
Aku melihat kunang kunang ketika berlari di hutan. Lalu aku menemukan sebuah patung batu tinggi berbentuk manusia berkepala singa.
Modelnya seperti patung shpinx mesir. Patung ini tidak terawat, banyak tanaman menjalar di kaki patung.
[Mulai dari sini, saya tidak akan membantu anda lagi Kontraktor.]
[Anda harus menyelesaikan Main Quest ini sendiri sekarang.]
"Baik, terima kasih untuk bantuanmu."
Agen Nostradamus bilang penjaga pusaka ke 4 adalah manusia, tapi aku tidak melihat satu orang pun disini.
Tak!
Anak panah ditembakkan dari sisi kananku.
Menyadari musuh disini lebih berbahaya aku pun bergegas menggunakan trik magician ku yang lain.
"Trik menghilang."
Aku jadikan pusaka mantel sutra sebagai media untuk mempraktekkan trik ini.
Dengan satu kali ayunan kain aku dapat membuat diriku menghilang dari pandangan musuh.
Melakukan trik sulap ini tidak sulit. Aku cukup membayangkan keajaiban apa yang ingin aku buat dan mencari media barang untuk membuatnya terlihat mirip seperti trik yang dilakukan oleh para pesulap.
Setelah menghilang aku berjalan mengendap endap di antara pohon.
Si pemanah itu bersembunyi di atas patung. Tindakannya mengindikasikan kalau patung manusia singa ini tidak sakral.
Kalau sakral mana mungkin ada orang yang berani naik ke atas kepalanya ya kan.
Tidak lama kemudian pemanah itu turun. Dia mencari cari keberadaanku yang hilang entah kemana.
Saat dia di dekatku langsung aku buat dia pingsan dengan cekikan.
Lebih banyak orang berdatangan. Mereka membawa sajam, busur, sumpit, dan keris.
"Kaya mau perang antar suku saja."
Aku masih tidak terlihat. Jadi mudah saja bagiku untuk melumpuhkan mereka semua.
Yang pakai sajam aku lumpuhkan.
Busur dan sumpit hanya mereka pegang tanpa tahu harus diarahkan kemana. Mereka yang memegang busur dan sumpit pun aku lumpuhkan.
Yang memegang keris panik melihat teman temannya pingsan satu persatu.
Orang itu pun merapalkan mantra. Mantranya terdengar seperti suara orang berkumur.
Karena penasaran aku biarkan dia menyelesaikan mantranya.
Tiba tiba keris yang dia pegang terbang ke arahku.
Aku berhasil menghindarinya walaupun tidak pakai skill Reading The Wind.
Rupanya itu mantra auto aim dengan media keris. Kesaktian orang ini bisa menandingi Miracle Sistem.
Tidak masalah, karena aku juga punya kesaktian versi semesta lain.
"Trik keris menghilang..."
Jleb...
"Aaaaaaaaakkkhhhh...!!!! Tolong!!! Kaki saya...!!!!!"
Aku teleport kerisku ke telapak kakinya. Di luar dugaan, pusaka taring reog menghancurkan telapak kakinya hingga berkeping keping.
"Ahh... Aku tidak bermaksud menghancurkan kakinya..."
Akan aku ingat itu. Pusaka taring reog dapat membanned makhluk halus dari alam manusia selamanya.
Dan apabila mengenai tubuh fisik manusia, keris itu dapat menghancurkan bagian tubuh yang tersentuh.
Efek trik menghilang mulai habis. Ada cooldown untuk menggunakan setiap trik nya.
Penjaga pusaka ke 4 ini lebih mudah ditangani dari bayanganku.
Aku mendekati orang yang kakinya hancur tadi.
"Kamu! Kamu yang menyerang kami?!"
Aku tidak perlu menjawabnya.
"Dimana pusaka formasi yang kalian jaga?" Tanyaku.
"Jangan ulur waktu. Saya tahu bapak menjaga pusaka santet disini."
"Disana! Di genggaman tangan patung itu!"
Saat aku mendekati patung itu datang lagi seseorang penganut ilmu hitam.
"Berhenti disitu!"
Sesosok genderuwo mengikuti pria itu dari belakang.
Alangkah terkejutnya aku saat melihat Frederica dipeluk oleh dedemit itu.
Rupanya orang orang ini pakai sandera untuk mengancamku.
