
POV Narator
[ Tring~ Tring~ Tring~ ]
< Selamat! Anda telah menyelesaikan Main Quest Ke 7 >
< Reward telah dikirimkan >
Yudistira menyadari kalau dirinya telah menyelesaikan Main Quest ketujuh, tetapi dia tidak bisa melihat reward nya sekarang karena di depannya tengah berdiri sesosok monster.
Sistem mengabulkan permintaan Yudistira untuk dipindahkan ke pulau kosong, yang jauh dari jangkauan manusia.
Alasan dia membawa Dies Bell ke tempat yang jauh, selain untuk menjauhkannya dari organisasi pembunuh juga agar Yuda bisa menggunakan kekuatan penuh pusaka Cincin Buminya.
"Kau membawaku kemana?" Tanya Dies Bell.
"Aku tidak peduli seperti apapun kau di masa lalu. Yang jelas di masa sekarang kau adalah bagian dari organisasi kriminal yang hampir merenggut nyawa orang tua dan art ku." Tegas Yuda.
Yuda sempat terhenti sejenak karena dia mengira Sistem akan komplain dengan tindakannya.
- POV Yuda -
"Sistem, apa kau mengizinkan aku menghabisi orang ini?" Tanya Yuda penuh harap.
< Dia adalah 'Manusia istimewa' yang salah memilih jalan. >
< Di satu sisi dia menjadi jahat karena lingkungan. >
< Di satu sisi dia tidak pernah melakukan kejahatan, selain dari berhubungan dengan organisasi pembunuh. >
"Jadi kau berharap dia introspeksi diri? Itu konyol Sistem! Walaupun dia orang baik, tetapi dia hampir menghilangkan nyawa seseorang! Dia harus disingkirkan!" Aku memaksa Sistem untuk mengikuti kemauanku menyingkirkan Dies Bell, dalam artian membunuhnya.
< ...Bunuh saja. >
< Kata kata anda benar, orang ini bisa membunuh seseorang kapanpun tanpa diketahui oleh orang lain. >
< Sebagai manusia yang banyak kekurangan kita hanya bisa melakukan hal yang terbaik menurut kita. >
"Apa yang kau renungkan hah?!!"
Dies Bell menunjukku dengan jari tengahnya dan, bwoossh... angin kencang membelah pepohonan jadi dua, lalu membentur tebing batu yang jaraknya cukup jauh di belakangku.
Tebing batu itu berguncang dan lingkaran besar terbentuk disana. Mungkin serangan inilah yang membunuh R Homun waktu itu, tapi sikap jari Dies Bell sebelum mengeluarkannya sedikit berbeda.
[ Kami akan menganalisa skill skill yang dia keluarkan selama pertempuran. Berjuanglah karena ini adalah Main Quest Kedelapan. ]
"Apa??"
Main Quest kedelapan sudah muncul.
< MAIN QUEST KEDELAPAN TELAH MUNCUL >
< Sosok yang sangat berbahaya telah muncul dan mengincar nyawa anda >
< Habisi dia!! Rebut kedamaian anda kembali!! >
Dies Bell terus menspam jentikkan penghancurnya. Dampak serangannya membuat pulau ini berguncang hebat.
Aku terus menghindar. Aku menghindar untuk mencari momen yang tepat untuk menembakkan Drake Breath level 8.
Aku ingin menembakkan Drake Breath ini tepat di depan wajahnya. Karena itu saat melihat celah, saat aku membelakanginya, aku bergegas berlari ke dekatnya.
Saat aku hampir berhasil menembakkan Drake Breath dari jarak dekat, Dies Bell tiba tiba berbalik. Dia menahan tanganku yang akan melepaskan Drake Breath.
Seketika itu juga pembuluh darah di lenganku tercerai berai. Lengan kananku pun buntung terkena jentikannya.
Rasa sakit yang tidak tertahankan sontak membuatku memanggil Heraemiel. Dia adalah salah satu tokoh wanita dalam novel HATS. Dia adalah seorang peri penyembuh.
< Permintaan sedang diproses >
[ Tring~ ]
< Pemanggilan Tokoh 'Heraemiel' berhasil >
< Silahkan buat perjanjian dengannya >
"Yang mulia Heraemiel, tolong lindungi aku selama bertarung melawan pria itu." Pintaku.
"Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Tapi akan aku lakukan. Selain itu, entah mengapa aku merasa harus mendukungmu." Jawab Heraemiel.
Suara Heraemiel menggetarkan hatiku, persis seperti kalimat perkenalannya di dalam novel. 'Suaranya menggetarkan jiwa siapa saja yang mendengarnya'
Heraemiel meniupkan angin dingin. Angin dingin itu membeku di tubuhku lalu membuatkanku lengan baru yang terbuat dari es. Setelah itu esnya mencair dan lenganku pun utuh kembali.
Dies Bell mematung. Pandangannya tertuju pada Heraemiel. Jangan jangan dia tahu siapa Heraemiel.
