSJ tempat Martha dirawat. Martha yang tidak merasa dirinya gila terus berteriak meminta dilepaskan.
Yuda mengendap endap dengan trik yang membuatnya tak kasat mata lalu mencuri kunci kamar Martha. Dia juga membawa Jaune Homunculus.
- Pov Yuda -
"Tidak aku sangka dia jadi gila cuma karena mengingat trauma masa lalu. Padahal bullying yang dia lakukan menjadi trauma bagi orang lain."
"Jangan ada yang datang kesini." Perintahku pada Jaune Homunculus.
Pintu kamar aku buka. Terlihat Martha diikat dengan tali di sekujur badannya.
Aku salah fokus pada simpul ikatan talinya. Selain itu sesuatu yang bundar dipasang di mulutnya untuk mencegahnya menggigit lidahnya sendiri.
Keadaannya sangat memprihatinkan tapi menurutku itu pantas untuknya. Balas dendamku tinggal sedikit lagi. Aku ingin dia menyesali perbuatannya, hanya dengan cara itulah aku bisa puas sepenuhnya.
Aku tunjukkan diriku di hadapan Martha karena sudah penasaran dengan reaksinya. "bagaimana rasanya dihantui trauma masa lalu?" Tanyaku sembari muncul dengan misterius.
"Lu si kuda nil..."
Tiba tiba Martha berteriak kencang. "Udah gua duga lu yang nyantet gue! udah gue duga lu yang nyantet gue!!"
Dia tertawa seperti orang gila.
"Kenapa lu nyantet gue bangsat!!!" Tanya Martha dengan berlinang air mata dan wajah yang memar.
"Karena aku membencimu. Balas dendamku belum berakhir. Sekarang aku akan mengembalikan semua pukulan yang kau layangkan padaku."
Kujentikkan jari dan semua alat yang pernah Martha gunakan untuk memukulku muncul di hadapanku. Aku juga menyediakan ramuan penyembuhan untuk mencegah dia mati di tengah tengah proses penghakiman.
"Jangan... tolong!! disini ada orang gila!!!" Tidak akan ada yang mendengar teriakannya.
Aku melirik Jaune Homunculus di depan pintu kamar yang terbuka. Jaune Homunculus balik melirikku. Dia membentuk huruf O dengan jarinya lalu menghilang.
Kututup pintu lalu aku buat kubah kedap suara berlapis agar teriakan si gila ini tidak mengganggu pasien lainnya.
[ Anda yakin ingin melanjutkan ini? ] Nostradamus bertanya lagi.
"Tenang saja Nost. Ini akan jadi kegilaanku yang pertama sekaligus yang terakhir." Jawabku dengan mantap.
"Nah, mari mulai. Barang pertama sapu sekolah."
Aku angkat tinggi gagang sapu ke arah Martha. Tujuanku adalah menakutinya sebelum memukulnya. Aku masih ingat di bagian mana dia memukulku waktu itu.
"Hidung."
"Klak!"
[ ... ]
"Hehehee..."
Martha terdiam saat hidungnya aku remukkan. Ekpresinya terlihat sangat syok saat darah mengucur dengan deras dari lubang hidungnya.
Mungkin syok yang luar biasa mengalahkan instingnya untuk berteriak. Aku tidak berhenti sampai disitu. Pukulan kedua di telinga kiri.
"Klak!"
Selanjutnya kening. Lalu bibir. Kemudian lutut kanan.
"Klak! Brak! Klaak! Klak! Klak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
.....
"Akhirnya selesai juga. Akhirnya kau mampus Martha..."
Aku tidak akan mendeskripsikan bagaimana keadaannya setelah dipukuli. Yang pasti kondisinya jauh lebih buruk dari Andi yang memar seluruh badan. Terutama pada bagian wajah Martha.
