Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 6 | Meningkatkan Diri Selama Satu Minggu


__ADS_3

aku bermimpi berbicara dengan sistem. ini memang mimpi tapi aku berbicara dengan sistem itu adalah nyata.


aku melihat notifikasi sistem.





"apa itu main quest?" tanya ku.


entah apa alasannya di alam mimpi sistem lebih leluasa menjelaskan segala sesuatunya. sementara di alam nyata sistem hanya seperti sebuah komputer pengirim pesan, akibatnya aku harus terus bertanya pada agen nostradamus.





sesaat setelah sistem mengatakan itu aku terbangun.


tanpa sengaja aku membenturkan kakiku ke dinding sehingga membuat luka di kakiku berdenyut kembali. belum lagi kepalaku juga pusing sekali.


"ahhh... aauuu...!!"


pasti butuh waktu lama untuk menyembuhkan semua luka ini.


ibu datang dari dapur, lalu mensterilisasi luka memarku, lanjut membersihkan dahiku bocor. aku lihat bekas air mata di pipi ibuku yang ditutupi make up seadanya. biar begitu ibu tetap cantik.


"ibu habis nangis?" tanyaku.


"gimana ibu gak nangis. ngeliat kamu dipukuli sampai berdarah darah kaya gini."


luka luar yang dapat dilihat ibu adalah memar parah di kaki, luka bekas lemparan batu di dahi, dan bekas gigitan lauroe di tanganku.


"kenapa anak anak di sekolah kamu brutal kaya gini..?? memangnya apa salah kamu nak..??"


ibu menangis tersedu sedu. aku bingung bagaimana cara menenangkan ibu. apa ibu akan jadi tenang kalau aku bilang aku baik baik saja meski seperti ini.


aku teringat dengan uang yang aku dapatkan dari reward sistem. aku menyimpan uang itu di bawah kasurku dan aku selipkan di bekas buku pelajaran.


aku menyembunyikannya bukan karena takut diambil ibu, tapi aku sengaja ingin memberi kejutan.


"jangan nangis bu, yuda lupa ngasih tahu ibu kalau yuda dapat uang. liat nih bu, yuda dikasih uang sama orang baik. totalnya eh, maksudnya jumlahnya 5,625,000,00 (lima juta enam ratus dua puluh lima ribu)."


"ya tuhan, siapa yang ngasih kamu uang sebanyak ini nak? apa yang udah kamu lakukan buat dia?" tanya ibu.


ibu belum berani memegang uang yang aku beri. ini adalah sifat ibuku yang jujur dan tidak mau menggunakan uang yang di dapatkan dengan cara yang tidak baik.


aku meyakinkan ibu kalau uang ini aku dapatkan dengan cara yang baik. bahkan agen nostradamus juga ikut membantuku dengan menulis kata kata yang tepat untuk membohongi ibu.


[pokoknya ibu tenang saja. juragan itu kaya banget, uang segini cuma recehan buat dia.]


aku ikuti kata kata agen nostradamus.


"ohh kalau kamu bilang gitu ibu percaya deh. tapi kamu sudah bilang terima kasih kan ke juragan itu?"


"sudah bu. jangan nangis lagi ya bu, uang ini semuanya buat ibu."


"makasih nak. besok kamu enggak sekolah dulu ya. ibu sudah minta izin libur seminggu buat kamu."


"seminggu..!!"


wah ini berita yang amat bagus. selama seminggu ini aku bisa fokus meningkatkan statistik dan tidak perlu takut bertemu lauroe dan anak anak lain, terutama andi dan martha.


dengan uang yang aku berikan ibu membeli sebuah tongkat untukku berjalan. sebelah kakiku pincang sekarang. walaupun ibu sudah tenang aku masih bisa melihat wajah sedih ibu melihat diriku yang pincang.


bagaimana pun caranya aku harus membalas mereka. kedua anak silat yang menyerangku. gara gara mereka sebelah kakiku jadi lumpuh seperti ini.


