
5 menit yang lalu saat Yuda baru teleport ke atas sarang burung walet.
Yuda ingin memberikan Fairy Poet ke para Homunculus namun sebuah peringatan dari Sistem menghentikan tindakannya.
< Peringatan! >
< 2 Blanc Homunculus tidak cukup untuk menyelesaikan quest ini. Belilah 6 Blanc Homunculus lagi dari toko, atau beli Homunculus yang kualitasnya lebih baik >
Tanpa banyak tanya maupun protes Yuda mengikuti saran Sistem, dia memasuki toko Sistem dan menulis 'Blanc Homunculus murah' di pencariannya.
Hasil pencarian pun keluar, setelah scroll scroll sebentar Yuda menemukan 4 tipe Homunculus yang terbagi menjadi 4 tingkatan, yaitu :
Tingkat pertama: Blanche Homunculus (Putih), Homunculus generasi pertama dan yang paling rendah kemampuannya. Mereka seperti boneka, kemampuan mereka adalah meniru apa yang dilakukan pemiliknya. Jika pemilik berhenti melakukan suatu kegiatan maka Blanche Homunculus juga akan berhenti dan kembali menjadi boneka.
Tingkat kedua: Vert Homunculus (Hijau), Homunculus generasi kedua yang memiliki ketahanan 2 tingkat diatas Blanche. Vert Homunculus dapat dijadikan pembantu rumah tangga gratis, dan penampilannya dapat dirubah sesuka hati pemilik. Mereka juga dapat bicara seperti manusia normal.
Tingkat ketiga: Jaune Homunculus (Kuning), Generasi kedua sama seperti Vert namun memiliki tingkat ketahanan 5 kali diatas Blanche. Homunculus tipe ini memiliki kecerdasan diatas rata rata manusia dan dapat diandalkan mengerjakan pekerjaan yang sulit. Mereka juga dapat menjadi prajurit perang.
Tingkat Keempat: Rouge Homunculus (Merah), Homunculus generasi kedua yang sangat kokoh dengan ketahanan 7 kali diatas Blanche serta dibekali kecerdasan di atas rata rata.
- Untuk membeli Rouge Homunculus anda harus memiliki surat izin dari Sistem karena Homunculus tipe ini bisa menjadi senjata penghancur -
Untuk harga tertera di samping gambar prototipe setiap Homunculus.
Blanche Homunculus \= 500.000,00/Unit.
Vert Homunculus \= 5.000.000,00/Unit.
Jaune Homunculus \= 15.000.000,00/Unit.
Rouge Homunculus \= 80.000.000,00/Unit.
Yuda mengurungkan niatnya membeli Jaune Homunculus. Harga 2 Jaune Homunculus sudah cukup untuk menguras setengah dari reward uang yang dia dapatkan di Main Quest ketiga.
Akhirnya dia membeli 4 Blanche Homunculus dan 2 Vert Homunculus, semuanya berwujud laki laki. Tapi Yuda berencana mengubah kedua Vert Homunculus menjadi wanita agar bisa dijadikan pembantu di rumahnya nanti.
Setelah membereskan masalah Homunculus Yuda pun menyuruh Vert Homunculus untuk mendirikan Delivery Tower dan yang satunya bertugas untuk menyalakan fitur pengantar suara pada Delivery Tower.
Sebenarnya fungsi menghantarkan suara itu tidak beda jauh dengan alat perekam.
Tidak lama kemudian tornado muncul dan buku puisi Stella terbuka dengan sendirinya dan menunjukkan halaman yang berisi puisi tentang angin.
< Tornado baru bis dikendalikan saat kakinya menyentuh permukaan tanah > Ucap Sistem.
Yuda pun menunggu dan terpaksa membiarkan bangunan yang berada di bawah turunnya tornado hancur.
