
Pagi hari di lantai satu, semua orang sedang makan, termasuk Fang Chen dan kedua istrinya.
Liang Kun yang melihat Fang Chen sudah selesai makan, memberanikan diri untuk mendekatinya untuk memberikan usulan seperti yang tadi malam dia rencanakan.
“Tuan muda, apakah anda memiliki waktu sebentar, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan,” tanya Liang Kun dengan sopan.
“Apakah itu mengenai penyerangan tadi malam? Bukankah semuanya sudah kamu urus sesuai dengan protokol yang berlaku?” Fang Chen balik bertanya.
“Hmm, mengenai itu, saya berniat meminta izin untuk menyerang mereka balik, mereka sudah kelewatan dengan berani memasuki teritorial Hotel Atlantis kita, bagaimana dengan itu?” Liang Kun bertanya sekaligus berharap tuan mudanya mengizinkannya untuk melakukan hal tersebut.
“Oh, begini saja, kalian boleh membalasnya, tapi jangan ganggu Keluarga Fang terlebih dulu biarkan mereka untuk terus sombong, aku sendiri yang akan menghancurkan keluarga mereka suatu saat nanti,” tegas Fang Chen.
“Kalian hancurkan saja organisasi tempat para pembunuh bayaran itu bernaung, kalian lakukan dengan hati-hati dan bersihkan seperti biasa, jangan sampai pembantaian kalian sampai muncul di portal berita, mengerti?” Fang Chen menyetujui usulan Liang Kun.
“Baik tuan muda, secepatnya saya akan membawa beberapa puluh orang untuk menghancurkan organisasi lemah itu, terima kasih karena telah mengizinkan saya,” ucap Liang Kun senang.
Kemudian Liang Kun izin untuk kembali dan menyiapkan semuanya sesuai dengan perintah Fang Chen barusan, sedangkan Fang Chen sendiri masih bercakap ringan dengan kedua istrinya.
“Sayang, sepertinya kamu akhir-akhir ini sangat sibuk ya? Apakah ada yang bisa kami berdua bantu?” Li Huanran dan Long Annchi bertanya kepada suaminya.
“Semuanya masih terlalu dini untuk kalian membantu, kalian akan mendapatkan tugas ketika sudah waktunya, tugas kalian sekarang hanyalah melayani suami kalian ini yang sudah lama sekali merindukan bagaimana suasana seperti waktu itu, karena kalian berdua baru selesai melakukan pelatihan tertutup,” keluh Fang Chen.
“Tentu saja, kami sudah menyiapkan itu, bagaimana jika setelah ini kita bermain bertiga, kami berdua juga sudah merindukan Tombak Besar milikmu sayang,” ucap Long Annchi.
“Tunggu apalagi, mari kita selesaikan sarapan ini lebih cepat, kita juga harus maka yang banyak agar memiliki tenaga yang berlebih,” sambung Li Huanran.
“Aku sangat senang jika kalian berdua semangat seperti ini, kalau begitu, mari kita kita percepat,” ucap Fang Chen juga ikut bersemangat karena kedua istrinya yang sangat cantik ini sudah menawarkan diri.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu, ketika mereka ingin kembali ke kamar President Suite yang merupakan kamar utama mereka bertiga, beberapa mendekati Fang Chen.
“Tuan muda, kami hari ini ingin melakukan serangan dengan instrumen keuangan lagi, apakah anda akan hadir ?” Zhaoyang Hong bertanya.
Mendengar pertanyaan Zhaoyang Hong itu, kedua istri Fang Chen cemberut dan memberikan tatapan tajam ke Zhaoyang Hong yang ingin menghancurkan suasana indah yang akan segera tercipta tersebut.
Zhaoyang Hong yang pintar tentu saja langsung paham mengenai tatapan kedua istri tuan mudanya itu, dia langsung merevisi perkataannya.
“Tidak masalah tuan muda, anda bisa mengunjungi kami nanti, saya akan pergi terlebih dahulu menuju ke Ruang Kontrol,” ucap Zhaoyang Hong langsung bergegas balik badan karena tidak mau terkena amarah dua singa betina milik tuan mudanya itu.
“Kalian berdua telah menakuti Zhaoyang Hong, kalian…” Fang Chen tidak melanjutkan nasehatnya setelah melihat wajah kedua istrinya yang terlihat seperti kepiting rebus itu.
