
< Peringatan! Main Quest Ke 4 segera dimulai >
< Hitung mundur Main Quest ke 4 [03:59:59] >
< [03:59:58] >
Yuda santai santai saja mendapat peringatan dari Sistem karena Main Quest itu dimulai 4 jam lagi.
"Selesaikanlah apa yang sudah kau mulai. Aku tidak akan beranjak dari tempatku sampai memastikan Hana dapat tersenyum lagi."
[Keren sekali Kontraktor~ anda seperti tokoh utama manga shounen.] Puji Nostradamus.
[Anda bisa melihat statistik kebahagiaan Hana dengan mengklik ikon wajah di pojok kanan atas papan quest.]
Yuda mengikuti instruksi Agen.
< Analisa grafik nomor Kebahagiaan Mithia Hana >
< 35/80 >
< Keterangan \= 0-20 (Depresi/ketakutan hebat) 21-35 (Sedih) 36-60 (Normal) 61-80 (Good Mood) 81-100 (Bahagia) >
"Kalau ada grafik seperti ini maka akan lebih mudah." Ucap Yuda.
Jika latihan memanah yang menantang ini gagal Yuda masih punya kartu as yang pasti akan membuat Hana senang.
Nadia menulis nama Yuda dan Hana di papan putih lalu mengangkat tinggi papan itu.
"Round pertama sama sama gagal."
Nadia jadi lebih bersemangat setelah bercosplay menjadi anak sd, Hana dan Yuda pun menyiapkan menarik anak panah kedua.
Frederica bertaruh dengan Pandu, kalau Yuda menang dia akan menunjukkan foto cosplay gadis gadis.
Pandu yang penasaran dengan cosplay cewek cewek pun menyuruh Yuda supaya tidak kalah.
"Maaf Pandu, tapi aku berniat untuk kalah supaya Hana senang." Pikir Yuda saat mendengar Pandu yang teriak teriak menyuruhnya menang.
Tiba tiba tak ada angin tak ada hujan Hana mengarahkan bidikannya ke Yuda.
Yuda pun kaget dan lantas bertanya apa maksud Hana membidik dirinya tapi Hana hanya membalas dengan senyuman.
Perasaan yang tidak bisa dijelaskan menyelimuti hatinya, apakah itu cinta, ataukah kekaguman. Entah perasaan apa itu yang jelas itu mengacaukan bidikan Hana.
Gara gara salting genggaman Hana terlepas dan anak panahnya meluncur bebas. Tapi bukannya meleset panah itu justru mengenai target nanas.
Yuda ternganga melihat tembakan yang sangat beruntung itu malah Hana sendiri juga terkejut. Yuda tidak mau kalah, dia memanah lagi tapi karena terlalu bersemangat dia jadi rip aim.
"Huuuu...!! jangan kalah!!" Teriak Pandu.
"Berisik kau Pandu!" Bentak Yuda.
Grafik kebahagiaan Hana naik jadi 38.
< 38/80 >
"Sepertinya dia senang melakukan ini, kalau aku teruskan seperti ini mungkin grafiknya akan naik lebih banyak lagi."
Yuda menawarkan lebih banyak panah lagi. Mereka berdua pun berkompetisi dengan sengit hingga skor mereka hampir sama.
- Yuda \= IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII III (38)
- Hana \= IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII IIIII II (42)
Yuda terdiam beberapa saat mengetahui fakta bahwa dia yang full skill ini kalah dari seorang gadis.
"Sistem! kenapa dia bisa memanah seakurat itu di cuaca yang berangin seperti ini?!" Si Yuda kena mental.
[Entahlah, aku rasa dia punya bakat luar biasa dalam olahraga panahan.] Jawab Nostradamus selaku agen Sistem.
Yulia tidak menyia nyiakan momen ini, dia segera merekam kompetisi Hana versus Yuda untuk dijadikan bahan laporan bulanan.
Kemudian angin kencang datang lagi, Hana terdorong angin itu sampai ke pelukan Yuda.
Yuda pun kaget karena Hana tiba tiba saja menabrak dirinya.
