
Keesokan paginya, Fang Chen dan kedua istrinya langsung berangkat menuju ke Provinsi Sichuan tanpa pengawalan, karena mereka bertiga tidak ingin diganggu oleh para bawahan.
Sesampainya di Keluarga Luo, Fang Chen dan kedua istrinya disambut oleh Patriark Luo, Luo Anming dan kekasihnya Liu Yifei.
“Selamat datang nak, lama kita tidak bertemu, lain kali kalau kesini bilang jauh-jauh hari ya, biar paman dan anak paman bisa menyiapkan jamuan yang lebih besar dan lebih mewah!” Patriark Luo menepuk pundak Fang Chen dengan lembut.
“Tenang saja paman, lain kali aku akan melakukannya. Bagaimana kabarmu kawan, apakah kamu sehat-sehat saja selama ini, kita sudah cukup lama bertemu, sepertinya kamu semakin kurus saja!” Fang Chen bertanya kepada Luo Anming.
“Aku disini selalu sehat, bagaimana denganmu? Dan ada sebuah pertanyaan penting yang ingin aku tanyakan, kemarikan telingamu kawan!” Anming dengan santainya mendekatkan bibirnya ke telinga Fang Chen.
“Kapan rencananya kamu memiliki anak, bukankah kamu sudah menikah hampir satu tahun, atau jangan-jangan kamu…” Anming memikirkan hal liar, kemudian kepalanya digetok oleh Fang Chen.
“Dok…!”
“Aduh, sakit kawan, aku kan hanya berpikir saja, jika kamu marah, apakah tebakanku benar?” Anming masih tidak mau menyerah, dia masih saja menggoda sahabatnya itu.
“Apakah kamu pernah dipukul oleh pukulan seberat 100 kg, apakah kamu ingin merasakan bogeman mentah tanganku ini?” Fang Chen tersenyum mengerikan, dia geram sekali dengan pikiran liar Anming.
“Stop…!”
“Aku hanya bercanda kawan, kita teruskan obrolan kita setelah makan saja, apakah kalian semua setuju ?” Anming mengubah topik pembahasan agar kepalanya tidak diketok oleh Fang Chen.
Fang Chen hanya mengangguk ringan, perhatiannya kali ini tertuju dengan Liu Yifei kekasih dari Luo Anming.
Dari tadi Yifei terlihat sangat kesal dengan kedekatan Fang Chen dan Anming, entah apa yang membuatnya berpikir demikian.
‘Apakah keanehan yang dulu aku rasakan akan benar-benar terjadi sekarang? Tapi, aku bingung bagaimana caranya aku mengatakan hal ini kepada Anming, dia sangat mencintai pacarnya ini.’ Fang Chen bergumam sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Singkat cerita, mereka semua sudah berada di meja makan, semua makanan yang tersaji merupakan makanan kesukaan Fang Chen yang diingat oleh Anming.
Anming ini memang tipikal yang all out jika itu menyangkut hal pertemanan, jadi tidak heran dia bahkan bisa mengingat semua makanan kesukaan orang-orang terdekatnya.
Mereka semua melahap semua makanan tanpa tersisa sedikitpun, setelah itu mereka pindah ke ruang keluarga untuk mengobrol santai.
__ADS_1
“Kak Huanran, bukankah kamu ingin berterima kasih kepada Anming, sekarang orangnya ada disini!” Annchi menyuruh saudarinya untuk melakukan hal itu sekarang.
“Eh, baiklah, entah kalian sudah kenal denganku atau belum, yang pasti aku adalah istri pertama Fang Chen, dulunya aku adalah Matriark Keluarga Li Ibukota.” Huanran memperkenalkan diri dengan sopan.
“Menurut cerita Annchi dan beberapa cerita yang lainnya, Keluarga Luo inilah yang membuat Fang Chen mendatangi Keluargaku untuk meminta izin bukan?” Huanran melanjutkan perkataannya.
“Jadi, aku ingin berterima kasih karena keluarga kalianlah aku bisa bersama dengan suami tercintaku sekarang.” Huanran membungkukkan badannya kepada beberapa orang di depannya.
“Matriark Li tidak perlu seperti itu, kebetulan waktu itu kami meminta tolong kepada nak Fang Chen untuk membantu kami, karena kami disini sedang sibuk untuk persiapan perang dengan Keluarga Hong.” Patriark Luo tidak membolehkan Huanran terus membungkuk.
Akhirnya, percakapan dan suasana yang hanya terbangun dari peristiwa tersebut, mereka semua akhirnya mengobrol hingga tidak sadar waktu telah menunjukkan angka 6 sore.
“Kawan, apakah kamu akan menginap disini?” Anming bertanya kepada Fang Chen.
“Apakah boleh? Jika boleh kami tidak perlu menyewa kamar hotel!” Fang Chen tersenyum ringan.
