
Agen Nostradamus bicara melalui telepati dengan Yuda.
[Jangan sedih Kontraktor, saya yakin ada hikmah dibalik kejadian ini.]
Agen Nostradamus menyayangkan kejadian hancurnya rumah Yuda.
"Kau tahu Nostradamus... aku sudah menganggap quest ini setengah gagal karena tidak bisa melindungi rumahku sendiri."
"Sudahlah, ayo selesaikan ini sebelum aku ketiduran lagi." Ucap Yuda dengan sedikit kesal.
Tornado gelombang ketiga ini sedikit aneh, terlihat percikan api yang kemudian berubah menjadi ekor api yang panjang di tengah pusarannya.
Lalu seolah tahu apa yang dipikirkan Yuda Agen Nostradamus memberitahunya apa yang terjadi pada tornado itu.
[Sepertinya ada gas metana di tengah pusaran tornado itu yang mengakibatkan api menyala saat terjadi gesekan antar beberapa material.]
Yuda menyanggah pernyataan itu "Bukan asal usul api itu yang membuatku penasaran. Tapi aku melihat sosok seperti manusia di tengah pusaran angin itu. Entah itu manusia asli atau manekin, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas."
Yuda memicingkan mata untuk melihat sosok itu lebih jelas. Agen Nostradamus yang penasaran pun ikut memperhatikan dengan jeli sosok itu.
"Jaune Homunculus, mendekatlah ke tornado dan periksa apakah itu manusia atau bukan!" Perintah Yuda dengan bahasa jari. Alasan Yuda pandai menggunakan bahasa jari adalah karena Hana.
Jaune Homunculus berlari cepat ke tornado lalu kembali lagi ke tempat Yuda.
"Itu manusia pak. Seorang anak kecil berumur sekitaran 7-10 tahun."
Yuda memicingkan matanya, mustahil untuk menyelamatkan anak itu sekarang. Dia hanya bisa mendoakan agar anak itu bisa bertahan hingga tornado meledak nanti.
Akhirnya setelah 1 jam 20 menit penuh perjuangan tornado ketiga akhirnya menunjukkan tanda tanda akan segera meledak.
Yuda melemparkan Fairy Poet ke Vert Homunculus lalu menyuruh mereka untuk berlindung sementara dia dan Jaune Homunculus akan teleportasi untuk menyelamatkan anak yang terbawa tornado itu.
Tidak lama kemudian tornado meledak dengan begitu dahsyat, hujan debu dan batu pun di kawasan itu.
Yuda yang kehilangan jejak anak itu menjadi panik, namun beruntung Jaune Homunculus berhasil menemukan keberadaan anak itu yang meluncur bebas ke permukaan tanah.
"Ayo Nebula Eye!!"
< Teleportasi berhasil >
< Peringatan! Anda terlalu dekat dengan tornado >
Yuda tidak menghiraukan bebatuan yang jatuh ke arahnya, karena semua batu batu itu mau yang ukurannya kecil maupun sedang semuanya ditepis oleh Jaune Homunculus.
Sembari menerjang hujan batu Yuda berhasil menangkap anak itu di beberapa inci sebelum badannya menghantam permukaan tanah, lalu Yuda berteleportasi ke area lain.
Jaune Homunculus membalut luka sobek di kepala anak kecil dengan kain bajunya. Anak itu akan baik baik saja karena dia sudah meminum ramuan penyembuhan dari toko Sistem. Para Homunculus lain juga berada di tempat ini.
Yuda tidak henti hentinya menatap langit, bersiap jikalau tornado berikutnya muncul. Namun alih alih tornado yang datang justru angin topan yang tadinya berputar di tengah laut mulai bergerak mendekat ke daratan.
Angin topan berbeda dengan tornado, ukuran angin topan jauh lebih besar dari tornado tetapi gerakannya jauh lebih lambat. Mungkin karena alasan itulah angin topan itu baru sampai ke daratan sekarang.
