Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 63 | Kebenaran Tentang Ayahku


__ADS_3


Pov Narator -



"Kring..."


Seekor anjing penjaga rumah terbangun. Instingnya dapat merasakan kehadiran seseorang di sekitar. Si Anjing pun menggonggong, berusaha mengusir sosok tak terlihat di depannya.


Yuda berdiri tepat di depan anjing itu namun di alam yang berbeda.


Yuda berhenti sejenak untuk menginterogasi kepala dedemit yang mirip dengan ayahnya.


- Pov Yuda -


"Apa apaan ini! Aku kesini untuk bekerja, kenapa malah bertemu kejadian tidak masuk akal begini?!"


Pikiranku bercampur aduk. Meskipun aku tahu dedemit ini bukan ayahku, aku tetap penasaran kenapa dedemit menyerupai ayahku.


"Dulu sempat ada gosip kalau ayahku melakukan praktek ilmu hitam."


Mataku sedikit gatal gara gara terlalu lama melihat makhluk makhluk yang mengerikan. Saat aku menggosok mataku dedemit kepala melompat dan merebut Taring Reog dari genggamanku.


"Dapat! Aku dapat kerisnya!"


"Cepat bunuh dia wahai para tetua!!"


Dedemit kepala memanggil teman temannya. Tapi keris yang dia gigit kuambil kembali dengan cepat.


"Wuung..." Suara teleportasi Mata Nebula terdengar mirip dengan suara hembusan angin.


Aku teleportasi ke depannya lalu menginjak dedemit itu hingga dia mencium tanah.


"Lepaskan!!!" Teriaknya.


Aku terus menginjaknya sampai mata pisau reog menggores pipinya.


"Ahh zat apa ini!!!"


Si dedemit kepala pun dikembalikan ke alam gaib.


"Tunggu bukankah ini adalah alam gaib? Lantas kemana para dedemit yang tersentuh taring reog ku?"


[ Mereka mati. Jika di alam manusia eksistensi mereka berkurang sehingga mau tidak mau mereka akan terusir dari alam manusia. Tapi kalau terkena taring reog di alam gaib maka eksistensi mereka akan terhapus sepenuhnya, alias mati. ]


"Sial! Padahal aku harus menginterogasi kepala itu!"


[ Saya akan membantu anda agar quest ini lebih cepat selesai. ]


"Benarkah?!"


[ Ya, bersiaplah, akan aku bawa kau ke tempat musuhmu berkumpul. ]


Partikel biru menyelimuti badanku, rasanya aku akan teleportasi ke suatu tempat.


Proses teleportasi berjalan secepat kedipan mata 3 kali. Aku pun sampai ke tengah pasar yang sangat luas.


Jelas ini adalah pasar gaib, sebab barang barang yang perdagangkan adalah rambut, kulit, bunga, daging yang aneh dan beberapa pusaka.


"Dimana ini?"


[ Ini adalah pasar jin. Anda bisa berinteraksi dengan para penjual ataupun pembeli dengan leluasa. Tapi ingat! Jaga sikap, dan jangan bicara kasar! ]


"Kenapa kau membawaku kesini, dimana musuhku?"


[ Ada Percabangan misi yang harus anda selesaikan terlebih dahulu. ]


[ Tring! ]


< Percabangan Main Quest muncul >


< Beli 3 barang terbaik yang ada di pasar gaib ini >


< Tenang saja mereka cukup ramah >


"Dasar Sistem sialan...!!"


"Barang apa yang harus aku beli?"


• Lonceng kematian


• Kembang Persik


• Kulit Wewe Gombel


< Ketiga barang itu akan membantu anda di quest ini >


< Selamat berjuang >


Langsung saja aku beli barang yang paling, kulit Wewe Gombel. Aku tahu bentuk kulit itu walaupun tidak pernah melihatnya karena para pedagang disini menulis nama barang dagangan mereka di papan yang besar.

__ADS_1


Sempat bingung harus membayar dengan apa tapi segera uang yang aku keluarkan dari pocket berubah menjadi batu batu sungai yang mengkilap.


Aku tidak tahu adab penjual dan pembeli disini jadi aku pakai adab manusia saja.


"Saya beli 2 lapis kulit Wewe Gombel." Ucapku sambil diam diam memperhatikan reaksi si penjual.


Si penjual ini berbentuk mirip Cyclops dengan bulu hitam khas hantu nusantara di sekujur tubuhnya.


