
Melanjutkan kisah Nostradamus yang mengejar anggota organisasi pembunuh. Kini tinggal Terror Bell seorang yang belum dia temukan.
....................................................................................
Terror Bell ditemukan sedang bersenang senang di rumah prostitusi.
Itu adalah tempat yang tidak bisa dijangkau polisi berseragam, tetapi bisa dijangkau jika mereka melepaskan seragamnya.
Nostradamus memandang jijik ke tempat itu. Karenanya dia menarik Terror Bell dengan sihirnya.
Dia membuka worm hole yang langsung terhubung ke belakang Terror Bell yang sedang menikmati kue apem.
Dengan sekali memasukkan tangan, dia menjambak lalu menarik Terror Bell keluar dari tempat penuh bau pesing itu.
Sesuai janjinya dengan Sistem. Dia mengganti pakaiannya sebelum mengeksekusi Terror Bell. Baju yang dia pilih adalah baju algojo abad pertengahan.
Nostradamus menginjak jakun Terror Bell lalu dengan brutalnya dia menyalakan api di ujung kuku kaki korbannya.
Sebelum memperbesar nyala api itu, Nostradamus terlebih dahulu menerbangkan korbannya hingga lebih tinggi dari semua bangunan yang ada disana. Tujuannya agar tidak ada yang bisa menjangkau untuk menyelamatkannya alias mengganggu proses eksekusi.
Terror Bell pun berubah menjadi manusia obor. Setelah itu dia ditemukan di tong sampah dalam keadaan sudah jadi daging bakar.
"Akhirnya beres juga. Besok kebijakan lockdown sudah bisa ditanggalkan." Ucap Nostradamus sembari membasuh tangan di toilet umum.
Dengan tertangkapnya Natalie dan Dancing Hatchet, lalu ditemukannya mayat Terror Bell, pemerintah bisa melonggarkan nafas. Walaupun masih banyak anggota organisasi pembunuh yang belum tertangkap, setidaknya tertangkapnya tersangka utama bisa melonggarkan kebijakan lockdown yang mencekik masyarakat.
Organisasi pembunuh pun bubar secara tidak resmi.
...***...
Sebelas hari kemudian Yuda pulang dari rumah sakit. Dia dijemput dengan mobil oleh ibunya yang sudah mahir menyetir.
POV YUDA
"Tumben Ibu yang nyetir, pak Ahmad kemana?" (Yuda)
"Pak Ahmad izin gak masuk hari ini, katanya istrinya lahiran."
Pak Ahmad adalah Homunculus Merah yang sempat ditangkap oleh Nameless.
Bodoh!kenapa dia berbohong seperti itu. Bahaya kalau Ibu sampai ingin bertemu dengan anaknya.
Aku harus cepat cepat mengalihkan pembicaraan.
"Bu, tau tidak, aku dan Frederica sudah jadian lo."
Ibu menyetop mobil mendadak. Kepalaku terbentur kursi supir. Lalu Ibu berbalik melototiku dengan tatapan yang menyeramkan.
"Kita ke rumah sekarang!" Ucap Ibu dengan tegas. Menaikkan kecepatan mobil.
Sepanjang jalan aku berdoa untuk keselamatan kami. Karena Ibu yang baru mahir mengendarai mobil ini berani pasang kecepatan tinggi.
Adrenalinku semakin meningkat saat Ibu membawa mobil ke jalan tol.
Aku tidak tahu apa masalahnya. Hingga saat sampai di rumah aku melihat baleho besar terpasang di atas pintu masuk rumahku.
"Home coming for Yudistira!"
Rasa tegangku berubah jadi gelak tawa saat melihat tulisan di baleho itu. Namun kelucuan itu tidak berlangsung lama.
"Buruan masuk rumah!" Panggil Ibu dengan suara datar.
Saat masuk aku melihat nasi tumpeng yang sangat tinggi di atas meja santai.
Jangan jangan...
"Teman teman... kalian membuat nasi tumpeng untuk selamatan kepulanganku?!" Tanyaku penuh haru.
"Enggak tuh." Jawab Pandu dengan dingin.
"Hari ini ulang tahun Nadia. Karena hari ini lu juga pulang dari rumah sakit, jadi sekalian aja kita rayain di rumah lu." Jawab Pandu.
"Hari ini bintang utamanya Nadia. Lu jadi nomor dua dulu Yud." Sambung Yulia.
"Lahhh..." (Yuda)
Ya sudahlah kalau syukurannya bukan untukku. Tapi masalahnya karena tidak ada yang memberitahuku kalau hari ini Nadia ulang tahun, jadinya aku tidak membawa kado.
"Lu gak kasih hadiah Yud?" Tanya Pandu, dia mencuri lauk yang ada di piringku.
