Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 35 | Jagoan Ilmu Hitam


__ADS_3

-POV Yuda-


"Ngomong apaan lu-"


Langsung saja kupiting Lauroe gadungan itu.


"Ngapain lu bangs-" (Lauroe)


"oya, gak boleh ngomong kasar di hutan." (Lauroe)


"Mengakulah! Kau hantu yang menyamar jadi Lauroe kan?!" (Yuda)


"Gua manusia bangs-"


"Gua manusia! Yang nyamar jadi gue dia tuh!"


Si muka rusak itu kabur meninggalkan Frederica saat aku dan Lauroe terlibat kesalahpahaman.


Saat sudah jauh si muka rusak itu menebarkan serbuk ke udara.



Serangan seperti apa yang dimaksud Sistem.


Aku menoleh ke Lauroe dan tetua desa, dan aku terkejut melihat mereka meronta ronta tidak jelas seperti orang yang sedang kesurupan.


[Debu yang tadi ditaburkan adalah debu keramat yang dapat menyebabkan halusinasi berat pada orang yang menghirupnya] Agen Nostradamus muncul lagi untuk membantu.


"Lalu bagaimana cara menyadarkan mereka dari halusinasi itu? Untunglah aku tidak terkena."


-Di alam bawah sadar Lauroe-


"Kok tiba tiba gua di rumah?"


"Apa gua pingsan di piting sama si kuda nil?"


"Loh..."


Lauroe melihat kenangannya di masa lalu bersama ibunya.


Di luar rumah ibunya sangat menyayangi Lauroe. Tapi saat di dalam rumah, ibunya menjadi cuek dan tidak peduli.


Ibunya Lauroe adalah seorang selegram mata duitan yang bersih di depan kamera namun kotor di belakangnya.


Dia sering mengacuhkan kedua anaknya dan hanya menyayangi mereka jika itu demi konten.


Itulah yang dilihat Lauroe saat ini. Kenangan konten pertama dia dan adiknya bersama ibunya.


Mukbang gurita pedas.


Lauroe tidak curiga sedikitpun kalau dia saat ini sedang berhalusinasi, dan raganya tengah kesurupan.


"Kalau enggak salah habis ini mata gua kecipratan sambal. Rasanya perih banget..."


Saat menyuap makanan ke mulutnya, tidak sengaja sambal terciprat ke mata Lauroe kecil.


Sambal membuat matanya terasa terbakar. Lauroe kecil pun menangis.


Deg!


Lauroe yang asli ikut merasakan sakit dari melihat kejadian di masa lalu itu.


Mata kanan Lauroe terbakar. Dia berteriak kesakitan, lalu dia melihat bola matanya jatuh ke kakinya.


"Sakiiitt...!!! Ini mimpi buruk!!"


Tiba tiba sang ibu dalam ingatan mengarahkan kamera ponsel ke Lauroe asli.


"Lauroe anak ibu luka? Senyum dulu ke kamera ya!"


Jrash, jrash, jrash.


Suara seperti tetes air hujan terdengar setiap kali lampu flash kamera menyala.


Lalu yang muak berusaha membangunkan dirinya sendiri.


Namun segera halusinasi berganti menunjukkan situasi banjir bandang yang terjadi belasan tahun silam di kampung halaman Lauroe.


Bola mata Lauroe hanyut terbawa aliran banjir, rasa sakit nya telah mereda namun hatinya mulai ketakutan.


Bencana banjir ini adalah titik balik di hidup Lauroe tentang hubungannya dengan ibunya.


Saat itu Lauroe kecil berhasil menangkap adiknya yang terseret arus banjir.


Namun naas, mereka tidak berhasil menepi ke jalanan yang lebih tinggi, alhasil dia dan adiknya 'Lena' harus berpegangan di tiang listrik.


Ibu mereka ada di trotoar yang lebih tinggi.


Lauroe kecil percaya walaupun ibunya selalu acuh, tidak mungkin ibunya akan membiarkan anak anaknya mati.


Keyakinan Lauroe itu benar. Karena sang ibu tidak membiarkan anak anaknya mati, melainkan hanya membiarkan satu anaknya mati.