"Heraemiel!! Mustahil! Kenapa dia bisa ada disini?!! Dan lagi, wujudnya sama persis dengan yang aku ilustrasikan di novel!!"
Mungkinkah Dies Bell adalah penulis novel HATS?
"Aku adalah penulis Novel Hunter and the System. Tidak disangka, ternyata kau adalah penggemarku, Yudistira." Ucap Dies Bell dengan nada bangga.
"Cih..." (Yuda)
Kalau dari awal aku tahu bajingan ini yang menulis novel HATS, aku pasti sudah menghapus buku itu dari perpustakaanku.
"Kau dapat memanggil dedemit berwujud tokoh fantasi. Itu benar benar keren."
"Aku ingin memiliki kekuatanmu..." (Dies Bell)
"Ayo kita bertukar kekuatan..."
__ADS_1
Aki tidak menghiraukan keinginan orang gila itu, dan kembali mengambil posisi untuk menembakkan Drake Breath.
Namun hal diluar dugaan terjadi. Dies Bell tiba tiba saja berada di depanku dengan jari tengahnya mengarah ke dadaku.
Bwoosshhh...!!!
Hampir saja dadaku bolong. Serangan yang kedua itu membuatku cukup trauma untuk menghadapinya lagi.
Dies Bell berbalik menatapku. Entah bagaimana, dia bisa mengetahui dimana aku akan muncul saat berteleportasi.
Namun yang lebih aneh lagi, aku belum mencederainya sedikit pun, padahal aku memiliki pusaka Taring Reog dan Cincin Bumi. Saat melihat Dies Bell pikiranku seakan menjadi picik.
Aku sadar saat ini aku sedang bersikeras untuk menyerangnya dengan Drake Breath level 8. Padahal jika dipikirkan lagi, aku bisa saja menyerangnya dari tadi dengan Taring Reog ditambah skill Magician.
Aku kaget saat mendengar tepukan tangan dari Dies Bell. Semua yang dilakukan pria ini membuatku merinding, tidak terkecuali tepuk tangannya yang tidak jelas maksudnya.
"Aku berhutang budi padamu Yudistira." Ucap Dies Bell sembari membungkuk seperti orang jepang.
"Hutang budi apa??" Tanyaku penasaran.
"Kau sudah mewujudkan mimpiku untuk melihat versi 3 D dari tokoh fiksiku."
Itu hal yang konyol untuk dibahas di tengah pertarungan hidup dan mati. Tapi aku memilih untuk mendengarkan saja ocehannya.
Ini sekaligus memberiku waktu untuk memikirkan rencana B, jikalau Drake Breath ku meleset.
"Sebagai balasannya aku akan memberitahumu ketiga kekuatan yang aku miliki."
Dia mengganti topik ke sesuatu yang menarik. Jadi aku tunda dulu menembakkan Drake Breath.
"Dari lahir aku punya tiga kemampuan bawaan. Yang pertama, Finger of Death. Kemampuan untuk memadatkan angin lalu menembakkannya seperti meriam."
"Yang kedua, Poltergeist. Ini adalah kemampuan yang paling aku banggakan, karena bisa membuat diriku menembus benda padat layaknya hantu. Meski begitu kemampuan ini ada batasan waktunya. Jadi aku tidak bisa bersembunyi dalam dinding selamanya."
"Yang ketiga, Inner Voice. Kemampuan untuk mengendalikan inner voice seseorang. Kalau kau tidak tahu apa itu Inner Voice... Inner Voice adalah dorongan psikologis yang dimiliki manusia. Setiap manusia memiliki 3 Inner Voice."
"Contohnya seperti tadi kau menyerangku. Aku mengunci Inner Adult mu yang membuatmu tidak bisa berpikir rasional. Akibatnya kau bertindak mengikuti Inner Child mu, dan memilih untuk menyerangku dari jarak dekat yang jelas merupakan tindakan bunuh diri."
Ternyata tadi secara tidak sadar aku dikendalikan oleh Dies Bell. Ini berbahaya. Mengingat aku tidak tahu lewat apa Inner Voice nya bisa tersalur padaku.
"Peluangmu untuk menang sangat kecil Yudistira. Harusnya tadi kau memanggil Miguel Salga ketimbang Heraemiel." (Dies Bell)
"Nah sekarang ikut aku dengan tenang. Aku cuma meneliti badanmu, siapa tahu aku bisa menemukan petunjuk asal usul kekuatanku juga." (Dies Bell)
Dies Bell mengulurkan tangannya seolah olah berusaha menjinakkanku.
Tingkahnya membuatku terhina seperti anjing. Disaat itulah aku memerintahkan Heraemiel untuk membawaku terbang tinggi ke atas pulau.
Di atas sini akhirnya aku bisa menembakkan Drake Breath level 8 kepada Dies Bell.
< Peringatan! Anda terlalu dekat dengan daratan! >
< Waktu anda 0,2 detik untuk menjauh >
KRESHH... KRESH...
Gelombang angin yang sangat dahsyat menghantam permukaan pulau. Permukaan pulau Monu terkikis hingga ke bawah garis air, dan pulau Monu pun hilang dari peta dunia.