Aneh, grafik Hana naik drastis saat berpelukan dengan Yuda. Yuda pun salah paham mengira Hana senang memeluk dirinya.
< 68/80 > grafiknya naik drastis.
"Dia senang saat aku peluk?"
< 41/80 > grafiknya turun lagi.
"Lah, kenapa turun lagi?!"
Hana malu dan meninggalkan lapangan tanpa berkata apa apa.
< [02:40:00] > Hitung mundur Main Quest ke 4.
"Sekarang gimana ketua? Hana masih sedih?" Tanya Nadia yang polos.
"Aku tidak tahu. Tapi kita sudah mencoba semuanya, bilang kepada semuanya sebentar lagi kita pulang." Jawab Yuda.
Hana kembali, dia membuang muka saat Yuda bicara dengannya.
"Kau tidak apa apa Hana? maaf kalau aku berbuat salah." ucap Yuda sembari menyodorkan minuman kaleng.
Hana menerima minuman itu.
"Karena cuaca sedang tidak bersahabat terpaksa kita pulang lebih awal." Ucap Yuda dengan memasang muka seolah olah dia menyesali pembatalan ini.
"Aku belum sempat bermain..." Ucap Pandu lesu.
"Mau bagaimana lagi, kalian pun tidak akan bisa memanah di cuaca yang seperti ini kan."
Anggota Archer Club mengikuti perintah ketua mereka. Latihan singkat di pantai pun berakhir. Di rumah Yuda mempersiapkan diri untuk Main Quest ke 4.
"Jangan khawatir Nostradamus, Hidden Quest itu akan selesai dengan sendirinya. Aku sudah melarutkan obat mujarab ke minuman kaleng yang kuberikan ke Hana."
"Rencana ini pasti berhasil karena obat mujarab itu aku beri dari toko Sistem dengan harga mahal, namanya 'Bone Pill' kegunaannya adalah memperbaiki kerusakan di tubuh orang yang meneguknya."
Disaat yang sama Hana merasakan gatal di tenggorokannya. Seorang pembantu bertanya dengan khawatir padanya.
"Mba Hana... mba tenggorokannya sakit."
Hana batuk 3 kali lalu dia menjawab pertanyaan si pembantu.
"enggak papa kok bu, cuma sedikit gatal."
"......"
"......"
Hana melompat kaget mendengar suara yang asing keluar dari mulutnya.
Masih tidak percaya Hana pun mencobanya lagi.
"Aku suka memanah." (Hana)
Hana menangis mengetahui dirinya yang bisu tiba tiba bisa bicara dengan lancar. Berita baik ini segera disampaikan kepada orang tua Hana.
Sambil masih mengusap air mata Hana dipeluk oleh ibunya.
< 41/80 >
[Ting~] < 100/80 >
Hidden Quest 'membahagiakan Teman' berhasil dituntaskan tepat sebelum Main Quest ke 4 dimulai.
[Tring~]
< Anda berhasil menuntaskan Hidden Quest >
< Reward sudah dikirimkan >
__ADS_1
[Tring~]
< Andi berhasil menambah Grafik kebahagiaan Mithia Hana hingga melebihi batasan quest >
< Reward tambahan dikirimkan >
- Pov Yuda -
"Reward berbentuk box emas lagi, kali ini apa isinya ya?"
Dari reward Hidden Quest aku mendapat 2 kotak emas. Aku tahu isinya adalah pusaka sistem yang berguna untuk Main Quest ke 4. Sebenarnya aku berharap isinya lebih dari pada itu.
Aku buka kotak pertama.
[Ting~]
< Anda mendapatkan pusaka 'Delivery Tower' (+1) >
< Pusaka ini dapat mengantarkan apapun ke manapun yang anda ingin kan dengan batas penggunaan 5 kali sehari >
Delivery Tower berbentuk miniatur menara pemancar sinyal. Lanjut aku buka kotak kedua.
< Anda mendapatkan pusaka 'A Collection of Stella's Poems' >
< Pusaka berbentuk buku ini menyimpan puisi puisi yang dapat dinyanyikan menggunakan seruling 'fairy poet' >
Fairy Poet adalah 3 buah seruling yang aku dapatkan sebelumnya. Deskripsi penggunaan seruling sudah muncul.
