
“Oi, kenapa kamu tiba-tiba menjadi sopan pak tua?” Fang Chen bertanya tentang perubahan sikap Tetua Penjaga.
“Hehe, perkenalkan nama saya Kun Shi tuan muda, saya disini melihat bahwa beberapa pil yang anda hadiahkan tadi merupakan pil yang masih baru beberapa hari lalu dibuat bukan?” Tetua Penjaga yang memiliki nama Kun Shi.
“Matamu jeli juga pak tua, tapi memang benar seperti yang kamu pikirkan, terus kenapa?” Fang Chen masih menanggapi dengan santai.
“Maaf jika saya lancang, apakah anda seorang Alkemis?” Kun Shi bertanya dengan nada berharap yang terlihat jelas.
“Iya aku memang seorang alkemis, tapi ada apa dengan wajahmu, kenapa kamu memasang wajah jelek seperti itu?” Fang Chen.
“Syukurlah, bagaimana jika kita meneruskan obrolan di dalam ruangan saya, jika masih disini, saya takut ada yang menguping perbincangan kita tuan muda.” Kun Shi.
“Oh baiklah, tapi mereka masih menghitung jumlah kepingan emasku untuk membayar tanaman spiritual itu.” Fang Chen menunjuk para pekerja lelang itu.
“Tidak masalah tuan muda, jika anda bisa membantu saya, bahkan semua barang yang anda beli hari ini akan saya gratiskan semua.” Kun Shi yang sudah terlanjur senang.
“Hei pak tua, apakah kamu meremehkan kemampuan finansialku, aku tidak perlu kamu kasihku seperti itu, tapi aku cukup tertarik dengan permintaanmu itu, kalau begitu, ayo semuanya kita ke ruangan pak tua ini.” Fang Chen mengajak Kong Li, Yang Kai dan Zhang Bijie.
“Mari ikuti saya…” Kun Shi mengarahkan mereka semua masuk ke sebuah ruangan yang berada di ujung lorong jalan utama pelelangan ini, ruangan yang dimaksud itu cukup besar dan luas untuk setingkat sebuah ruangan kantor.
Setelah mereka semua memasuki ruangan besar itu.
“Tuan muda Fang Chen, apakah anda bisa menolong saya untuk menyembuhkan Tuan Muda keluarga kami, saya sudah lama sekali mencari Alkemis yang memiliki tingkatan Emas Sedang keatas, akhirnya saya bertemu dengan anda.” Kun Shi langsung membungkukkan badannya.
Fang Chen yang melihat ketulusan Kun Shi itu sedikit tergerak, tapi sebelum dia menolong orang yang dimaksud, dia harus membuat sebuah kesepakatan, siapa tahu kesepakatan ini bisa menjadi bantuan nanti jika konfrontasi dengan Keluarga Huang pecah.
“Aku sudah melihat ketulusan dari matamu pak tua, bisakah kamu menceritakan ciri-ciri penyakit tuan mudamu itu kepadaku, atau kamu bawa saja aku langsung untuk menemuinya, siapa tahu aku bisa langsung menyembuhkan tuan mudamu.” Tegas Fang Chen.
“Apakah anda benar-benar akan menolong tuan muda saya?” Tangan Kun Shi memegangi tangan Fang Chen dengan sedikit gemetar.
__ADS_1
“Ya, meskipun aku nanti aku akan meminta beberapa hal sih.” Fang Chen menjawab dengan enteng.
“Tidak masalah, selama Keluarga Kun kami bisa memenuhinya, kami akan mengusahakan permintaan anda, memangnya apa permintaan anda tuan muda?” Tanya Kun Shi.
“Nanti saja, setelah aku menyembuhkan tuan mudamu, aku akan memberitahukannya.” Fang Chen.
“Baiklah, kalau begitu tidak usah menunggu terlalu lama lagi, bagaimana jika kita sekarang langsung berangkat menuju ke Kediaman Kun.” Ajak Kun Shi.
Fang Chen, Kong Li, Yang Kai dan Zhang Bijie menyetujui hal itu, kemudian mereka semua keluar dari rumah lelang dan menaiki mobil menuju ke kediaman Keluarga Kun.
Seperti yang sudah direncanakan dari tadi oleh para tetua Keluarga Huang, mobil yang dikendarai Fang Chen dkk diberondong oleh senapan mesin dengan yang berkaliber 7,63 mm oleh beberapa orang suruhan para tetua itu.