Saat tornado sudah mencapai permukaan tanah, Yuda menarik nafas panjang dan meniup seruling Fairy Poet. Jarinya dengan hati hati menutup setiap lubang angin seruling, aksinya ini langsung diikuti oleh 2 Blanche Homunculus yang bertugas meniup Fairy Poet.
Alunan musik yang indah pun keluar dari Fairy Poet dan menutupi suara gemuruh angin yang menyeruak.
Yuda mengatur nafasnya supaya tidak berhenti di tengah tengah puisi sembari terus memperhatikan sang tornado.
Perlahan tapi pasti tornado yang bergerak ke arah perumahan warga mulai terangkat ke udara.
Yuda senang menyaksikan hal itu tapi entah mengapa dia merasa mengantuk saat mendengar alunan musik seruling yang dia tiup.
< Peringatan! anda terpengaruh efek samping Puisi Angin Stella >
"Apa efek sampingnya..." Ucap Yuda yang kesadarannya mulai melemah.
< Puisi Angin Stella adalah puisi indah yang dapat membuat orang yang mendengar lantunannya tidak tahan untuk memejamkan mata >
< Jika anda tertidur sebelum menyelesaikan puisi ini maka anda akan gagal menyelesaikan Main Quest keempat dan desa ini akan rata oleh tornado >
Yuda lalu membalas peringatan Sistem dengan keyakinan diri.
"Aku tidak akan tertidur! mau sepanjang apapun puisi ini aku pasti akan menyelesaikannya!"
Yuda membalik buku Stella tanpa menyentuhnya dan ternyata puisi ini masih berlanjut hingga 8 halaman lagi.
Di kala sudah sampai di pertengahan puisi Yuda tidak sanggup lagi menahan rasa kantuknya dan dia pun mulai terlelap.
Para Blanche Homunculus pun berhenti meniup Fairy Poet dan tornado pun lepas dari pengaruh sihir puisi Stella.
__ADS_1
Yuda segera terbangun lagi saat mendengar suara angin ribut yang menghancurkan segalanya.
"Berapa lama aku tertidur?!"
"5 detik." Jawab salah satu Vert Homunculus.
Di situasi ini Yuda harus berpikir cepat karena satu detik saja yang terbuang sama dengan kehilangan 3-8 rumah.
Tornado yang kembali ke permukaan tanah bergerak ke arah hutan. Ini adalah kesempatan Yuda untuk mencari item pendukung di toko.
"Buka toko!"
"Penahan kantuk." Tulisnya di pencarian.
Barang yang diinginkan Yuda langsung muncul. Sebuah potion yang dapat menahan rasa kantuk, namun sialnya stok potionnya sudah habis.
"Duh kenapa di saat seperti ini!" Keluh Yuda.
"Tornadonya mengarah kembali ke perumahan warga!" Si vert Homunculus memperingati Yuda yang sibuk mencari potion.
Yuda pun kembali memainkan serulingnya. Puisi Angin Stella pun harus dinyanyikan ulang dari awal.
Kali ini Yuda menahan kantungnya sekuat tenaga. Setiap satu baris dari puisi angin berisi perintah untuk tornado agar kembali naik ke langit.
Saat sampai ke pertengahan puisi Yuda hampir tertidur lagi namun kali ini dia menahannya sekuat tenaga.
Tornado pun terus terangkat ke langit. Dan akhirnya saat yang paling ditunggu pun tiba. Tornado berputar semakin kencang seperti akan meledak dan memuntahkan material material yang dikandungnya. Menjadikan material yang terbawa angin terpental kemana mana.
Salah satu material yang meluncur dari pusat menghantam tepat ke tempat Blanche Homunculus berdiri.
Homunculus itu pun hancur terhantam kursi jati yang meluncur kencang.
Yuda bergegas mengambil Fairy Poet dari tangan Homunculus rusak dan memberikannya kepada Homunculus lain. Namun saat Yuda akan memulai lagi puisinya tornado itu meledak dan meninggalkan bekas di awan.