Dia membungkus kulit yang aku pesan dengan kaun pisang lalu memberikannya padaku. Kemudian aku bayar dengan 10 batu sungai. Dia menerima 7 dan melemparkan 3 sisanya kepadaku.


Penjual yang kasar ini membuatku tidak nyaman, aku pun bergegas meninggalkan lapaknya.


Barang kedua kembang persik. Aku mencari hingga ke ujung pasar tapi tidak dapat menemukan barang yang dimaksud.


Terpaksa aku bertanya dengan salah satu penjual menyeramkan yang ada di ujung pasar ini.


"Permisi, apakah ada kembang persik disini?"


Si penjual menggeleng lalu membereskan barangnya. Aku pun pergi karena tampaknya dia ingin tutup warung.


Di tengah pencarian aku dibegal oleh jin jin yang tak berakhlak. Aku tidak sengaja menginjak jebakan tali yang mereka pasang dan sekarang aku tergantung di atas pohon dengan posisi terbalik.


Para jin begal itu mengambil semua batu sungai ku lalu meninggalkanku tergantung di pohon.


Setelah mereka pergi aku potong tali yang mengikat kakiku. Namun aneh saat terjatuh aku malah menembus tanah dan jatuh ke lumpur. Benar benar absurd.


"Agen Nostradamus, apa kau mendengarku?"


< Anda tidak bisa meminta bantuan agen dua kali >


< Tapi anda bisa meminta bantuan Sistem satu kali >


"Aku belum butuh bantuan saat ini. Aku hanya spontan memanggilnya."


Aku bangkit, uang yang dicuri oleh para jin begal itu tidak seberapa. Karena nominal 1 juta rupiah apabila ditukarkan akan menjadi 19 batu sungai.


Jadi harga 2 lembar kulit wewe gombel itu kalau dirupiahkan berkisar 400 ribu rupiah, mungkin... Sudahlah, aku benci matematika.


Aku sampai di pasar lain yang berada di bawah tanah. Udara di sini pengap. Aku mencari kedua barang lainnya dengan cepat. Lonceng kematian juga tidak ada disini, tapi aku berhasil menemukan Kembang Persik satu piring.


Sate Kembang Persik tertulis di atas warungnya. Saat aku ingin membayar pesananku si penjual sate kembang malah marah dan membuang batu sungaiku.


"Apa kamu tidak tahu kalau penggunaan batu sungai dilarang di pasar bawah ini? Kamu harus barter dengan barang yang sudah kamu beli dari pasar atas."


Jadi sistem transaksi di pasar bawah ini adalah dengan membarter barang yang aku beli di pasar atas. Berarti sebelum pergi ke pasar bawah ini diharuskan membeli barang aneh yang ada di pasar atas terlebih dahulu.


Aku berikan satu lembar kulit wewe gombel padanya. Dia menerima barang barterku dan memberi 2 piring sate kembang.


Karena sulit dibawa aku meminta agar satenya dibungkus saja, tapi kakek pedagang itu menolak dengan alasan dia tidak suka kalau satenya dibawa pulang. Jadi aku langsung membawa kesepuluh tusuk sate itu pulang sebelum si jin berubah pikiran.


< Anda sudah menemukan Kembang Persik >


< Sekarang temuilah seorang jin tua bernama Mbah Asap yang tinggal di ujung pasar ini >


< Hati hati, dia adalah jin yang kasar sama seperti para penjual disini. Jadi berikanlah sate Kembang Persik itu padanya >


Benang hijau muncul. Aku mengikuti benang hijau hingga sampai ke kubangan lumpur tempat aku jatuh tadi. Ternyata ada jalan tersembunyi di sekitar kubangan. Aku pun memasukinya dengan penuh kekhawatiran.


Masalahnya aku bisa melihat para jin ini yang memegang Taring Reog. Karena itu aku jadi bisa melihat semua makhluk yang sebenarnya tidak perlu untuk ku lihat.


Aku menuruni tangga ke bawah. Cukup aneh melihat ada tangga semen, di tambah dinding tempat ini menggunakan marmer berwarna merah yang dipahat sangat halus. Dindingnya juga dihiasi dengan foto foto seseorang yang didampingi oleh makhluk astral di sampingnya.


Mungkin itu adalah foto para pengguna khodam, sama seperti Mbah Ghoib yang aku temui di hutan dedemit.