Ibunya menolong anaknya Lena (Adik Lauroe) tapi malah membiarkan Lauroe tetap berpegangan di tiang listrik.


Sebelum meninggalkan Lauroe sang ibu berpesan.


"Bertahanlah disitu, tim penyelamat akan datang menyelamatkanmu."


Mendengar kata kata itu Lauroe kecil terdiam. Hatinya dipenuhi kekecewaan dan kesedihan.


Lauroe asli yang menyaksikan ingatan ini pun kembali mengingat sosok ibunya yang telah lama pergi dari hidupnya.


Sebelum ingatan itu berlanjut, Yuda berhasil menyadarkan Lauroe dari kesurupannya dengan cara menceburkannya ke sungai dangkal.


Blubp.. blup.. blup..


"Uhuk..! uhuk..!" (Lauroe)


"Pinter banget lu maen nyeburin gua ke sungai." Protes Lauroe padaku.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi. Kau bertingkah seperti aing maung, jadi aku ceburkan saja kau, supaya setannya ikut tenggelam." (Yuda)


"Lagipula badanmu bau, kau tidak mandi sebelum mengejar kesini?" (Yuda)


Pak Tetua desa juga sudah sadar setelah aku cipratkan air. Aku jadi merasa sedikit bersalah pada Lauroe. Cuma Sedikit.



"Jangan ditanggapi serius Sistem, Aku kan cuma bercanda."


Memperoleh kembali 4 poin moral tidaklah sulit.


"Lu berhasil nangkep orang jelek itu?" (Lauroe)


"Yah, dia sempoyongan pas lari jadi bisa aku tangkap." (Yuda)


Aku berhasil menangkap orang berwajah rusak itu berkat Lauroe yang membuatnya terluka.


Sekarang masalahnya ada pada Frederica. Kami harus menyelamatkan 3 orang lagi. Nadia, Yulia, Hana yang kemungkinan besar disekap di rumah dukun hutan.


Tapi di sisi lain kami harus menolong Frederica yang sekarat karena muntah darah tanpa henti.


Kedua orang di depanku ini tidak tahu kondisi Frederica, jadi aku beritahu mereka.


"Jadi saya minta tolong pada kalian untuk menjaga Frederica. Biar saya sendiri yang pergi ke rumah dukun itu."


"Saya punya ajian yang cukup kuat untuk mengalahkan dukun dan anak buahnya."


Aku berusaha meyakinkan Lauroe dan tetua desa dengan kebohongan. Tapi Lauroe malah marah besar padaku.


"Udah gua duga lu punya ajian! Lu tiba tiba jadi kuat, sampai bisa ngalahin gua si jagoan silat di atas ring!" (Lauroe)


"Kita bahas itu nanti aja Roe. Intinya kau setuju tidak untuk menjaga Mengantar Frederica kembali ke kemah?" Tanyaku.


Tiba tiba datang serangan kejutan.


Ranting pohon patah beterbangan ke arah kami.


Kami menunduk untuk menghindarinya. Tidak lama kemudian, batu batu sungai yang keras melayang dan menghujam kami.


Rasanya seperti dirajam. Lauroe menarikku ke dalam sungai untuk menyelamatkan diri dari serangan ilmu gaib yang brutal itu.


Tidak mungkin untuk bersembunyi terus di bawah air, apalagi Frederica dan si muka rusak itu masih berada di atas sungai.


Aku naik ke permukaan sungai, lalu kutangkis semua batu batu dan ranting yang menghujamku.


Skill Reading The Wind benar benar main disini.


Bagian terburuknya aku tidak tahu dimana musuhku berada.


Aku berhasil mencapai Frederica. Lalu kubawa dia berlindung di celah batu sungai yang besar cukup besar.


"Trik 'Bunker Teraman'."


"Buat batu sungai ini menjadi tempat berlindung paling aman disini!"




Frederica sudah kuamankan, sekarang tinggal menunggu serangan ini berhenti.


Serangan batu sungai pun berhenti.


