Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 75 | Tidak Bisa Dianalisis < Main Quest Ketujuh [ Complete ] >


__ADS_3

Penyerangan ke markas organisasi pembunuh dan bertemu dengan CEO mereka serta Dies Bell menjadi ingatan buruk yang membekas di hatiku selama berhari hari.


Dies Bell dapat membunuh R Homun dengan satu jentikkan. Ditambah lagi kekuatannya tidak bisa dianalisis oleh Sistem. Kekuatan itu membuatku takut. Benar benar takut.


Tapi aku harus tetap menemuinya. Ya, aku tidak bisa lari dari tanggung jawab ini. Jadi sebelum pergi menantang maut aku meminta beberapa pusaka tempur baru dari Sistem.


"Berikan aku pusaka apapun yang dapat mengcounter ilmu gaib Dies Bell."


[ Bip! ]


< Permintaan ditunda >


< Sistem ingin bicara dengan anda >


"Bicaralah."


< Pusaka yang anda kumpulkan hingga saat ini sudah cukup untuk melawan Dies Bell. Lebih baik anda buat strategi untuk melawannya. Ketimbang meminta pusaka baru yang tentunya butuh waktu untuk menguasai. >


< Coba pikirkan apa yang bisa anda lakukan dengan pusaka Taring Reog, Cincin Bumi, Menara Pengantar, Seruling Penyair Peri, dan lain lain. >


< Semua pusaka itu cukup untuk mengalahkan Dies Bell. >


Aku mengabaikan nasihat dari Sistem dan tidak terima dengan penolakan permintaanku.


"Kenapa.. apa kau mau aku berhadapan muka dengannya? Aku tidak mau tercerai berai seperti R Homun!"


< Kami tidak akan membiarkan anda dibunuh. >


< Selain itu ketakutan yang anda rasakan saat ini adalah hal yang wajar. Jadi jangan anggap diri anda minor hanya karena anda takut. >


"Hah, maksudnya?"


< Dulu saat bertanding dengan Lauroe anda juga ketakutan hingga anda berhasil membantingnya. Sekarang pun sama. Anda tidak perlu khawatir, walau kita tidak tahu kemampuan apa yang dia miliki. Setidaknya kita bisa menganalisis di pertempuran. >


< Kalahkan dia dan tangkap Natalie. Dengan begitu anda akan mendapatkan identitas si klien. >


"Lalu kapan aku boleh menggunakan tiket emasku?"


< Nanti saat anda bertarung melawannya. >


Mengikuti saran dari Sistem aku pun membuat strategi untuk mengalahkan Dies Bell.


Aku kira emosi takut adalah hal yang memalukan untuk ditunjukkan kepada orang lain, hingga aku mendapat pencerahan dari Sistem.


Merasa takut pada sesuatu yang baru itu wajar, tap jangan sampai ketakutan mengalahkan tekad pun untuk melangkah maju.


Walau setakut apapun mau tidak mau aku harus menemui Dies Bell dan kalau perlu memaksanya mengatakan siapa klien yang sebenarnya.


...


Lalu hari pertemuan pun tiba.


Di bawah jembatan gantung Van Den Boss kami bertemu.


Tidak ada kursi maupun tempat duduk, kami hanya berdiri.


< Sistem menunjukkan permusuhan pada sosok Dies Bell >


< Miracle Sistem tidak dapat beresonansi dengan energi Dies Bell >


< Kekuatan milik Dies Bell tidak bisa dianalisis >


Reaksi tidak wajar yang ditunjukkan Sistem membuatku ikut merasakan aura kehadirannya yang begitu kuat.


Aku menjaga jarak darinya sejauh 10 meter.


"Apa yang mau kau bicarakan denganku?!" (Yuda)


"Aku cuma ingin tahu apa benar kau anaknya Retno?" (Dies Bell)


Seperti yang kalian tahu, ayahku adalah seorang praktisi ilmu hitam yang hebat menurut penuturan Mbah Asap.