[jangan menyerang anak anak itu jika tidak disuruh oleh sistem atau tidak diizinkan oleh saya.]


chat nostradamus tiba tiba saja muncul.


[tapi mereka anak anak jahat. kenapa aku tidak boleh membalas mereka?]


[anak anak itu akan mendapat balasannya, tapi bukan anda yang akan memberikannya. lihat saja nanti.]


dengan berat hati terpaksa aku menuruti kata kata agen nostradamus.


[saya mengerti kalau anda marah. saat ini lebih baik anda menyelesaikan quest ke 2 anda. reward dari sistem akan membuat anda merasa lebih baik.]


[benar juga. quest gelang emas itu...!]


aki merogoh saku, dan kudapati gelang emas quest kedua yang tidak sengaja kutemukan ini masih ada. aku naik ojek untuk mengembalikan gelang ini ke pemiliknya.


aku mengarahkan mas ojek untuk mengikuti benang hijau yang membawa kami ke kota dan berakhir di sebuah mewah bak apartemen berbintang 5.


setelah sebelumnya memasuki komplek perumahan mewah sekarang aku harus mendatangi rumah yang sangat tinggi dan besar.


aku berjalan dengan gugup. sekuriti rumah ini mengizinkan aku masuk setelah aku menyebut nama 'frederica hollan' yang muncul di papan sistem.


aku semakin gugup saat melihat benang hijau berubah warna menjadi merah. karena biasanya warna merah itu mengisyaratkan bahaya. itu hanya pemikiran liarku saja sih.


aku menekan bel, bahkan bel nya saja sangat mewah. rumah ini benar benar dimiliki seseorang dengan kasta yang tinggi.


"tunggu sebentar..." ucap seseorang dari dalam rumah.


aku merasa mengenali suara itu.


pintu dibuka dan ternyata rumah ini adalah rumah siswi bule pindahan yang aku temui di uks tadi.


"you..?"


"permisi, apa gelang ini milik kamu?" tanyaku.


aku tunjukkan gelang emas temuanku.


"kamu dapat dimana? ini memang milikku." jawab gadis itu.


"aku tidak sengaja menemukannya tergeletak di rumput tinggi di dekat sawah. kalau begitu sampai jumpa lagi."


aku bergegas pergi dari rumah itu karena aku mengenali salah satu motor yang terparkir di garasi rumah. itu adalah motor yang dikendarai oleh anak anak silat yang menyerangku sepulang sekolah.


"wait! i have something to say!"


aku tidak peduli dengan gadis itu. aku naik ke motor mas ojek.


"jalan mas! nanti saya bayar 2x lipat!"


"pelan pelan naiknya mas. nanti motor saya rusak (bahasa betawi)."


aku berhasil melarikan diri dari rumah itu. ternyata kalau benang penunjuk arah berubah warna menjadi merah berarti ada bahaya di tempat yang dituju.


"hampiiirr ajaa..."

__ADS_1







aku dapat barang yang aneh lagi. kali ini sebuah sepatu. sebelumnya aku mendapatkan tiket emas yang tidak dijelaskan cara kegunaannya, sekarang sebuah sepatu.


tapi sepasang sepatu tidak begitu buruk. sekarang aku punya sepatu baru tanpa harus keluar uang. sekali lagi terima kasih sistem kebaikan!


aku menambahkan poin peningkatan random yang aku dapat kali ini ke statistik kekuatan. aku sudah bertekad akan menambahkan poin yang aku dapat seterus seterusnya ke kekuatan, karena untuk mengalahkan lauroe aku butuh kemampuan lebih lagi.


aku tidak langsung pulang ke rumah. karena di tengah jalan aku mendapat hidden quest lagi.




[anda boleh menerima, boleh tidak quest ini. sebab saat ini kondisi anda mungkin akan menyulitkan anda.] kata agen nostradamus.


[tidak apa apa, aku akan melakukannya selama ada reward nya.]