Semua yang ada disini tahu aku baru keluar dari rumah sakit. Jadi wajar kalau aku tidak menyiapkan hadiah.
Pandu bertanya seperti itu hanya untuk bercanda. Tapi Frederica menepis jawabanku dan memberikan hadiah lain yang dia bawa kepadaku.
"Yudistira baru keluar dari rumah sakit. Jadi wajar aja dia gak bawa hadiah."
"Jangan memojokkannya begitu Pandu!" Frederica memarahi Pandu.
"Canda Fred! Yang lain juga dah tahu Yuda gak bawa hadiah." (Pandu)
"Kebetulan aku bawa dua hadiah. Kau boleh memakai hadiahku Yud." Ucap Frederica dengan ramah.
"Makasih, nanti akan aku ganti uangnya." (Yuda)
"Tidak usah, hahahaa..." (Frederica)
Walaupun Nadia yang berulang tahun, tetap aku yang jadi bintangnya. Mereka terus menanyaiku bagaimana cara aku menemukan markas organisasi pembunuh yang pertama.
Aku menjawab dengan kebohongan seadanya. Mereka pun langsung percaya dan tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, tidak seperti para wartawan yang bertanya sampai ke lubang cacing.
Ibu mengetuk gelas kaca dengan sendok.
[Ting~ ting~ ting~] Suara getukannya.
"Minta perhatiannya anak anak. Hari ini tante mau ngasih tahu sesuatu." Ucap Ibu.
"Ngasih tahu apa tuh tan?" Tanya Yulia.
"Yudistira ternyata sudah pacaran dengan Frederica."
Aku sudah duga Ibu akan membeberkan hal itu. Aku penasaran dengan reaksi Hana, dia pernah memiliki perasaan padaku saat Main Quest keempat.
Hana tercengang dengan mulut menganga, sendok di mulut Yulia terhenti, kue yang dipegang Nadia tergelincir.
Frederica tertunduk malu. Sementara aku... Pandu mengipas wajahku "Panas ya Yud? Kok muka lu merah kek gitu." Pandu sedang sarkas. Dia orang pertama yang aku beritahu soal hubunganku dengan Frederica, tepat sebelum Main Quest ketujuh dimulai.
"Kalian sudah jalan berapa lama?" Tanya Ibu lagi.
"Emm, dua puluh enam hari, iya gak sih Frederica...?" Tanyaku tergagap gagap.
"Hampir satu bulan." Jawab Frederica sambil masih tertunduk malu.
"Sebelum dianjutin Ibu pengen tanya sama kamu."
Ibu mendekat kepadaku.
"Apa aja yang udah kamu lakuin?" Tanya Ibu penuh selidik.
"Yuda gak ngelakuin yang aneh aneh sama dia kok bu. Kami mulai pacaran setelah menang olimpiade. Sampai sekarang kami bahkan enggak pernah jalan pegangan tangan." (Yuda)
"Hmm... Ibu antara bangga sama kecewa sama kamu Yuda. Bangga karena kamu gak ngikutin gaya pacaran anak zaman sekarang yang merusak diri. Dan kecewa karena kamu gak ngasih tahu Ibu berita besar ini." (Ibu Nia)
"Jadi Ibu merestui hub-"
Ucapanku terpotong saat pak Satpam masuk ke rumah.
__ADS_1
"Maaf mengganggu Bu. Mba Frederica dicari sama orang tuanya. Katanya mereka khawatir Mba Frederica pergi gak bilang bilang." (Pak Satpam)
"Pas banget! Suruh mereka masuk pak!"
Ibu menjemput orang tua Frederica. Aku terkejut saat tahu Ibuku dan Ibunya Frederica ternyata saling kenal.
Semenjak kaya raya, Ibu diam diam memiliki teman rahasia. Salah satunya adalah Ibu Frederica, atau panggil saja Tante Hollan.
Lebih lucu lagi hubungan Ibu dan tante Hollan sebagai teman lebih dekat ketimbang hubungan kekasih kami.
...
"Eh Yud, ada apa nih?" Tanya Pandu yang kaget saat melihat kedua ibu ibu itu tiba tiba ingin berbicara empat mata di kamar.
Pandu berbisik padaku "Jangan jangan lu mau dijodohin sama Fredy."
"Jangan bicara yang tidak tidak." Sanggahku.
"Bisa aja kan. Ini justru bagus Yud! lu gak perlu susah susah cari cewe lagi. Kalo bener lu dijodohin, sebaiknya jangan menolak." (Pandu)
"Frederica itu cewe langka bro. Cantik, baik, lucu, kaya, rajin. Lu bakal nyesal kali nolak dia." (Pandu)
"Tapi... dia mau tidak denganku..??" (Yuda)
"Siapa yang nembak duluan?" (Pandu)
"Dia." (Yuda)
Pandu menampar pundakku.