Melihat angin topan raksasa yang mendekati garis pantai Yuda hanya bisa berdoa memohon keselamatan dan keberhasilan kepada tuhan, karena kini dia akan berhadapan dengan angin topan.
Yuda membawa semua pusaka yang dimilikinya, Fairy Poet, Blanche Homunculus, Jaune Homunculus, Delivery Tower, A Collection of Stella's Poems. Dia meninggalkan 1 Vert Homunculus untuk menjaga kakek dan anak kecil.
Yuda menetapkan tujuan teleportasinya ke pantai.
"Nguuungg~" Suara Nebula Eye saat memulai teleportasi.
Sesampainya di pantai Yuda meneguk ludah saat melihat angin topan sudah sangat dekat.
"Angin topan itu masih jauh. terlihat dekat karena ukurannya sangat besar." Jaune Homunculus bicara tanpa diminta.
Jaune Homunculus memiliki bola mata berteknologi tinggi yang dapat menganalisa sekitar secara otomatis mirip seperti mata makhluk fiksi terminator.
"Saya dapat menganalisa sekitar dengan baik, jadi kalau ada yang tidak anda mengerti silahkan tanya saya." Kata Jaune Homunculus sambil menaruh tangan kanannya si pinggang.
"Seberapa jauh angin itu?" Tanya Yuda. Jaune Homunculus menjawab "60 kilometer."
"Apa! bukankah beberapa jam yang lalu angin itu ada di 2300 km di tengah laut! bagaimana dia bisa menempuh jarak 2240 kilometer hanya dalam beberapa jam!?" Yuda sangat panik.
Angin topan itu bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Yuda pun bergegas memainkan puisi angin, berharap agar angin topan itu kembali ke tengah laut.
Tapi saat dia baru memainkan satu bait puisi angin, serulingnya tiba tiba tidak bisa bersuara.
Yuda kaget melihat tangan seseorang menutup moncong serulingnya, saat dia menoleh ke samping rupanya orang yang menutup moncong seruling adalah Agen Nostradamus dalam bentuk aslinya, si pria berpakaian serba hitam.
"Apa yang kau lakukan Agen Nostradamus!?" Bentak Yuda.
[Puisi angin tidak akan berpengaruh pada angin topan sebesar itu, jadi mulai sini aku yang ambil alih.] Ucap Nostradamus.
Agen Nostradamus mengangkat tangan kanannya lalu membentuk jarinya menjadi pistol. Lalu dari ujung jarinya muncul embun berwarna biru yang kemudian dia tembakkan seperti peluru ke angin topan yang mendekat, dan Swooosshh... angin yang tak berwujud dibekukan olehnya, membuat angin topan itu berubah menjadi sebuah pilar es yang sangat indah.
Yuda berdecak kagum melihat itu, dia juga penasaran seberapa hebat Agen Nostradamus sebenarnya. Apakah dia sekuat Miguel Salga di bab terbaru.
Usai membekukan angin topan Nostradamus lanjut memecahkan pilar raksasa itu hingga berkeping keping.
Es es yang jatuh ke permukaan air laut menyebabkan gelombang pasang.
Notifikasi selesainya Main Quest keempat pun muncul setelah itu.
[ Tring~ tring~ tring~ ]
< Selamat! Anda telah menyelesaikan Main Quest keempat "Membelokkan Tornado" >
< Reward Telah Dikirimkan >
< Poin Moral +100 >
< Poin Peningkatan Random +20 >
< Uang tunai ( Rp. 203.642.533,000,00 ) / ( Dua Ratus Tiga Miliyar, Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta, Lima Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu ) >
Nominal itu membuat Yuda kena serangan jantung sesaat. Dia menepuk pundak Nostradamus di depannya lalu bertanya untuk memastikan apakah jumlah itu benar.
"Agen Nostradamus... benarkah ini...??" Ucap Yuda dengan tangan gemetaran berusaha memegang papan Sistem.
