SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P106 - Hari Pernikahan


__ADS_3

Seminggu berlalu dengan cepat.


Ketika Fang Chen di Sichuan, dia tidak banyak melakukan apapun, setelah mengunjungi sekaligus mengundang Luo Anming dan keluarga Luo untuk menghadiri pesta pernikahannya di ibukota.


Fang Chen kemudian ke markas Belati Tuhan dan melakukan latihan bersama dengan mereka, dia juga menyuruh Belati Tuhan untuk berpindah markas menuju ke Ibukota, kareba semua hal sudah dipersiapkan oleh Kong Li dkk disana.


Dan hari ini adalah hari bahagia yang telah Fang Chen tunggu, hari pernikahannya dengan kedua kekasih yang cantik dan manis itu.


Semua acara sudah siap semenjak pagi hari, padahal acaranya akan dimulai sekitar pukul 7 malam.


Tapi, seperti yang dijelaskan sebelumnya, sebelum acara perniahan, Fang Chen harus menerima formalitas pengangkatan Jenderal Kehormatan di markas tentara Ibukota.


Di Lapangan Militer Ibukota.


Saat ini Fang Chen sudah di dampingi kedua calon istrinya untuk menerima anugeral Jenderal Kehormatan itu di markas militer ibukota.


"Mari kita sambut, seseorang yang sangat berjasa untuk militer negara ini, dan beliaulah yang akan menerima anugerah Jenderal Kehormatan, Brigadir Jenderal Fang Chen, waktu dan tempat dipersilahkan." Pembawa acara.


Pembawa acara mempersilahkan Fang Chen untuk naik podium, karena akan disematkan gelar itu secara simbolis oleh Jenderal Besar yaitu atasan dari Patriark Long Heng.


Fang Chen menuju podium dan menerima gelar itu secara simbolis, kemudian Fang Chen memberikan pidato singkat sebagai ucapan rasa terimakasih.


Fang Chen juga menutup pidatonya itu dengan undangan pernikahan yang akan digelar nanti malam di Hotel Atlantis.


"Kepada Brigadir Jenderal Fang Chen, hoooormaaaaat… grak…" Ketua upacara berteriak.

__ADS_1


Fang Chen membalas hormat itu.


"Tegaaaaaak… grak…" Ketua upacara lagi.


Fang Chen kembali ke tempat sebelumnya, disana sudah terlihat banyak orang yang ingin berjumpa dengannya.


"Selamat Brigjen Fang Chen atas gelar kehormatannya." Banyak orang mengucapkan selamat atas gelar barunya itu.


Kemudian mereka semua membicarakan seputar pil yang diberikan Fang Chen waktu itu, sekarang militer sudah memproduksinya secara masal dan Fang Chen mendapat royalti sebesar 20% dari setiap pil itu.


"Mungkin cukup sekian dulu kita mengobrolnya, kita akan melanjutkannya di lain kesempatan, oh iya, jangan lupa untuk datang ke pernikahanku nanti malam ya." Fang Chen tersenyum tulus.


Banyak petinggi perempuan militer yang sedih akan hal itu, kenapa mereka tidak mengenal pria tampan ini sebelumnya, padahal mereka juga ingik mempunyai pasangan seperti Fang Chen.


Dari kalangan petinggi militer yang laki-laki malah sebaliknya, mereka semua sedang menyumpahi Fang Chen dalam hati, bagaimana bisa seorang pemuda yang masih 20 tahunan mendapatkan dua calon istri seperti bidadari itu, banyak dari mereka iri kepada keberuntungan Fang Chen.


Sesampainya di Hotel, ketiga orang ini menuju kamar utama yaitu President Suite yang sekarang diubah menjadi kamar pengantin.


Singkat cerita malam hari sudah tiba.


Ketiga pengantin sudah dirias sedemikian rupa, sampai jika ada orang yang memuji mereka dengan sebutan malaikat dan bidadari, jelas orang itu tidak salah sama sekali.


Semua undangan telah hadir dan menempati tempat duduk yang sudah dipersiapkan, ketika ketiga pengantin memasuki aula, semua mata tertuju kepada ketiga pengantin ini.