Dia tidak akan mati dan luka luka itu akan sembuh dengan sendirinya. Lalu aku meninggalkannya tanpa berkata apa apa lagi. Yah, Martha juga tidak akan bisa mendengar apa yang aku katakan. Dengan ini hutangku dengan musuh bebuyutanku yang pertama sudah lunas. Tidak ada dendam lagi.
Saat ingin pulang aku tidak menemukan Jaune Homunculus dimanapun. Observer juga tidak bisa kunyalakan. Aku bertanya tanya apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi Sistem? Agen?"
__ADS_1
Papan Sistem berwarna hitam pekat muncul. Disana tercantum statistik moralku yang hampir mencapai angka nol.
< Moral (10/40) >
Muncul banyak papan quest berwarna hitam lainnya. Banyak papan muncul secara cepat seperti screen komputer saat mengalami bug. Tulisan papan papan itu sama, "'Beri dia hukuman!!" .
Tidak lama sebuah gerbang berwarna emas muncul di hadapanku. Aku tidak tahu siapa yang datang, namun kehadirannya membuat waktu berhenti. Terlihat dari tetes keringatku yang berhenti di udara.
"Mungkinkah ini..."
Gerbang terbuka dan aku pun terhisap ke dalamnya.
.....
Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi ini nampak serius. Tidak lama kemudian terdengar suara yang mengerikan dari langit langit tempat kosong itu.
< Kontraktor Yudistira diberi hukuman atas tindakan tercela yang dia lakukan kepada mantan musuhnya Martha >
Aku mendengarkan vonis dari Sistem dengan tenang. Sejak awal aku memutuskan untuk menghancurkan Martha aku sudah menerima segala konsekuensi yang akan aku dapatkan.
< Yudistira, kami mencabut semua peningkatan statistik dan bakatmu. Kau akan kembali menjadi Yudistira yang dulu selama 3 hari ke depan >
Itu membuatku kaget, lalu bagaimana dengan semua harta yang telah aku kumpulkan selama ini.
"Lalu bagaimana dengan hartaku dan ibuku?"
< Kau bisa bernafas lega. Kami hanya mencabut statistik dan bakatmu >
Aku benar benar bernafas lega.
< Ini adalah pelanggaran pertama. Jika anda bertindak melampaui batas hingga 3x maka kami tidak akan segan segan memutus kontrak kami dengan anda! >
< Silahkan anda renungkan kembali perbuatan buruk anda barusan. Dan ingatlah kami selalu mengawasi anda! >
Dunia kembali normal begitu pun denganku yang kembali jadi Yudistira yang jelek dan gendut.
< Masa Hukuman [ 71:59:58 ] >
[ Sebaiknya anda tidak pulang ke rumah selama masa hukuman. ]
"Kau tidak perlu memberitahuku tentang itu. Kurasa aku akan menggelandang di tempat sampah."
[ Jangan menyimpulkan terlalu cepat, Sistem. tidak mengambil uang anda. Kertas kertas itu masih ada di tempatnya. ] Maksud Agen uangku masih ada.
"Kalau begitu aku akan menginap di hotel selama 3 hari."
Aku akan menunggu disini sampai masa hukumanku berakhir, dan kewajiban menuntaskan Hidden Quest tahap kedua akan aku serahkan kepada Pandu. Dia pasti mau menggantikanku.
"Pandu, tolong gantikan aku mengirim video kolaborasi kita." Pintaku.
- Di rumah Pandu -
"Apaan sih tiba tiba? lu kena sindrom orang kaya baru?"
- Di kamar hotel Yuda -
"Aku serius! Karena lomba kreatif nya dibatalkan kau harus mencari platform media sosial yang paling ramai untuk mengupload video itu." (Yuda)
"Oke oke. Itu gak sulit. Tapi lu lagi ada masalah apa?" (Pandu)
"Gak ada masalah, aku cuma akan sibuk untuk 3 hari ke depan. Aku tunggu berita tentang sekolah kita di tv ya." Ucapku mematikan telepon.
