
“Oh iya, aku dan Pak Tua Kong Li akan menuju ke Ring Judi Bawah Tanah, aku memiliki beberapa urusan disana, jadi aku pinjam ketua kalian untuk malam ini ya.” Fang Chen sambil meringis.
“Ini…”
“Ketua bukankah kita sudah lama tidak mengikuti pertandingan itu? Apakah mereka masih mengizinkan kita untuk mengikutinya lagi?” Tanya Liu Changhai alias Selatan.
“Aku akan bicara dengan beberapa pengurusnya nanti, toh kita wilayah kita yang bisa menjadi taruhan sangat banyak, jadi tenanglah.” Kong Li menenangkan.
“Hei, hei, hei, sepertinya aku melewatkan sesuatu, kenapa aku tidak tahu apa-apa mengenai barusan yang kalian bahas?” Tanya Fang Chen.
“Hehehe, bukan masalah besar tuan muda, sebenarnya organisasi kita sempat di blacklist dari pertandingan itu.” Liu Changhai menjelaskan.
“Bukan karena kita berbuat curang atau bagaimana tuan muda, tapi karena perwakilan kita dulu adalah saya sendiri.” Liu Changhai.
“Kebetulan saya waktu itu peserta yang paling kuat serta tidak pernah kalah selama beberapa tahun, oleh karena itu banyak kelompok dan organisasi lain protes.” Liu Changhai.
__ADS_1
“Mereka semua protes organisasi mawar hitam harus terkena blacklist, kemudian ketua Kong Li menerimanya dengan sebuah syarat khusus.” Liu Changhai.
“Syarat itu yakni Organisasi Mawar Hitam tidak akan mengikuti Pertandingan Judi ini jika organisasi atau kelompok lain tidak mengganggu bisnis atau wilayah organisasi, begitulah ceritanya tuan muda.” Liu Changhai.
“Oh begitu, terus bagaimana dengan nasibku setelah ini Pak Tua?” Tanya Fang Chen lagi.
“Anda tenang saja tuan muda, saya berjanji bahwa anda akan memasuki ring itu.” Kong Li.
“Mungkin sudah waktunya kita berperang lagi dengan organisasi lain untuk memperluas dan menguatkan pengaruh kita.” Kong Li tersenyum menyeramkan.
Semua anggota organisasi yang melihat kedua pemimpin mereka begitu berambisi itu ikut bersemangat juga.
Mereka menantikan ketua Kong Li yang dulu, bukan ketua Kong Li yang beberapa tahun terakhir tidak melakukan pergerakan apapun ketika wilayahnya diserang dan diambil alih oleh organisasi lain.
“Kalian berempat ikut bersamaku, kita akan menemani tuan muda kesana, untuk yang lainnya kalian semua bisa berlatih menggunakan hadiah yang baru saja diberikan oleh tuan muda.” Tegas Kong Li.
__ADS_1
“Jangan ada yang mengecewakan harapan tuan muda, kalian semua mengerti?” Tanya Kong Li.
“Mengerti.”
Kemudian Fang Chen, Kong Li dan empat penjuru mata angin, pergi meninggalkan markas menuju ke arena pertarungan bawah tanah yang ada di pusat ibukota.
Mereka berenam menempuh perjalan menggunakan mobil dan berhenti di sebuah bar yang terlihat cukup normal, tapi ternyata ada pintu khusus yang menuju ke arena pertarungan.
Mereka berenam bergantian memasuki pintu itu dan suara teriakan sudah terdengar dari berbagai sudut ruangan.
“Ternyata banyak peminatnya ya, menarik sekali arena pertarungan bawah tanah ini.” Fang Chen memasang senyuman yang penuh arti.
“Rombongan Tuan Kong Li ya, mari saya antar menuju ke tempat VVIP.” Seorang pelayan menghampiri dan mengarahkan mereka ke tempat duduk yang sudah dipesan sesaat sebelum berangkat tadi.
Penempatan Arena Pertarungan Bawah Tanah ini tidak jauh berbeda dengan MMA, tapi yang sedikit membedakan adalah ukuran arena yang dibuat empat kali sembilan kali lebih besar dari arena MMA.
__ADS_1