SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P180 - Balas Dendam Li Huanran


__ADS_3

Serangan Li Huanran mengincar bagian vital Patriark Huang, ujung pedangnya menghunuskan diri tepat ke dada dan berniat untuk menyayatnya sedalam mungkin.


"Kak Huanran, jangan lupakan bantuanku!" Long Annchi tidak mau hanya berdiam diri saja, dia menggunakan cambuk panjangnya untuk mengurung Patriark Huang dengan serangan jarak jauhnya.


*CTAR!


Long Annchi memang sengaja menyerang dari jauh untuk mempersulit ruang gerak musuh, dan menyediakan suatu jalan serangan untuk saudarinya, Li Huanran.


*SLASH!


Karena Patriark Huang masih disibukkan dengan banyak cambukan dari Annchi, tanpa sadar bilah pedang Huanran sudah berada beberapa sentimeter di depan dadanya.


Dia memiliki reflek yang kurang bagus, akan tetapi semua itu dikompensasi dengan kekuatan tubuhnya yang bisa dikatakan sangat kuat.


"Sialan, cepat sekali pergerakan wanita li ini, aku tidak boleh meremehkannya, pengerasan tubuh!" Patriark Huang mengucapkan jurusnya.


*SRIIEET!


Dan ketika pedang Huanran menyayat dada lawan, pedang tersebut berhasil membuat sebuah luka memanjang di seluruh dadanya.


"Jangan mengira dengan pengerasan badanmu yang masih merupakan kultivator ranah Transformasi level 5, bisa menahan pedang pemberian kekasihku, jangan terlalu berharap, hyaaah!" Li Huanran mengangkat pedangnya sekali lagi dan sekarang langsung mengincar leher lawan.


"Tombak Angin : Topan!" Patriark Huang.


Dalam sekejap, di sekitar tubuh Patrick Huang muncul sebuah aliran angin yang semakin membesar, aliran angin tersebut membesar sampai 30 kaki tingginya.


Benda-benda ringan di sekitarnya dibuat terbang oleh aliran angin itu termasuk serangan pedang Huanran dan cambuk Annchi, serangan mereka berdua dimuntahkan begitu saja oleh aliran angin lawan.


*WUSH! WUSH!


Li Huanran mengambil langkah mundur dan menjauhi aliran angin, dia sekarang berada sejajar dengan Annchi, mereka berdua sedang membicarakan bagaimana mengalahkan jurus lawan mereka ini.


"Elemen angin ini tidak memiliki kelemahan elemen sama sekali, kalau begitu satu-satunya cara mengalahkannya adalah dengan kekuatan yang lebih besar lagi!" Li Huanran masuk ke mode serius dan sedetik kemudian ranah kultivasi aslinya terlihat.


'Ternyata kak Huanran juga sudah berada di ranah Transformasi level 5, sepertinya memang tinggal aku saja yang tertinggal agak jauh, Transformasi level 1.' Annchi kagum dengan saudarinya.


"Meskipun kita memiliki ranah yang sama, tapi perbedaan besar disini adalah kapasitas qi milikku lebih besar, jadi bersiaplah menerima seranganku! Ruang Tanah!" Li Huanran mulai mengeluarkan jurusnya.


*DUAR!

__ADS_1


Tanah di sekitar tubuh lawan mulai bergetar, sepuluh detik kemudian dari dalam tanah muncul empat tembok yang mengapit tubuh lawan dari empat arah yang berbeda.


Empat tembok menjulang tinggi melebihi aliran angin yang ada, kemudian bergerak dengan cepat mengapit lawan, dan terbentuklah sebuah penjara dari tanah yang menjulang tinggi tersebut.


Aliran angin milik Patriark Huang yang sebentar lagi sudah menjadi topan terpaksa batal karena jurus Li Huanran, bahkan sekarang dia harus memutar otak untuk bisa keluar dari penjara tanah ini.


"Cih, padahal tinggal sedikit lagi, awas saja, setelah aku menghancurkan penjara tanah ini, aku akan mencincang tubuh nya sampai kecil-kecil." Patriark Huang.


Patriark Huang tidak senang karena barusan jurusnya harus gagal karena di dalam penjara ini dia tidak bisa mendapatkan aliran angin tambahan yang menyebabkan topannya tadi semakin mengecil.


Patriark Huang kemudian mengeluarkan jurus tapak buddha, dia dengan membenturkan jurusnya ke berbagai sudut penjara tanah ini, sampai akhirnya terlihat retakan kecil dan pada akhirnya penjara tanah berhasil dihancurkan olehnya dengan satu serangan lagi.


Tapi, tepat ketika penjara tanah hancur muncul 10 jarum beracun yang mengarah kepada Patriark Huang, ternyata serangan itu berasal dari Li Huanran yang disaat yang sama juga menempatkan pedangnya di leher Patriark Huang.