Gelombang angin kencang dari meledaknya tornado hampir membuat Yuda terjatuh dari atas sarang burung walet, untungnya dia diselamatkan oleh para Vert Homunculus.
"Kerja bagus hijau dan putih. Seberapa jauh kita berhasil menyanyikan puisinya?" Yuda bertanya pada Vert Homunculus.
"Kami tidak tahu." Jawab kedua Vert Homunculus bersamaan.
Yuda lupa kalau buku puisi Stella itu berwujud astral, yang artinya hanya dia si pengguna sistem yang bisa melihat buku itu.
Yuda memeriksa sisa halaman, ternyata tinggal satu halaman lagi. Yuda pun menyesal karena tidak bisa melindungi Homunculusnya tadi.
Tidak lama kemudian muncul Agen Nostradamus yang mengatakan kalau Yuda sudah berhasil melewati Wave pertama.
[Tornado akan muncul lagi selama awan awan hitam masih berkumpul di atas sana.] Kata agen Nostradamus sambil menghela nafas.
[Ada. Tapi anda tidak akan bisa melakukannya.] Ucap Nostradamus sambil menghela nafas lagi.
Karena tidak menemukan jalan pintas Yuda pun mau tidak mau harus melawan tornado berikutnya dengan cara yang sama. Tapi kali ini Yuda berniat memutar rekaman permainan serulingnya tadi menggunakan Delivery Tower agar dia bisa menghemat tenaga sekaligus melatih diri melawan rasa kantuk yang diakibatkan oleh puisi angin.
Meskipun puisi angin Stella membuatnya tertidur dia tetap akan langsung terbangun saat mendengar suara gemuruh angin saat puisi berhenti dia nyanyikan. Tanpa disadari tertidur dan terbangun secara paksa saat menyanyikan puisi akan membuat otak manusia lelah dan akhirnya mengurangi kemampuan berpikir seseorang.
Inilah tantangan dari Main Quest keempat, selain harus menyelamatkan rumah rumah warga Yuda juga harus menahan beban kantuk berat saat menyanyikan puisi angin.
Wave kedua pun datang. Awan berbentuk spiral turun ke permukaan tanah, kali ini lokasinya berada di dekat rumah Yuda.
Yuda langsung berteleportasi dan sampai ke pekarangan rumahnya. Karena di sekitar rumah Yuda tidak ada bangunan tinggi jadi dia spawn di bawah.
Para Homunculus dan Delivery Tower yang telah terpasang pun ikut berteleportasi bersama Yuda.
Tornadonya sangat dekat mungkin sekitar 600 meter dari rumah Yuda dan ukurannya lebih besar dari tornado pertama.
Yuda merasakan tarikan angin dari tornado itu, dia pun bergegas menyalakan Delivery Tower dan memutar ulang rekaman permainan serulingnya.
Strategi Delivery Tower berhasil, tornado terangkat dari tanah sama seperti saat Yuda yang memainkan serulingnya.
Memanfaatkan kesempatan ini Yuda pun segera masuk ke dalam rumah dan mencari sesuatu yang kiranya bisa membantunya menahan rasa kantuk.
Disaat mencari ke dapur dia menemukan rempah rempah yang tersisa dari masakan ibu tadi siang.
Yuda memanggil salah satu Vert Homunculus ke dapur dan menyuruhnya memasak sambal super pedas.
...
< Chapter Selanjutnya ( Legion Homunculus ) >
Hari ini chapternya lebih dikit karena besok hari senin hehee...
....................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
Moral (25/40)
__ADS_1
Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
Kekuatan (200/200)
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
Kecerdasan (110/300)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
• Kuas dan Kanvas
• Seruling Fairy Poet
• Nebula Eye
• Delivery Tower
• Blanc Homunculus
• Vert Homunculus
• Liquid Doll
• Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'
< Tiket emas (2) >
.......................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1