
Raja Banaspati merasakan kehadiran makhluk asing di istananya. Dia pun memerintahkan para algojonya dan para dayang dayang untuk menyisir istana sampai ke gorong gorong terdalam.
Yuda yang bersembunyi di langit langit istana berhasil menangkap satu algojo dan menarik badan serta kepalanya ke dalam tanah yang keras.
Tapi Banaspati itu tidak mati karena dia adalah makhluk halus.
- Pov Yuda -
"Hei Banaspati, kau mengerti bahasaku?"
"Rajaaa...!!!!"
Algojo Banaspati tersebut berteriak memanggil rajanya tapi usahanya sia sia karena aku sudah memasang kubah kedap suara.
"Rajaaa...!!!!"
"Huff...!!"
Aku sumpal congornya dengan sepatuku. Lalu aku pasangkan pusaka Lidah Suci kepadanya, tujuanku simpel yaitu untuk mencari tahu dimana Lonceng Kematian disembunyikan.
Aku hanya butuh 4 W 1 H untuk menemukannya.
"Apa itu Lonceng Kematian?"
"Dimana letaknya?"
"Siapa yang menjaganya?"
"Kapan aku bisa mengambilnya?"
"Bagaimana cara aku mengambilnya?"
"Kau tidak akan bisa mendapatkannya anak manusia!!" (Algojo Banaspati)
"Jawab saja pertanyaanku kalau tidak mau aku siksa! Kau kira aku tidak bisa membunuh Banaspati."
Ancamanku berhasil, dia menjawab pertanyaan dengan detail.
Pertama, apa itu Lonceng Kematian?
Lonceng Kematian adalah pusaka peninggalan kerajaan kuno di tanah jawa yang konon bunyinya dapat menundukkan ras jin jahat. Salah satu cerita yang melegenda tentang Lonceng Kematian adalah cerita raja Banaspati yang membunyikan lonceng untuk mengusir makhluk halus dari luar nusantara yang bernama Troll.
Kalau tidak salah Mbah Asap juga sempat menyebut nama Troll.
Lalu yang selanjutnya, dimana lonceng itu?
Lonceng Kematian ada di belakang singgasana Raja Banaspati. Tentunya lonceng itu dijaga langsung oleh sang raja dan algojonya. Selain itu ada banyak dayang dari kalangan jin yang mengawasi singgasana.
Saat ini adalah waktu terbaik untuk mencurinya karena para dayang dan algojo sedang tidak di tempatnya. Tapi aku tetap harus memikirkan cara agar Raja Banaspati meninggalkan singgasananya.
Ditambah aku harus berhati hati saat mengambilnya. Karena lonceng itu akan berbunyi jika sedikit saja berguncang.
Usai mendapatkan informasi itu aku bergegas berenang ke ruang singgasana. Algojo itu tidak ku bunuh karena tidak memiliki lingkaran merah.
Sesampainya di ruang singgasana aku terkejut karena tidak ada satu setan pun yang menjaga tempat ini.
Situasinya sedikit runyam karena aku tidak bisa mengaktifkan observer, jadi aku sedikit takut untuk keluar dari tanah.
Tapi misi tetaplah misi, aku mengumpulkan nyali lalu keluar dari langit langit istana.
"Untung tidak terlalu tinggi."
Dari sini aku sudah bisa melihatnya, Lonceng Kematian. Entah kenapa barang itu bersinar dengan terang.
Tapi sebelum aku sempat mengambilnya Raja Banaspati kembali dan menyerangku dengan pedang api yang membara.
Serangannya berhasil aku hindari tapi dia dengan sangat cepat berpindah ke depan wajahku.
"Kau...!!!" (Yuda)
Raja Banaspati mencekik leherku dengan kuat. Aku tidak sempat melarikan diri menggunakan skill Underground Swim karena kakiku tidak menginjak tanah.
"Anak manusia ini memiliki hawa yang aneh. Bongkar tubuhnya! Dia mungkin memiliki energi spiritual yang unik seperti Retno."
Setan ini menyebut nama ayahku. Rasa penasaranku makin bertambah tentang sosok ayah.
Selain itu yang dicekik olehnya sebenarnya bukan aku melainkan Rouge Homunculus yang baru saja aku beli.
Ini adalah strategiku untuk menjebak Raja Banaspati. Sedari awal aku tidak berniat berhadapan langsung dengan Raja Banaspati. Aku bahkan meminjamkan Taring Reog pada R Homun.
Rouge Homunculus yang marah pun memotong tangan Raja Banaspati. Anehnya dia melakukan itu dengan senjata lain, padahal dia bisa memakai Taring Reog. Terserah lah.
Sang raja pun menjerit kesakitan. Dia memanggil para algojo dan memanggil setan Kemamang.
Setan Kemamang adalah setan bersayap dan berkepala api. Dia punya keunggulan melawan Rouge Homunculus karena dia bisa terbang dengan sangat cepat.
"Ini kesempatan yang bagus untuk mengukur kemampuan Rouge Homunculus yang katanya senjata penghancur." Pikirku.
