SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P266 - Kekalahan Klan Uesugi


__ADS_3

Klan Uesugi yang merupakan salah satu keluarga cabang yang memberontak selama ini mendatangi kediaman Klan Fujiwara untuk menuntut hak mereka.


Mereka berteriak tidak memedulikan apapun, tujuan mereka hanyalah kekuasaan dan balas dendam pada Klan Utama yang telah mengeluarkan mereka.


Banyak penjaga dan anggota Klan Fujiwara sudah mengepung ribuan orang yang datang tersebut, mereka semua siap untuk berseteru.


Namun, kedatangan Yang Kai dan Belati Tuhan disertai beberapa petinggi Klan Fujiwara membuat Klan Uesugi tersenyum senang.


“Hahaha … akhirnya kalian berani menunjukkan wajah. Mungkin jika kalian lebih lama lagi, aku akan membunuh semua orang-orangmu ini!” senang Ketua Klan Uesugi.


“Lepaskan mereka semua, kalian semua hanyalah klan luar, berani sekali bertindak tidak sopan pada klan utama seperti kami? Apa kalian siap menerima hukumannya?” tegas Fujiwara Hiroshi.


“Hei Pak tua Hiroshi, jangan lupa meskipun kami hanya klan luar, tapi kontribusi leluhur kami pada klan utama kalian sangat banyak, dan sekarang aku akan mengambil semuanya dan akan menghancurkan kalian!” ancam Ketua Klan Uesugi.


“Kamu–”


“Tuan Hiroshi, biarkan kami yang mengurus mereka, meskipun jumlah mereka ribuan tapi dengan 100 orang dari kami saja, mereka akan bertekuk lutut dan tidak akan pernah datang kesini lagi,” tahan Yang Kai tenang.


“Kami tidak bisa melibatkan tamu dalam urusan klan seperti ini, kami merasa sangat malu tidak bisa mengendalikan mereka semua, jadi–”


“Bukankah tadi Tuan Hiroshi mendengar tentang perintah tuan muda saya? Jadi, biarkan kami sebagai calon keluarga baru klan ini untuk sedikit berkontribusi,” potong Yang Kai lagi.


“Baiklah, kalau begitu kami persilakan kalian untuk melakukan apapun,” jawab Hiroshi.


“Serahkan pada kami…”


Penjaga dan Anggota Klan Fujiwara kemudian menyingkir ke belakang dan sekarang digantikan oleh 100 Belati Tuhan yang siap untuk bertarung.


“Pakaian hitam-hitam apa ini? Dan kenapa kalian menolong Klan Fujiwara, apakah kalian memiliki hubungan bisnis?” tanya Ketua Klan Uesugi.


“Lebih baik kita lanjutkan dengan pukulan saja, penjelasan mengenai pertanyaanmu tidak terlalu penting untuk sekarang bukan?” tanya Yang Kai merendahkan.


“Kami–”


*BOOOM!

__ADS_1


“Ugh … sialan! Aku tidak tahu jika orang asing seperti kalian menyerang orang secara diam-diam, sepertinya kalian sangat rendahan ya,” ucap Ketua Uesugi sambil mengusap darah di mulutnya.


“Bukannya aku tidak ingin memiliki sikap sepertimu, tapi kekuatanmu lah yang terlalu lemah, sampai aku mengira tadi hanya memukul seekor semut,” ejek Yang Kai lagi.


“Kurang ajar! Semuanya cepat bunuh 100 orang ini tanpa ampun, aku ingin kepala mereka terpisah dari tubuhnya sekarang juga! Seraaaaang!” marah Ketua Uesugi.


Ribuan anggota klan musuh sudah memulai serangannya dengan setiap 10-15 mereka melawan seorang anggota Belati Tuhan.


Mereka sudah berpikir yang kuat hanyalah Yang Kai, orang yang dihadapi oleh ketua klan mereka dan berpikir bahwa yang lainnya akan mudah dikalahkan.


Namun, semua perkiraan itu langsung sirna ketika 100 Belati Tuhan mengeluarkan tekanan kultivasinya, tak lupa juga mereka mendapatkan serangan aura membunuh yang sangat kuat dari 100 orang musuhnya itu.


*TING!TING!TING!


Kebanyakan anggota Klan Uesugi pengguna pedang panjang, hal ini dimanfaatkan oleh belati tuhan untuk mencoba kekuatan pedang baru mereka masing-masing.