< Anda mendapatkan pusaka 'Fairy Poet' (+3) >
< Seruling ini dapat menyanyikan lagu maupun puisi yang dapat membelokkan jalan tornado >
Kenapa sistem memberiku pusaka yang dapat membelokkan tornado, apa mungkin Main Quest ke 4 itu adalah bencana alam?
Aku tidak mau berprasangka buruk, semoga saja tidak terjadi peristiwa semacam itu sampai kapanpun juga.
Lanjut aku buka hadiah box emas dari reward tambahan. Isinya lebih aneh dari kedua pusaka sebelumnya.
Saat aku buka tiba tiba saja 2 manusia berkulit putih pucat melompat keluar dan menatap lantai dengan aneh. Di deskripsi tertulis kalau mereka adalah pusaka tipe Massal Production yang diberi nama 'Blanc Homunculus'.
Cukup banyak pusaka yang aku dapatkan untuk Main Quest keempat, berikut daftarnya :
3 buah Seruling pembelok tornado 'Fairy Poet'
Kompas teleportasi 'Nebula Eye'
Menara pengantar 'Delivery Tower'
Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'
2 manusia aneh 'Blanc Homunculus'
< Peringatan! >
< Angin topan berukuran massive terdeteksi di tengah laut 2300 km dari lokasi anda >
Mataku terbelalak mendengar itu, selama ini tidak pernah muncul angin topan di kepulauan ini. Apa yang harus kami lakukan sekarang, akan sangat berbahaya jika topan itu berjalan ke daratan.
< Angin topan sering diikuti dengan tornado, jadi misi anda adalah membelokkan tornado yang datang > Sistem mengucapkan hal yang mustahil.
< Main Quest ke 4 (Membelokkan Tornado) >
< Gunakan ke 5 pusaka yang anda dapatkan hari ini untuk menyelesaikan quest >
"Bagaimana caranya? tolong jelaskan dengan rinci!" Ucapku dengan panik.
< Buku pusaka Stella's Poems berisi puisi yang dapat membelokkan topan, nyanyikan puisi menggunakan seruling Fairy Poet. Anda harus menyanyikan puisi itu dengan 3 Fairy Poet secara bersamaan agar efeknya muncul >
< Berikan 2 Fairy Poet lainnya kepada Blanc Homunculus, mereka akan memainkan seruling itu mengikuti anda >
"Lalu Delivery Tower harus aku gunakan untuk apa?"
< Anda dapat menyalakan fitur pengiriman suara setelah mendirikan Delivery Tower, lalu setting lokasi pengiriman ke lokasi tornado berada, dengan begitu Delivery Tower akan menggantikan anda menyanyikan puisi dan anda bisa mengambil napas >
"Begitu ya, berarti kompas Nebula Eye berguna untuk mengikuti laju tornado. Baiklah, aku sudah mengerti, tapi apa yang akan aku dapatkan dari membelokkan tornado ini?"
Ini Quest yang sangat berbahaya jadi tidak ada salahnya aku mengharapkan imbalan kan.
< Kalau anda berhasil membelokkan semua tornado yang datang ke tempat aman, Sistem akan memberi anda hadiah uang saku sebanyak harga properti yang ada di kecamatan ini >
Aku terkekeh mendengar itu, bayangkan berapa banyak harga properti di kecamatan yang memiliki banyak perumahan mewah dan ladang tani ini.
< Sistem juga akan menghitung ulang reward jumlah properti jika tornado muncul lagi, jadi ini seperti hujan emas untuk anda > Sistem berucap manis agar Yuda berani mengambil risiko.
"Akhirnya Quest harta karun muncul juga, dengan senang hati akan aku lakukan."
< Masih ada lagi, reward uang anda akan dikurangi jika ada bangunan yang dihancurkan tornado >
Tanpa basa basi lagi aku persiapkan semua barang untuk melawan amukan tornado yang akan muncul di daratan.
Aku melihat keluar jendela, terlihat awan gelap yang sangat tebal di sana.
