
Sedikit melanjutkan cerita di chapter spesial sebelumnya.
Setelah dibebaskan oleh Dies Bell Andi diperlakukan dengan baik bahkan diberi tempat tinggal yang layak, walaupun hanya rumah kos kosan, tapi perabotan di dalamnya lengkap.
Andi bahkan diizinkan membawa ayahnya ke rumah itu alias tinggal bersama. Dies Bell juga berjanji akan memberikan lapangan pekerjaan untuk Andi dan ayahnya agar mereka memiliki kehidupan yang lebih baik.
Andi yang menerima perlakuan baik itu lantas curiga dan mempertanyakan alasan Dies Bell begitu baik pada dirinya.
"Saya yakin di dunia ini tidak ada yang gratis. Maaf kak Dies Bell, tapi apa alasan kakak begitu baik padaku?"
Dies Bell yang sedang menulis novel tidak merasa terganggu sedikit pun dengan pertanyaan Andi.
Jawaban yang dia berikan pun tidak mudah dimengerti oleh Andi.
"Aku ingin menulis novel yang diangkat dari kisah nyata, judulnya Kehancuran Pengguna Sistem."
"Aku tidak mengerti, apa hubungannya itu denganku?" (Andi)
"Kau akan tahu nanti. Kalau aku beritahu sekarang tidak akan jadi plotwist." (Dies Bell)
"Terserah Kakak lah." (Andi)
....................................................................................
Kembali ke timeline asli.
Sehari setelah berakhir Main Quest ke 4 yang memporak porandakkan desa Yuda kembali masuk sekolah.
Gerbang sekolah selalu heboh saat Yuda datang. Karena teman teman jurusan farmasinya Pandu alias para White Tiger berbaris memberi hormat seperti orang jepang ketika menyambut orang besar.
Hal ini membuat Yuda semakin disegani di sekolah tapi juga membuat banyak orang jadi waspada dan memusuhinya.
Baru saja masuk kelas Yuda sudah dipanggil ke ruang guru oleh pak Alam, wali kelasnya.
Pak alam memberitahunya kalau jumlah absensinya (Absen tidak masuk) dalam satu semester ini sudah melampaui batas yang diizinkan sekolah.
Hal ini tentu dapat mempengaruhi nilai akhirnya, yang mana absensi mempengaruhi 30% nilai akhir siswa.
Yuda lantas bertanya cara untuk memperbaiki kekurangan nilainya.
Pak Alam memberi satu cara yaitu dengan mengembangkan Archer Club. Setidaknya Archer Club harus memiliki minimal 20 anggota sebelum kenaikan kelas nanti.
Keharusan ini menjadi beban pikiran bagi Yuda karena dia harus mengajak 14 orang lagi untuk bergabung. Akhir akhir ini minat pada olahraga panahan mulai menurun semenjak atlet penahan Indonesia tiba tiba berhenti di tengah jalannya olimpiade internasional.
Yuda meminta saran Yulia dan Hana untuk mengurus masalah ini, karena mereka adalah yang paling aktif di Archer Club.
"Saran gue kita buka lagi pendaftaran klub. Dari dulu banyak siswa yang pengen gabung karena pengen dekatin Frederica." Ucap Yulia.
"Baiklah, Frederica bisa menjadi daya tarik murid laki laki untuk bergabung, sedangkan aku bisa jadi daya tarik untuk murid perempuan." Kata Yuda.
"gua gak bilang begitu..." (Yulia)
Hana sedari tadi membuang muka dari Yuda dan Frederica. Yuda yang melihat itu menunggu nunggu Hana mengeluarkan suaranya. Karena seperti yang kalian ingat pita suara Hana sudah diperbaiki oleh Yuda tepat sebelum Main Quest ke 4 dimulai.
"Teman teman... suaraku bagaimana?" Tanya Hana dengan malu malu.
"Waaahhhh...!!! Hana lu udah sembuh?!" (Yulia)
"Iya... tiba tiba saja aku bisa ngomong sehabis kita pulang dari pantai 2 hari yang lalu." (Hana)
"Aku turut senang Hana." Kata Yuda.
Hana sebenarnya curiga pada Yuda karena Hana sadar kalau minuman yang diberikan Yuda lah penyebab pita suaranya menjadi normal.
Tapi meskipun begitu Hana tidak memiliki niatan sedikit pun untuk menyelidiki, karena dia sudah dibutakan rasa suka.
Yuda memilih kandidat yang baik. Salah satu yang dia pilih untuk bergabung adalah Lauroe. Alasannya karena Yuda ingin orang itu menjadi sekuriti.
"Masa kau mengajak Lauroe bergabung hanya untuk jadi sekuriti." Protes Hana.