Tanpa sadar aku menabrak pintu. Aku pun membuka pintu itu tapi anehnya di baliknya hanya ada tembok marmer merah.


Aku tutup pintu itu lalu aku buka lagi, berharap bagian dalamnya berubah, tapi tidak berhasil. Aku coba sekali lagi tapi tetap tidak berubah.


Hingga sesosok bayang hitam melintas di sampingku disusul dengan bayangan putih yang tiba tiba berdiri di sampingku.


Alu kaget dan hampir saja menebasnya dengan Tarung Reog. Bayangan putih itu bicara dengan ramah padaku. Meski berada di alam jin jahat sepertinya dia cukup baik.


"Lama tidak bertemu Retno, kamu kesini untuk bertemu Mbah Asap kan. Ketuk saja pintunya, dia pasti mengizinkanmu masuk."


Si bayangan putih berlalu pergi. Aku mengikuti sarannya dengan mengetuk pintu terlebih dahulu baru membukanya.


"Krieet..." Suara pintu.


Bagian dalam pintu yang awalnya dinding marmer berubah menjadi ruangan yang luas dengan warna merah yang mendominasi.


Tempat ini membuatku merinding, rasanya benar benar tidak nyaman dan menakutkan. Lalu aku melihat seorang nenek sedang duduk di atas kursi goyang. Di belakang nenek itu terlihat manusia setengah anjing tengah memangsa manusia hidup hidup.


"Tol... tol..."


Lidah orang itu hancur dan badannya tercabik cabik.


Kalau aku yang dulu melihat pemandangan ini aku pasti sudah pingsan. Tapi sekarang berbeda, aku memberanikan diri mendekati nenek itu.


"Permisi Mbah... Mbah tahu dimana Mbah Asap?" Tanyaku.


Tiba tiba si nenek mencengkeram tanganku. cengkeramnya sangat kuat lebih kuat dari bang Tegar.

__ADS_1


"Kenapa kamu datang kesini, Putra Retno?"


Aku kaget dia tahu aku anak Pak Retno. Sebelumnya si bayangan putih juga menyebut nama Retno.


Retno adalah nama depan almarhum ayahku. Sebenarnya apa hubungan ayahku dengan alam gaib.


"Mbah enggak tahu alasan kamu datang kemari. Tapi melihat dari bagaimana para jin menyambut baik kedatangan kamu, itu artinya kemungkinan besar kamu sama seperti bapamu." Kata si Nenek.


"Apa yang nenek bicarakan?"


Aku berusaha melepaskan tangan si Nenek tapi genggamannya justru semakin kuat. Si Nenek bertanduk ini pun mengendus bauku.


"Bau apa ini? Saya enggak pernah mencium bau yang seperti ini."


"Ilmu apa yang sebenarnya kamu miliki? Dan keris hebat ini kamu dapatkan dari mana?"


Aku menjawab pertanyaan yang merujuk pada Sistem itu dengan tenang.


"Saya belajar ilmu tenaga dalam merek luar negeri. Dan ini adalah pusaka pemberian guru saya."


Mendengar itu si Nenek tersenyum lebar. Dia berkata... "Kau pembohong sama seperti bapamu. Biar Nenek ajari kamu supaya jadi anak yang jujur."


.....


< Chapter Selanjutnya [ Mbah Asap ] >


................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >


< Poin Peningkatan Random +135 >


< 1. Moral (98/40) >


< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/40 )


< 3. Kekuatan (200/200) >


• Kecepatan (90/90)


• Pertahanan (150/150)


• Stamina (200/200)


• Mentalitas (100/100)


< 4. Kecerdasan (110/300) >


• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


• Bahasa Inggris


• Penjaskes


• Bahasa Daerah


< 5. Bakat : >


• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


• Koki | Food Traveler - Advance -


• Isi Sendiri


...


< Saldo Masuk + 40.000.000,00 >


< Uang Saku [ Rahasia ] >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


( sepatu mistis ) ( selimut sutra ) ( emas hitam peretas ) ( hoodie anti terkejut ) ( lidah suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Fairy Poet ) ( Nebula Eye ) ( Delivery Tower ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' )


< Tiket emas + 4 >


< Special Massal Product >


( Blanche Homunculus (6) ) ( Vert Homunculus (2) ) (Jaune Homunculus (1) )


.......................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................


__ADS_2