
Selama beberapa tahun terakhir pasca peperangan dan kerusuhan di benua biru, Perusahaan Atlantis menjadi salah satu perusahaan dengan bisnis yang paling stabil dan berkuasa.
Hampir di semua negara perusahaan ini memiliki cabang dan dari sana juga mereka bisa setidaknya mengetahui beberapa perubahan besar yang terjadi akhir-akhir ini di seluruh dunia.
Ruang pertemuan para petinggi Atlantis.
“Benar, Tuan muda. Sebuah perubahan besar terjadi di seluruh dunia, salah satunya mengenai Negara JP yang akhir-akhir ini mengeluhkan mengenai beberapa hewan yang telah bermutasi menjadi monster-monster yang menakutkan,” lapor Kakek Kong Li.
“Apakah semua ini berhubungan dengan Gerhana Bulan Merah dan kejadian meningkatnya energi qi dan energi sihir di seluruh dunia ini? Dan bukankah kita sudah mengirim bantuan besar pada Negara JP?” tanya Fang Chen lagi.
“Memang sudah, Tuan muda. Namun, tidak berarti hal tersebut menjamin mengenai berakhir pula monster-monster yang tak terhitung jumlahnya itu terus menyerang daerah perkotaan Negara JP,” jawab Paman LI Fu.
“Kemungkinan besar mereka semua mengharapkan kedatangan suami kesana, apalagi suami belum pernah berkunjung ke negara mereka, padahal mereka sudah banyak membantu kita,” imbuh Li Huanran.
“Sepertinya begitu, tolong aturkan jadwalku dan pesankan tiket menuju ke Negara JP. Dan karena mereka adalah sekutu terkuat dan terloyal kita, aku akan membawa pasukan terbaik kesana. Apakah kamu siap Yang Kai?” tanya Fang Chen sedikit bersemangat.
“Boleh saja, yang terpenting jangan sampai kepincut dengan wanita cantik Negara JP, mereka memiliki paras yang tidak kalah dengan orang-orang kita, aku takutnya kejadian di benua biru akan terulang lagi, untungnya waktu itu aku tidak setuju,” gumam Annchi yang sengaja dikeraskan.
“Ekhem … tidak mungkin aku akan melakukan itu bukan? Aku adalah pria yang setia hanya pada kedua istriku yang cantik ini. Dan bisakah kamu mengubah sedikit rasa cemburu itu sayang, bukankah ini sudah setahun lebih sejak kejadian itu,” mohon Fang Chen.
“Akan aku pertimbangkan,” singkat Long Annchi.
__ADS_1
“Sudahlah, Adik Annchi hanya bercanda, kami berdua percaya padamu. Maafkan kami berdua yang tidak bisa mengikutimu kesana, karena banyak urusan yang harus diselesaikan oleh kami,” imbuh Li Huanran menengahi.
“Baiklah … oh iya, jangan lupa untuk mengabari Kakek Alkaido dan bantu dia untuk menyelidiki mengenai pusaran hitam penuh dengan energi inti bumi yang ada di sekitar wilayahnya,” perintah Fang Chen.
“Sepulang aku dari Negara JP, aku ingin mendengarkan semua informasi mengenai itu semua, aku percayakan semuanya pada kalian. Yang Kai mari kita berangkat sekarang!” ajak Fang Chen.
“Baik, Tuan muda,” singkat Yang Kai.
*
*
*
Mereka langsung diantarkan menuju ke sebuah perbukitan yang tampak sangat rimbun dan asri, namun disaat yang bersamaan memberikan sebuah perasaan ancaman yang sangat kuat.
“Selamat datang di rumah sederhana kami, Tuan muda.” Fujiwara Isamu dan ayahnya, Fujiwara Hiroshi, menyambut Fang Chen dengan pelukan hangat, kemudian mereka semua masuk ke dalam kediaman mewah yang katanya sederhana itu.
“Bagaimana kabar kalian, sudah lama sekali aku tidak mendengar kabar mengenai kalian semua, apakah ada yang berubah sejak terakhir kali kamu memberikan informasi padaku?” tanya Fang Chen sopan pada Isamu dan Hiroshi.
*BRUK!
__ADS_1
“Tuan muda, tolong selamatkan Ketua Klan kami, dia sudah menderita selama ini dan kami semua tidak rela jika sampai beliau meninggal,” simpuh Isamu pada Fang Chen.
“Eh … ada apa ini, kenapa kamu sampai bersimpuh seperti itu, coba jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi, bukankah beberapa bulan lalu kamu mengirimkan informasi semuanya baik-baik saja?” tanya Fang Chen minta penjelasan.
Fujiwara Isamu kemudian menjelaskan semuanya, atas perintah dari Ketua Klan Fujiwara yang tidak mau mengganggu Fang Chen, Isamu harus berbohong dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.
Isamu dengan perlahan menjelaskan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan siapa sebenarnya Ketua Klan Fujiwara tersebut, dia juga menambahkan mengenai kenapa Klan Fujiwara sangat loyal pada Fang Chen.
*
*
*
*TES!TES!TES!
“Ternyata aku masih memiliki seorang keluarga, bagaimana bisa aku tidak menyadari mengenai ini semua, ternyata ayahku adalah keturunan langsung dari Kakek Fujiwara Benjiro terlewat beberapa generasi, cepat antarkan aku kesana!” tegas Fang Chen pada Isamu.
Isamu dan lainnya mengantarkan Fang Chen dan semua anak buahnya menuju sebuah paviliun yang berada di belakang kediaman, khusus Fang Chen dia diperbolehkan masuk ke kamar sedangkan lainnya hanya menunggu di luar.
“Kakek Buyut…!” Fang Chen yang baru menyadari mengenai benang merah kenapa keluarganya memiliki tradisi Harakiri atau Bunuh Diri dulu ternyata ada hubungannya dengan klan terhormat Fujiwara ini.
__ADS_1
“Akhirnya kamu disini cicitku…” jawab kakek tua lemah yang berada di terbaring lemas di tempat tidurnya.