"Lepaskan anak perempuan itu!" Teriakku.
"Sebelum itu katakan dulu alasan kalian mengusik daerah kami!" Kata si pawang genderuwo. Pawang genderuwo hanya sebutan asalku.
"Bapak mau tahu alasan saya. Sudah jelaskan, menyebarkan ilmu santet di hutan dekat kawasan perkemahan itu gila!"
"Bagaimana kalau ada anak yang kena ilmu santet bapak!"
"Kawasan ini terjaga dengan baik dari dunia luar. Kamulah yang duluan cari masalah dengan kami!"
"Teman teman kamu diculik oleh siluman harimau putih pun itu karena kamu yang berulah!"
Pawang genderuwo itu memojokkanku.
Semua masalah ini terjadi karena Main Quest yang mengharuskanku untuk menghancurkan formasi santet milik orang orang ini.
__ADS_1
Apakah Sistem salah? Kenapa menyuruhku memulai perkara?
Pawang genderuwo itu bilang kalau kawasan ini terjaga dari dunia luar. Itu artinya dibiarkan pun tidak akan ada orang luar yang terkena santet dari formasi ini.
"Saya tidak tahu alasannya. Saya hanya menjalankan perintah dari sesuatu." Jawabku.
"Sesuatu seperti apa?!" (Pawang genderuwo)
"Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh makhluk secerdas apapun di dunia ini."
Skill Indra ke 7 ku menangkap pergerakan acak di sekitar pawang genderuwo.
Beberapa saat kemudian si pawang genderuwo di cekik oleh si dedemit wanita duri yang sebelumnya menjaga pusaka ke 3.
Aku bergegas menyelamatkan Frederica dari cengkeraman genderuwo.
Ku tebas genderuwo itu yang langsung membuatnya di banned dari alam fisik.
Sementara si pawang genderuwo di cekik hingga membiru oleh si wanita duri.
Aku angkut Frederica menjauh dari kawasan ini. Tapi sebelum itu aku ambil pusaka ke 4 terlebih dahulu.
Tidak kalah aneh dengan 3 pusaka sebelumnya. Pusaka ke 4 ini adalah sebuah botol berisi cairan berwarna hitam yang tampak menjijikkan.
[Tring!]
"Siapa yang mencabut pusaka itu? Tidak mungkin Pandu kan?"
Dedemit wanita duri melambaikan tangan padaku. Ngeri sekali melihat perilaku random dari dedemit itu.
Tidak lama kemudian Frederica sadar. Aku panik saat melihat dia muntah darah.
Aku makin panik saat muntah darahnya tidak berhenti. Untung saja aku berpikir cepat dengan menidurkan Frederica menggunakan pusaka Selimut Sutra. Setidaknya cara ini bisa menghentikan muntah darahnya sementara waktu.
Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya sampai seperti itu.
Aku bingung memikirkan tindakanku berikutnya.
Aku harus mengantar Frederica kembali ke perkemahan terlebih dahulu. Tapi jika aku kembali, para pengawas tidak akan mengizinkanku kembali ke sini lagi.
Saat aku sedang bingung Lauroe datang menghampiriku.
Tentu saja aku terkejut dengan kedatangannya. Hampir setiap kali aku dalam masalah anak ini selalu datang menolongku.
"Disini rupanya lu! Kemana teman teman yang lainnya?" (Lauroe)
"Mereka diculik oleh dedemit. Aku yakin itu karena aku melihat sendiri wujud makhluk itu." (Yuda)
Lauroe tampak heran melihat banyaknya orang yang pingsan di dekatku. Lauroe juga menunjukkan ekspresi kaget melihat ada orang yang kakinya hancur dan orang yang wajahnya membiru.
"Kalau mereka memang diculik lalu kenapa perempuan ini bersamamu?" Lauroe bertanya perihal Frederica.
"Aku menemukan Frederica ditangkap oleh orang orang ini, jadi aku selamatkan mereka. Aku juga dibantu oleh sesosok dedemit baik hati."
Sepertinya tidak masalah kalau aku berbicara jujur pada Lauroe. Dia selalu dapat diandalkan disaat situasi seperti ini dan membuatnya tutup mulut bukanlah hal yang susah kalau berdasarkan pengalamanku sebelumnya.
