Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 42 | Afiliasi Preman


__ADS_3

"Hahh.. padahal sedikit lagi orang itu selesai bercerita. Sayang sekali ibu menyuruhku pulang sekarang."


Aku ditelepon oleh ibu di tengah tengah interogasi si tunawisma. Sebenarnya aku membayar tetanggaku sendiri untuk mengawasi dan mengabari aku jika ibu datang ke rumah. Tetanggaku itu lalai menjalankan tugasnya kali ini.


Tunawisma itu mengaku kalau dirinya memang membunuh pemilik panti atas dasar ancaman dari anak anak panti, tapi hal itu tidak terbukti. Dia tidak punya bukti kalau anak anak panti lah yang mengancamnya. Alhasil orang itu pun dibawa ke kantor polisi dan akan dijebloskan ke penjara.


Sesampainya di rumah aku kena marah ibu. Ibu benar benar marah besar melihat kelakuanku yang tidak bisa tenang bak sejam saja. Tapi semarah marahnya ibu, beliau tidak akan sanggup menyakiti anaknya, karena itulah aku sayang ibuku.


Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan Hidden Quest masih tersisa 2 hari lebih, cukup untuk aku bersantai dulu. Besok hari aku berencana mengajak ibu jalan jalan lagi dengan uang Sistem.


"Ibu pasti senang, hehee..."


- Pov Narator -


Berbanding terbalik dengan Yuda yang hidupnya berangsur angsur membaik, Andi si preman kini harus merasakan dinginnya jeruji besi sebagai hukuman penjara sementara di kantor polisi.


Ayahnya Andi yang berprofesi sebagai kuli bangunan tidak punya cukup uang untuk membayar denda kejahatan anaknya. Tapi meski begitu bukan berarti sang ayah tidak akan membebaskan anaknya.


"Kenapa kelakuanmu makin hari makin parah nak? Kamu gak kasihan sama bapak yang kerja keras siang malam? Kenapa kamu gak bisa seperti anak yang dulu membantu bapak. Kerjaan kamu cuma berkelahi saja." Bentak ayahnya Andi yang ternyata adalah kuli bangunan yang dulu dibantu oleh Yuda.


Bukannya menjawab pertanyaan ayahnya Andi malah memaki.. "Bacot lu bapak b*ngs*t. Gua kek gini karena bawaan lo yang miskin. Udah tahu miskin sok sokan punya bini 2, dasar penggila syahwat!"


Kali ini Andi selamat dari kemurkaan ayahnya karena ada jeruji besi yang memisahkan mereka. Ayahnya pun sakit hati dan langsung pulang tanpa berkata apapun lagi.


Seolah tidak merasa bersalah atas apa yang dia lakukan di sekolah hari ini dan pada ayahnya, Andi tersenyum lebar kepada petugas polisi. Dia pun dengan beraninya menantang anggota polisi.


"Bapak seneng kerja lembur buat nangkep penjahat kan? Kalo gitu bapak bakal lembur terus sebentar lagi, karena akan ada banyak penjahat yang membuat onar."


"Masukkan dia ke sel!" Pak polisi tidak mengindahkan omongan Andi.


Di sebuah lapangan bola tertutup di tengah kampung. Sekelompok preman anonim sedang berkumpul membahas kejadian yang nenimpa salah satu sirkel mereka yaitu Andi Perkasa.


"Katanya Andi ditangkap polisi gara gara nyerang mantan kacungnya pake sajam. Kalo bener berarti kita harus balas dendam buat Andi." Kata seorang preman.


"Bener, kita harus balas dendam..! Siapa nama cecunguk yang diserang Andi..?" Kata preman lainnya.


"Gua dikasih daftar nama sama foto anak anak yang dimusuhi Andi, ternyata enggak cuma satu orang. Yudistira, Pandu, Lauroe Sapnaz, Frederica Hollan, Nadia, Yulia, Mithia Hana. Besok kita serang anak anak itu."


"Pakai cara kita kaya biasa, buntuti dan sergap. Ajakin anak anak yang enggak hadir kesini buat nyerang. Kalau ada yang berani nolak paksa ikut..!"


"Besok geng Mata Elang bakal buat perhitungan sama anak anak itu..!!"