Cuaca berubah seekstrem ini dalam sekejap. Ibu juga pulang cepat hari ini, wajahnya sangat panik karena sebentar lagi bencana alam akan terjadi di desa ini.
"Yuda bantu ibu mengemasi barang barang, kata BMKG wilayah ini akan diterjang angin topan. Cepat kemasi barang barang berharga yang bisa kita bawa!"
"Siap bu!"
Setelah berkemas.
< Hitung mundur Main Quest ke 4 [01:10:01] >
Aku duduk diam di toilet sembari memandang ponselku.
Teman teman juga sedang kalang kabut mengemasi barang barang di rumah mereka. Yang membuatku heran bagaimana mereka bisa terus mengirim chat saat sedang berkemas.
Barang barang yang kami bawa antara lain surat surat berharga, perhiasan, dan barang barang kecil lainnya. Sebenarnya aku bisa saja membeli sesuatu yang dapat mengangkut barang barang berat dirumahku, tapi aku tidak melakukannya karena teringat pada teman temanku.
Di antara mereka yang paling aku khawatirkan adalah Nadia. Aku dengar keluarganya sebatang kara. Jika semisal harta kekayaannya musnah ditelan tornado kemungkinan besar dia tidak akan punya apa apa lagi.
Bukan hanya Nadia, tapi Pandu, Frederica, Hana, Nadia, Lauroe, Abang Chris, Kak Amira dan orang orang lain yang pernah aku bantu juga akan kehilangan tempat tinggal.
Karena itulah aku tidak boleh gagal.
Ibu keluar rumah lalu menarik tanganku.
"Kita harus mengungsi Yud!"
"Iya bu."
Aku dan Ibu pun menaiki mobil pekap atau pick up, pokoknya mobil itulah. Namun ibu tidak tahu kalau yang dia bawa itu bukanlah aku melainkan boneka air yang berwujud diriku.
__ADS_1
Yap, boneka air. Aku membeli boneka itu daro toko Sistem saat berkemas. Harganya lumayan mahal tapi kualitasnya jangan diragukan.
Boneka air itu dapat menyalin wujud, suara, kebiasaan bahkan kemampuan orang yang disalinnya. Aku sudah berpesan kepada boneka air itu agar menjaga ibu selama aku tornado berlangsung.
Aku keluar dari persembunyianku di toilet. Akhirnya aku sendirian lagi, kondisi ini mirip seperti saat Main Quest ke 3, horor dan mencekam, bedanya kali ini perasaan ngeri itu ditimbulkan oleh alam.
Aku periksa chat sekali lagi.
[ Pandu : Kami sudah keluar kota, kalo elu gimana Yud? ]
[ Yuda : Aku otw keluar kota. ] Padahal aslinya aku lagi di rumah.
< Hitung mundur Main Quest ke 4 [00:00:59] >
< [00:00:30] >
< [00:00:10] >
< [00:00:00] >
[Bip!]
< Pusaran Tornado turun di Jl. tongkat hijau 01 >
Langsung saja aku berteleportasi bersama 2 Homunculus.
Begitu sampai aku langsung berada di sarang burung walet. Langkah selanjutnya Aku pasang Delivery Tower tepat di sampingku, berikutnya aku berikan Fairy Poet kepada para Homunculus.
Perlahan awan turun bersamaan dengan angin yang berputar kencang. Aku bau tahu ternyata seperti itu proses terciptanya tornado.
Buku Puisi Stella terbuka dengan sendirinya dan menunjukkan halaman yang berisi puisi tentang angin.
Dengan kecerdasanku yang tinggi aku bisa menghafal puisi itu dengan sekali lihat.
Saat aku mainkan lagu itu dengan seruling alunan yang lembut namun sangat nyaring pun perlahan menutupi suara angin yang menyeruak.
...
< Chapter Selanjutnya ( Melawan Alam ) >
....................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
Moral (25/40)
Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
Kekuatan (200/200)
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
Kecerdasan (110/300)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
• Kuas dan Kanvas
• Seruling Fairy Poet
• Nebula Eye
• Delivery Tower
• Blanc Homunculus
• Liquid Doll
• Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'
< Tiket emas (2) >
.......................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1