“Baiklah, baiklah, mari kita ke kamar, kalian berdua jangan marah lagi,” ucap Fang Chen, dia kemudian menggandeng kedua tangan istrinya dan menuntun mereka menuju ke lift khusus yang bisa mengantarkan mereka ke lantai kamar utama milik mereka bertiga.
Sesampainya di dalam kamar, kedua istrinya langsung mengeluarkan jurus andalan mereka masing-masing.
Li Huanran tidak membiarkan hal itu hanya dilakukan hanya oleh mereka berdua, dia menggunakan tubuhnya yang sangat berisi untuk menggesek bagian punggung suaminya dari belakang dan menciumi leher suaminya dengan lembut.
Fang Chen merasa sangat nikmat dengan servis yang dilakukan oleh kedua istrinya, dia tidak menyangka bahwa Tombak Besar miliknya mulai terangkat dan menonjol dari balik celananya.
Tapi, karena tidak ingin merusak momen dengan permainan keras, Fang Chen dengan lembut menggendong Long Annchi menuju kasur tempatnya duduk.
Fang Chen juga kemudian melepaskan gendongannya yang membuat Long Annchi sekarang terduduk di kasur berdampingan dengan Li Huanran.
“Tidak adil rasanya jika hanya aku yang merasakan kenikmatan, sekarang giliranku untuk membuat kalian merasa nikmat juga, aku akan melepaskan pakaian kalian dengan perlahan sampai tidak ada satu helai pun kain yang bisa menutupi tubuh kalian yang sangat menawan itu,” ucap Fang Chen.
Li Huanran dan Long Annchi pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya, mereka berdua sekarang hanya terbaring di kasur empuk itu dengan posisi siap diterkam oleh Fang Chen.
__ADS_1
Melihat kedua istrinya yang pasrah, Fang Chen membenamkan badannya di antara kedua istrinya itu dengan posisi berhadapan, dia kemudian mulai memainkan kedua tangannya, satu untuk Li Huanran dan satu lagi untuk Long Annchi.
Kedua tangannya itu dengan gesit langsung menyusur ke pegunungan indah milik kedua istrinya dan langsung meremas keduanya dengan sangat panas, hingga kedua istrinya mengaduh keenakan.
“Ah… teruskan suami, jangan berhenti…” Kedua istrinya.
Fang Chen tentu saja juga sangat menikmati, dia kemudian mulai fokus melepaskan pakaian milik Long Annchi, untuk mempercepat itu Fang Chen sekarang tepat di atas tubuh Long Annchi.
Li Huanran juga berinisiatif untuk membantu dan tidak menghilangkan momen ini dengan meremas Buah Surgawi milik Long Annchi ketika suaminya masih sibuk dengan pakaian milik Long Annchi.
“Ah… kakak Huanran, kamu terlalu keras, kakak nakal sekali…” Long Annchi.
“Bukankah kita sudah satu keluarga, kenapa kamu masih malu-malu seperti itu dik Annchi, aku hanya membantumu saja, hehe…” Li Huanran.
Tubuh seksi Li Huanran yang merupakan seorang wanita cantik berumur tiga puluhan terlihat dengan jelas ketika dia ikut duduk membantu Long Annchi.
Fang Chen akhirnya berhasil melepaskan semua pakaian milik Long Annchi dan kemudian ikut memainkan Buah Surgawi istrinya itu bersama dengan Li Huanran.
Selama beberapa menit, posisi itu tidak berubah sampai akhirnya Long Annchi dengan kasar memegang Buah Surgawi Li Huanran.
“Kakak sekarang giliran kamu, bukan begitu suami?” Long Annchi.
Fang Chen hanya tersenyum dan kemudian melihat wajah memerah Li Huanran dan langsung mendorongnya hingga terbaring, seperti posisi Long Annchi barusan.
Kini Fang Chen dengan cepat melepaskan semua pakaian yang melekat tubuh Li Huanran, Tombak Besar miliknya juga sudah memberontak seperti ingin keluar dari dalam celananya.
“Sayang, kamu urus bagian bawah milik kak Huanran dulu, percayakan bagian atas disini padaku, aku akan membalas dendam…” Long Annchi terlihat sangat menikmati ketika memainkan kedua Buah Surgawi Li Huanran dengan kedua tangannya.
__ADS_1