__ADS_1
Agen Nostradamus menghitung dan membenarkan jumlah yang diberikan Sistem.
"Jangan kaget ya, itu belum ditambah reward membelokkan tornado ke 2 dan ke 3." Kata Nostradamus dengan senyum licik.
< Hadiah uang tunai anda dikalikan 3 sesuai jumlah tornado yang berhasil anda belokkan >
< Rp. 203.642.533,000,00 x 3 \= Rp. 610.927.599.000,00 >
Jaune Homunculus bertepuk tangan kegirangan untuk Yuda. Dia menyandarkan dagunya ke bahu Yuda seperti seorang adik perempuan yang manja.
"Anda memerlukan Virtual Pocket (Saku virtual) untuk menyimpan semua uang itu."
Nostradamus menjentikkan jarinya. Lalu muncul kotak penyimpanan yang lebih besar dari milik Yuda sebelumnya.
"Jadi anda ingin uangnya dikirim sekarang sekaligus atau dicicil?" Tanya Nostradamus.
"Bagaimana kalau 75% nya diberikan pada ibuku. Jadi aku akan menyimpan 25% persennya saja." Saran Yuda.
"Tidak masalah, anda memang anak yang berbakti ya." Puji Nostradamus sembari menghitung pembagian uang dengan kalkulator.
"Segini jumlah uang yang tersisa untuk anda."
[152.731.899.000,00] Jumlah itu langsung masuk ke pocket Yuda.
Yuda tidak bisa berhenti bersyukur kepada tuhan atas rezeki yang ia berikan.
Sementara Agen Nostradamus berpesan kepada Yuda agar jangan menyerah menghadapi apapun di masa depan.
"Ini adalah titik balik kehidupan anda yang sebenarnya. Bijaklah menggunakan uang itu dan jangan berfoya-foya." kemudian Nostradamus menghilang.
Hujan lebat turun, Yuda ingin teleportasi ke rumahnya tapi Nebula Eye tidak bisa digunakan diluar Main Quest.
Alhasil Yuda jalan kaki setelah dematerialisasi para Homunculus ke dalam pocket barunya.
Dia berdiam diri menunggu kedatangan warga.
3 Jam kemudian hujan reda, warga berangsur angsur kembali ke rumah mereka. Ada yang bersyukur rumah mereka selamat dan ada juga yang harus menelan pahitnya fakta rumah mereka telah rata dengan tanah. Salah satu orang itu adalah Yuda dan Ibunya.
Ibunya terduduk terduduk lemas melihat rumahnya menjadi puing puing.
Melihat reaksi ibunya yang begitu sedih sepertinya uang reward Main Quest keempat belum dikirimkan kepada ibunya.
"Sabar ya bu. Kita bisa minta tolong warga buat betulin rumah." Ucap Yuda.
"Warga mana mau bantuin kita nak. Kamu tau sendiri kan hubungan kita sama warga gak baik gara gara rumor bapak kamu." Sanggah ibu Yuda.
"Warga bakal bantuin kita kok bu." Ucap Yuda lagi dengan yakin.
"Ibu gak tahu karena sibuk kerja, tapi belakangan ini Yuda sering membantu warga yang kesusahan, siang dan malam."
Warga berkumpul di belakang Yuda lalu menggerumbungi mereka berdua.
Seorang nenek mengulurkan tangannya pada ibu Yuda dengan senyum cerah di bibirnya. Nenek itu adalah tetangga jauh yang dulu pernah dibantu oleh Yuda.
"Kalo ibu mau cucu cucu saya bisa bantu membangun rumah ibu lagi. Tapi hasil jadinya mungkin gak sama kaya aslinya." Tawar si Nenek.
"Anak ibu yang ganteng ini sering bantu saya belanja ke pasar malam." Kata si nenek
Warga mulai memberitahukan kebaikan kebaikan yang pernah dilakukan Yuda ke mereka.