Sekelompok preman yang menyebut diri mereka geng Mata Elang rupanya memiliki hubungan baik dengan Andi berniat untuk balas dendam. Yuda yang sedang santai dirumah sampai cegukan karena saking banyaknya orang yang membicarakan dirinya.


Keesokan harinya setelah pulang sekolah Yuda mengajak ibunya berbelanja lagi. Karena tahu ibunya lelah setelah bekerja Yuda menyewa sepeda sekadar digunakan untuk berbelanja.


- Pov Yuda -


"Tenang saja bu, tak lama lagi Yuda akan memberi sepeda motor. Disaat itu ibu tidak perlu lelah berjalan ataupun bersepeda lagi. Sepeda motor itu Yuda belikan khusus untuk ibu yang tercinta."


"Kamu bisa aja Yud. Tapi bener kan kamu dapat uang ini dari bekerja sambilan di rumah temanmu? Kalau bohong kamu bisa ketimpa musibah lo."


"Jangan doain Yuda yang enggak enggak dong bu..!"


"Ibu gak serius kok... mana mungkin ibu doain kamu yang enggak enggak hahahaa..."


Hangat. Bergurau dengan ibu rasanya hangat. Ini adalah cara healing terbaik di kala pikiranku lelah akibat quest quest Sistem.


Tiba tiba ibu sakit perut karena kebanyakan makan balado. Beruntung pemerintah mendirikan toilet umum di kawasan ini jadinya aku tidak perlu sampai merobek tiket emasku yang berharga.


Disaat menunggu ibu melepaskan beban berat yang dibawanya aku dicampuri oleh seorang gadis.


"Permisi kak." Sapa si gadis.


"Ada apa ya?" Tanyaku.


"Boleh saya minjam ponsel kakak, saya mau menghubungi guru dan teman teman saya."


"Boleh. Tapi apa yang terjadi pada anda?"


"Saya ditinggal oleh bus pariwisata waktu membeli oleh oleh untuk orang rumah."


"Begitu ya. Pasti melelahkan berpariwisata ke tempat yang jauh."


Ikat pinggang yang dikenakan oleh gadis ini adalah ikat pinggang khusus milik SMP MALAM RAYA yang sangat jauh dari kampung ini.


"Biarpun perjalanannya jauh tapi tempat yang kami tuju sangat menarik. Kami pergi ke hutan 'Roti Belanda'."


Aku terdiam sejenak. Semoga saja tidak terjadi apa apa pada anak anak SMP MALAM RAYA.


Aku pinjamkan hpku. Setelah menelpon beberapa kali gadis itu menunjukkan geragat aneh.


Nomor yang dia telepon tidak ada yang tersambung. Situasi semakin aneh saat aku melihat beberapa orang bertopeng bersembunyi di balik pohon. Aku melihat mereka dengan skill Third Person Point Of View.


Sepertinya kami dikepung oleh begal. Diam diam aku kunci pintu toilet ibu dari luar. Lalu aku bertanya pada si gadis.


"Teleponnya tidak tersambung..? Mungkin di hutan Roti Belanda saat ini sedang tidak ada sinyal."


Si gadis menjawab.. "Iya, kayanya sinyalnya gak ada. Tapi bukan itu masalahnya kak."


Orang orang bertopeng menunjukkan dirinya. aku berpura pura terkejut.


"Si-siapa kalian..?"


"Maaf ya kak ganteng. Aku udah berenti sekolah pas kelas 2 SMP." Kata si gadis.


"Jadi kamu bohong..? Sia sia saja wajah cantik kalau suka berbohong."


Hampir saja aku kena ayunan tongkat besi dari belakang. Gadis itu menyabotase hpku sehingga aku tidak bisa menghubungi siapa siapa untuk meminta bantuan.


"Kakak kenal Andi Perkasa enggak..?" Tanya si pembohong.


Rupanya orang orang ini datang karena Andi. Sayang sekali, kalau saja mereka begal sungguhan aku bisa menghajar mereka dengan bebas. Tapi kalau ternyata mereka anak anak yang seumuran denganku maka aku akan coba menahan diri.


Satu orang lagi mengayunkan tongkat besi. Aku menghindarinya dengan mudah lagi.