Aku sendiri selamat karena terbang cukup tinggi. Tepat sebelum benturan terjadi Heraemiel menarikku ke tempat yang lebih tinggi sehingga aku pun selamat.
Sedangkan Dies Bell, mustahil dia bisa selamat dari serangan tadi. Kecuali dia memiliki tingkat keberuntungan yang tidak masuk akal, seperti plot armor yang tebal yang dimiliki Main Villain anime. Maaf aku jadi membahas anime.
Aku meminta Heraemiel untuk terbang lebih rendah untuk mencari jasad Dies Bell.
Lalu aku melihat buih buih di permukaan air yang ternyata buih buih itu berasal dari rongga pernapasan Dies Bell.
Dia benar benar beruntung bisa selamat dari serangan penghancur pulau. Atau mungkin dia lebih sakti dari yang terlihat.
Dies Bell tampak sedang berdoa, lalu sesosok buaya putih besar muncul di sampingnya. Punggung buaya itu dia jadikan pijakan. Sungguh menyedihkan nasib buaya putih itu.
Aku bersama Heraemiel mendekati Dies Bell, lalu aku bertanya padanya, kemampuan apa yang dia gunakan untuk menghindari seranganku. Bisa jadi dia menyembunyikan kemampuan lain.
"Kau bisa menghindari serangan penghancur pulauku. Kemampuan apa yang kau gunakan? Tanyaku.
Dies Bell menjawab tanpa ragu.. "Aku yakin kau pernah mendengarnya. Ini ajian Rawa Rontek. ilmu Kanuragan yang memberikan pemiliknya keabadian." Jelasnya.
"Ahh... kalau serangan sebesar itu datang lagi aku pasti akan mati. Karena tanah sudah tidak ada." Sambungnya.
"Karena itulah aku harus membunuhmu sekarang juga."
Aku kira dia sudah menyerah. Ternyata orang ini lebih tangguh dari yang aku kira.
Karena itulah sekarang saatnya melaksanakan rencana B.
"Kau tidak akan bisa membunuhku, karena hidupmu telah berakhir." Jelasku pada Dies Bell.
Rencana B adalah Delivery Tower. Sebelum menembakkan Drake Breath aku menyalakan Delivery Tower agar Drake Breath terekam dalam Sistem pengiriman.
Jadi jika Dies Bell selamat dari Drake Breath yang pertama aku bisa menembakkan Drake Breath level 8 lagi.
< Drake Breath Level 8 dikirimkan >
< Target pengiriman [ Dies Bell ] >
.....!!!!!!!!!!
Sekali lagi Dies Bell terkena Drake Breath. Permukaan air terdorong hingga ke dasar sehingga air laut tersapu dan membentuk daratan kering selama beberapa detik.
[ Itu strategi yang bagus Kontraktor. ] Puji Nostradamus.
"Apa dia sudah mati??" (Yuda)
__ADS_1
Papan Sistem muncul. Di papan itu Sistem memperlihatkan recording detik detik Dies Bell terkena Drake Breath untuk yang kedua kalinya.
Dies Bell dan buaya putihnya terdorong ke dasar laut dengan kecepatan yang sangat tinggi. Setelah itu Dies Bell langsung menghilang seolah tubuhnya lenyap di telan bumi.
< Meski tidak jelas Dies Bell masih hidup atau tidak, anda tetaplah memenangkan petarungannya. >
< Jadi anda sudah menyelesaikan Main Quest ke 8. >
[ Tring~ Tring~ Tring~ ]
< Selamat! Anda telah menyelesaikan Main Quest ke 8 >
< Reward telah dikirimkan >
[ Dalam satu hari anda menyelesaikan 2 Main Quest sekaligus. Anda harus menulis prestasi cemerlang ini di biografi anda nanti. ] (Nostradamus)
"Entahlah Nostradamus. Sepertinya masalahku dengan organisasi pembunuh tidak akan selesai semudah ini." Ucapku dengan khawatir.
< Memang belum berakhir. Organisasi pembunuh masih ada, dan anda masih harus berbicara dengan Martha. > Sistem berbicara langsung denganku.
< Persiapkan diri anda. >
< Karena anda akan berperang melawan organisasi pembunuh di Main Quest Ke 9. >
- Note dari Author -
Reward Main Quest ke 7 dan ke 8 akan diperlihatkan di Chapter Selanjutnya.
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >
.
< 1. Moral (68/40) >
.
< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/50 ) Awaken
.
< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken
• Kecepatan (115/115) Awaken
• Pertahanan (190/190) Awaken
• Stamina (215/300) Awaken
• Mentalitas (100/150) Awaken
.
< 4. Kecerdasan (263/400) >
< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >
• Automatic Blueprint
• ???
• ???
< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >
( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )
.
< 5. Bakat ( 5/100 ) >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
• Koki | Food Traveler - Advance -
• Isi Sendiri
< Uang Saku [ Rahasia ] >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan )
< Tiket emas + 3 >
< Special Massal Product >
- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -
..........................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................