"Anak ibu juga pernah bantuan saya memperbaiki derman dulu." Kata penarik derman.
"Anak ibu sering nolong anak saya pas diganggu di sekolah." Kata seorang ibu beranak 4.
"Kak Yuda ngajarin saya beladiri jepang!" Kata anak kecil.
Masih banyak lagi, sampai suara warga menutupi pendengaran Yuda sepenuhnya.
Kesan baik kepada keluarga kecil Yuda telah terbentuk berkat Daily Quest dan kegigihan Yuda yang tidak pernah bolos satu Daily Quest pun setiap harinya.
Ibunya tersenyum pada Yuda lalu berkata "Ibu senang kamu menghabiskan waktu untuk membantu orang lain. Tapi sekolah kamu jangan sampai terganggu ya nak."
Yuda melakukan hormat dengan maksud bercanda. Setelah itu warga pun sepakat untuk memperbaiki rumah Yuda terlebih dahulu. Sementara Yuda dan ibunya akan tinggal sementara di rumah Pandu.
Pandu menggowes sepeda secepat kilat ke rumah Yuda. Lalu tanpa basa basi menawarkan tempat tinggal untuk sementara, karena rumahnya cukup luas.
"Lu bisa tinggal di rumah gue sampai rumah lo dibetulin bro. Besok juga gua bakal pecahin tabungan, dan maksa osis buat ngumpulin sumbangan buat korban bencana alam."
Yuda menatap Pandu dengan perasaan senang, sedangkan Pandu merasa geli ditatap oleh laki laki.
"Jangan ngeliatin muka gue sambil senyum kek gitu, geli tau." Protes Pandu.
"Maaf bro, habisnya aku senang sekali punya teman baik hati sepertimu." Ucap Yuda.
Warga bergotong-royong membersihkan kawasan ini. Orang orang dari pemerintah juga datang untuk membantu membersihkan, disusul dengan warga dari desa desa lain.
Di malam hari Yuda tidur di ruang tamu rumah Pandu untuk sementara.
Dengan beralas kasur sederhana saat akan tidur dis tidak sengaja melihat ibunya keluar toilet dengan ekspresi syok seperti habis melihat hantu.
Yuda bertanya pada ibunya "Kenapa bu? kok ekspresi ibu begitu?"
Ibunya tidak menjawab dan balik bertanya dengan mulut geragapan "Coba kesini deh nak, ibu baru aja menangin kuis di browser judulnya 'perburuan harta karun' terus ibu menangin kuisnya dan dapat hadiah."
"Kuis perburuan harta karun? kayanya Yuda pernah denger deh, kalau gak salah kuis itu dibikin sama orang luar negeri."
Yuda dulu pernah mencoba peruntungan di kuis ini, tapi dia gagal di stage ke 5.
"Terus ibu dapat hadiah apa?" Tanya Yuda.
"Hadiah uang tunai... jumlahnya empat ratus lima puluh delapan miliyar seratus sembilan puluh lima juta tujuh ratus ribu (458.195.700.000,00)."
"Ini..."
[Itu adalah reward quest yang anda persembahkan untuk ibu anda😉] Ucap Nostradamus.
Uang ratusan miliyar itu langsung masuk ke rekening bu Yuda yang sudah lama kosong. Hal ini membuat pegawai bank yang mengawasi transaksi uang terkejut.
__ADS_1
Inilah awal titik balik kehidupan Yuda yang sebenarnya.
< Chapter Selanjutnya ( Penghuni Lapas Anak ) >
....................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
Moral (25/40)
Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
Kekuatan (200/200)
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
Kecerdasan (110/300)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
• Seruling Fairy Poet
• Nebula Eye
• Delivery Tower
• Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'
< Tiket emas (2) >
< Special Massal Product >
• Blanche Homunculus
• Vert Homunculus (2)
• Jaune Homunculus (1)
.......................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................