"Ya, aku anaknya!"


"Izinkan aku menceritakan sedikit kisahku terlebih dahulu." (Dies Bell)


"Terserah, yang penting tepati janjimu." (Yuda)


- Pov Narator -


Dies Bell lahir di Belanda. Sejak lahir dirinya telah diberkati dengan kekuatan misterius. Dokter dan ilmuwan tidak bisa menjelaskan fenomena aneh pada tubuh Dies Bell. Lalu ahli spiritual di sana menyebut kekuatan asing dalam diri Dies Bell sebagai penyakit yang harus disingkirkan.


Selama bertahun tahun Dies Bell mendatangi puluhan ahli spiritual di negeri kincir angin, Belanda. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menjelaskan kekuatan itu lebih banyak dari sekedar penyakit.

__ADS_1


Putus asa dengan dukun di negaranya, saat usianya 8 tahun, Dies Bell dibawa oleh ayahnya ke Indonesia. Datang dengan tujuan menemukan perguruan ilmu hitam, membuat sosok Dies Bell yang memancarkan energi misterius diincar oleh sosok gaib kemanapun dia pergi.


Di tengah pencarian perguruan yang dianggap mitos bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Ayahnya yang sedang mengendarai mobil diserang oleh sesuatu saat melewati hutan dedemit.


Ayahnya pun meninggal dengan kondisi kepala terpenggal. Sementara Dies Bell dengan kekuatannya berhasil mengusir raja dedemit. Memang sulit dipercaya, tapi Dies Bell di umur 8 tahun mampu mengalahkan raja dedemit.


Setelah kejadian itu Dies Bell melanjutkan pencariannya seorang diri, hingga akhirnya dia berhasil menemukan perguruan itu di kaki gunung ***


Di sanalah dia bertemu dengan salah satu praktisi ilmu hitam terkuat, Retno, ayahnya Yuda. Tidak butuh waktu lama bagi Dies Bell dan Retno untuk menjadi teman dekat. Yang satu memiliki anugerah kekuatan misterius, yang satunya lagi cepat dalam mempelajari ajian ajian.


Dies Bell menetap di perguruan itu cukup lama, hingga akhirnya dia menyadari kalau kekuatan yang dia miliki bukanlah berasal dari makhluk halus maupun bakteri. Tetapi kekuatan itu memang murni miliknya sendiri.


- Pov Yuda -


"Sampai sini apa kau percaya dengan yang aku katakan?" (Dies Bell)


"Tidak." (Yuda)


"Mengapa?" (Dies Bell)


"Karena aku pernah bertemu dengan dedemit yang mengaku khodam ayahku. Dia tidak pernah mengatakan ayahku punya teman orang Belanda." (Yuda)


"Maksudmu Mbah Asap? Kau sudah bertemu dengannya rupanya. Waktu di perguruan dulu Mbah Asap sangat membenciku, karena aku terlahir dengan ilmu gaib yang seharusnya hanya dimiliki oleh bangsa jin. Mungkin itulah alasan dia menyingkirkan keberadaanku dalam cerita Retno." (Dies Bell)


"Aku hanya penasaran, apakah kekuatan yang ada di dalam dirimu itu warisan dari Retno, ataukah kau belajar sendiri?"


"Kalau itu warisan berarti kita-"


"Aku tidak sama denganmu!" (Yuda)


Aku tidak sudi disamakan dengan orang jahat seperti ini. Lagipula asal muasal kekuatan kami memang berbeda.


"Tahukah kau Yudistira, semuanya saling terhubung. Putri Menteri Pendidikan disantet saat datang ke rumah seorang marinir. Saat itu kau ada disana. Lalu saat aku menyelidiki riwayat hidupmu, ada keganjilan yang sangat jelas. Entah bagaimana siswa yang awalnya berbadan tambun hingga dijuluki kuda nil bisa glow up sampai seperti ini."