"Berarti dia pasti mau sama lo..!!" (Pandu)
Yulia menguping pembicaraan Pandu dan Yuda. Dia pun bergegas melakukan hal yang sama ke Frederica.
Yulia berbisik ke Frederica "Fredy, kalo misalnya kamu dijodohin orang tuamu sama Yuda, kamu bakal nolak gak?"
"Gimana ya? aku gak bisa mutusin sekarang. Terlalu mendadak kalau sekarang."
Aku tidak bisa mendengar apa yang Frederica ucapkan ke Yulia, gara gara Pandu berbisik tanpa henti di telingaku.
Beberapa menit kemudian Ibuku dan Ibunya Frederica keluar bersamaan.
Bertunangan setelah perang. Mana mungkin alur seperti itu terjadi. Kalau alur seperti itu sungguh terjadi, kesannya aneh dan memaksa.
"Yuda, Ibu dan Ibunya Frederica sudah memutuskan." (Ibu)
"Mutusin apa bu? jangan bikin Yuda tegang." (Yuda)
"Kamu akan bertunangan dengan Frederica."
"...!!!" (Yuda)
"...!!!" (Frederica)
"...!!!" (Hana)
"...!!!" (Yulia)
"...!!!" (Nadia)
"Yeyy! udah gua bilang kan! lu pasti bakal dijodohin!!" (Pandu)
"Ta-tapi bu... Yuda dan Frederica kan belum setuju!" Aku berusaha menolak. Sebab ini pertunangan yang tidak masuk akal.
Terlalu cepat! Ibu memutuskan terlalu cepat, padahal beliau baru tahu hubunganku hari ini.
Hal yang tidak masuk akal ini pasti berhubungan dengan Sistem.
Aku buka reward Main Quest Ke 9.
< Reward telah dikirimkan >
< Poin Moral +80 >
< Poin Peningkatan Random +50 >
< Uang tunai Rp. 1.000.000.000.000,00 ( Satu Triliun Rupiah ) >
< Tiket Emas +10 >
< Slot bakat +5 >
< Kunci Emas +3 >
< Title [ Golden System User ] didapatkan >
• Memberikan efek \= Anda dapat mengunjungi Semesta Kebaikan setelah kontrak dengan Sistem berakhir
< Hadiah utama \= Pertunangan dengan Frederica >
Pantas saja tiba tiba Ibu ingin aku bertunangan. Mustahil aku bisa menolak karena pertunangan ini adalah hadiah dari Sistem.
"Tapi kenapa kau ingin aku bertunangan Sistem?"
Nostradamus menjawab, [ Biar aku yang jawab. Setiap Kontraktor yang berhasil menyelesaikan 6 dari 10 Main Quest yang ada, akan diberikan 3 kesenangan dunia. ]
[ Harta, tahta, wanita. Harta sudah kami berikan sejak Main Quest Keempat. Tahta anda di masyarakat mulai terbentuk sejak Main Quest Pertama. Dan wanita baru saja kami berikan. ]
[ Title 'Golden System User' adalah bukti bahwa anda mendapatkan profit utama Kontrak. ]
[ Terimalah dia, Kontraktor. Sedari dulu dia mencintai anda dengan tulus. ]
"Lalu bagaimana dengan Hana. Dia juga memiliki perasaan denganku kan?"
[ Mythia Hana tidak cocok dengan anda. Percayalah Frederica Hollan adalah wanita yang terbaik. ]
Seperti biasa Sistem memperbudakku dengan halus. Tapi tidak ada alasan untuk menolak tawaran ini.
[ Pikirkanlah, jika anda membuat janji nikah dengannya dari sekarang, hubungan kalian bisa lebih berkembang. Dan yang paling penting anda bisa menjauhkannya dari pergaulan bebas yang bisa menjeratnya sewaktu waktu. ]
"Tunggu! tunggu! kami kan hanya bertunangan, kenapa aku harus menjaganya sampai segitunya?"
[ Karena gadis itu memiliki tanggung jawab besar. Dia pasti akan menjaga amanah tunangannya. ]
[ Selain itu kami memberikan anda kesempatan untuk mencuri hatinya. Lamar dia dengan cara anda sendiri, jadi kami tidak perlu ikut campur dalam perasaannya. ]
"Memang tidak seharusnya begitu."
Usai berbicara dengan Nostradamus, pandanganku tertuju pada Frederica. Frederica juga memandangku. Tertulis ekspresi bingung di wajahnya.
Kami berdua sama sama bingung.
Aku bertanya kepada kedua senior percintaan di depanku "Sebenarnya tunangan seperti apa yang Ibu maksud?"
"Tunangan pertukaran cincin. Jadi kamu akan menikah nanti saat usiamu sudah cukup." Jawab Ibu.