"Dia memang jago berkelahi, tapi kau tidak boleh menempatkannya sesuka hati begitu." Ujar Hana.
"Dengerin tuh, Hana aja bisa ngehargain orang." Ketos Yulia.
"Sorry deh."
[Sekarang siapa yang bisa mengajak Lauroe bergabung ke klub?] Tulis Yuda di grup chat.
[Aku bisa, sekarang juga aku akan mengajaknya.] Tulis Frederica.
[Lauroe bilang oke, dia setuju buat gabung.] (Frederica)
[Buset! cepet banget! tau aja yang cantik tu anak...] (Pandu)
[Kau tidak menghasutnya dengan uang kan Frederica?] (Yuda)
[Tidak. Jangan ragukan kemampuanku @Yudistira]
Yuda meminta Pandu untuk mengajak 5 anak jurusan farmasi untuk bergabung.
Dalam sekejap Pandu berhasil membawa 5 anggota baru, sehingga tersisa 8 kursi kosong lagi.
Yuda mengubah ujian masuk klub dengan mengganti pengujinya menjadi Frederica. Strategi ini terbukti ampuh, dalam 1 hari Yuda berhasil memenuhi kekurangan anggotanya. Dia telah berhutang budi dengan teman temannya, berkat mereka nilainya sedikit terselamatkan.
Segera dia menelepon pak Alam.
[Bagus, bagus, sekarang bapak akan persentasi pembagian nilainya. Tapi kamu jangan absen terlalu banyak lagi ya.] (Bapak Alam)
[Baik pak.]
Saat pulang sekolah cewek cewek Archer Club mengikuti Yuda ke rumah Pandu, untuk sekadar menengok keadaan Yuda yang rumahnya tersapu tornado.
Pada hari ini juga Yuda mendapat uang sumbangan yang dikumpulkan osis. Tapi Yuda memutuskan untuk menyumbangkan semua uang itu kepada korban lain yang lebih membutuhkan.
"Untuk apa uang jutaan kalau di dompetku ada uang miliyaran." Gumam Yuda dalam Hati.
Nadia tanpa henti melontarkan pertanyaan yang bersifat umum ditanyakan kepada orang yang terkena musibah.
Yuda menjawab semua pertanyaan itu dengan muka datar. Padahal dalam hatinya dia sedikit senang tornado datang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Pandu, dia terkejut melihat penampakan Martha tengah berdiri berhadapan dengan Pandu.
"Itu si cewek sombong kan!" Muka Yulia berubah masam saat melihat Martha.
Martha sedang memarahi Pandu. Yuda yang melihat itu berpikir, dari sekian banyaknya quest yang muncul tidak pernah ada satupun quest yang mengabulkan harapannya untuk membalas Martha.
Fakta itu membuat Yuda kecewa dan protes kepada Nostradamus.
"Kapan aku bisa membalas perempuan ini? Andi sudah, sekarang aku ingin membalas Martha." Pinta Yuda.
[Apa anda tidak bisa bersabar lebih lama lagi. Kalau begitu lakukan saja sesuka anda.]
Agen Nostradamus memberikan izin, Yuda senang bukan kepalang mendengarnya.
"Terima kasih banyak Agen. Aku berjanji tidak akan melampaui batas." (Yuda)
"Hei, Martha! sedang apa kau sendirian disini?" Yuda berdiri di tengah tengah antara Pandu dan Martha.
Ekspresi Martha saat ini sama dengan ekspresinya saat melihat Yuda berbuat salah dulu.
"Aku tanya kenapa kau disini?" tanya Yuda lagi.
"Gue kesini mencari lu." Jawab Martha dengan tidak menatap mata Yuda dan sambil menyalakan ponsel.
"Ada urusan apa ya?" Tanya Yuda lagi.
"Lu baca aja pengumuman di link yang gue kasih. Pas liat muka lo gua jadi males buat ngomong. Tempat ini juga gak sehat buat gue." Martha menatap Hana lalu pergi.
"Dasar mulut besar." ejek Yuda.
Yuda menggenggam sesuatu di tangannya lalu sesuatu itu dia pindahkan ke dalam tas Martha dengan trik Magiciannya.
"Silahkan masuk nona nona. Aku tinggal sendiri kok." Ajak Pandu.
"Ihh... apaan sih lu, norak banget pake kata nona nona segala." Yulia merusak waktu kesenangan Pandu.
"Bukan lu cicak, yang gue ajak masuk mba mba ini." Pandu menunjuk ke Frederica dan kawan kawan.
"Sudah sudah, jangan berantem mulu, nanti bisa jadi jodoh lo." Kata Nadia sambil cengar cengir.
"Kayanya Yulia memang cocok dengan Pandu." Hana nimblung.