[jangan berpikir negatif dulu! aku tetap tulus membantu kok...]


aku menghampiri tukang derman yang ternyata sudah sangat tua.


penyangga kursi di derman bapak ini jebol, akibatnya kursi dermannya terjatuh ke bawah dan tersangkut. karena hari sudah senja jadinya tidak ada yang bisa dimintai tolong.


aku pun membantu bapak derman menarik bangku yang tersangkut.


aku tidak merasakan tenaga tarikan dari bapak ini. karena bapak pengemudi derman hanya menjadi beban saja aku pun meminta ia untuk mengawasi kudanya saja.


aku menarik kursi yang tersangkut sekuat yang aku bisa. tidak butuh lama kursi itu berhasil aku tarik dari celah lantai derman.


sekarang apa?


"terima kasih ya nak. apa bapak boleh minta tolong sekali lagi?"


"boleh pak."


tiba tiba aku mendapat telepon dari ibu. aku agak takut mengangkat teleponnya karena aku tahu ibu pasti akan marah. apalagi aku sengaja pergi dengan tidak memberitahu ibu.


kalau ibu tahu pastilah aku tidak akan diizinkan kemana mana.


"halo bu."


ibu langsung marah marah di telepon.


[kamu kemana yuda!!]


"anu.. bu.. yuda pergi nyari angin..."


[nyari angin, nyari angin! pulang sekarang! kalo gak kamu gak boleh makan habis ini!!]


[kamu ini ngapain sih?? kamu lagi sakit, ibu minta tolong sama kamu jangan keluyuran dulu...]


"iya, iya bu. yuda lagi dalam perjalanan pulang. ibu jangan nyariin aku ya..."


aku mematikan telepon lalu mematikan ponselku. maafkan yuda bu, ini demi kehidupan yang lebih baik...


"tolong temenin bapak ke bengkel anak bapak ya..."


"memangnya ada apa pak?"


"bapak cuma takut ada begal. kemarin ada anak sekolah yang dibegal di kawasan ini."


"kalau ada begal kenapa minta temenin sama saya pak?! saya juga takut..."


"tapi badan kamu kan gede..."


benar sih. tapi kakiku kan pincang. apa bapak ini tidak memperhatikanku? wajar saja sih, kalau orang yang setua ini sudah tidak peka lagi kepada sekitar.


"ya udah deh pak." ucapku dengan berat hati.


aku pun berjalan tertatih tatih sepanjang jalan, sementara si bapak duduk nyaman di atas derman yang dikendarainya.


aku sedikit menyesal menerima hidden quest ini. tahu begini lebih baik aku menolaknya saja. semoga setelah ini sakitku tidak semakin parah.


singkat cerita, akhirnya kami sampai di bengkel anak bapak derman. ternyata jaraknya tidak terlalu jauh, hanya berjarak 1,2 kilometer dari tempat kami bertemu.


"makasih ya nak."


"ini ada cemilan buat kamu."


bapak derman memberiku sekotak minuman teh ber brand. aku pun menerimanya dengan senang hati.


"hah, bapak!"


seorang bapak berbaju coklat keluar dari bengkel.


"yusri, derman babak lantainya jebol. bisa kamu beneran gak?"


"bisa sih pak, tapi nanti ya... aku lagi banyak kerjaan."


"yahh... padahal bapak besok mau nge derman lagi..."


"kalau yusriani bilang nanti berarti nanti pak..."


karena hidden quest nya sudah selesai aku pun pamit kepada bapak derman.


"pak, saya pulang ya."


"iya nak, hati hati di jalan ya."


setelah aku pergi, anak bapak derman berbisik ke ayahnya.


"pak, bapak ditolongin sama anak itu?"


"iya nak, memangnya kenapa sama anak itu?"


"yusriani pernah liat anak itu dibully di postingan sosmed anak anak sekolah smk 7. kayanya beneran dia deh pak..."


"masa iya nak? anak segede gitu dibully? tapi kalo bener kasihan dia ya..."


aku mendapat chat dari agen nostradamus.


[pakailah sepatu mistis yang anda dapatkan dari sistem.]


[aku sedang tidak ingin pakai sepatu. kalau luka memarku ditekan rasanya sakit.] balasku.


