
Sebuah mobil mewah berhenti di depan gerbang sekolah. Mobil itu milik Frederica, dia datang sangat terlambat karena guru les privat nya tidak mengizinkannya pulang sebelum mengerjakan semua soal dengan benar.
"Ahh, what a boring morning..."
Hp Frederica berbunyi, Lena menelepon dirinya.
"Hello, good afternoon Lena." Harusnya Frederica bilang good morning karena ini belum tengah hari alias belum jam 12.
[ Halo Fredy. Jangan masuk ke sekolah! Pulanglah! ] Fredy adalah nama panggilan Lena untuk Frederica.
Frederica ditarik masuk ke mobil oleh supirnya.
"Ada hal gawat yang terjadi di sekolah anda nona. Coba lihat ini."
Sang supir menunjukkan video live streaming di youtube yang mempertontonkan keributan besar di SMKN 7 Harapan.
"Para wali murid yang murka anaknya dirundung menyalahkan kebijakan sekolah yang diduga mendukung aksi perundungan." Caption panjang di live streaming tersebut.
Kamera bergeser sedikit dan tidak sengaja men shoot Lauroe yang tengah melawan para perundung di atap sekolah.
Lauroe dapat mengatasi lawannya dengan baik. Pijakannya tetap kokoh walau berdiri di bidang yang miring. Lauroe menarik kerah baju musuhnya lalu menyeretnya ke tepi atap.
"Berhenti menyerang, atau bocah ini akan aku jatuhkan!" Ancam Lauroe.
"Jatuhin aja. Lu kira gua takut. Lagian di bawah sana ada pohon." Tantang bocah silat itu.
Mendengar itu Lauloe pun mengangkat si bocah hingga kakinya tidak lagi menyentuh atap. Bocah sombong itu terlambat mengetahui keseriusan Lauroe.
"Ya udah. Setelah jatuh jangan naik kesini lagi."
Lauroe melepaskan genggamannya, akibatnya bocah itu terjun bebas ke atas sebuah pohon. Rekannya yang berusaha menyelamatkannya terkena tendangan telak di ulu hatinya, membuatnya pingsan seketika. Lalu satu orang lagi melarikan diri ke bawah.
Lauroe mengambil alih kamera lalu menyuruh Lena jadi reporter dadakan.
"Gak mau ah! Gimana kalau nanti aku terlibat masalah?"
"Ayolah, nanti aku kasih kamu komisi 1 juta rupiah. Gimana?" (Lauroe)
"Ehmm.. boleh deh." Lena setuju, dia merapikan pakaiannya lalu muncul di depan kamera sambil memegang kancing bajunya atasnya agar terlihat seperti sedang memegang mic.
Yuda yang sedang menonton tidak mengenal wanita itu.
"Selamat pagi penonton di mana pun anda berada. Saya Lena siswi jurusan Broadcasting melaporkan aksi demo anarkis yang dilakukan para wali murid ke SMKN 7 Harapan."
"Seperti yang bisa anda lihat, pihak sekolah belum berani bertemu langsung dengan para wali."
Lauroe mengacungkan jempolnya. Dia menyuruh Lena untuk sedikit mendramatisir.
"Bilang kau salah satu korban perundungan~ katakan sedramatis mungkin~" Bisik Lauroe dari belakang kamera.
Lena mengikuti saran kakaknya, dia mengubah emosinya dengan cepat sampai bisa menitikkan air mata.
"Saya... sebagai salah satu korban perundungan bersuka duka atas kejadian ini. Saya harap pihak sekolah bisa menyadarkan para preman nakal yang menguasai sekolah kami secara diam diam."
Lauroe memberi kode untuk menutup siaran.
"Saya Lena melaporkan dari tempat kejadian. Salam sejahtera untuk semuanya."
"Cut."
"Bagus sekali Lena." (Lauroe)
"Kenapa berhenti kak? Padahal tadi lumayan seru." (Lena)
"Kita kedatangan banyak tamu." (Lauroe)
__ADS_1
Anak anak klub silat mengepung Lauroe dan Lena di lantai 2.
"Turun lu Lauroe! Jangan sampai kita yang naik ke atas situ!" Kata mereka.
Lauroe dan Lena lari ke ujung atap. Bagaikan seorang stuntman Lauroe melompat dari atap gedung ke lantai 2 gedung di sebelahnya. Disana ada Pandu yang sedang melawan Bima. Dan Lauroe lupa kalau adiknya Lena tidak bisa melakukan aksi yang sama.
"Dasar kakak tolol! Akan aku laporin soal ini ke ayah nanti!" (Lena)
"Kalau kau melapor komisi yang tadi aku janjikan batal! Tunggu saja aku di sana!" (Lauroe)
Sementara Lauroe mengurus adiknya Pandu masih bermain main dengan Bima. Yap, dia hanya bermain main tidak bertarung dengan serius.
"Panduuu!!!"
Dari tadi tackle Bima tidak ada yang kena. Justru dialah yang kena tendangan Pandu setiap kali melakukan tackle. Dia semakin marah gara gara tidak bisa mengatasi beladiri militer nya Pandu. Beladiri militer memang tidak bisa di counter dengan mudah apalagi oleh orang awam.
Alhasil Bima di permainkan habis habisan oleh Pandu hingga hidungnya retak.
