
Hari pertamaku ke sekolah sebagai anggota KPS. Sekolah terlihat seperti kapal pecah. Perundung terjadi di sana sini.
Dulu prestasi adalah power system sekaligus pembeda hierarki yang mutlak. Anak anak lemah bisa merundung anak yang kuat dengan dukungan kasta prestasi. Setelah kasta itu menghilang anak anak itu tidak memiliki perlindungan lagi.
Alhasil mereka menjadi bulan bulanan orang yang dahulu mereka rundung. Memang ironis.
Tadi aku bertemu Hana di depan gerbang, tapi aku memutuskan untuk tidak berjalan bersamanya karena takut anak anak nakal menyerangnya.
Sekarang semua orang kembali memandangku sebagai musuh, ini gara gara dasi KPS ini.
Aku tidak memperdulikan mereka dan langsung masuk ke kelas. Barulah saat jam pelajaran pertama shift ku dimulai.
Aku dan Lauroe disuruh berpatroli keliling sekolah untuk memastikan tidak ada yang melanggar aturan baru sekolah.
Di kantin aku menemukan 2 siswi yang sedang berkelahi. Menurut peraturan KPS, anggota diharuskan menegur baik baik terlebih dahulu sampai tiga kali.
"Imej kalian bisa turun kalau berkelahi disini, mba mba." Kataku sambil memberi jarak diantara mereka.
Seorang penonton memberitahuku perkara perkelahian mereka, katanya karena si A mematahkan rokok milik si B.
Aku terkejut mengetahui ada siswi yang membawa rokok. Segera aku seret dia ke ruang bk.
Di tengah jalan setelah mengantar siswi itu aku melihat pemandangan yang aneh. Dimana ada seorang siswa laki laki yang digendong di bahu oleh siswa lain yang berbadan kekar. Dia juga dikawal oleh banyak siswa lainnya.
Saat aku tanya pada rombongan itu mereka menjawab kalau mereka adalah para siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar dari SMK Teknologi Elit.
Aku sangat terkejut. SMK Teknologi Elit adalah sekolah terbaik di negara ini. Mengapa mereka mengirimkan siswa siswa mereka ke SMK 7 Harapan yang buruk ini.
"Kok bisa siswa sekolah terbaik datang ke sekolah terburuk?" Tanyaku penuh rasa penasaran.
Sebelumnya Bos Awan, sekarang siswa sekolah terbaik, tidak aku sangka pertukaran pelajar akan seunik ini.
"Jangan menghina sekolah. Meskipun tidak sebagus sekolah lainnya disini tetaplah tempat untuk menimba ilmu."
Aku mendongak untuk menatap mata anak yang berbicara. Seperti yang kalian dengar, dia bicara menggunakan bahasa Indonesia baku, bukan bahasa gaul.
Anak itu turun dari bahu temannya lalu memperkenalkan dirinya padaku.
"Aku Arqan Kencana, menentang argumenmu tentang sekolah yang buruk."
Karena tidak ingin membuat keributan dengan siswa sekolah lain, plus hari ini adalah hari pertamaku sebagai pendisiplin siswa, aku memutuskan untuk mengalah lalu meminta maaf.
"Maaf, aku cuma asal bicara."
"Kenapa kau digendong oleh temanmu?" (Yuda)
"Tadi ada anak barbar yang melemparkan sapu padaku. Jadi mereka menggendong untuk melindungiku." (Arqan)
"Oh begitu, dimana kelas anak anak itu? aku akan menghukum mereka. Aku anggota Komite Pendisiplinan Siswa."
Tiba tiba aku melihat Nadia sedang dirundung oleh siswi siswi jurusan farmasi melalui Observerku. Aku pun segera berlari ke toilet khusus perempuan.
Aku tendang pintu masuk toilet yang dikunci dari dalam, lalu aku dapati Nadia dalam keadaan basah kuyup.
"Heh! Apa yang kalian lakukan!?"
Ingin sekali aku menampar ****** ini satu persatu.
"Kalian yang merundung ikut aku sekarang juga ke BK!"
Namun mereka berdalih tidak melakukannya.
"Kita gak ngerundung kok. Kata siapa kita lagi ngerundung?"
"Kita disini buat benerin make up. Terus lu ngapain masuk ke wc cewek?"
"Jangan jangan lu mau ngintip ya!"
Anak anak ini malah Playing Victim. Hal yang biasa dilakukan oleh pembully yang berpengalaman seperti mereka.
Mereka mencari kesalahan orang sambil menutupi kesalahan dirinya sendiri.
"Tidak usah Playing Victim! Aku jelas jelas mendengar Nadia berteriak saat lewat di depan!"
"Katakan saja Nadia, mereka merundungmu kan? Jangan takut, temanmu ada disini."
"Tidak kok, mereka tidak merundung. Tadi aku tergelincir makanya jadi basah begi-"
Aku membungkam mulut Nadia. Kebohongannya membuat hatiku sakit, karena padahal aku temannya dan bisa menolongnya.
"Jangan berbohong pada teman." Kataku lembut pada Nadia.
"Kalian semua ikut aku ke bk! Mau jalan sendiri atau aku seret?"
__ADS_1
Nada tinggiku berhasil menakuti mereka. Setelah itu aku bertemu dengan Arqan lagi dan rombongan gigachad nya.
"Maaf, bisakah kalian tidak bepergian bersama. Rombongan kalian menutupi jalan. Selain itu, sebenarnya kau mau kemana Arqan?"
