
“Sepertinya kalian semua sudah salah paham dengan apa yang aku katakan, lebih baik kalian dengarkan beberapa orang yang sudah pernah aku latih secara langsung,” ucap Fang Chen.
Fang Chen melihat ke arah Pasukan Belati Tuhan dan Anggota Keluarga Li yang hadir, tatapan Fang Chen itu membuat kedua rombongan itu langsung merinding sekujur tubuh.
“Heee, kenapa kalian malah berdiam diri saja, apakah kalian tidak mendengar apa yang aku katakan barusan?” Fang Chen tersenyum menakutkan.
“Ba…baik tuan muda.”
Kemudian Yang Kai, Zhang Bijie dan Li Fu berdiri dari kursinya dan kemudian berdiri beriringan di depan semua orang.
“Silahkan kalian jelaskan mengenai maksudku berkata seperti tadi,” senyum Fang Chen.
“Ba…baik.”
Dengan terpaksa mereka bertiga menjelaskan betapa mengerikannya pelatihan yang diberikan oleh Fang Chen.
“Maksud tuan muda Fang Chen memang secara harfiah bisa kalian artikan sebagai pertarungan hidup dan mati, jadi semua peserta boleh menggunakan aura membunuh dan teknik membunuh untuk mengalahkan lawan,” jelas Yang Kai.
“Dengan hal itu, maka semua orang akan mengeluarkan semua potensi yang terpendam dalam diri mereka semua,” imbuh Zhang Bijie.
“Tapi kalian jangan ribut terlebih dulu, jika nanti para peserta ada yang terluka, tuan muda akan menyembuhkan semua luka yang ada pada mereka, tapi tidak dengan tenaga dan energi qi,” sambung Li Fu.
“Setelah disembuhkan, mereka semua harus tetap bertarung sampai kehabisan energi qi atau pingsan, jadi kalian semua bisa membayangkan betapa menyeramkan pelatihan yang dilakukan tuan muda pada kami bukan?” Li Fu.
Semua orang menelan ludah mendengar penjelasan mereka bertiga, tapi tiba-tiba saja dari arah belakang ketiga orang itu ada aura yang cukup kuat terpancar.
“Hoooo, ternyata kalian bertiga sudah berani untuk mempermalukanku di depan umum ya, sepertinya aku harus menghukum kalian bertiga,” ucap Fang Chen.
“Ti…tidak tuan muda, kami hanya mengatakan fakta,” ucap ketiga orang itu dengan sedikit tergagap karena ketakutan dengan aura yang dikeluarkan oleh Fang Chen.
“Hah, lupakan, apakah sekarang kalian sekarang sudah paham dengan maksudku?” Fang Chen bertanya.
__ADS_1
“Tidak perlu semuanya, kita hanya akan melakukannya di Tahap Ketiga saja,” imbuh Fang Chen.
“Ka…kami mengerti tuan muda.” Semua orang menjawab sambil membayangkan ketika Fang Chen melatih mereka semua dengan pelatihan yang sama persis dengan yang dikatakan oleh ketiga orang yang ada di depan.
“Baiklah kalau begitu aku minta kalian semua untuk mengurus hal ini, kalian boleh menggunakan semua uang yang ada untuk melancarkan acara itu,” ucap Fang Chen.
“Jangan lupa untuk mengurus perizinan dan hal lainnya, aku percayakan Turnamen Beladiri ini kepada kalian semua,” harap Fang Chen.
“Kami semua akan melakukan semuanya tuan muda, anda bisa tenang,” ucap serentak semua orang.
Setelah pertemuan itu, semua orang sibuk dengan tugas masing-masing untuk membuat acara Turnamen Beladiri ini, mereka menyiapkan semua hal mulai dari arena dan penyiarannya selama dua minggu penuh.
Hingga tidak terasa acara Turnamen Beladiri ini semakin viral dan banyak ditunggu oleh semua orang, bahkan penjualan tiket untuk seminggu penuh di Arena Turnamen Beladiri sudah ludes terjual.
Meskipun Fang Chen sendiri sudah tidak terlalu membutuhkan tambahan uang, tapi demi menjaga keberlangsungan Hotel Atlantis dan semua bisnis di bawahnya, aliran dana seperti ini sangat sehat dan membuat nama mereka semua menjadi sangat terkenal.