Alu heran mengapa orang orang bisa dengan entengnya mengayunkan tinju dan benda keras kepada orang lain. Apakah masyarakat yang anarkis seperti tidak direhabilitasi.


Maksudku, saat ini mereka melakukan aksi penyerangan di tempat umum. Selemah apa keamanan jalanan sampai orang orang berani membawa sajam secara terang terangan seperti ini?


"Kalian siapanya Andi..?"

__ADS_1


"Kami rekan kerjanya. Kakak gak akan ngerti walaupun aku jelaskan panjang lebar tentang pekerjaan kami."


Setelah mengatakan itu orang orang bertopeng menyerangku bersama sama.


Tidak sulit bagiku mengatasi mereka semua. Seperti yang sudah sudah, aku menjatuhkan mereka satu persatu dengan teknik aikido ku.


"Gila..! Tu orang kuat banget..! Kita bisa mampus kalo ngelawan gorilla kaya gini..!"


Aku dengan bebas melepaskan tinju besiku, yang membuat mereka ketar ketir. Bahkan saat tongkat besi mereka beradu dengan tinjuku, tangan mereka yang memegang tongkat besi serasa mau patah saking kuatnya tekanan tinjuku.


"Jangan nyerah..! Incar t*t** nya..!"


"Strategi pamungkas yang pasaran itu tidak akan berguna melawanku..!"


Krak!


Aku tendang wajah orang yang mengincar anuku sampai terdengar suara 'Krak' seperti tulang hancur patah.


Dia berguling guling kesakitan sambil memegangi wajahnya. Aku pun lanjut menghajar yang lainnya.


Akhirnya tersisa 2 orang di hadapanku. Satu orang pria dan si gadis pembohong.


"Kakak memang hebat, sesuai sama kata kak Andi."


"Diam kau cewek jelek..!"


"Hmm... jahat banget ngatain cewek imut kaya aku jelek."


Si gadis pembohong ini mengingatkanku dengan sosok Martha si perempuan gila. Mungkin aku bisa menemukan cara yang cocok untuk membalas dendam ke Martha dari gadis pembohong ini.


"Tapi yang kami incar bukan cuma kakak loh..temen temen kakak juga kami datengin satu persatu."


"Apa. Untuk apa kalian mengusik teman temanku? Yang bermasalah dengan Andi kan hanya aku." Ucapku.


Aku harus cepat menyelesaikan yang disini, lalu mengantar ibu pulang, dan mencari teman temanku.


- Pov Narator -


Di laboratorium kelas farmasi.


Sekolah sudah tutup tapi Pandu masih berada di laboratorium farmasi untuk meracik obat.


Saat itulah dia didatangi oleh 7 orang berambut gondrong yang membawa batu bata di tangan mereka.


"Ada apaan nih, geng gondrong rame rame dateng kesini..? Lu semua mau malak gue..?"


"Lu Pandu kan. Lu lebih jelek dari yang difoto." Ejek si gondrong.


"Ada urusan apa lu kesini jamet..?" (Pandu)


Batu bata dilempar ke samping Pandu. Hal ini membuat Pandu marah besar karena batu bata itu mengenai racikan obat barunya.


"Kita dateng kesini buat ngehajar lo. Oh iya, kalo lo bisa bikin obat awet muda buat kita, kita mungkin bakal ngampunin lo."


"B*ngs*t, Lu kira dia kultivator.. hahahahhahaahahaa...!!!"


"Hahahahaaah...!!"


Pandu maju dengan santai ke depan geng gondrong, lalu berkata sambil menunjukkan tatapan mata mengerikan yang diajarkan oleh abangnya.. "Kultivator itu fiksi, tapi jawara itu nyata."


Dengan cepat Pandu membanting jamet yang paling banyak bicara.


Si Jamet pun kesakitan sampai muntah. Jamet yang lainnya langsung serius setelah menyaksikan itu. Pertarungan Pandu versus Divisi Jamet pun dimulai.


Lalu di tempat yang lain, di kios berjejer dengan sekolah. Divisi Krimis yang berjumlah 15 orang menemukan 2 target sekaligus yaitu Frederica Hollan dan Lauroe Sapnaz.


"Hah..? gua bukan temennya Yudistira." Protes Lauroe.