Pertempuran antara dua pasukan terjadi selama beberapa menit saja, kemenangan diraih oleh Yang Kai dan Belati Tuhan dengan sangat mudah.


Perbedaan kekuatan lah yang menjadikan pertempuran itu begitu cepat, namun tadi ketika Yang Kai dan Belati Tuhan ingin membunuh klan luar itu dihalangi oleh Hiroshi.


“Cukup Tuan Yang Kai, meskipun mereka adalah klan luar, setidaknya mereka masih bagian dari keturunan klan kami,” tahan Hiroshi.


Yang Kai yang tidak mendapat jawaban memuaskan akhirnya mengalah dan tidak jadi membunuh para perusuh Klan Uesugi itu.


“Baiklah, sepertinya kalian memiliki alasan tersendiri, kalau begitu aku tidak akan bertanya lagi, aku serahkan mereka padamu,” jawab Yang Kai tersenyum.


“Terima kasih atas keramahan Tuan Yang Kai, kalau begitu mari kita masuk ke dalam rumah lagi, menemui Tuan muda Fang Chen dan Ketua Klan,” ajak Hiroshi.


*


*


*


“Kami sudah menyelesaikannya, Tuan muda. Tapi, tidak sampai membunuhnya, karena ada satu dan lain halnya,” jawab Yang Kai memberikan laporan sambil berbisik.

__ADS_1


Fang Chen sudah tahu dari cerita dari Kakek Benjiro yang ternyata sudah sadar mengenai perusuh-perusuh klan luar yang menginginkan kekuasaan klan ini.


“Aku paham, tidak masalah, yang terpenting sekarang Kakek Benjiro sudah sadar dan beberapa bulan lagi beliau akan bisa kembali sehat seperti biasanya,” ucap Fang Chen tersenyum.


“Terima kasih, Tuan muda!” serentak semua orang.


“Kalau begitu bisakah sekarang kita membahas mengenai perubahan para monster di kepulauan negara ini?” tanya Fang Chen.


“Kakek istirahat dulu saja, jika kakek nanti sudah sembuh, semua masalah klan ini akan selesai semuanya, jadi kakek tidak perlu memikirkan hal-hal berat dulu, fokus pada kesembuhan dulu,” saran Fang Chen yang berbicara penuh kasih sayang.


“Baiklah cucuku … dengarkan perintahku, semua orang yang ada dalam kediaman ini harus mendengarkan perintah dan arahan dari cucuku ini, kalian juga harus menolongnya dengan semua kekuatan kita,” perintah Kakek Benjiro.


“Baik, Ketua Klan!” serentak semua orang.


Mereka semua kemudian meninggalkan kamar dan paviliun Kakek Benjiro dan menuju Aula Pertemuan Klan yang ada di jantung kediaman ini.


*


*


*


“Kalau begitu lebih baik kita sekarang kesana, aku akan membuat semua monster-monster itu tidak bisa berkembang biak lagi,” usul Fang Chen.


“Kami tidak meragukan kekuatan Anda dan Belati Tuhan, tapi jumlah para monster di pulau itu sangat tidak masuk akal, apakah mungkin jika hanya Anda dan 100 Belati Tuhan? Bolehkan kita ikut berkontribusi?” tanya Isamu.


“Boleh saja, tapi jangan menghalangi kami nantinya, kami akan menggunakan kekuatan penuh untuk langsung meratakan area tersebut,” jawab Fang Chen memberikan arahan.


Namun, ada saja yang salah paham dengan perkataan Fang Chen, dia salah satu dari orang yang tidak suka kedatangan Fang Chen dan kelompoknya sejak beberapa jam lalu, tatapannya sinis semenjak tadi.


“Kalian semua hanyalah pendatang! Jangan berlagak seperti bisa mengatasi semuanya sendirian! Kalian terlalu sombong untuk ukuran tamu klan ini!” bentak salah satu anak muda anggota klan.


Semua orang mengalihkan pandangan dari Fang Chen menuju anak muda tersebut, dia tidak lain adalah putra kandung dari Fujiwara Isamu dan kebetulan juga cicit dari Kakek Benjiro.


Dia merasa bahwa sejak nama Fang Chen muncul di keluarga kecilnya dan klan ini, dia semakin tidak dianggap oleh ayah, kakek dan lainnya.

__ADS_1


“Ooo, kamu siapa?” tanya Fang Chen meninggikan suara.


“Tuan muda, maafkan anak saya,” mohon Isamu melihat Fang Chen yang mendekati anaknya.


__ADS_2