[ Kenapa anda tidak mengirimkan videonya sendiri? ] (Nostradamus)
"Aku tidak percaya diri dalam wujud ini makanya aku meminta tolong pada Pandu."
- Di rumah Pandu -
Setelah mendapat amanah dari orang yang dia anggap sebagai sahabat sekaligus bosnya Pandu menghubungi semua temannya, dia juga meng hack WA Yuda untuk mengendalikan kelas 1 A.
Setelah berhasil mengambil alih kendali 2 kelas Pandu memberitahu mereka kalau dia akan mempublikasikan video aib sekolah mereka. Pandu juga menghimbau kepada mereka untuk mengunci pintu rumah dan jendela rapat rapat.
[ Kunci pintu rumah dan jendela kalian. Serta jangan berangkat sekolah sendirian mulai besok. Karena kita mungkin akan ditargetkan oleh pihak sekolah. ] Pandu menulis mengikuti gaya bahasa Yuda.
Semangatnya menggebu gebu, Pandu akhirnya meng upload video itu pertama kali di semua platform media sosial bergantian dengan selisih waktu satu jam. Kenapa dia melakukan itu tidak ada yang tahu.
.....
- Pov Narator -
Keesokan harinya Ibu Nia panik mengetahui anaknya Yuda menghilang sejak tadi malam. Dia menelepon ke semua kenalan Yuda. Tapi hanya Pandu yang tahu kabarnya terakhir kali.
[ Tadi malam Yuda nelpon saya. Dia nyuruh saya buat meng upload video kolaborasi kami. Katanya dia ada kesibukan selama 3 hari ke depan, tapi saya tidak tahu kesibukan apa yang dia maksud. ] Jelas Pandu.
Yuda belum bisa dilaporkan sebagai kasus orang hilang karena belum 24 jam.
Bu Nia mengecek hp nya lalu menemukan pesan yang dikirimkan Yuda tadi malam.
__ADS_1
[ Yuda izin pergi 3 hari ya bu. Yuda pergi buat urusan bisnis jadi ibu gak perlu khawatir. ] Tulis Yuda jam 11 malam tadi.
"Aduuhh, kamu kemana nak???"
Bu Nia melirik desain logo di laptopnya. Logo berbentuk tulisan itu rencananya akan dijadikan logo usaha Bu Nia yang baru.
Berpindah ke sudut pandang Pandu di sekolah. Seisi sekolah sedang gempar dengan video aksi perundungan yang dilakukan oleh anak anak SMK 7 Harapan. Video itu trending topik di beberapa platform, tambah lagi pengirim video itu anonim.
"Liat tuh, tu anak ditelanjangin tapi gak nangis. Lucu banget..."
"Bla.. bla.. bla.. bla.. bla.. bla.. "
Bangga menjadi perundung itulah anak anak SMK 7 Harapan. Anak anak baik pun berubah menjadi berandalan karena mayoritas murid sekolah ini adalah preman.
Baik Yuda maupun Pandu sama sama bertekad untuk mereformasi sekolah ini.
"Untuk reward quest!" (Yuda)
"Untuk ketenteraman divisi White Tiger!" (Pandu)
"Sekolah ini akan aku perbaiki." (Yuda, Pandu)
...
< Chapter Selanjutnya [ Wujud Sang Pahlawan ] >
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira dikunci selama 3 hari >
< Statistik Kontraktor Yudistira saat ini >
Moral (10) ( Buruk )
Ketampanan ( -80 ) ( Sangat Jelek )
• Berat Badan ( 105 kg )
• Kharisma ( - )
Kekuatan ( 15 ) ( Lemah )
• Kecepatan ( 10/90 )
• Pertahanan ( 12/150 )
• Stamina ( 15/200 )
• Mentalitas ( 20/100 )
Kecerdasan ( -35 ) ( Sangat Kurang )
Bakat ( Tidak ada )
- Ini adalah statistik Yudistira yang sebenarnya tanpa Sistem -
.......................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
__ADS_1
..........................................................................................