
Raja Hantu menyerang Fang Chen dengan sisa tenaga yang dimilikinya.
Fang Chen hanya diam saja membiarkan serangan Raja Hantu yang mengarahkan kukunya ke dada miliknya.
Tapi, beberapa sentimeter sebelum sampai di dadanya, Fang Chen menendang tubuh Raja Hantu dengan putaran kaki kanannya ke bawah.
“Buuuk…”
Tubuh Raja Hantu terbanting ke tanah dari ketinggian 20 meter setelah terkena tendangan telak dari kaki kanan Fang Chen.
“Braaak…”
Raja Hantu jatuh tersungkur ke tanah dan membentuk kawah sedalam beberapa puluh sentimeter.
Fang Chen kemudian turun dari posisi terbangnya, dia mendekati Raja Hantu yang sekarat akibat darahnya yang semakin sedikit.
“Belati Darah : Kelilingi!”
Sepuluh Belati Darah langsung membentuk lingkaran dan mengelilingi tubuh Raja Hantu, setelah terpasang dengan rapi sepuluh belati lebih cepat lagi dalam menyerap darah si Raja Hantu.
“Argh…!”
Teriakan sekarat Raja Hantu cukup memekakkan telinga, dia sudah tidak kuasa untuk berdiri, dia hanya bisa pasrah di tengah sepuluh belati yang mengelilinginya.
“Lihatlah kalian semua, anggota Keluarga Fang, kalian semua selama ini sudah dipermainkan, sudah dimanfaatkan oleh keluarga tidak beradab ini!”
Fang Chen mulai memberikan ceramah panjang lebar kepada seluruh anggota Keluarga Fang.
“Tapi, semua itu hanyalah sebuah pembelajaran untuk kalian untuk kehidupan selanjutnya, untuk kehidupan sekarang kalian harus menghilang dari dunia ini!”
“Cepat seret kedua anak dan ibu itu, aku akan memberikan hukuman untuknya di depan semua orang!”
Yang Kai dan Zhang Bijie membawa kedua orang yang dimaksud oleh Fang Chen, ibu dan anak itu sudah dilumpuhkan oleh kedua bawahan Fang Chen.
“Gantung mereka di tiang itu!”
Fang Chen melihat sebuah tiang yang cukup kuat untuk menahan berat manusia, dia kemudian menyuruh untuk mengikat kedua tangan orang itu dan menempatkannya secara menggantung di tiang yang dimaksud.
Setelah kedua orang itu tergantung dengan posisi yang sejajar, Fang Chen memulai siksaan pertamanya.
“Belati Darah : Tusuk mata mereka berdua!”
“Jleb… jleb…”
__ADS_1
“Argh…! Argh…!”
Kedua mata mereka mengucurkan darah dan langsung buta seketika.
“Sialan, aku akan membalasmu seribu kali lipat, kamu camkan kata-kataku!”
Fang Yuan yang kesakitan meracau dengan kata-kata yang terlintas di kepalanya.
“Berisik!”
“Belati Darah : Potong lehernya!”
“Slash…! Slash…!”
Karena bukan menggunakan pedang panjang, kepala mereka berdua tidak terputus secara penuh, yang akhirnya membuat darah pemandangan mengerikan, karena sama saja Fang Chen sedang menyembelih seorang manusia.
Fang Chen hanya memasang wajah datar, dia sudah sangat murka dengan kedua orang itu, terutama kepada pelakor yang membuat ibunya dulu sampai meninggal dan dia memiliki dendam kepada ayahnya sendiri.
Singkat cerita mereka berdua sudah tidak bernyawa lagi, peristiwa menakutkan itu disaksikan oleh semua anggota Keluarga Fang.
Semua anggota keluarga bergidik ngeri ketika mata mereka berpapasan dengan sepasang mata Fang Chen yang tidak berkedip sedikitpun selama masa penyiksaan tersebut.
“Sekarang waktunya untuk Raja Hantu yang sudah sekarang ini!”
Fang Chen kemudian melemparkan Raja Hantu ke langit.
“Belati Darah : Satu juta tebasan!”
Sepuluh Belati Darah langsung mengikuti perintah Fang Chen dan langsung memberikan jutaan tebasan di langit.
Hingga tubuh Raja Hantu sudah tidak berbentuk lagi, semuanya berubah menjadi sebuah hujan darah hasil dari potongan-potongan kecil tubuh Raja Hantu.