Aku berkata dengan lembut. Arqan tampak malu.
"Maaf... tolong kalian berhenti mengikutiku." Kata Arqan.
"Kalian kembalilah ke kelas biar aku yang menemaninya."
Seorang siswa berbadan tinggi besar maju ke depan. Aku heran kenapa anak anak sekolah bisa punya badan se atletis itu. Malah terlalu atletis.
Tidak banyak kejadian menarik hari ini. Perundungan itu sudah biasa terjadi.
Malam harinya aku memanggil para J Homun. Setelah memasang kubah Silence, aku memulai Briefing untuk mengetahui hal apa saja yang mereka lakukan hari ini. Tiga diantara mereka sudah dikontrak sebagai guru les.
Hal ini membuatku cukup khawatir karena ketiga J Homun yang dikontrak itu aku setting sebagai wanita yang berpenampilan menarik, jadi aku khawatir si pelanggan melakukan hal yang tidak senonoh kepada mereka.
Tapi dari penuturan mereka ternyata tidak terjadi apa apa. Aku menghela napas lega.
...
Keesokan harinya, saat aku bertugas sebagai anggota KPS aku mengejar anak anak nakal sampai ke gang belakang sekolah.
Tidak aku sangka ternyata mereka sengaja melarikan diri ke situ untuk menggiringku ke tempat sunyi. Bukan hanya aku, Pandu dan Lauroe juga digiring dengan cara yang sama.
Harus aku akui akting mereka saat berlari sangat natural, tiga anggota KPS berhasil mereka giring kesini.
Aku dan Pandu saling menatap, tidak perlu ditanya sudah jelas tujuan mereka melakukan ini. Kayu dan batu yang mereka pegang memperlihatkan motif mereka.
Aku beri mereka peringatan untuk tidak menyerang anggota KPS tapi tidak digubris. Alhasil kami memulai pagi ini dengan senam yang tidak ramah.
Lauroe menghindari ayunan kayu dan lemparan batu dengan baik. Aku heran darimana dia belajar keterampilan bertarung seperti itu. Kalau Pandu jelas dari Abang Tegar, kalau aku dari Sistem, lantas dia dari siapa?
Tidak butuh waktu lama bagi kami untuk membuat mereka meringkuk di tanah. Aku bertanya ke Lauroe dari siapa dia belajar bertarung seperti itu.
"Apa urusan lu?"
Seperti biasa, dia susah didekati kalau tanpa uang. Aku menebak nebak, hanya ada satu orang yang terlintas di kepalaku. Orang itu tidak lain adalah Kak Amira. Alasannya karena Kak Amira adalah ketua Klub Silat.
"Apa kau belajar dari Kak Amira?"
Lauroe menyanggah dengan suara lalu mendorongku. Tentu saja aku tidak terdorong.
Meski penasaran aku tidak bisa mengurik lebih dalam tentangnya.
Hari ini juga aku diam diam datang ke kelas Multimedia untuk melihat J Homun hari pertama J Homun bekerja.
J Homun yang jadi guru di sekolahku, kuberi nama Silla. Dia jadi guru yang temperamen sesuai karakter yang aku setting padanya. Biar Bima merasakan bagaimana rasanya diajari guru yang galak.
Bel istirahat kedua berbunyi, aku tidak tahu mau melakukan apa, rasanya bosan sekali, lalu aku bertemu dengan Lauroe.
Entah kesambet atau apa. Dia tiba tiba duduk di depanku.
"Gue mau ngomong perihal si Awan." Katanya sambil menyilangkan kaki.
"Kenapa dengannya?"
"Kemarin Awan menembak Mithia Hana."
"Uhhuk!" Jus yang aku minum mengalir kembali ke gigiku.
"Apa!!"
"Lebih ngagetinnya lagi, Hana menolaknya, tapi dia malah bilang begini."
"Maaf, aku sudah punya pacar. Pacarku adalah ketua Klub Pemanah."
Hana menyebutku sebagai pacarnya kepada Bos Awan. Gawat, kalau dugaanku benar pasti sebentar lagi...
Bos Awan ada di sampingku. Dia menggenggam pemantik api di tangan kanannya.
Pasti sebentar lagi Awan akan muncul di hadapanku.
"Ketua Klub Pemanah, bisa kita ngobrol sebentar?"
...
- Catatan Penulis -
Mohon maaf banget buat para pembaca.
Novel ini akan libur selama satu minggu, dikarenakan author ada ujian akhir semester.
__ADS_1
Jadi saya mau fokus sama ujian dulu, dan nuntasin semua tugas tugas kuliah biar bisa nulis novel dengan tenang lagi.
Karena jujur saya kurang puas dengan pekerjaan saya belakangan ini. Jadi saya mau istirahat sejenak sebelum lanjut ke arc yang lebih gelap.
Oke see you later 😁😉
...
< Chapter Selanjutnya [ Otak dan Otot ] >
....................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >
.
< 1. Moral (74/40) >
.
< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/50 ) Awaken
.
< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken
• Kecepatan (115/115) Awaken
• Pertahanan (190/190) Awaken
• Stamina (215/300) Awaken
• Mentalitas (100/150) Awaken
.
< 4. Kecerdasan (210/400) > Awaken
3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
.
< 5. Bakat ( 5/100 ) >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
• Koki | Food Traveler - Advance -
• Isi Sendiri
< Uang Saku [ Rahasia ] >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi )
< Tiket emas + 3 >
< Special Massal Product >
- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (2) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -
..........................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1