"Sudah cukup! Lanjutkan penjelasanmu nanti saja. Sekarang aku tanya apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" (Lauroe)
"Kalau begitu aku akan mengantar Frederica kembali ke perkemahan, sebaiknya kau jangan kemana mana hingga aku dan pengawas kembali ke sini!" (Lauroe)
"Baiklah. Akan aku tunggu." (Bohong)
Aku tidak berniat menunggu bantuan dari pengawas atau siapapun. Tapi aku bersyukur si cebol itu (Lauroe) nekat datang ke sini.
Lauroe membawa Frederica kembali. Semoga saja tidak ada dedemit yang menyerang mereka.
"Tunggu dulu..."
Aku sadar ada kejanggalan yang terjadi.
"Bagaimana Lauroe bisa sampai ke tempatku berada? Bahkan kalaupun dia mengenal hutan ini belum tentu dia bisa menemukan diriku."
Akhirnya aku menyadari kejanggalan yang paling penting.
"Lauroe yang tadi itu... tidak bicara dengan bahasa gaul..."
Aju bergegas menyusul si Lauroe aneh yang kemungkinan adalah dedemit yang menyamar.
"Bisa bisanya aku tertipu padahal statistik kecerdasanku sudah setinggi ini!"
Benar saja dugaanku. Lauroe yang aku temui barusan itu palsu.
Larinya sangat kencang seperti tuyul.
"Kembali ke sini penipu!!"
Karena tidak bisa mengejarnya aku terpaksa menggunakan trik keris menghilang lagi dengan tujuan menghancurkan kakinya.
Namun...
[Bip!]
"Kenapa disaat genting seperti ini muncul batasan kemampuan!"
"Gawat. Aku tidak bisa mengejarnya."
Lauroe gadungan itu pun hilang dari pandanganku bersama dengan Frederica.
"B*ngs*t! Aku bodoh sekali!"
Mau tidak mau aku harus mencari keberadaan si penyamar itu terlebih dahulu. Aku yakin orang itu belum kabur jauh dari sini.
Di tempat lain Lauroe yang asli meminta bantuan tetua desa setempat untuk mencari siswi yang hilang di hutan.
Lauroe dan tetua desa lah yang telah mencabut pusaka ke 5, disaat Yuda mencabut pusaka yang ke 4.
Pusaka ke 5 yang dicabut oleh Lauroe adalah sebuah kulit kepala lengkap dengan rambut dan ketombenya.
"Itu beneran gak papa dicabut kan pak?" (Lauroe)
__ADS_1
"Asal kita pergi dari kawasan ini sebelum malam, penjaga pusaka ini tidak akan menyerang." (Tetua desa setempat)
"Karena penjaga pusaka ini suka tidur pada siang hari." (Tetua)
"Eh... kayanya saya liat ada yang gerak gerak disana..."
Lauroe menunjuk ke rerumputan tinggi yang bergoyang. Lalu si penyamar keluar dari rerumputan itu sambil masih menggotong Frederica.
Lauroe terkejut melihat seseorang yang memiliki wajah serta pakaian yang sama persis dengannya. Lalu dia melihat Frederica dibawa oleh orang itu.
Lauroe pun dengan instingnya mencegat orang yang mencurigakan itu, lalu tanpa basa basi menendang si penyamar dengan kekuatan penuh.
"Rasain tendangan T gua penculik!"
Pak! (Suara tendangan Lauroe)
Sraak! (Suara si penyamar jatuh ke tanah)
Tidak cukup dengan menendang, Lauroe lanjut menghajar si penyamar hingga dia minta ampun.
"Ampun! Saya cuma orang suruhan!"
Tidak lama kemudian datang Yuda yang dengan gigih mengejar si penyamar.
Yuda semringah melihat Lauroe palsu berhenti berlari. Kesalahpahaman antara Lauroe dan Yuda pun terjadi.
"Ketangkap kau Lauroe kw..." (Yuda)
...
.......................................................................................
Moral (88) (Mulia)
Ketampanan (-49) (Jelek)
• Berat Badan (93 kg)
• Kharisma ( 7 )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
(Sudah mencapai level maksimal)
(Sudah mencapai level maksimal)
(Sudah mencapai level maksimal)
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
(Teknik Dasar) (Teknik Lanjutan)
• Penyanyi Pop | Suara Emas -Advance-
• Pemburu | Mata Pembaca Angin - Advance-
(auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)
• Pesulap | Manipulasi Realita -Advance-
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
....................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
....................................................................................