SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P96 - Semakin Rumit


__ADS_3

Dengan perlahan tapi pasti akhirnya Li Huanran menggerakkan kepalanya maju mundur sesuai dengan pergerakan yang dilakukan oleh tangan Fang Chen yang menahan kepalanya itu.


Hingga beberapa menit kemudian mereka berdua melakukan posisi itu sampai Li Huanran sudah bisa dikatakan cukup mahir dalam melakukan hal itu.


Fang Chen yang sudah mau keluar karena treatment yang dilakukan Li Huanran itu langsung menyudahi Li Huanran dan memintanya untuk gantian berbaring.


“Sudah cukup sayang, jika kamu meneruskannya aku akan keluar, bagaimana jika kita langsung saja masuk ke hidangan utama?” Fang Chen menawarkan sebuah pendapat.


Li Huanran yang masih asyik dengan apa yang ada dalam mulutnya itu terdengar enggan, tapi setelah melihat wajah Fang Chen yang memohon akhirnya dia luluh.


Li Huanran mengeluarkan Pedang Sakti itu dari mulutnya, kemudian berbaring sesuai dengan permintaan Fang Chen.

__ADS_1


Fang Chen dengan sigap melakukan tugasnya dengan membuka kain penutup bagian bawah Li Huanran itu, kemudian bertanya, “Aku sudah tidak tahan lagi, apakah aku boleh memasukannya sekarang sayang?” Fang Chen.


“Boleh, aku juga sudah tidak tahan.” Jawab Li Huanran malu-malu.


Dengan hati-hati, Fang Chen memasukkan Pedang Saktinya untuk menyusuri lorong Daun Terbelah milik Li Huanran, kemudian terdengar suara kesakitan dari mulut Li Huanran.


“Sayang jika kamu kesakitan kamu bisa menggigit tanganku untuk meringankan rasa sakitmu itu, aku juga tidak ingin hanya kamu yang kesakitan, aku juga ingin ikut merasakannya.” Fang Chan mengulurkan tangannya.


Kedua tangan Li Huanran memegang tangan Fang Chen dengan erat dan mendekatkannya ke mulutnya sendiri, ketika Fang Chen terus memasukkan senjatanya, dia juga semakin keras menggigit tangan Fang Chen itu, karena saat ini dia sangat kesakitan.


Lama-kelamaan mereka berdua sudah terbiasa dan permainan panas itu terus kedua sejoli ini lakukan sampai beberapa jam kedepan, sampai salah satu dari mereka kelelahan.

__ADS_1


Singkat cerita mereka berdua sudah selesai melakukan perang panas itu, kemudian mereka mandi bersama dan masih saja melakukan hal itu, hingga beberapa jam lagi, setelah itu baru mereka berpakaian dan keluar kamar menuju ke ruang tamu tadi.


Disana sudah terlihat banyak sekali orang yang menunggu mereka berdua keluar, mereka semua kemudian dengan lantang berbicara.


“Selamat kepada tuan muda Fang Chen, karena ternyata selama ini anda adalah orang yang telah diramalkan.” Semua orang sedikit bersujud.


“Apa maksud kalian dengan itu, apanya orang yang diramalkan? Bisakah diantara kalian ada yang menjelaskan padaku? Kenapa aku tidak pernah mendengar apapun tentang sebuah ramalan.” Fang Chen bertanya.


“Biarkan aku yang menjelaskan nak Fang Chen.” Li Fu berbicara dengan nada serius.


“Hei pak tua, jangan berbicara dengan serius begitu santailah lebih sedikit, coba kamu jelaskan apa yang dimaksud dengan ramalan itu?”

__ADS_1


“Tidak, kali ini aku benar-benar akan bicara serius, sebelumnya maafkan aku yang tidak mengatakan kebenarannya, aku sebenarnya bukanlah ayah kandung dari Nona Li Huanran, aku hanyalah penjaga bayangan miliknya dari nona masih kecil.” Li Fu berbicara serius.


“Sayang, apakah yang dia katakan benar?” Fang Chen kepada Li Huanran.


__ADS_2