Saham semua bisnis dibawah Keluarga Long, Keluarga Li, Organisas Mawar Hitam menjadi ikut meningkat beberapa kali lipat karena acara Turnamen Beladiri pertama yang pernah digelar.
Hari Pembukaan Turnamen Beladiri.
Semua penonton sudah memadati kursi yang sudah disediakan, semua penyiar berita sudah mengoceh semenjak tadi, menunggu kapan acara Turnamen Beladiri ini dibuka.
Beberapa tamu VIP sudah berada di tempat duduk masing-masing, termasuk Fang Chen dkk, beberapa pejabat yang bukan berafiliasi ke Keluarga Huang juga telah diundang.
Kemudian seseorang pembawa acara terkenal yang diberikan tugas untuk memimpin acara kali ini memasuki arena yang berada paling tengah.
“Selamat pagi semuanya, sepertinya kalian semua sangat antusias dengan Turnamen Beladiri kali ini, oleh karena itu tanpa diperpanjang lagi, mari kita buka Turnamen ini dengan sebuah sambutan dari Tuan Muda Fang Chen selaku Ketua Penyelenggara turnamen ini,” ucap Pembawa Acara.
Fang Chen menunjukkan sedikit kebolehannya dengan terbang dari kursi VIP menuju ke Arena paling tengah itu.
“Wowwww…”
__ADS_1
Semua orang kagum dengan hal itu, meskipun pengetahuan kultivasi di negara ini bukan hal yang rahasia.
Tapi kali ini mereka semua baru melihat ada seorang kultivator yang bisa terbang tanpa menggunakan alat bantu apapun.
Fang Chen yang sudah berada di Arena itu langsung mengambil microphone yang sudah disiapkan seraya berkata, “Terima kasih karena kalian semua sangat antusias, kami semua menghargai itu,” ucap Fang Chen.
“Saya pribadi juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam penyelenggaraan Turnamen Beladiri yang pertama ini,” ucap Fang Chen.
“Jika bukan karena mereka semua, kita tidak akan bisa melihat sebuah pertandingan akbar yang bisa menyita pandangan dalam maupun luar negeri ini,” lanjut Fang Chen.
“Tanpa memperlama pembukaan simbolis ini, maka aku sebagai ketua penyelenggara Turnamen Beladiri menyatakan dengan ini, Turnamen Beladiri Pertama resmi dimulai,” tambah Fang Chen.
Bertepatan dengan itu, kemudian pesawat jet yang sudah di sewa melakukan atraksi di langit dan beberapa kembang api juga dinyalakan untuk menandakan Turnamen Beladiri ini dimulai.
“Horeeeee…”
“Horeeeee…”
Semua penonton ternganga melihat pemandangan itu, mereka semua bersorak senang karena sebentar lagi turnamen akan dimulai.
Fang Chen kemudian kembali ke tempat duduknya dan mempersilahkan beberapa panitia yang bertugas untuk mengambil posisi di dekat arena.
Para peserta yang berjumlah 10.000 orang yang terdiri dari berbagai keluarga maupun hanya sekedar kultivator lepas memasuki serta memenuhi lapangan.
“Karena semua peserta sudah datang, langsung saja saya akan membacakan peraturan untuk Turnamen Beladiri kali ini,” ucap Pembawa Acara yang didampingi oleh Yang Kai dan Zhang Bijie.
“Turnamen Beladiri akan dibagi menjadi Tiga Tahap, Tahap Pertama bernama Perang Besar, Tahap Kedua bernama Perang Kelompok, Tahap Ketiga bernama Tiang Pemilih,” tambah Pembawa Acara.
“Untuk mempersingkat waktu, kita langsung saja mulai Tahap Pertama, semua peserta diharapkan untuk naik ke arena sesuai dengan 1 angka pertama dari nomor pendaftaran kalian semua,” lanjut Pembawa Acara.
Semua peserta langsung mematuhi perintah Pembawa Acara tersebut.
__ADS_1
“Peraturan sederhana, kurangi jumlah kalian semua yang ada di arena ini hingga menyisakan 100 orang saja,” tegas Pembawa Acara.
“Apaaaaa…”