"Keluarga Hollan memegang tradisi untuk tidak berpacaran. Kami akan langsung menjodohkan anak anak kami. Apabila pihak pasangan setuju, maka kedua belah pihak akan membuat janji suci pernikahan yang akan dilaksanakan saat pasangan sudah cukup umur." Ibunya Frederica menjelaskan lebih detail.
"Saya tahu siapa kamu Yudistira. Menurut saya tidak buruk menjodohkan putri saya dengan kamu." Sambungnya.
"Jangan ditolak b*ngs*t!!" Pandu mengancam di samping telingaku.
"Ini urusanku, kenapa kau yang sewot?!" Aku dorong Pandu menjauh dariku.
"Maaf Bunda. Kalau aku menerima Yuda itu artinya aku tidak boleh melirik laki laki lain kan?" Tanya Frederica penuh selidik.
__ADS_1
"Tentu saja nak."
Hati bisa berubah. Aku yakin itulah yang dipikirkan oleh Frederica. Terlebih lagi usia kami terpaut sangat muda. Bisa jadi kami berpacaran karena kami masih labil.
[ Fisik tidak menentukan kedewasaan hati. Anda memang sedikit labil, tetapi dengan semua pengalaman yang telah anda miliki, tidak butuh waktu lama bagi anda untuk mencapai kedewasaan. ]
"Tidak bisakah kau bicara dengan bahasa yang lebih sederhana Nostradamus?"
[ Maksudku, anda masih sedikit labil karena mau menerima semua quest yang datang. Tetapi anda juga sudah dewasa karena mau berjuang demi reward sistem, dan menghidupi Ibu anda menggunakan uang itu. ]
"Oke."
"Frederica setuju buat bertunangan sama Yuda. Kalo kamu bagaimana Yud?" Tanya Frederica dengan muka berseri. Rasa malunya cepat sekali hilang.
Tidak ada gunanya memperpanjang keraguan ini.
"Enggak ada cewe yang baik dari kamu Frederica. Dulu kamu melindungiku dari Lauroe dan klub silat. Logat Indomu yang kau campur dengan bahasa inggris benar benar lucu waktu itu."
"Yah, aku setuju untuk bertunangan denganmu."
Ibu menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Kapan pertukaran cincinnya?" Tanya Pandu.
"Besok. Akan Ibu carikan cincin couple yang paling cantik." (Bu Nia)
"Frederica, Bunda mau mendiskusikan tempat pertunangan kalian dulu. Kamu jangan keluar rumah dulu ya." (Tante Hollan)
"Iya bu."
...***...
2 hari kemudian, di ruang tamu keluarga Yuda, dihadapan keluarga Yudistira yang terdiri dari aku, Ibu, dan para art serta tenaga pengajar PT IC Yudis, keluarga besar Frederica, teman teman Archer Club, teman teman White Tiger dan Bang Tegar. Proses pertukaran cincin dilaksanakan.
di hadapan semua orang aku dan Frederica bertukar cincin pasangan. Sejatinya acara ini adalah pernikahan yang tertunda.
Aku tidak bisa berhenti berterima kasih kepada tuhan dan Sistem. Karena dengan pertunangan ini aku tidak perlu khawatir hubunganku dengan Frederica akan retak.
Yah, selama aku tidak melirik perempuan lain, aku bebas mau melakukan apapun.
[ Cinta kalian masih sedikit, karena itulah tumbuhan rasa cinta yang besar selama rentang waktu 8 tahun ini. Kalian akan menikah di usia 23 tahun. ]
[ Memang pertunangan ini sedikit memaksa. Tapi percayalah, seperti inilah resepsi yang sehat. Karena dapat membangun rasa saling percaya antara kedua belah pasangan dan keluarga. ]
Pertunangan Yudistira dan Frederica Hollan pun menjadi trending topik di sekolah.
....................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >
< Title [ Golden System User ] didapatkan >
.
< Poin Peningkatan Random +180 >
< Tiket emas +20 >
< Kunci Emas +3 >
.
< 1. Moral (160/40) >
.
< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/50 ) Awaken
.
< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken
• Kecepatan (115/115) Awaken
• Pertahanan (190/190) Awaken
• Stamina (215/300) Awaken
• Mentalitas (100/150) Awaken
.
< 4. Kecerdasan (263/400) >
< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >
• Automatic Blueprint
• ???
• ???
< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >
( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )
.
< 5. Bakat ( 6/100 ) >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
• Koki | Food Traveler - Advance -
• Pengacara | Ahli Menyahut - Advance -
• Isi sendiri (12)
.
< Uang Saku [ Rahasia ] >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan ) ( Alpha Crystal Golem ) ( Cakar Reog Hijau ) ( Mata Reog Hijau ) ( Mirror Armor ) ( Fish Tank )
< Special Massal Product >
- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -
..........................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1