Musuhku menunjukkan diri. Bersama dengan puluhan dedemit aneka rupa di belakangnya membuat sang Main Villain terlihat sangat mengintimidasi.


Mbah Ghoib yang disebutkan oleh Sistem menyerang kami secara langsung.


"Itu dia orangnya. Pusaka Santet ke 6 ada di pinggangnya." Ucap tetua desa.


Di pinggang Mbah Ghoib tergantung seutas tali berwarna ungu.


Jika aku mendapatkan pusaka yang ke 6 itu maka progres Main Quest Ketiga akan maju setengahnya.


"Sial. Apa yang aku pikirkan? Harusnya aku memikirkan keselamatan Hana dan yang lainnya, bukannya malah memikirkan Quest."


"Kamu, anak yang berbadan subur. Kamu punya ajian kan?"


"Kalau kamu mau teman teman perempuan kamu saya bebaskan, maka serahkan ajian kamu kepada saya."


Dukun itu menginginkan Miracle Sistem. Aku bukan orang bodoh yang akan menyerahkan senjataku saat diancam.


Meskipun dia menggunakan sandera bukan berarti aku akan takut dan menyerah.


sesosok penampakan yang mengerikan wanita merah berambut panjang muncul di sampingku.


Itu adalah Kuntilanak Merah. Tapi makhluk itu langsung hilang setelah aku tebas satu kali.


"Rupanya Kuntilanak Merah itu tidak sekuat si dedemit wanita berduri." (Yuda)


"Darimana kamu belajar ajian yang bisa melenyapkan makhluk halus seperti itu?" Tanya si dukun lagi.


"Aku tidak akan memberitahumu. Untuk apa aku bersikap ramah kepada penculik sepertimu!"


"Trik Keris Menghilang!"


Aku bunuh dedemit yang ada di samping dukun itu. Lalu aku bunuh yang lainnya, hingga para dedemit itu kabur meninggalkan Mbah Ghoib.


"Ya sudah, kalau kamu gak mau ngasih baik baik. Biar saya ambil sendiri ilmu kamu."


Dedemit Raksasa muncul di depan si dukun. Ini adalah harimau putih yang aku lihat tepat sebelum hana dan yang lainnya menghilang.


"Kamu ingat siluman ini? Dia yang berhasil mengelabui kamu waktu itu." Kata si dukun dengan penuh percaya diri kalau siluman harimau putih itu akan bisa membodohiku lagi.


"Tetap di belakang saya, pak tetua desa."


"Kau juga Lauroe. Pencak Silatmu tidak akan berguna melawan makhluk halus."


Disaat aku akan melawan harimau putih itu muncul siluman lainnya di belakangku.

__ADS_1


Kali ini adalah siluman milik tetua desa yang bentuknya seekor kera putih raksasa.


"Mundur nak, biar bapak yang melawannya."


Kera putih Tetua Desa melawan harimau putih Mbah Ghoib.


Kedua siluman putih itu mengeluarkan aura yang mengintimidasi.


Hawa udara di sekitar tetua desa jadi sangat dingin dikarenakan kekuatan si kera putih yang dapat mengeluarkan air dari telapak tangannya.


Hal sebaliknya terjadi di sekitar Mbah Ghoib. Udara jadi panas, dan si harimau putih mengeluarkan api dari mulutnya seperti seekor naga.


"Ayo kita lihat, diantara kita siapa jagoan ilmu hitam yang sebenarnya." Ucap si dukun angkuh.


...



.......................................................................................




Moral (79)




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 7 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)



Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)



• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)



Bakat :



• Bela Diri | Aikido -Advance-


(Teknik Dasar) (Teknik Lanjutan)


• Penyanyi Pop | Suara Emas -Advance-


• Pemburu | Mata Pembaca Angin - Advance-


(auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• Pesulap | Manipulasi Realita -Advance-



• sepatu mistis


• selimut sutra


• emas hitam peretas


• hoodie anti terkejut


• lidah suci


• Taring Reog Hijau


• Awan Hitam



....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


....................................................................................

__ADS_1


__ADS_2