
POV YUDA
"Tangan Nostradamus hangat seperti tangan manusia."
Usai aku dan Nostradamus berjabat tangan window Sistem muncul dan menunjukkan angka like dan favorit dari suatu tayangan.
"Cerita anda ini dilihat oleh cukup banyak orang di semesta kebaikan. Yudistira. Ini hadiah Sistem untukmu."
Sistem memberikan setumpuk perak dan emas batangan. Emas dan perak itu adalah manifestasi dari dukungan setiap orang yang berbeda beda.
"Sudah cukup! sudah cukup! jangan memberi apapun lagi padaku Sistem!" Pintaku.
"Setelah kontrak diputus kau tidak akan bisa bicara dengan kami lagi." (Nostradamus)
"Kalau begitu bagaimana caraku menggunakan tiket platinum ini? lalu bagaimana dengan poin peningkatan random dan slot bakatku yang masih tersisa banyak?" Tanyaku beruntun.
"Anda masih bisa mengatur statistik dan kami akan menyiapkan pelayanan khusus untuk menukarkan tiket platinum anda." Jawab Nostradamus.
"Semua yang sudah dapatkan tidak akan ditarik kembali. Termasuk para homunculus, dan pusaka Sistem." Sambungnya.
Pemutusan kontrak pun dimulai.
Nostradamus menusuk telapak tanganku dengan belati bercahaya biru, "Sudah selesai. Sekarang anda bukan Kontraktor Sistem lagi."
Sedih juga rasanya, berpisah dengan orang orang yang berjasa besar dalam hidupku.
< Selamat menikmati hidup Yudistira. >
"Nanti kalau ada waktu kita ketemu lagi." Nostradamus melambaikan tangan lalu menghilang seperti angin.
Aku coba memanggil Sistem "Sistem, Nostradamus." tidak ada jawaban, lalu aku periksa aplikasi Sistem.
__ADS_1
[ Aplikasi tidak bisa dibuka / tidak ada ]
Sistem benar benar hilang. Meski begitu aku masih bisa mengakses window statistik dan virtual pocket ku.
Usai memasukkan emas dan perak ke dalam pocket aku melihat pusaka Nebula Eye menyala. Yang menandakan kalau pusaka itu aktif. Jadi aku memutuskan kembali dengan cara tercepat yaitu teleportasi.
"Udah pulang Yuda?" (Ibu)
"Kok sepi banget bu? mba mba art kemana?" (Yuda)
"Baaa..!!!" para homunculus mengagetkanku.
"Mba mba lagi ngapain sih?!" tanyaku kesal.
"Maaf mas. Kami cuma mau menghibur mas." kata V Homun.
"Jangan sedih mantan kontraktor. Bagaimana kalau aku ceritakan kisah terciptanya Sistem." bisik V Homun lainnya.
Sambil santai minum teh aku mendengarkan cerita V Homun tentang awal mula terciptanya Sistem. Dan siapa itu pencipta Sistem yang seringkali disebut oleh Nostradamus.
Terinspirasi dari kisah itu aku mulai menulis novel tentang Sistem dengan tujuan menyebarkan kebaikan lewat tulisanku.
Namun karena Sistem tidak menjadikanku seorang pahlawan dengan tahta dan kekuasaan untuk mengatur masyarakat, jadi yah, satu satunya jalan hanya dengan karya sastra dan karya tulisan lainnya.
Uang direkeningku sangat banyak. Normalnya orang akan mencari cara menghabiskan atau mengelola keuangan itu. Sementara tujuanku adalah memanfaatkan uang itu sebaik mungkin untuk menggapai cita cita.
Tadi aku ingin jadi profesor, tapi sekarang aku ingin jadi lebih lagi. Entah apa namanya, ilmuwan, pakar teknologi atau apapun. Aku ingin menjadi orang yang paling pintar. Agar kekayaan ini tidak membutakan hati dan pikiranku.
Kuangkat telepon dari Pandu.
[ Buruan ke rumah gue Yud! anak anak lagi nyate disini. Ada Frederica juga. ]
__ADS_1
"Oke oke aku kesana."
Rencana masa depan memang penting. Tapi tidak ada salahnya menikmati masa muda. Betapa beruntungnya diriku bisa seri seruan dengan anak anak yang lurus.
"Bu, Yuda ke rumah Pandu dulu ya! Kalo ada apa apa telepon aja!"
...***...
...< Chapter terakhir [ Complete ] >...
...***...
...- Note dari Author -...
Akhirnya novel sampingan ini tamat juga.
Jujur saya sempat pesimis pas awal bikin novel ini. Gak nyangka banget ternyata genre Sistem emang laku banget di platform ini. Tau begini harusnya author bikin genre Sistem dari awal 😂
Fyi, sebenarnya novel ini dibuat sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan saya kepada cerita cerita fiksi zaman sekarang.
Habis novel ini tamat saya rencananya mau namatin novel pertama saya yang berjudul Nyarla Day of Vengeance.
Kalau kalian cari novel ini views nya dikit banget. Terus kenapa saya mau namatin novel yang enggak laku ini? karena banyak komentar positif di novel ini.
Jujur awalnya saya drop banget pas nulis awalan novel ini sekitaran chapter 10 - 20 lah. Tapi tiba tiba ada komentar yang masuk.
Awalnya saya biasa aja, tapi enggak disangka komentar yang masuk isinya pujian semua. Gak kaya novel ini yang setengah komentarnya kritikan pedas wkwkwk.
__ADS_1
Ehem-
Jangan perg dulu karena habis ini saya bakal buat 2 chapter epilog yang menceritakan kelanjutan kisah tokoh antagonis dan Protagonis. Jadi pantengin sebentar lagi yah...