
Sesuai prediksiku, hari ini aku dipanggil ke kantor kepala sekolah karena kemarin melawan para kakak kelas.
Belakangan ini aku tahu apa yang dimaksud kasta prestasi. Singkatnya kakak kakak kelas 2 memegang kasta tertinggi saat ini karena mereka baru menyelesaikan pembelajaran di luar sekolah. Status itu tetap ada hingga mereka naik ke kelas 3.
Bapak kepsek mendekatiku dengan wajah marah.
"Kamu niat sekolah disini atau enggak?"
Kujawab pertanyaan yang mengandung ancaman itu dengan tenang.
"Saya datang kesini untuk sekolah bukan untuk jadi preman sampah."
Tanpa sadar aku mulai membuka keburukan sekolah ini langsung di hadapan kepseknya.
"Kasta prestasi sampah buatan bapak cuma menghasilkan para sampah yang bertindak semena mena. Memukul dan menampar orang dengan uang, mereka semua adalah sampah yang tidak seharusnya bermasyarakat."
"Saya berkata begini karena memang kenyataannya anak anak yang lulus tidak menjadi apa apa."
"Sebenarnya untuk apa bapak mempertahankan sistem sampah ini?"
Pak Kepsek berbalik. Tampaknya dia tidak ingin aku melihat ekspresinya.
"Kamu gak tahu apa apa Yudistira. Sebenarnya sekolah ini adalah sekolah yang secara khusus mendidik kandidat kandidat militer kuat. Mereka yang lulus lewat jalur prestasi diberikan 2 pilihan. Ingin bekerja di bawah pemerintah langsung, ataukah mencari kerja sendiri."
"Bapak pikir saya percaya itu!" (Yuda)
"Sebagian besar anak-anak itu memilih bekerja di pemerintah, tapi mereka berakhir menyesal. Karena kamu sudah tahu, sebaiknya kamu cari kerja sendiri nanti." (Pak Kepsek)
"Saya tidak akan termakan ucapan manis! Jadi maksud Bapak pemerintahlah yang menerapkan Sistem kasta prestasi ini? kalau iya, beritahu saya siapa yang membuat dan mengesahkannya!" (Yuda)
"Sistem ini dibuat oleh Menteri Pendidikan, dan disahkan olehku sendiri untuk diterapkan di sekolah ini." (Pak Kepsek)
"Kalau begitu saya tidak akan menghormati kasta prestasi ini. Mulai saat ini siapapun yang mengganggu saya akan merasakan akibatnya. Bahkan anak Menteri Pendidikan sekalipun."
Aku keluar dari ruang kepsek. Diluar ada banyak anggota Osis sedang menguping pembicaraanku tapi aku tidak peduli.
"Sampaikan ke semua kelas, siapapun yang mengganggu Archer Club dan divisi White Tiger, akan berurusan denganku. Aku Yudistira tidak terikat dengan kasta prestasi." Ucapku pada anggota Osis.
Aku mengecek kiriman video hari ini. Lagi lagi ada yang ketahuan dan dihajar. Setiap kali ada yang ketahuan aku langsung mengutus divisi White Tiger untuk menolongnya. Mereka sendiri yang mau, jadi bukan aku yang memanfaatkan mereka.
Rencanaku berjalan lancar, besok adalah hari peresmiannya. Videonya pun sudah aku edit menjadi masterpiece dengan bantuan Jaune Homunculus yang serba bisa.
Besok semua yang melihat acara peresmian itu akan terpana melihat keindahan sekolah kami. Pikirku.
Tiba tiba aku teringat dengan Martha. Perempuan itu memang erat hubungannya dengan perundungan.
Sudah seminggu dia tidak masuk kelas, itu artinya sudah seminggu dia kejang kejang di tempat tidurnya karena efek debu halusinasi.
[ Menurut saya anda sudah keterlaluan. Meskipun itu cuma mimpi buruk tetapi dia terjebak di dalam mimpi itu selama 7 hari. ]
[ Mentalnya pasti sudah terguncang hebat. ]
"Kurasa kau ada benarnya. Aku juga tidak mengharapkan balas dendam yang seperti ini. Aku ingin dia dan keluarganya hancur."
[ ... ]
Aku diam diam menyusup ke rumah Martha lalu menempelkan Keris Taring Reog di badannya yang seketika menghilangkan efek debu halusinasi.