Pandu terkena stun selama beberapa detik ketika mendengar suara Hana untuk pertama kalinya.
"Kok kamu bisa ngomong Hana? kapan kamu berobat?" Tanya Pandu.
"Kita bicaranya di dalam saja yuk." Ajak Yuda.
Mereka semua masuk ke rumah Pandu. Pintu tetap dibuka supaya tidak ada tetangga yang salah paham.
"Pintunya aku buka ya, stay halal." Ucap Pandu.
"Rumahmu luas juga Pandu. Apa ada gudangnya juga?" Tanya Frederica.
"Ada dong. Disini juga ada arena stage ninja warrior bikinan sendiri, mau lihat?" (Pandu)
"Oke deh, aku jadi penasaran." (Frederica)
"Woaahhh... keren banget." Nadia memeriksa setiap seluk beluk stage dengan mata berbinar, tidak lupa dia juga memotret tempat yang keren itu.
"Memotret boleh, tapi jangan disebarkan ya. Stage ini rahasia, cuma gue, abang gue, sama warga sekitar yang tahu." Ucap Pandu.
Nadia mengiyakan permintaan Pandu. Sementara Frederica tertarik dengan sungai kecil di bawah stage.
"Sungainya jernih, bisa nih kita mandi disini." Kata Frederica dengan tujuan menggoda.
"Apa! enggak, enggak, enggak, walaupun bening gua gak mau liat yang begituan." Pandu menolak mentah mentah ide Frederica. Muka sedikit memerah gara gara membayangkan hal itu.
"Bercanda, aku cuma berpikir itu pasti asik."
Yuda mengabaikan teman temannya yang sedang bercanda. Dia sedang sibuk membaca isi pengumuman dari link yang diberi Martha.
Link itu berisi surat edaran tentang kurikulum baru yang akan diterapkan mulai semester depan.
Katanya di semester depan akan diadakan pertukaran pelajar di setiap sekolah. 3 siswa yang terpilih akan mendapat hadiah jika bisa mendapatkan nilai bagus di program pertukaran pelajar itu.
Penerapan kurikulum baru ini akan diresmikan secara langsung oleh menteri pendidikan malam minggu nanti secara daring.
Sebelum peresmian itu dimulai masing masing kelas wajib mengikuti lomba 'Kreativitas Tanpa Batas' yang mana mengharuskan setiap kelas untuk membuat video kreatif yang berisikan semua murid di dalam video tersebut.
Yuda menjadi Bad Mood saat menemukan namanya terpajang di jajaran nama para ketua kelas di slide berikutnya. Karena tugas ketua kelas di SMK Negeri 7 Harapan itu sangat merepotkan dan menumpuk dosa.
"Hei," Pandu menepuk bahu Yuda dengan sedikit kasar.
"Kenapa dari tadi lu diem aja?" Tanya Pandu.
"Aku membaca pengumuman." Jawab Yuda.
Pandu ikut membaca pengumuman di hp Yuda.
"Kayanya merepotkan." Keluh Pandu. Dirinya adalah salah satu ketua kelas jurusan farmasi.
"Bener banget." Keluh Yuda.
Tiba tiba suara langkah kaki yang berat terdengar mendekat dari dapur rumah.
Yuda dan Pandu terkejut saat berbalik mereka melihat Bang Tegar berdiri tegak dengan mata melotot tajam.
"Pandu... Yuda... kalian membawa anak perempuan ke rumah kita...?"
Pandu terkejut karena abangnya itu harusnya tidak akan pulang sampai besok sore. Pandu pun berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya agar Bang Tegar tidak salah paham.
Namun ekspresi Bang Tegar tidak berubah setelah mendengar penjelasan Pandu. Yuda yang segan kepada Bang Tegar pun ikut gemetar.
Setelah itu mereka berdua diseret ke dalam rumah oleh Bang Tegar, dan para cewek disuruh mengikuti mereka.
- New Arc < Maniak Kurikulum Baru > -
...
__ADS_1
< Chapter Selanjutnya (Mengatur Dengan Kekuatan) >
Seperti biasa guys, waktunya masuk ke arc jembatan alias arc penghubung sebelum masuk ke arc Main Quest.
Di arc ini juga Martha salah satu antagonis yang kurang disorot akan mendapatkan panggung dan akan dihancurkan oleh Yuda di arc ini juga.
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
Moral (25/40)
Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
Kekuatan (200/200)
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
Kecerdasan (110/300)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
• Seruling Fairy Poet
• Nebula Eye
• Delivery Tower
• Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'
< Tiket emas (2) >
< Special Massal Product >
• Blanche Homunculus
• Vert Homunculus (2)
• Jaune Homunculus (1)
.......................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................