Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 29 | Sang Pejuang Nilai


__ADS_3

Aku dan ketua Osis bergegas menghampirinya ke lapangan. Tapi kami tidak langsung menghentikan Bima.


Baik aku maupun ketua Osis, kami berdua sama sama penasaran tentang aktivitas penerimaan suap yang dilakukan oknum Guru secara diam diam.


Pengumuman ini akan didengar oleh seluruh warga sekolah.


Sistem tidak merespon hal ini. Biasanya Sistem akan merespon jika ada hal buruk atau ada seseorang yang tindakannya akan berakibat buruk padaku.


Karena Sistem tidak merespon aku juga diam menyaksikan. Ketua Osis juga tidak menghentikannya.


[Yang pertama adalah...]


[Wali murid, Bapak xxxxx yang memberikan suap kepada Guru jurusan farmasi, Bu Guru xxxxx]


(Nama wali murid dan Guru yang kurang berpengaruh pada jalan cerita sengaja di tulis dengan xxxxx)


"Dari jurusannya si Pandu. Btw, kemana anak itu, Kok hari ini tidak kelihatan?"


"Apa dia boros lagi?"


[Saya punya rekaman videonya. Selama 2 Bulan setelah UAS pertama saya bekerja sama dengan teman teman saya untuk mengawasi aktivitas para guru.]


[Saya akan membagikan videonya ke setiap grup chat sekolah.]


Bima benar benar menunjukkan video yang memperlihatkan tersangka menerima suap dari orang luar, bahkan obrolan pihak pemberi dan penerima suap pun terekam jelas. Entah alat apa yang dia gunakan hingga bisa dapat rekaman yang sejernih ini.


Sekarang tuduhan Bima sudah bukan lagi tuduhan. Bima bahkan berhasil mendapatkan foto lembar jawaban siswa yang orang tuanya memberi suap sebelum dan sesudah diubah.


Aku yakin Bu Guru xxxxx sedang ketar ketir di ruangan beliau.


Bukan hanya itu, Bima masih memiliki video penerimaan suap lainnya, ditambah dengan bukti bukti foto lembar jawabannya.


Total ada 4 Guru yang ketahuan menerima uang suap.


[Saya dan para teman teman siswa siswi SMK Negeri 7 Harapan benar benar kecewa dengan Guru guru yang menerima suap.]


[Padahal kami sudah belajar dengan susah payah demi bisa mendapat nilai yang bagus. Kami menjunjung tinggi nilai kejujuran. Disaat ujian berlangsung kedua tangan kami diletakkan di atas meja. Tapi beberapa Guru malah dengan ringannya menerima sejumlah uang untuk menuliskan nilai tinggi untuk anak anak nilainya rendah.]


[Dimana keadilan di sekolah ini?! Bukankah salah satu Visi dan Misi sekolah adalah membentuk jiwa terpelajar yang jujur, unggul, dan berkompeten! Apakah Visi Misi itu hanya tinta di atas kertas semata?!]


[Kami para pejuang nilai tidak terima dengan ketidakadilan ini!!]


Para pendukung Bima berkumpul di tengah lapangan dan menyatukan suara mereka agar sekolah bertanggung jawab mengembalikan uang dan nilai asli ujian siswa yang telah mereka ubah.


Pendukung Bima ada hampir seratus orang. Demo besar pun tidak terhindari.


Lagi lagi terungkap hal kelam dari sekolah ini. Sebelumnya diterapkan sistem kasta prestasi yang membuat anak anak saling memperbudak dan menjajah satu sama lain.


Lalu melindungi seorang kriminal (Abang Jojo) dari amukan keluarga korban (Riyan dan SMA 9 AWAN UAP). Dan sekarang beberapa Gurunya menerima suap.


Sekolah macam apa ini sebenarnya?


Apa di masa depan alumni sekolah ini akan menjadi orang yang baik di masyarakat? Aku tidak bisa membayangkannya.


"Pasti ada anggota Osis yang membantu anak itu." (Ketua Osis)


"Kau tahu ketua?" (Yuda)


"Tentu aja gue tau. Tapi kayanya gak masalah." (Ketua Osis)


"Iya. Justru bagus kalau hal negatif seperti ini ditindak dengan tegas." (Yuda)


Aku mengechat Agen Nostradamus.