Sayang sekali aku tidak membawa popcorn, padahal ini tontonan yang sangat keren.
Rouge Homun menaruh Taring Reog ke lantai, lalu menarik sebuah pedang cyber yang dibawanya.
Dari pangkal pedangnya mengalir api biru. Dia lalu menebaskan pedangnya ke arah hantu Kemamang.
Tebasan apinya meleset, tetapi R Homun melompat dan berhasil menendang hantu Kemamang.
Saat pedangnya akan menebas hantu Kemamang, Raja Banaspati menahannya. R Homun pun bertarung 1 lawan 2 dengan penuh keberanian.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan R Homun aku berusaha mencuri Lonceng Kematian.
Aku hanya harus menyentuhnya sekali untuk membagikan efek Mata Nebula supaya bisa ku bawa berteleportasi.
__ADS_1
Tapi seorang hantu wanita berkebaya muncul di depanku. Dia menggigit tanganku, sialnya pusaka Awan Hitam tidak bisa menangkis serangan non astral.
Aku kubur hantu wanita itu ke dalam tanah, tapi dia bisa keluar lagi karena dia adalah makhluk astral.
Segera aku mengambil Taring Reog lalu menebas hantu wanita itu. Ia pun terbakar menjadi debu.
Lebih banyak hantu wanita berwujud sama datang menyerangku, sepertinya mereka adalah Dayang dayang di istana ini. Aku pun dengan mudah membasmi mereka.
Masa bodoh dengan lingkaran merah, semua yang menyerangku aku habisi termasuk para kelelawar ini.
"Tunggu, kelelawar??"
Tanpa sadar aku sudah berada di luar dan menyerang kelelawar yang terbang. Saat aku tidak tahu berada di mana Dayang dayang istana muncul.
"Kita berhasil memisahkan mereka. Sekarang bunuh yang tampan ini!" (Dayang)
Skill Third Person Point Of View membantuku menghindari serangan merek yang datang dari segala arah.
Aku tidak tahu ajian apa yang membawaku ke atas sini, padahal para Dayang ini hanya menyerang menggunakan kuku panjang mereka.
Tidak lama kemudian aku melihat hantu wanita yang berbeda dari yang lainnya. Dia memakai kalung berbuah kuku kuku panjang seperti kalung suku pedalaman.
Aku pun menyimpulkan kalau dialah yang menggunakan ajian atau sihir. Mungkin dia adalah penyihir istana Banaspati.
"Sya.. ham..an.. garr.. "
Penyihir itu merapalkan sebuah mantra, atau begitulah sependengarku.
< Skill Burning Wave diaktifkan >
< Ledakan Miracle Taring Reog dilepaskan >
"Syaakk..."
Pohon pohon tumbang terkena laser Taring Reog, tapi entah aku sedang mengantuk atau apa, si penyihir berhasil selamat dari Burning Wave.
Karena tidak punya banyak waktu aku membeli satu lagi Rouge Homunculus untuk menghadapi mereka.
Rouge Homun yang muncul berbentuk serigala besar. Sebenarnya aku bisa saja membeli banyak R Homun. Tapi aku khawatir terjadi sesuatu jika membeli terlalu banyak senjata penghancur. Ditambah lagi akan sulit bagiku untuk mengukur kemampuan mereka.
Sistem memberikan koordinat istana Banaspati, berkat aku bisa segera kembali ke istana dengan teleportasi.
"Apa kau menang R Homun?" Tanyaku pada R Homun yang berdiri menatap ke depan.
Harapanku sirna saat melihat separuh wajah R Homun yang hancur.
Dia berkata kalau Raja Banaspati lebih kuat dari perkiraannya. Mendengar itu aku sedikit merinding karena aku menyetting wujud Rouge Homun pertama seperti tokoh utama animasi jepang. Jadinya saat dia mengatakan musuh terlalu kuat aku langsung teringat salah satu adegan dalam anime.
[ Berhenti bermain main! Tujuan anda mencuri Lonceng Kematian sudah diketahui oleh para Algojo. Sekarang mereka membawa kabur Lonceng Kematian. ]
"Aneh, kenapa aku tidak mendengar suara dengung bel."
Observerku tidak bisa diaktifkan sekarang, jadi aku memutar otak untuk menemukan lonceng itu.
Lalu aku satu ide gila melintasi pikiranku. Aku pun kembali ke tempat Rouge Homun untuk menangkap Raja Banaspati.
"Dengarkan aku R Homun! Kau tidak bisa membunuhnya dengan api, jadi bantu aku memadamkan apinya terlebih dahulu!"
R Homun mengangguk. Raja Banaspati mewaspadai pergerakan kami berdua. Dia berhenti bergerak dan memfokuskan diri pada pertahanan di satu tempat.
Aku membagi efek Mata Nebula pada R Homun lalu kami bersama sama menyerangnya dari satu arah.
Raja Banaspati membuka mulutnya, sontak R Homun berubah menjadi perisai persegi.