Setelah selesai aku kembali ke rumah dengan riang gembira.
Lalu akhirnya hari yang ditunggu tunggu tiba. Anak anak tampak linglung gara gara aku terus menghipnotis mereka selama satu minggu ini. Aku juga senang karena anak anak farmasi menutup rapat mulut mereka soal rencanaku.
"Enaknya jadi orang kaya." Aku berbaring di atas sofa panjang. Tapi baru sebentar berbaring sudah muncul quest lagi.
[ Tring! ]
< Daily Quest Keempat muncul! >
< Tangkap 8 orang pencuri yang menggasak rumah mewah di ujung komplek >
Semenjak Main Quest keempat berakhir Daily Quest yang muncul semakin sulit. Mungkin menyesuaikan dengan statistikku yang tinggi.
Aku otw ke rumah itu. Bisa bisanya ada pencuri di sore hari yang cerah seperti ini. Ditambah lagi para pencuri itu membawa sajam lengkap dengan sarungnya.
Aku bertemu satu pencuri.
"Jangan teriak! Atau kami akan-"
Kuberi dia tamparan maut. Tapi tenang saja, dia tidak mati, hanya kehilangan 2 gigi depan saja.
__ADS_1
"Mana 7 orang lagi?" Aku cekik dia sebagai ancaman.
Ketujuh orang lainnya keluar dari satu ruangan yang sama sembari membawa barang hasil curian mereka.
Aku bingung melihat mereka mencuri perabotan dapur. Biasanya maling itu kalau tidak mengambil perhiasan maka yang diambil adalah surat surat berharga. Terserahlah yang penting quest nya tuntas.
Sebagai orang yang baik aku memberi mereka peringatan terlebih dahulu, tapi karena tidak digubris terpaksa aku tampar mereka semua sampai meminta ampun.
Selanjutnya aku serahkan para pencuri itu kepada warga lalu langsung pulang ke rumah.
"Tolong jangan ada quest dulu. Aku ingin bersantai di rumah istana ini lebih lama lagi." Pintaku pada Sistem.
"Mba Vina tolong ambilkan sirup!"
Mba Vina adalah Vert Homunculus yang aku pekerjakan sebagai art bersama dengan 2 Vert Homunculus lainnya. Nama mereka Mba Vina, Mba Siti, dan Mba Nilam.
Singkatnya di rumah baruku ada 4 asisten rumah tangga. 3 adalah Vert Homunculus yang aku ubah bentuknya jadi wanita dan satu lagi adalah Ibunya Nadia. Jadi aku sudah menepati janjiku kepada teman.
Sebentar lagi Ibuku pulang. Aku sempatkan waktuku untuk memanggil seorang perencana bisnis dari Semesta Kebaikan. Tentunya dengan mengorbankan satu tiket emas.
Terakhir kali aku menggunakan tiket emas adalah untuk memanggil Miguel Salga. Kalau dipikir pikir lagi tindakanku itu sedikit konyol.
Perencana bisnis yang aku inginkan datang melewati gerbang dimensi yang berhiaskan perak. Dia adalah seorang pria berjas hitam garis garis.
Aku menyuguhkan kopi, siapa tahu dia haus setelah melakukan perjalanan ke dunia ini. Tapi inisiatif baikku ditolak dengan sopan.
Tidak lama kemudian Ibu datang. Penampilan Ibu jadi lebih glamor, aku cukup senang dengan hal itu. Rasanya seperti melihat Ibu yang berbeda.
"Halo, siapa anda?" Tanya Ibu.
"Saya perencana bisnis dari instansi Spear Garden. Saya datang kesini karena permintaan Pak Yudistira."
"Oh, begitu."
Ibu sedikit grogi, tapi aku tidak perlu membantunya. Aku lebih memilih bermalas malasan di kamar seperti anak muda pada umumnya. Kamarku terletak di lantai 2, saat jendela dibuka angin sepoi sepoi berhembus ke dalam. Benar benar perpaduan yang mendukung untuk bermalasan.
Anak kecil sepertiku tidak perlu ikut campur urusan orang dewasa. Umurku saja masih 16 tahun. Aku juga membeli hp baru agar bisa main game dan membaca novel HATS ( Hunter And The System ).