[Alasan Bima membentuk grup belajar itu untuk membuat keributan agar pihak sekolah dan Osis menyorot dirinya.]


[Itu artinya sebentar lagi grup belajar Bima akan bubar, karena dia telah berhasil mendapatkan perhatian pihak sekolah melalui Osis. dan mengutarakan alasannya melakukan itu.]


[Sebenarnya aku kaget karena alasannya yang sulit dipercaya. Tapi bagaimanapun semuanya sudah selesai. Pihak penerima suap itu tidak akan bisa mengelak lagi kan?]


Agen Nostradamus menjawab.


[Benar Kontraktor. Saya harap setelah ini anda bisa memperbaiki bahasa anda. Kalimat yang anda gunakan itu agak berputar putar.] (Agen)


[Baiklah. Yang penting kau paham kan.] (Yuda)


[Tapi bukan akhir seperti ini yang aku harapkan! Aku ingin membalas dendam pada Bima dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan padaku dulu. Memukul dan menendang.] (Yuda)


[Anda tidak berada dalam posisi yang bisa melakukan hal itu sekarang. Karena saat ini Bima hampir tidak bisa disentuh karena Isu yang dibuatnya.] (Agen)


[ada hal penting yang harus anda lakukan sekarang. Lihatlah chat grup anda dan teman teman anda.] (Agen)


[Maksudmu grup pemanah?]


Aku kaget saat melihat chat Nadia. Dia memberitahu kami kalau ibunya yang sakit telah meninggal dunia.


Chatnya masuk 3 menit yang lalu.


[Ibu Nadia belum meninggal. Beliau sedang berada dalam kondisi koma dimana jantung dan nadinya berhenti sementara.] (Agen)


[Berhenti menjelaskan! Katakan apa yang harus aku lakukan!] (Yuda)

__ADS_1




[Waktu yang tersisa (26:59)


Aku rela mengorbankan satu Tiket Emasku untuk menyelamatkan ibunya Nadia. Aku tidak akan melakukan ini untuk ibu orang lain, tapi yang sedang kritis itu adalah ibu temanku.


-Di Rumah Sakit-


Aku berhasil sampai ke rumah sakit tanpa hambatan, walaupun sedikit terlambat. Aku juga tidak perlu bertanya pada resepsionis dimana kamarnya, karena jalanku sudah ditunjukkan oleh benang gaib.


(Waktu yang tersisa 10:16)


Di ujung lorong rumah sakit yang tidak ada orangnya aku menggunakan Tiket Emas dan memanggil dokter perempuan yang dulu mengobati punggung si maling.


Dokter dari Semesta Kebaikan pun datang. Kali ini dia memakai baju kebaya yang tertata rapi. Ini lebih baik ketimbang baju tradisional tiongkok yang kemarin.


Ibunya Nadia ada di ruang UGD. Dokter dan para perawat meninggalkan Nadia dan Ibunya untuk mengurus pasien lain.


Di depan ruang UGD itu aku mengetuk pintunya perlahan.


Nadia menengok dari jendela, lalu aku dan dokter masuk. Aku tanya bagaimana keadaan ibunya.


"Ibuku sudah..." Nadia menangis.


(Waktu yang tersisa (08:20)


"Aku harus cepat!" Pikirku.


"Nad, dokter akan memastikan keadaan ibumu. Belum tentu beliau sudah pergi. Jadi berhenti menangis." (Yuda)


"Apa maksudmu...? Apakah ibu masih hidup??"


"Percayalah, dokter pasti bisa mengobatinya."


Kami disuruh keluar ruangan, sementara Dokter Sistem akan mengobati ibu Nadia.


[Waktu yang tersisa (05:40)] -Hitung mundur telah berhenti-


Aku lega melihat waktu hitung mundur nge freeze. Selain Nadia ada satu anak kecil yang merupakan adik laki lakinya.


"Siapa adik ini Nad?" Tanyaku.