Pandu menundukkan badannya lalu melakukan gerakan tinju bertubi tubi ke hidung Bima yang retak.
Pandangan Bima mulai berkunang kunang, tapi itu belum selesai. "Siapa yang akan melewatkan kesempatan untuk menghajar si pegulat berkacamata!" Teriak Pandu.
Pandu melipat sikutnya lalu menghantam dagu Bima berkali kali dengan sikut yang keras. Bima benar benar tidak berdaya sekarang. Tapi bukan berarti dia sudah menyerah. Dia berupaya mencekik Pandu. Harapan terakhirnya sebelum benar benar dipermalukan adalah mematahkan leher Pandu walau hanya seinci. Pandu yang tercekik oleh tangan yang besar tidak gentar.
Dia mengambil pulpen dari kantongnya lalu melubangi tangan Bima dengan itu. Bima pun kesakitan sambil memegangi kedua tangannya.
"Gua kira lu udah berubah waktu ngedemo guru yang nakal itu. Ternyata lu masih suka ngebully."
Akhirnya Bima perundung pintar dari jurusan Multimedia mendapat karmanya walaupun tidak separah Andi. Lauroe juga berhasil mengatasi anak anak klub silat seorang diri. Kemampuannya berkembang pesat, bahkan Lena sampai tercengang melihat kehebatan kakaknya.
Live streaming yang dibuat Lauroe dan Lena menarik perhatian stasiun tv sehingga para wartawan berdatangan.
Disaat kekacauan semakin menjadi jadi pak Kepsek akhirnya memunculkan batang hidungnya. Ditemani pak Alam dan pengurus kantin, pak Kepsek memberikan klarifikasi kepada wali murid.
[ Kepada semua wali murid. Tolong berhenti menyiksa murid murid kami! ]
[ Kami akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada putra putri anda. Tapi pertama tama mohon bersabarlah. ]
"Bacot kalian! Dari dulu kalian berkata begitu, tapi anakku masih saja di siksa sampai sekarang! Lebih baik sekolah hancur pas tornado kemarin!" Ucap serang Ibu yang anaknya jadi pemabuk karena dipaksa minum alkohol.
"Benar itu! Ayo kita hancurkan sekolah buruk ini!!"
"Serang!!"
Pasukan wali murid menggila, mereka berduyun duyun merusak fasilitas sekolah. Mulai dari memecahkan pot bunga, melempari jendela dengan batu, membalik bangku panjang, hingga merobek dokumen dokumen penting sekolah.
[ Sekolah kita dihancurkan. ] Pandu memberitahu Yuda.
Para murid yang baik dan yang nakal dengan senang hati menerima kehancuran sekolah jika memang itu yang akan terjadi. Dalam waktu setengah jam SMKN 7 Harapan berubah jadi kapal pecah. Kedatangan polisi pun tidak ada gunanya, karena demo anarkis itu sudah berakhir.
Pandu melaporkan kondisi itu ke Yuda. Tapi Yuda hanya membalas dengan singkat.
[ Bagus. Sekarang kita tidak perlu sekolah disana lagi. ]
Setelah kejadian itu SMKN 7 Harapan mengalami kerusakan parah. Pihak sekolah membuka donasi untuk perbaikan namun mereka malah dicemooh oleh warga. Akhirnya hanya sedikit relawan yang memberikan donasi. Sebagian besar biaya perbaikan sekolah ditanggung oleh pemerintah sebagai mana mestinya.
Kasus penyerangan terhadap pelaku perundungan berbuntut panjang. Orang tua para perundung itu menuntut balik walaupun anak anak mereka terbukti bersalah. Namun tidak sedikit juga yang masalahnya berakhir damai secara kekeluargaan. Berkat kasus ini pihak sekolah berhenti memburu pelaku candid camera untuk sementara waktu.
Masa hukuman Yuda pun berakhir. Dia menemui teman temannya dengan kepercayaan diri penuh. Teman teman itu adalah Archer Club, kelas Seni 1 A, dan kelas farmasi Pandu (Divisi White Tiger), juga Lauroe dan Lena.
Yuda memanggil mereka semua untuk mengutarakan tujuannya menghapuskan Sistem kasta prestasi sekolah. Rupanya amukan wali murid belum cukup untuk meruntuhkan mental pak kepsek.
"Oke semuanya. Seperti yang kalian semua tahu, kasta prestasi telah menggelapkan hati kita. Jadi kita akan menghapuskan kasta itu. Aku berjanji akan memberikan kalian komisi jika kasta prestasi berhasil kita runtuhkan."
...
__ADS_1
"Satu Chapter lagi kita lanjut ke Main Quest ke 5."
< Chapter Selanjutnya [ Akhir Kasta Prestasi ] >
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< Poin Peningkatan Random +120 >
< 1. Moral (46/40) >
< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
< 3. Kekuatan (200/200) >
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
< 4. Kecerdasan (110/300) >
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
< 5. Bakat : >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( sepatu mistis ) ( selimut sutra ) ( emas hitam peretas ) ( hoodie anti terkejut ) ( lidah suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Fairy Poet ) ( Nebula Eye ) ( Delivery Tower ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' )
< Tiket emas (2) >
< Special Massal Product >
( Blanche Homunculus (6) ) ( Vert Homunculus (2) ) (Jaune Homunculus (1) )
.......................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1