Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 73 | Naungan Organisasi Pembunuh < Main Quest Ketujuh [ Start ] >


__ADS_3

Pov Narator


Menyikapi kejadian tidak mengenakkan yang dialami oleh Pandu dan Ibunya. Yudistira pun membulatkan tekad untuk mencari kedua pelaku penyerangan tersebut.


Dimulai dari klien yang mengirim pembunuh amatir ke rumahnya kemudian mencari orang yang mengirim ilmu hitam ke rumah Pandu.


Sebenarnya ada sesuatu yang tidak diceritakan, yaitu disaat tertekan Yudistira sering kali membanding bandingkan Sistem miliknya dengan Sistem yang ada di cerita fiksi. Sekarang pun dia melakukannya lagi.


"Apa tempat itu berbahaya?" Tanya Yudistira.


[ Tidak ada yang namanya bahaya selama kami bisa menganalisisnya. ]


[ Berdasarkan analisis kami, ada 26 pembunuh dan 18 buronan polisi bersembunyi di tempat itu. ]


"Hanya 44 orang? Jumlah mereka jauh lebih sedikit daripada geng mata elang yang memainkan pistol." Ucap Yuda meremehkan organisasi yang akan dia datangi.


Kemudian nada dering ikonik yang sangat enak di telinga pun terdengar.


[ Tring~ ] [ Tring~ ] [ Tring~ ]


< MAIN QUEST KETUJUH TELAH MUNCUL >


< Temukan klien yang menyewa pembunuh untuk menghabisi Ibu anda! Sekaligus temukan ahli ilmu hitam yang menyerang teman baik anda, Pandu! > Perintah Sistem.


Dengan senang hati Yuda yang sudah memiliki segalanya termasuk kekuatan supranatural dan kebarbaran pun bergegas mendatangi markas rahasia para pembunuh.


Pusaka Mata Nebula mempersingkat waktu perjalanan. Yuda membawa si pelaku yang tidak diketahui namanya dan satu R Homun bersamanya.


Markasmu berada di dalam bangunan restoran 3 lantai. Tempat itu terkenal sebagai Resto mewah Nobie yang didirikan oleh pengusaha muda ternama di tanah air. Yuda dulu melaksanakan perpisahan SMP di tempat itu.


"Observer."


Observer dia nyalakan untuk memantau kondisi di dalam restoran itu. Tidak ada tanda tanda perkumpulan pembunuh di dalam restoran itu.


Yuda pun menggeser Observernya ke ruangan dapur. Tanpa sengaja dia menemukan sebuah pintu rahasia. Saat matanya menembus ke balik pintu barulah dia bisa melihat keanehan di dalam resto.


Ada tangga ke bawah, lalu ada ruangan basement yang sangat besar. Disana dia menemukan berbagai jenis orang. Mereka menikmati fasilitas yang tersedia di tempat itu, mulai dari bar yang menjual minuman, meja meja biliar, casino machine, hingga kamar kamar yang digunakan untuk memadu kasih antara para pendosa.


"Astaga... kami tidak tahu ada tempat seperti itu di bawah acara perpisahan kami dulu." (Yuda)


"Baiklah sekarang aku percaya disini markas mereka. Tangkap mereka semua dan temukan daftar klien yang menggunakan jasa mereka!" Perintah Yuda pada R Homun yang dibawanya.


R Homun pun masuk ke mode kamuflase kemudian dengan santai memasuki resto Nobie ke basement bawah tanahnya.


Pintu masuk ke ruangan dijaga oleh satpam yang kurus. Meski kurus dia cukup pemberani, dia berani memberhentikan langkah R Homun yang mengambil wujud pria besar bertubuh kekar.


"Tunjukkan member card anda." Pinta si Satpam.


R Homun memberi bogem mentah, si satpam pun tidak sadarkan diri di kursinya.


Dia mengetuk pintu, lalu seorang barmaid wanita membukakan pintunya.


R Homun memancarkan aura yang sangat menakutkan. Aura itu dirasakan oleh si barmaid, sehingga ketakutannya dapat dianalogikan seperti kita sedang berdiri di tengah jalur pacuan kuda.


R Homun mengabaikan si barmaid lalu menanyai orang orang yang berkumpul.


"Apakah disini ada layanan jasa khusus?" (R Homun)


"Lu mau nyewa tenaga kerja? Belum buka bro, entar jam 7 malem baru bisa order." Jawab salah satu dari mereka.


"Btw lu masuk gak pake ID Card ya. Terpaksa lu kita interogasi dulu." Sambungnya.


R Homun kena pukul pipa besi di punggungnya, tetapi dia tidak menunjukkan reaksi apapun. Orang orang yang tidak tahu R Homun itu apa, penasaran dan memukulnya lagi.


R Homun pun marah dan membengkokkan pipa besinya. Para pembunuh menodongkan pistol ke R Homun, dan pesta pun dimulai.


...


Sementara itu Yuda sedang menunggu di rumah kedai seberang jalan resto Nobie.


- Pov Yuda -


"Kenapa dia lama sekali?


"Kalau dia tidak datang sampai sotoku habis, aku akan kesana!"


"Btw, warung ini pasti sepi karena kalah saing dengan restoran di depan." Gumamku.


Baru saja pesanan sotoku datang muncul orang gila yang mengamuk tidak jelas. Dia berusaha memukulku dengan pipa besi.


"Saya menemukannya. Target saya ada di depan resto." Ucapnya pada seseorang di telepon.

__ADS_1


Tampaknya orang ini disewa untuk membunuhku.


"Tenang aja pak. Dia pasti kita tangkap hidup hidup, lagipula dia sendiri yang masuk ke wilayah organisasi." Tuturnya ke orang di telepon.