“Dor… Dor… Dor…”
Mobil itu berlubang disana-sini, untung saja Fang Chen sudah merasakan aura dari orang-orang biadab itu beberapa detik sebelum diberondong peluru, dia sempat untuk mengaktifkan array perlindungan.
Jadi semua peluru musuh memang melubangi mobil yang mereka kendarai, tapi orang yang berada di dalamnya tidak terluka sama sekali.
10 Belati Darah Terbang milik Fang Chen muncul dari kekosongan kemudian mereka semua melesat dengan kecepatan tinggi mengincar leher 5 orang penembak itu.
Dalam sekejap kelima penembak itu mati dengan kepala terputus dan belati milik Fang Chen menghilang begitu saja, seperti tidak pernah terlihat.
Untung saja tidak ada korban jiwa yang lain, baik itu dari rombongan Fang Chen dkk atau masyarakat yang melihat peristiwa penembakan itu.
“Baiklah sekarang kalian bisa keluar.” Fang Chen.
Mereka semua sudah keluar dari mobil yang penuh dengan lubang dari peluru.
“Tuan muda anda tidak terluka? Maafkan kami berdua yang tidak tanggap dengan kejadian barusan.” Yang Kai meminta maaf.
__ADS_1
“Santai saja, toh aku memang lebih kuat dari kalian, hehe.” Fang Chen nyengir, dia tidak ingin bawahannya terlalu merasa bersalah, apalagi memang barusan benar-benar serangan kejutan yang profesional sekali.
“Tidak tuan muda, izinkan saya menebus kesalahan saya dengan nyawa saya sendiri, bagaimana hinanya seorang bawahan tidak bisa melindungi tuannya dari serangan musuh, malah anda yang menyelamatkan kami.” Yang Kai.
“Plaakk.”
“Jangan merasa bahwa kamu paling bersalah, bukan kamu yang bersalah tapi mereka, jadi kalau kamu ingin menebus kesalahanmu, bunuh mereka!” Fang Chen menunjuk ke arah timur.
Yang Kai yang menanggapi itu melihat dengan jiwanya bahwa dalang dibalik penyerangan dan penembakan kali ini adalah ketiga tetua dari Keluarga Huang itu.
“Izinkan saya…” Yang Kai.
“Tidak, bukan sekarang waktunya, tingkatkan dulu kekuatanmu, apakah kamu pikir dengan kekuatanmu seperti ini bisa mengalahkan mereka sekaligus, mungkin mengalahkan salah satu dari mereka saja kamu tidak akan sanggup.” Fang Chen.
“Tapi…tuan…” Yang Kai.
“Ya jadikan ini sebagai pembelajaran saja, jadi kalian bertiga kedepannya harus lebih giat lagi dalam berlatih dan berkultivasi, kalian tidak mau kan kejadian seperti ini terulang lagi?” Fang Chen.
“Kami bertiga berjanji tuan muda untuk menembus ranah Emperor secepatnya, kami juga akan menghancurkan ketiga orang tetua keluarga busuk itu.” Kong Li, Yang Kai dan Zhang Bijie berjanji dengan tulus.
‘Kan tidak seru juga jika aku langsung membunuh mereka, lebih baik biarkan mereka kembali ke Keluarga Huang membawa informasi ini.’ Pikir Fang Chen.
“Saya sangat berterima kasih juga tuan muda.” KunShi ikut berterimakasih karena Fang Chen sudah menyelamatkan nyawanya.
“Sudah-sudah bagaimana jika kita sekarang menuju ke Kediaman Keluarga Kun.” Fang Chen.
“Baik mohon tunggu sebentar tuan muda, saya akan menelpon seseorang untuk membawakan mobil menuju kesini.” Kun Shi.
Setelah beberapa saat menunggu, mobil itu datang dan mereka menuju ke Kediaman Kun tanpa kendala, sedangkan kelima orang penembak yang mati mengenaskan tadi sudah diurus oleh polisi dan perwakilan dari Keluarga Kun.
__ADS_1
“Bajingan, bagaimana dia bisa lolos dari kelima penembak dan pembunuh profesional itu.” Tetua Pertama geram.
“Sudahlah Tetua Pertama lebih baik kita kembali ke keluarga dulu mengenai hal ini, aku yakin Patriark akan memakluminya.” Tetua Kedua dan Tetua Ketiga memberikan saran.