“Sekarang aku sudah membunuh semua penyakit yang ada di Keluarga Fang!”
“Dan hei pak tua patriark, jangan kira aku akan tertipu dengan kepribadianmu yang sok menjadi orang gila itu, lebih baik kamu kesini sebelum aku yang datang dan membunuhmu secara langsung!”
Fang Chen memberikan tatapan tajam dibarengi dengan aura membunuh yang cukup pekat ke arah Patriark Fang Yuze yang sedari kemarin sudah seperti orang gila.
“Hmm, ternyata aku memang tidak bisa berbohong kepada anakku sendiri, tapi aku sangat bangga dengan pencapaianmu sekarang, kamu bahkan bisa menyiksa manusia dengan begitu kejam.”
“Pasti sudah banyak hal yang terjadi ya setelah belasan tahun yang lalu.”
Patriark Fang Yuze mencoba untuk mengenang masa lalu lagi, tapi seperti biasanya Fang Chen tidak ingin mendengar kenangan pahit dari ayahnya atau lebih tepatnya mantan ayahnya tersebut.
__ADS_1
“Aku tidak ingin mendengar kamu mengenai hal tidak penting itu! Aku sekarang hanya ingin menuntut balas perbuatanmu yang dulu, mungkin hari ini waktu yang tepat kamu meninggalkan dunia ini!”
“Tapi aku tidak ingin menggunakan tanganku sendiri untuk membunuhmu, kamu tahu apa yang harus dilakukan bukan?”
Keluarga Fang memiliki sebuah budaya yang mirip dengan Seppuku atau Harakiri negara jepang, jika mereka telah kalah atau gagal dalam menjalankan misi.
Mereka semua lebih terhormat mati bunuh diri, daripada harus dipertontonkan kekalahan mereka kepada umum.
“Sebelum kami semua melakukan Ritual Bunuh Diri, apakah kamu mau mengabulkan beberapa permintaanku?”
“Akan aku coba, apa yang ingin kamu minta?”
“Dendam antara keluarga Fang dan kamu sudah selesai di generasiku, aku tidak ingin hal tersebut terus berlanjut.”
“Kedua, aku mohon padamu untuk membebaskan beberapa anak kecil di bawah umur yang tidak mengerti mengenai kejadian ini.”
Anak kecil yang dimaksud adalah belasan anak kecil yang sekarang dalam kondisi pingsan, mereka tadinya ingin digunakan untuk memberikan ancaman kepada Fang Chen oleh Raja Hantu, istri dan anaknya.
“Biarkan mereka tumbuh, kalau bisa kamu juga membantu mereka agar bisa menjalani kehidupan lebih baik dan bebas tanpa tekanan.”
“Terakhir, bolehkah aku memelukmu?”
Fang Chen terdiam cukup lama, untuk permintaan pertama dan kedua sangat mudah dikabulkan, karena pada dasarnya dia juga tidak sekejam itu sampai membantai anak kecil tidak berdosa.
Tapi permintaan terakhir ayahnya itu membuat air matanya berlinang, air matanya terjatuh begitu saja.
‘Kenapa aku menangis, bukankah ini yang aku inginkan selama ini? Kenapa aku harus menangis ketika tujuanku membalaskan dendam kepada ayahku tercapai?’
‘Apakah aku memang serapuh ini? Terus buat apa aku mendirikan pasukan besar, memiliki bawahan yang super kuat dan kekayaan tanpa batas?’
‘Apakah semua itu bisa membeli perasaan ini, perasaan seorang anak yang rindu akan kasih sayang ayah yang selama ini dibencinya?’
‘Apakah aku harus mengalah dengan perasaan ini?’
Fang Chen terdiam lama sekali, tidak ada jawaban dari mulutnya.
Semua pasang mata juga tertuju kepada Fang Chen, mereka semua tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun, karena ini momen penting.
Hingga akhirnya Fang Chen menganggukan kepalanya, dia membolehkan ayah kandungnya memeluk dirinya untuk terakhir kalinya.
Patriark Fang Yuze tersenyum lembut, dia kali ini sangat tulus meminta pelukan dari anak yang selama ini dirindukannya.
Dia mendekati Fang Chen dan memeluknya dengan erat, air mata mengalir deras dari pelupuk matanya.
__ADS_1