[sepatu mistis itu punya khasiat khusus yang bisa menahan luka di kaki anda. jadi pakailah."

__ADS_1


[hah, beneran?]


aku bergegas memakai sepatu mistis yang sedari tadi aku gantung di ikat pinggangku.


sayang sekali sistem kebaikan tidak cincin penyimpanan atau gudang dimensi lain untuk menyimpan barang barang. kalau ada pasti nuansa sistem fantasy mainstream nya akan makin terasa.


aku pasang sepatu itu perlahan supaya tidak menambah sakit di kakiku.


[sekarang coba berdirilah tanpa bantuan tongkat.]


aku terkejut, rasa sakitnya tiba tiba hilang. bahkan kakiku dapat melangkah dengan normal. sepatu ini bisa menyembuhkan luka.


[sepatu itu tidak bisa menyembuhkan luka anda.]


"eh..."


[tapi selama anda memakai sepatu itu, luka memar anda tidak akan terasa, dan apapun yang anda lakukan tidak akan membuat luka itu semakin parah. dan serangan seperti apapun yang mengarah ke kaki anda tidak akan berdampak.]


"wahh! aku mendapat sebuah item legendaris!!"


aku melompat lompat kegirangan. sebanyak apapun aku melompat lukaku tidak akan bertambah parah. sekarang aku bisa menyelesaikan quest yang akan datang hari hari berikutnya.


agen nostradamus menyuruhku untuk segera pulang dan beristirahat.


[manfaatkanlah waktu satu minggu ini untuk menyelesaikan quest sebanyak mungkin.]


[daily quest hanya berjumlah 5, tapi hidden quest yang muncul jumlahnya berubah ubah setiap harinya. jadi selesaikan quest sebanyak mungkin agar anda tidak terluka lagi saat menghadapi para perundung nantinya.]


[aku mengerti. terima kasih lagi agen nostradamus.]


apa kalian ingin tahu quest seperti apa saja yang aku lakukan selama satu minggu ini? aku akan memperlihatkannya catatan quest selama satu minggu liburku ini nanti.


singkat cerita satu minggu kemudian, aku kembali masuk sekolah.


gara gara semua kejadian yang menimpaku, mood ku langsung memburuk begitu melihat gerbang sekolah ini. kalau saja aku bisa pindah, aku akan pindah dengan memanfaatkan jalur belakang. toh, sekarang aku punya banyak uang.


"liat tuh! si kuda nil beneran balik ke sekolah..."


"kita hajar lagi gak?"


"kita ikutin dulu, pas udah di lorong sekolah baru kita hajar."


aku dicegat oleh martha and the gang. mereka masih saja berani menggangguku, padahal jelas jelas aku sudah menunjukkan kalau aku juga bisa melawan perundung sepertinya. lauroe yang jauh lebih kuat saja aku lawan, apalagi hanya cewek kurus kaya martha.


"maaf yah, tapi aku habis sakit. tolong jangan ganggu aku dulu."


braak!


aku dilempar dengan seplastik sampah. pelakunya lagi lagi adalah dua anak silat sialan yang menyerangku minggu lalu.


"weh, liat tuh! kali ini dia bisa nangkep plastik sampahnya!!"


"emangnya kenapa kalo ni babi bisa nangkep? cemen tetap aja cemen."


aku tidak tahan lagi. aku akan menghajar kedua anak ini disini, hari ini, di hadapan semua anak anak yang baru datang ke sekolah.


dengan statistik ku yang sekarang aku tidak akan kalah dari mereka lagi.


inilah statistik ku yang setelah menyelesaikan banyak sekali quest selama 1 minggu.


Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:




Etika (25) (Kurang)




Moral (58) (Bagus)




Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)




• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)


• Kharisma ( - )



Kekuatan (86) (Sangat Kuat)



• Kecepatan (41) (Cepat)


• Pertahanan (50) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (-12) (Sangat Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini rak buku kesayangan kalian😄


....................................................................................

__ADS_1


__ADS_2