2 jam kemudian waktu pemanggilan tiket emas habis. Aku tidak mengerti mengapa durasi pemanggilan kali ini begitu singkat. Padahal saat memanggil Nostradamus dan dokter tidak sesingkat ini.
Saat aku memeriksa ke bawah perancang bisnis itu sudah pergi. Mungkin itulah alasan waktu pemanggilan berakhir cepat. Karena tugasnya sudah selesai.
"Bapak Idea Man tadi hebat banget. Ibu langsung dikasih rancangan usaha lengkap dengan solusi solusi untuk memecahkan setiap masalahnya." Kata Ibu.
"Yuda dukung apapun usahanya nanti." Kataku.
"Ibu udah buat rancangan usahanya loh. Kamu mau lihat?"
"Nanti aja deh bu. Yuda mau ikut kegiatan online dulu."
Aneh, tidak ada tanda tanda suaranya dimulai padahal sudah lewat 30 menit dari waktu yang ditentukan.
Aku mencari informasi ke grup Osis. Rupanya terjadi insiden yang menimpa Bapak Perdana Menteri dan keluarganya.
Yang membuatku terkejut adalah chat dari ketua Osis yang mengatakan kalau Martha telah menusuk anggota keluarganya sendiri dengan pisau termasuk Bapak Menteri Pendidikan.
Yang lebih membuatku terkejut adalah, katanya Martha sempat berusaha menyayat nadinya sendiri alias Bundir.
Aku nyalakan observerku tapi tidak terlihat satu orang pun di kediamannya.
Jangan jangan berita itu benar? Kalau benar...
"Sangat memuaskan... "
Senyum gila terukir di wajahku. Aku tak menyangka pembalasan dendam kepada Martha akan lebih memuaskan ketimbang kepada Andi.
[ Dia pasti depresi berat. Selama 6 hari terjebak di mimpi buruk yang merupakan trauma masa lalunya. Belum lagi dia bisa merasakan sensasi nyata yang dia alami ketika itu karena efek debu halusinasi yang telah ditingkatkan berkali lipat. ]
[ Sekarang keluarga Martha berada di ambang kehancuran. Apakah anda puas? ataukah anda ingin melanjutkan hingga keluarganya benar benar hancur? ]
Wajar jika Nostradamus menunjukkan belas kasihan karena dia adalah agen semesta kebaikan. Tapi tidak denganku yang serakah ini.
"Jika diizinkan aku ingin menuntaskan balas dendamku."
[ Tring! ]
< Sistem akan mengikuti kehendak anda untuk membalas dendam. Tapi ingatlah, setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Anda harus menanggung masa akibat dari perbuatan anda. >
Sistem sendiri yang memberiku izin.
__ADS_1
Izin dari Sistem membuka tahap ke 3 Hidden Quest.
[ Tring! ]
< Karena adanya kebijakan khusus tahap ketiga dan keempat sekaligus tahap terakhir dapat anda lihat sekarang >
< Tahap Pertama \= Disiplinkan para siswa kelas yang pernah merundung anda [20/20] > ( Complete )
< Tahap Kedua \= Tunjukkan betapa kerasnya sekolah anda kepada masyarakat! Buat video tentang bullying yang kerap dilakukan di sekolah anda >
< Tahap Ketiga \= Jatuhkan Menteri Pendidikan dari posisinya dengan metode anda sendiri >
< Tahap Keempat \= Hapuskan Sistem Kasta Prestasi yang ada di sekolah anda >
Lomba video kreatif dan acara peresmian kurikulum baru dibatalkan. Meski begitu aku akan tetap memperlihatkan video yang berisi sisi gelap sekolahku ini ke awak media.
Lalu aku akan mendatangi Martha, si musuh besarku untuk memberikan sentuhan akhir.
...
< Chapter Selanjutnya [ Akar Para Sampah (2) ] >
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< Poin Peningkatan Random +120 >
< 1. Moral (46/40) >
< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
< 3. Kekuatan (200/200) >
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
< 4. Kecerdasan (110/300) >
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
< 5. Bakat : >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( sepatu mistis ) ( selimut sutra ) ( emas hitam peretas ) ( hoodie anti terkejut ) ( lidah suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Fairy Poet ) ( Nebula Eye ) ( Delivery Tower ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' )
< Tiket emas (2) >
< Special Massal Product >
( Blanche Homunculus (6) ) ( Vert Homunculus (2) ) (Jaune Homunculus (1) )
.......................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................