"Jelas ada yang aneh dari dirimu. Dulu kau adalah siswa lemah dan pengecut, tapi tiba tiba kau memenangkan lomba memanah, mendapatkan ranking pertama satu sekolah, mengalahkan geng Mata Elang, Ibumu memenangkan kuis berhadiah ratusan miliyar, hingga jadi juara 2 di Olimpiade Sains."


"Ilmu apa yang sebenarnya kau miliki Yudistira..??"


Aku tidak harus berkata jujur saat ini. Jadi berbohong adalah pilihan terbaik.


"Aku punya ajian yang hanya aku sendiri miliki." Jawabku.


"Boleh aku tahu prinsip kerja ajianmu seperti apa?" (Dies Bell)


"Anggap saja, kalau kau berbuat kebaikan maka kau akan semakin kuat." (Yuda)


"Sekarang giliranku. Siapa Klien yang sebenarnya?"


"Kurasa kau sudah tahu. Tidak lain adalah mantan pembully mu yang memiliki banyak uang. Martha."


Sudah aku duga Martha lah pelakunya. Karena itulah dia mengincar aku dan Pandu.


"Kalau begitu perbincangan kita sudah berakhir. Kakiku pegal sekali berdiri disini." (Yuda)


"Apa artinya itu??" (Dies Bell)


Polisi mengepung tempat ini. Sedari awal mereka datang bersamaku, hanya saja aku meminta mereka untuk muncul belakangan. Tidak hanya polisi, tapi personel militer angkatan darat juga datang.


Semuanya sudah dipersiapkan dengan baik untuk menangkap pria ini.


[ Angkat tangan Dies Bell!! Kau sudah dikepung!! Tidak ada gunanya melarikan diri!! ]


Sinar laser merah memenuhi badan Dies Bell.


"Yudistira, aku ingin tahu lebih banyak tentangmu. Ikutlah denganku Yudistira!!" (Dies Bell)


Sekilas aku merasakan aura yang menakutkan keluar darinya saat mengatakan itu. Lalu tiba tiba turun sesosok Begu Ganjang yang sangat besar di belakang para polisi.


Begu Ganjang itu melemparkan para polisi yang ada di tempat ini.


[ Tangkap dia sekarang Kontraktor!!! ]


Aku teleport ke belakang Dies Bell dan berhasil memegang bajunya. Sekarang aku akan membawanya ke tempat yang jauh untuk menghajarnya.


"Kau saja yang ikut denganku!!"


Aku robek tiket emasku.


"Sistem!! Bawa kami ke pulau terpencil yang jauh dari jangkauan manusia!!"


< Tiket Emas digunakan >


< Anda dan Dies Bell dipindahkan ke pulau Monu di Kepulauan Mamanuca >

__ADS_1


...


< Chapter Selanjutnya [ Menaklukan Dies Bell ] >


- Note dari Author -


Akhirnya sampai juga ke titik ini. Mudah mudahan kalian enggak bosan karena sebentar lagi novel ini akan tamat.


Yap, novel ini akan tamat di bulan ini. Saya janji akan membuat ending yang epik dan yang paling masuk akal untuk penutupan novel ini. Jadi pantengin terus yak😉


....................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >


.


< 1. Moral (68/40) >


.


< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/50 ) Awaken


.


< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken


• Kecepatan (115/115) Awaken


• Pertahanan (190/190) Awaken


• Stamina (215/300) Awaken


• Mentalitas (100/150) Awaken


.


< 4. Kecerdasan (263/400) >


< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >


• Automatic Blueprint


• ???


• ???


< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >


( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )


.


< 5. Bakat ( 5/100 ) >


• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


• Koki | Food Traveler - Advance -


• Isi Sendiri


< Uang Saku [ Rahasia ] >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan )


< Tiket emas + 3 >


< Special Massal Product >


- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -


..........................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................


__ADS_2