Raja Banaspati menyemburkan laser api yang sangat besar. Aku melompat ke samping tetapi R Homun pertama tidak selamat. Dia berubah menjadi debu.
Aku balas menyerang dengan Kipas Ajaib pemberian Mbah Asap. Seketika api yang menyelimuti badan Raja Banaspati meredup.
Raja Banaspati menyemburkan api untuk yang kedua kalinya, tapi yang keluar dari mulutnya hanyalah asap.
R Homun kedua datang dan menggigit tangan kanan Raja Banaspati. Akhirnya kami memenangkan pertarungan.
Raja Banaspati berhenti melawan saat ujung Taring Reog ditempelkan di lehernya.
"Serahkan lonceng kematian padaku Raja Banaspati! Kau ingin menyerang alam manusia kan." (Yuda)
"Bagaimana kau bisa tahu itu?!" (Raja Banaspati)
Dia melototiku. Aku pun balik melototinya. Kemudian aku ancam dia lagi.
"Aku yakin para dayangmu sudah melihat kehebatan keris ini. Serahkan lonceng itu baik baik atau aku bunuh raja kalian dan aku obrak abrik istana ini!!" Ucapku kepada para dayang dan algojo.
Mereka melihat ke satu orang, yaitu raja mereka yang sedang aku sandera.
"Aku tidak tahu apa alasanmu ingin menyerang alam manusia, Raja Banaspati. Jadi mari kita buat perjanjian. Jika kau menyerahkan loncengnya aku akan pergi baik baik, tapi jika tidak aku akan menghabisimu!"
Aku tidak berniat membunuhnya karena dia tidak memiliki lingkaran merah di atas kepalanya. Terlebih lagi membunuh raja suatu kaum bukanlah hal yang bagus.
Mendengar itu Raja Banaspati malah tertawa terbahak bahak.
Ludahnya sampai mengenai wajahku. Saat aku tanya apa yang lucu dia menjawab kalau...
"Tidak ada yang lucu, aku cuma kaget bertemu manusia konyol sepertimu."
Tanduk di kepala Banaspati yang tadinya hanya berjumlah 2 tiba tiba menjadi 8. Tubuhnya yang awalnya berbentuk manusia kini berubah menjadi hewan berkaki 4.
Moncong besi keluar dari wajahnya. Raja Banaspati yang semula sudah berbahaya berubah menjadi serigala bermoncong buaya yang tampak mengintimidasi. Disertai lingkaran merah yang terbentuk di atas kepalanya.
[ Itulah Final Boss di quest kali ini. Raja Banaspati kesembilan dalam wujud perangnya. ]
[ Banaspati Bahutai. ]
__ADS_1
R Homun menyuruhku mundur. Aku bukannya meragukan kekuatan R Homun, mereka cukup hebat karena mampu bertarung imbang melawan Raja Banaspati.
Jika Base Mode nya saja bisa mengimbangi R Homun bayangkan seberapa berbahayanya Mode Perangnya ini.
"Sistem! Aku beli 6 Rouge Homunculus lagi, cepatlah!!"
Banaspati Bahutai mengayunkan cakarnya. Dampak kehancuran yang ditimbulkan sangat besar sampai menghancurkan setengah ruang singgasana.
< 6 Rouge Homunculus pesanan anda sudah sampai >
Para algojo dan dayang melarikan diri. Ketidaksetiaan mereka itu menguntungkan diriku.
Bersama 7 Rouge Homunculus aku mencari celah untuk menusukkan Taring Reog padanya. Lalu tanpa aku sadari ruangan ini telah diisolasi dari luar oleh para algojo.
Tetapi itu bukanlah masalah besar bagiku, karena aku masih bisa teleportasi keluar.
- Pov para algojo Banaspati -
"Perkuat lagi kubahnya! Biarkan mereka dihabisi oleh Raja!"
"Ayo bantu, bantu!"
Tanpa mereka sadari Yuda dan ketujuh R Homun sudah berada diluar. Mereka pun dibantai satu persatu hingga tersisa satu Algojo saja.
- Pov Yuda -
"Dimana kalian menyembunyikan loncengnya? Aku yakin lonceng itu bisa menghentikan amukan Raja Banaspati."
Si Algojo tidak mau memberitahuku.
Saat aku ingin memasang Pusaka Lidah Suci padanya kubah yang mengurung Banaspati Bahutai pecah.
...
< Chapter Selanjutnya [ Raja Manusia ] >
....................................................................................
Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< Poin Peningkatan Random +135 >
< 1. Moral (98/40) >
< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
< 3. Kekuatan (200/200) >
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
< 4. Kecerdasan (110/300) >
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
< 5. Bakat : >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
• Koki | Food Traveler - Advance -
• Isi Sendiri
< Uang Saku [ Rahasia ] >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi )
< Tiket emas + 3 >
< Special Massal Product >
- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (2) - - Jaune Homunculus (1) - - Rouge Homunculus (7) -
..........................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1