Fang Chen yang menggunakan baju tradisional dengan kombinasi warna biru muda dan putih terlihat sangat menawan, tubuhnya yang kekar membuatnya terlihat lebih gagah lagi.

__ADS_1


Li Huanran dengan balutan pakaian dengan kombinasi warna yang senada juga sangat memikat mata, ditambah dengan cadar yang selalu dia kenakan, menambah keanggunannya ketika berjalan memasuki aula ini.


Long Annchi tidak kalah cantik juga, masih dengan kombinasi warna dan pakaian tradisional yang senada, dia terlihat sangat cantik karena rambutnya yang baru saja dipotong, terlihat seperti gadis modern yang cantik dalam suasana yang berkesan tradisional ini.


Pembawa acara langsung mempersilahkan ketiga pengantin untuk mengucapkan janji suci di atas panggung, pengucapan janji ini disegerakan mengingat setelah ini akan ada banyak acara selingan untuk memeriahkan pesta pernikahan ini.


“Calon istriku Li Huanran, Cinta itu bukan berarti mencintai seseorang yang sempurna tapi bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara sempurna, izinkan aku menjadi orang yang kamu cintai dalam ketidaksempurnaan itu, apakah kamu menerimaku menjadi suamimu ? Dan mau menjalani sisa hidupmu bersamaku?” Tanya Fang Chen penuh dengan romantisme dan disaksikan oleh semua orang.


“Cinta sejati itu memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai, aku menerimamu menjadi suamiku, aku juga akan mempercayakan hidupku setelah ini kepadamu.” Jawab Li Huanran sambil meneteskan air mata bahagia, kemudian mereka berdua saling berciuman dan berpelukan.


Setelah beberapa saat kemudian, giliran Long Annchi yang menerima pengakuan cinta dari Fang Chen.


“Calon istriku Long Annchi, Selama ini dicintai olehmu memberiku kekuatan yang besar dalam menjalani masa laluku, menurutku cinta sejati itu memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai, maukah kamu menjadi istriku dan menerima semua kelemahanku? Apakah kamu memberikan sisa umurmu hanya untuk bersamaku?” Tanya Fang Chen dengan romantis lagi.


“Ku mau, aku akan menerimamu menjadi suamiku dan memberikan sisa umurku dalam penjagaanmu, tapi bila cinta ingin bertahan lama. kita harus bisa saling memahami, memberi dan mengasihi, serta menjaga baik perasaan ini, aku selalu berharap kita bertiga selalu bisa akur dan menjadi keluarga yang bahagia.” Long Annchi tak kuasa lagi menahan tangisnya.


Kini giliran Long Annchi yang mendapatkan pelukan dan ciuman dari Fang Chen, hingga akhirnya prosesi pengucapan janji pernikahan ini telah selesai, acara selanjutnya yaitu Tea Ceremony, sebuah adat tradisional yang mengharuskan mempelai wanitanya memberikan secangkir teh untuk suaminya.


Setelah melakukan itu, mereka bertiga sudah sah menjadi suami istri, acara pernikahan dilanjutkan dengan berbagai pesta yang diisi oleh berbagai bintang ibukota dan para pesohor lainnya.


Fang Chen, Li Huanran dan Long Annchi sendiri sudah duduk di meja panjang bersama dengan kerabat dekat masing-masing, mereka semua terdiri dari seluruh Keluarga Li, seluruh Keluarga Long, Seluruh Belati Tuhan dan Seluruh anggota Organisasi Mawar Hitam.


Biasanya dalam acara pernikahan yang dilakukan oleh Keluarga Besar seperti ini, pasti akan dimanfaatkan oleh banyak orang untuk kepentingan pribadi.


Alasannya karena orang yang diundang dalam acara ini pasti memiliki jabatan yang tinggi atau setidaknya memiliki sebuah bisnis yang berpotensi.

__ADS_1


Seharusnya seperti itu secara ideal, tapi baru saja terdengar suara kegaduhan dari arah belakang aula ini, tentu saja semua orang menoleh kesana.


“Dimana pria sialan itu, apakah kamu pikir hanya dengan memiliki jabatan sebagai Brigadir Jenderal bisa menikahi Li Huanran ha? Aku tidak mau tahu, batalkan pernikahannya sekarang!” Teriak seseorang dari belakang.


__ADS_2