"Dia adikku. Darimana kamu tahu ibuku dirawat di rumah sakit ini Yud? padahal aku lebih pernah bilang." (Nadia)


"Aku punya indra keenam. Indra keenam ku adalah bisa mencari seseorang atau objek yang tersembunyi. Aku benar benar bersyukur tuhan memberkatiku dengan anugerah kemampuan yang luar biasa seperti ini." (Bohong)


Terpaksa berbohong lagi, sampai membawa bawa tuhan lagi. Semoga tuhan mengampuni dosaku.


"Ini ketua klub pemanah kakak." Jawab Nadia.


"Jelek banget..." (Adik Nadia)


Dibilang jelek oleh anak kecil dengan wajah yang polos seperti ini sangat menyakitkan. Yang lebih menyakitkan lagi, yang dia katakan itu benar, jadinya aku tidak bisa marah.


"Arqan, kenapa kamu ngomong kasar ke orang yang udah bantuin kita? ibu kan gak pernah ngajarin kamu kasar ke orang." Nadia memarahi adiknya.


"membantu apa kak? kakak ini cuma cari perhatian sama kita, sama kaya om om itu." (Adik Nadia)


"Liat aja badannya. Gendut, buncit, dekil, jelek, penampilannya pun kaya orang miskin. emangnya orang kaya gini bisa bayar dokter mahal buat ngidupin ibu yang udah meninggal?"


"Jelas banget dia cuman cari kesempatan buat ngedeketin kakak. Orang kaya begini harusnya mati aja."


Aku tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Nadia dan adiknya setelah itu. Aku tenggelam dalam pikiranku.


Jadi terlihat seperti itukah kebaikan yang aku lakukan?


Memang benar kalau di sudut pandang adik Nadia, yang aku lakukan saat ini adalah mencari perhatian, karena dia tidak tahu kalau ibunya masih bisa diselamatkan. Sistem yang punya kekuatan fantasy lah yang tahu.


Dipikir pikir selama ini aku selalu berhadapan dengan pertanyaan tentang bagaimana aku bisa tahu ini dan tahu itu.


Dulu Lauroe bertanya bagaimana aku bisa tahu kalau ada paku di mangkuk mie kak denata. Dan sekarang Nadia belum bertanya bagaimana aku tahu lokasi rumah sakit ibunya dirawat.


Aku selalu menjawab semua pertanyaan atas kemahatahuanku yang tidak masuk akal itu dengan argumen bahwa aku memiliki indra keenam ataupun mata batin.


Sekarang aku sadar kalau tidak orang akan merespon perbuatan baik dengan positif. Terutama saat perbuatan baik kita itu tidak masuk akal seperti yang aku lakukan sekarang.


Tapi tetap saja, aku tidak terima disebut melakukan kebaikan untuk mendekati seseorang. Apalagi dibilang sama dengan om om yang tampaknya bukanlah orang baik.


"Dik, kakak membantu kalian bukan untuk meminta imbalan ataupun cari perhatian. Tapi karena kakak punya kekuatan dan kemampuan untuk melakukannya. Bagi kakak tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik selama kakak mampu melakukannya dan kakak tidak merasa terbebani karenanya." Ucapku sambil tersenyum padanya.


Aku malu setelah mengatakan itu, jadi aku membalikkan wajah. Kira kira mereka paham tidak ya, inti dari kata kata bijakku tadi.


Intinya aku sedang meniru quetos terkenal di komik yaitu "With great power comes great responsibility".


Setelah hampir 2 jam, akhirnya dokter sistem keluar dari ruang UGD.


Dokter Sistem tersenyum menandakan kabar baik telah datang.


"Anak anak yang baik. Ibu kalian sudah sehat. Jadi jangan menangis lagi ya.." Kata Dokter Sistem.

__ADS_1


...


Chapter Selanjutnya


....................................................................................




Etika (45) (Cukup)




Moral (89) (Mulia)




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 2 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (54) (Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido)


teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)


teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• silahkan isi sendiri



• daftar pusaka sistem yang dimiliki:


- sepatu mistis


- selimut sutra


- emas hitam peretas


- hoodie anti terkejut


- lidah suci



....................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


....................................................................................


__ADS_2