
Teriakan protes dari ratusan peserta, mereka semua tidak menyangka bahwa tahap pertama turnamen ini langsung ingin mengurangi jumlah peserta secara drastis, kebanyakan dari mereka protes tapi hal itu malah ditanggapi dengan ledekan oleh Pembawa Acara.
“Bagus, turnamen ini sangat seru sekali…”
“Ayo, semuanya kalian pasti bisa…”
Dari kubu penonton malah sebaliknya, mereka semua meneriakkan semangat untuk setiap orang yang bertanding, mereka tidak memedulikan wajah ketakutan beberapa peserta.
“Jika hanya ini mental yang kalian miliki, maka kalian semua sudah gugur sebelum bertarung, jadi menurut peraturan tambahan, bagi peserta yang memang tidak menginginkan Perang Besar, maka kalian keluarlah dari arena dan jadilah pecundang,” ledek Pembawa Acara.
“Tapi, jangan lupa bahwa hadiah yang diberikan dalam turnamen ini sangat banyak dan bernilai tinggi, 1000 orang yang lolos tahap kedua akan mendapatkan 3 Pil Penerobos Ranah Tingkat Perak Puncak,” provokasi Pembawa Acara.
“100 orang yang lolos tahap kedua nanti akan mendapatkan 10 Pil Penguatan dan Penerobos Ranah tingkat Emas Menengah, sekaligus akan direkrut oleh Hotel Atlantis sebagai pasukan dengan gaji 100 ribu yuan per bulan untuk setiap orang,” imbuh Pembawa Acara.
“Dan 10 orang dengan peringkat tinggi akan mendapatkan semua hadiah sebelumnya ditambah lagi dengan Buku Pelatihan dan Senjata mulai tingkat Perunggu sampai tingkat Emas Puncak sesuai dengan peringkat di akhir nanti,” tambah Pembawa Acara.
“Coba pikirkanlah, mana ada sebuah turnamen dengan hadiah sebanyak dan seberharga itu dimiliki oleh para pecundang seperti kalian semua, jadi Ketua Fang Chen sudah memberikan pendapatnya, bagi seorang pecundang yang ingin menyerah sekarang, dipersilahkan,” provokasi Pembawa Acara.
Para peserta yang sebelumnya merasa ragu mengikuti Tahap Pertama ini memantapkan hati mereka karena mereka semua mengikuti Turnamen ini untuk mendapatkan hadiah yang sangat jarang dimiliki oleh semua keluarga.
“Jadi akan aku tanya kalian sekali lagi, apakah kalian paham dengan peraturan tahap pertama ini?” Pembawa Acara.
“Paham,” ucap para peserta yang tidak mempermasalahkan peraturan kejam ini.
“Baiklah, jadi kalian bisa membuat lawan kalian pingsan atau mengeluarkannya dari arena setinggi 5 meter yang kalian pijak sekarang,” lanjut Pembawa Acara.
“Karena kalian semua sudah paham, maka Tahap Pertama Perang Besar ini bisa dimulai, saya meminta semua penonton untuk menghitung mundur, setelah itu kalian semua bisa mulai untuk menjatuhkan lawan kalian di arena ini,” teriak Pembawa Acara kepada penonton dan peserta.
“3”
Para peserta sudah menghilangkan keraguan mereka masing-masing dan mulai mempersiapkan serangan.
“2”
__ADS_1
Beberapa peserta juga terlihat seperti sudah ada yang membuat kelompok dadakan untuk bisa melewati tahap satu ini.
“1”
Semua peserta langsung melakukan serangan diantara mereka semua, terdengar suara berbagai serangan dengan berbagai jenis cara dilakukan oleh para peserta.
Tapi yang paling menarik perhatian adalah seorang perempuan yang berada di Arena 1, dia memiliki paras yang cantik, tapi semua serangannya sangat mematikan, dalam waktu sekejap dia mampu untuk mengeluarkan 50 orang secara bersamaan.
“Bagaimana pendapatmu mengenai perempuan itu sayang?” Li Huanran yang berada di samping Fang Chen, bertanya kepada suaminya itu.
“Sepertinya aku pernah melihat perempuan itu, dimana ya?” Fang Chen mencoba mengingat sesuatu.
“Hoo, kamu sudah pernah bertemu dengannya, apakah kamu selingkuh sayang?” Long Annchi bertanya dengan nada mengancam.
“Mana mungkin aku bisa selingkuh jika aku memiliki dua wanita yang sangat cantik di depanku,” jawab Fang Chen sambil tersenyum.
“Oh, aku baru ingat bahwa dia adalah perempuan yang bertanya mengenai turnamen ini sewaktu aku di Rumah Lelang,” ingat Fang Chen.