“Tentu saja boleh, kalau begitu kalian tunggu disini terlebih dulu, aku akan memberitahu pelayan untuk menyiapkan kamar tamu terbaik yang ada di kediaman ini!” Anming berseru senang dan langsung mencari pelayan.
"Ekhem, Liu Yifei bolehkah kami bertanya kepadamu mengenai beberapa hal, terutama mengenai sikapmu kepadaku!" Fang Chen memposisikan dirinya duduk sejajar dengan Liu Yifei dan bertanya dengan serius.
"Tanyalah!" Liu Yifei menjawabnya dengan sangat singkat bahkan dia tidak menolehkan wajahnya sama sekali.
Li Huanran hampir saja terpancing, dia sempat ingin bergerak dan memutar kepala Liu Yifei untuk melihat suaminya yang sedang berbicara, tapi dia ditahan oleh tangan lembut Fang Chen.
“Biarkan saja, kita disini adalah tamu.”
“Kembali ke pertanyaan yang akan aku ajukan tadi.”
“Apakah kamu memiliki niat terselubung dengan mendekati Keluarga Luo Provinsi Sichuan ini?” Fang Chen langsung bertanya ke poin utama.
“Apa maksudmu, apakah aku terlihat seperti wanita yang hanya mengandalkan laki-laki untuk melakukan suatu hal. Tentu saja tidak, aku tidak pernah berpikir untuk memiliki niat tersembunyi kepada Luo Anming.” Liu Yifei menjawab dengan lancar.
[Master, dia berbohong!]
__ADS_1
‘Oh, sepertinya dugaanku benar, tapi aku memiliki firasat bahwa permasalahan Liu Yifei ini adalah permasalahan jangka panjang dan cukup rumit, jika tidak bagaimana mungkin dia bertahan selama ini menjadi kekasih sahabatku.’
‘Omong-omong terima kasih sistem, atas peringatannya!’
“Sekarang, kenapa ketika melihat kedekatanku dengan Anming, kamu selalu memasang wajah tidak sedap? Apakah ada sebuah kesalahan dari hubungan persahabatanku?” Fang Chen melanjutkan pertanyaannya.
“Bagaimana tidak aneh, bahkan Luo Anming tidak pernah memperlakukan aku hingga seperti itu, tapi kenapa kamu yang seorang sahabat jauhnya mendapat perlakuan istimewa terus-menerus?” Liu Yifei menjawab seadanya saja.
‘Sistem!’
[Kali ini, dia mengatakan kejujuran, Master.]
‘Wah, wah, apakah memang aku sedekat itu dengan Luo Anming, sampai pacarnya saja cemburu denganku, tidak mungkinkan Liu Yifei berpikir aku seorang gay?’
Fang Chen memajang wajah percaya diri, tapi setelah dipikir-pikir, tuduhan tidak masuk akal itu harus segera diluruskan, karena akan membuat rumor yang tidak berdasar.
“Kamu tidak berpikiran bahwa aku seorang gay bukan?” Fang Chen bertanya dengan polos.
“Siapa yang bilang kamu seorang gay, aku hanya mengatakan bahwa kamu diperlakukan sangat istimewa oleh pacarku, dan aku cemburu hal itu saja!” Liu Yifei menegaskan jawabannya sekali lagi.
“Ekhem, baiklah, aku akan langsung ke pertanyaan berdasarkan asumsiku, apakah kamu memiliki sebuah permasalahan rumit yang tidak bisa kamu selesaikan sendiri?” Fang Chen menopang dagunya dan menatap tajam ke arah Liu Yifei.
“Apakah dengan aku bercerita denganmu, semua permasalahan bisa terselesaikan? Aku tahu kamu orang besar, tapi ini adalah urusan pribadiku, kamu tidak berhak untuk tahu!” Liu Yifei menjawab dengan ketus.
“Hei, Liu Yifei, jika kamu bukan pacar dari Anming, sudah aku robek mulutmu itu, apakah kamu ingin merasakannya sekarang ha?” Long Annchi ikut terpancing emosi, lagi-lagi Fang Chen mencoba untuk menenangkannya.
Ternyata selama Fang Chen memberikan pertanyaan, Lua Anming mendengarkan semuanya dari balik dinding lorong yang mengarah ke ruang keluarga.
"Kawan, mungkin kamu sudah keterlaluan bertanya hal seperti itu kepada pacarku, bukankah kamu seakan-akan tidak mempercayai pacarku dan terus menyudutkannya?"
Luo Anming marah kepada Fang Chen dan memeluk Liu Yifei untuk menenangkannya, bahwa dia tidak perlu menjawab pertanyaan Fang Chen jika tidak mau.
“Kawan, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya…” Fang Chen mencoba untuk menjelaskan maksudnya menginterogasi pacar sahabatnya tersebut.
__ADS_1