*JLEB! *JLEB! *JLEB!


Beberapa jarum sudah tertusuk di tubuh Patriark Huang yang menyebabkan tubuhnya kaku dan sangat sulit digerakkan, satu-satunya yang bisa bergerak hanya mulutnya.


*BRUK!


Tubuh Patriark Huang jatuh ke tanah dari posisinya yang barusan terbang, Li Huanran dan Long Annchi mengikuti pergerakan tiba-tiba orang lumpuh di depan mereka barusan.


"Cup cup cup… tidak usah bersedih seperti itu, bukankah rencanaku tadi berhasil dan efektif, kamu harus mengakuinya bukan, Patriark Huang?" Li Huanran kini sudah berada tepat di samping tubuh lawan.


"Bodoh… kamu… kira… aku… tidak… memiliki… cara… untuk… melepaskan… diri… dari… sini…?" Patriark Huang berusaha untuk melepaskan diri dengan cara membalikkan aliran darahnya.


Li Huanran tak membiarkan hal tersebut terjadi, dia kemudian memotong kedua tangan lawan dengan cepat dan membiarkan kedua bahunya mengucurkan darah segar seperti sekarang.


"Argh…!" Teriakan Patriark Huang sempat membuat peperangan yang terjadi berhenti sejenak saking kerasnya suaranya.


"Oh kamu bisa kesakitan, bukankah ini semua yang kamu lakukan kepada keluargaku?" Li Huanran menancapkan pedangnya di mata kanan lawan.


"Argh…!" Lagi-lagi terdengar teriakan yang sangat keras dari Patriark Huang.


"Kamu bahkan tega meminumkan racun yang mematikan kepada kakekku, ayah, ibu dan semua keluarga seniorku!" Li Huanran menarik pedang dan menancapkannya di mata kiri lawan.


"Argh…!" Suara Patriark Huang semakin tersiksa, dia tidak mengira bahwa bayi kecil yang dulu lepas dari pengejaran dari pasukannya bisa berbuat sedemikian kejam kepadanya.


"Ampun… ampun… ampun… aku… salah… aku… salah… tolong… ampuni… aku…!" Patriark Huang yang tidak merasa sangat kesakitan akhirnya memohon kepada wanita cantik yang menyiksanya itu.

__ADS_1


"Enak sekali kamu minta ampun? Apakah waktu keluargaku dulu meminta ampunan seperti ini, kamu mengampuninya? Tentu saja tidak bukan?" Li Huanran kemudian mengiris telinga kanan Patriark Huang.


"Argh…" 


"Ini untuk keluargaku yang sudah kau khianati!" Li Huanran kemudian mengiris telinga kiri Patriark Huang.


"Argh…!" 


"Ini untuk ayahku!" Kaki kanan terpotong.


"Argh…!"


"Ini untuk ibuku!" Kaki kiri terpotong.


"Argh…" 


"Ini untuk semua nyawa keluargaku yang terbantai oleh keserakahanmu!" Li Huanran mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan berniat memenggal kepala Patriark Huang.


"Tunggu! Jangan berani kau menyentuh anakku lagi…!" Ternyata suara itu berasal dari Leluhur Huang yang sedari tadi mendengar suara anaknya dengan hati yang bergetar.


"Kakak awas!" Long Annchi bereaksi lebih cepat dalam menghadang serangan Leluhur Huang yang mengarah kepada saudarinya.


Long Annchi masih sempat menggunakan kertas array pertahanan yang diberikan oleh suaminya sebelum peperangan ini dimulai.


Kertas array itu membentuk sebuah lonceng pertahanan sementara yang untung saja mampu menahan kekuatan seorang Transformasi level 10 seperti Leluhur Huang.


*GONG!


Serangan Leluhur Huang berhasil ditahan oleh array pertahanan serta dapat mengeluarkan Li Huanran dan Long Annchi dari serangan mematikan barusan.


*CRACK!


Leluhur Huang masih berusaha untuk menjebol lonceng pertahanan itu, dipikirannya sekarang hanya ada satu hal, dia harus segera menolong anaknya yakni Patriak Huang, sebelum dua benar-benar mati kehabisan darah.


Akan tetapi, "Hei Pak Tua! Musuhmu adalah aku, bagaimana mungkin kamu seorang laki-laki menyerang dua perempuan cantik itu!" Fang Chen datang dan langsung mengeluarkan tekanan kultivasi yang setara dengan Path Of Tribulation level 1.


*DUAR!


Semua orang yang berada di sekitarnya langsung kesulitan bernafas dan beberapa orang pingsan begitu saja, pertarungan antara Fang Chen dan Leluhur Huang akan mulai memasuki fase penentuan kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2