"Bacot. Seorang pria sejati tidak akan menghindari pertarungan dengan alasan seperti itu." Kata si rambut krimis yang paling krimis.


Lauroe tertawa terbahak bahak mendengar ocehan yang sok keren itu. Sementara Frederica memanggil bala bantuan untuk membantu.


Pertarungan Lauroe Sapnaz versus Geng Krimis pun dimulai.


"Tunggu..!! Gak ada yang boleh bikin onar di kawasan sini. Disini mata pencaharian gue krimis b*ngs*t..!!"


Abang Chris datang. Jadi Lauroe x Chris vs Geng Krimis.


Sementara Yulia dan Nadia tidak ditemukan oleh geng Mata Elang karena minimnya informasi. Frederica memperingatkan mereka agar jangan keluar dari rumah hingga situasi aman.


Lalu Hana yang kembali ke bekas panti asuhan didatangi oleh geng Divisi Botak.


"Au.. silau..." Ucap Hana dalam hati.


10 orang botak datang ke untuk menyerang Hana.


Si botak yang paling depan berusaha menyentuh Hana tapi usahanya digagalkan oleh para penjaga Hana.


"Sexual Harassment adalah masalah pelik di masyarakat kita." Kata si preman.


Si penjaga mematahkan ibu jari lawannya dengan satu gerakan tangan.


Geng botak pun langsung bersiap bertempur tanpa tahu siapa yang mereka hadapi.


Sementara Yuda masih melawan pria bertopeng terkuat.


Pria itu memilik postur tubuh yang sedikit lebih besar dari Yuda dan dia juga mahir menyerang titik titik vital tubuh.


Yuda dengan hati hati melawannya karena tidak ingin lawannya masuk rumah sakit.


- Pov Yuda -


"Apa Geng Mata Elang pernah terlibat kasus pembakaran panti asuhan baru baru ini."


"Oo kebakaran yang kemarin itu. Ya kita tahu, pelakunya anak anak panti nya kan."


Ternyata dia tahu. Dia tahu informasi yang hanya diketahui oleh aku dan orang orangnya Hana. Kalau begitu akan aku buat dia mengatakan semua yang dia tahu.


"Lu mau tahu lebih banyak lagi kan? Kalo gitu berlutut sini..!"


"Untuk apa aku berlutut..? Justru kaulah yang harus berlutut dan menceritakan semua yang kau tahu."

__ADS_1


Bwoosh...!!!


Di jarak yang hanya 5 meter ini aku dapat bergerak secepat angin ke hadapan musuhku.


Yah, sedari tadi aku sengaja menurunkan kecepatanku supaya orang orang ini tidak waspada dan tidak buru buru untuk kabur.


Aku jambak rambut si gorilla itu lalu aku tendang wajahnya dengan dengkulku. Orang itu pun terkapar menahan sakit.


Orang orang dari geng Mata Elang ini adalah jalanku menyelesaikan Hidden Quest.


...


< Chapter Selanjutnya [White Tiger] >


....................................................................................


< Potensi Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >


< Statistik anda saat ini >




Moral (83/40)




Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -




• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/40 ) - Sekarang anda punya kharisma setara Zhuge Liang -



Kekuatan (200/200) - Anda bisa mengangkat moge dengan 3 jari -



• Kecepatan (90/90) - Anda bisa menempuh jarak 10 kilometer hanya dengan waktu 5 menit dengan berlari -


• Pertahanan (150/150) - Anda dapat bertahan dari tabrakan mobil berkecepatan tinggi -


• Stamina (200/200) - Anda dapat Push up selama seharian penuh tanpa berkeringat -


• Mentalitas (100/100) - Silahkan anda gambarkan sendiri -



Kecerdasan (110/300)



• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


• Bahasa Inggris


• Penjaskes


• Bahasa Daerah



Bakat :



• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


< Uang Saku (Rahasia) >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


• sepatu mistis


• selimut sutra


• emas hitam peretas


• hoodie anti terkejut


• lidah suci


• Taring Reog Hijau


• Awan Hitam


• Kuas dan Kanvas


< Tiket emas (3) >


< Poin Peningkatan Random (+26) >


..............................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..............................................................................

__ADS_1


__ADS_2