"Wah wah, bapak mau menculik orang di depan umum. Hati hati loh pak, hukum itu masih ada." Tegasku.


"Kasihan sekali kamu, disini adalah wilayah organisasi kami. Jadi semua yang ada di radius 2 kilometer dari resto Nobie adalah anggota organisasi." Tuturnya.


Maksudnya semua orang yang ada disini adalah anggota organisasi pembunuh. Dengan segera aku buang soto yang aku beli karena di dalamnya bisa jadi sudah dimasukkan racun atau sejenisnya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo tangkap saya." (Yuda)


Adegan action pun dimulai, satu persatu penjual soto menyerangku. Mereka melempar perabotan memasak, membuatku berpikir kalau orang orang ini lebih amatir dari pembunuh yang datang ke rumahku.


Oh ya, saat ini pembunuh itu aku sembunyikan di dalam tong sampah.


Aku berlindung dari guyuran soto panas dengan meja. Lalu menendang panci besar yang dia pegang. Selanjutnya aku aku rontokkan giginya dengan uppercut.


Tendang, pukul, pukul, banting, tendang, pukul. Semua pegawai warung soto pun berhasil aku kalahkan.


Musuh terus berdatangan, aku coba menghubungi R Homun dengan fitur telepati khusus yang tersambung langsung ke otakku. Jadi aku bisa berbicara dengan R Homun lewat pikiran sama seperti saat bicara dengan Sistem dan Nostradamus.


"Kau sudah selesai belum?" Tanyaku.


"Sudah, saya baru akan mulai mencari arsip arsip penting mereka." Jawab R Homun.


"Baiklah, teruskan."


Aku keluar lewat pintu belakang, lalu berencana merekam video sebagai barang bukti ke kepolisian.


Supaya bisa mendapatkan shot yang bagus, aku menaruh hp ku di atas sebuah bangku semen, atau semen yang dibentuk jadi bangku. Hitung hitung supaya kamera hp keduaku ada gunanya.


Lalu saat mereka menyusulku aku mulai memancing mereka dengan pertanyaan pertanyaan yang jawabannya akan mengungkapkan jati diri organisasi mereka.


"B*ngs*t! Kalian semua datang untuk menangkapku? Siapa yang membayar kalian untuk melakukan itu?!!" Teriakku.


"Jangan dijawab! Pasti ada kamera di dekat sini." Kata salah satu dari mereka.


Karena tidak berjalan sesuai rencana aku pun menghajar mereka semua dan memaksa mereka berkata jujur dengan ramuan kejujuran.


Usai mendapatkan rekaman pengakuan mereka, aku menghubungi R Homun dengan niat untuk memarahinya karena terlalu lama.


"Kenapa kau lama sekali? Jujur saja aku sedikit kecewa dengan kinerjamu."


Aku pun memasukinya karena datang tidak bilang bilang.


"Kau sudah tahu siapa kliennya?" (Yuda)


"Sudah, nama klien itu ditulis dengan inisial 'DB' . Dia menyewa Pak ****, orang yang berusaha menikam Ibu anda, kemarin malam jam 11:30." (R Homun)


"Bayaran yang dia berikan sekitar 120 juta rupiah."


"Sangat sedikit informasi tentang orang ini, tapi saya berhasil menemukan informasi kantor cabang dari organisasi pembunuh."


"Ada satu cabang lagi yang lokasinya di provinsi sebelah."


Sebelum menyerang cabang organisasi pembunuh, aku teringat kalau pembunuh yang pertama aku temui disini sempat menelpon kliennya.


Saat ini dia sedang pingsan. Kami membawanya ke gang sunyi untuk menginterogasinya. Dia sadar setelah aku tampar beberapa kali.


Dalam kondisi yang masih linglung aku menanyainya.


"Siapa orang yang kau telepon tadi?" Tanyaku sambil mencekik jakunnya.


"Itu... klien..." (Pembunuh)


"Siapa namanya?!"


"DB..." (Pembunuh)


"Aku tanya nama, bukan inisial!!" (Yuda)


"Saya... cuma tahu... inisialnya. Semua klien... di.. panggil dengan inisial..." (Pembunuh)


Karena tidak mendapatkan jawaban. Aku pun memutuskan untuk melanjutkan pencarian ke cabang organisasi.


Tapi sebelum itu, aku laporkan keberadaan organisasi ini. Bukan kepada polisi tetapi kepada Bang Tegar sang marinir. Sebab aku masih trauma dengan kejadian mengejar maling waktu itu. Bukannya dipuji, polisi malah mengecam tindakanku. Benar benar aparat yang rusak.


"Bawa orang ini R Homun. Kita pergi ke cabang."


- Note dari Author -

__ADS_1


Ini adalah final arc, jadi novel ini sebentar lagi bakal tamat.


...


< Chapter Selanjutnya [ Mengungkap Identitas Klien ] >


....................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >


.


< 1. Moral (68/40) >


.


< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/50 ) Awaken


.


< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken


• Kecepatan (115/115) Awaken


• Pertahanan (190/190) Awaken


• Stamina (215/300) Awaken


• Mentalitas (100/150) Awaken


.


< 4. Kecerdasan (263/400) >


< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >


• Automatic Blueprint


• ???


• ???


< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >


( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )


.


< 5. Bakat ( 5/100 ) >


• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


• Koki | Food Traveler - Advance -


• Isi Sendiri


< Uang Saku [ Rahasia ] >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan )


< Tiket emas + 3 >


< Special Massal Product >


- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -


..........................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄

__ADS_1


..........................................................................................


__ADS_2