“Oh seperti itu ya, tapi kita kesampingkan dulu pembahasan itu, kamu lihat dia sangat efektif dalam penggunaan jurus untuk mengeluarkan mereka semua,” ucap Li Huanran.
“Oh, tapi sepertinya laki-laki berbaju hijau yang satu arena bersama perempuan itu tidak kalah, lihatlah dia dari tadi hanya menghindar, tapi coba perhatikan lebih seksama apa yang dia lakukan,” tanya Fang Chen kepada kedua istrinya.
Kedua istrinya kemudian lebih memperhatikan laki-laki yang dimaksud oleh Fang Chen.
Setelah memperhatikan beberapa saat, “Sayang, bukankah dia menggunakan seni racun untuk melumpuhkan lawan-lawannya dan dia akan menggunakan ledakan kecil untuk mengeluarkan ratusan orang itu sekaligus?” Li Huanran sadar dengan maksud serangan laki-laki itu.
“Tepat sekali, tapi aku suka gayanya, dia tidak tergoyahkan dengan berbagai serangan yang mengarah kepadanya, dia malah memanfaatkan hal itu untuk menyebarkan racun ringan itu,” senyum Fang Chen.
Duar…
Tepat ketika katiga suami istri ini sedang berbincang, dari Arena 1, 109 orang dikeluarkan oleh seorang laki-laki.
“Lihat-lihat, itu adalah tuan muda dari Keluarga Wang, dia bisa mengeluarkan ratusan orang dalam sekejap,” deru Penonton.
__ADS_1
“Dia juga sangat tampan, andaikan aku bisa menikah dengannya, mungkin itu merupakan suatu keberuntungan bagiku yang hanya warga negara biasa ini,” ucap salah satu penonton.
Mereka semua merespon ledakan kecil itu dengan berbagai tanggapan yang kebanyakan pujian.
Tapi, tuan muda keluarga wang atau yang memiliki nama asli Wang Xuemin itu hanya merespon semua riuh penonton itu dengan tersenyum ringan, kemudian melanjutkan variasi serangan baru untuk mengalahkan orang-orang yang ada di Arena 1.
“Boleh juga laki-laki itu,” senyum tipis Fang Chen, dia cukup tertarik dengan Wang Xuemin itu, karena spesialisasinya dengan racun peledak adalah hal yang cukup luar biasa menurutnya.
Jgerr…
Semua perhatian beralih ke Arena 10, kali ini ada seorang pria bisa meminjam sebagian kecil kekuatan petir dan menggunakannya dalam setiap serangannya.
Pria itu berhasil mengeluarkan 120 orang secara bersamaan, penguasaan jurus yang dimilikinya lebih tinggi dari beberapa orang lain yang setara dengannya, akhirnya dia dengan mudah mengeluarkan ratusan orang berikutnya.
“Hahaha, sepertinya kali ini kita akan mendapatkan pasukan yang sangat kuat,” senang Fang Chen dari kursi VIP.
Akhirnya Tahap Pertama ini sudah mulai memasuki pertarungan yang cukup serius karena kebanyakan arena hanya menyisakan 150-200 orang saja, tinggal sedikit lagi hingga hanya menyisakan 100 orang dan lolos ke Tahap selanjutnya.
Trang…
“Kalian semua matilah, biarkan aku lolos menuju Tahap Kedua, kalian semua keluarlah dari arena ini, hyaaaaah,” ucap salah seorang peserta di Arena 5.
“Siapa yang mau kamu keluarkan dari arena ha? Jika kamu memiliki kemampuan jangan banyak omong, ayo kita buktikan siapa yang pantas untuk lolos ke Tahap Kedua, hyaah…” jawab orang yang satu arena dengan peserta itu.
Kedua senjata mereka saling beradu, mereka berdua tidak tahu bahwa perseteruan mereka membuat yang lainnya dengan mudah untuk mengeliminasi mereka dengan cara menyerang dari belakang.
“Cakar Rajawali,” gumam seorang peserta dan kemudian langsung menyerang kedua orang bodoh yang tidak memperhatikan sekitarnya itu.
Slash…
“Argh,” teriak kesakitan kedua orang itu yang sekarang sudah keluar dari arena karena jurus Cakar Rajawali itu.
“Sialan, dia sangat curang berani menyerang kami berdua dari belakang,” ucap kedua orang yang keluar dari arena.
__ADS_1
"Yang Kai, cepat tangkap kedua orang itu, sepertinya ada yang tidak beres dengan dua orang itu," telepati Fang Chen kepada Yang Kai.