
[Dimulai …]
*CRACK!
[Selamat ranah kultivasi master meningkat menjadi Nirwana level 2 …]
[Selamat ranah kultivasi master meningkat menjadi Nirwana level 3 …]
*BOOM!
[Selamat ranah kultivasi master meningkat menjadi Nirwana level 10 …]
Setelah sampai level 10, terdengar suara ledakan keras dari dantian Fang Chen, energi alam langsung berkumpul di dantiannya dan mengelilinginya, seakan-akan mereka sangat menyukainya.
*DUAR!
Tidak berhenti disitu, sistem tetap melakukan perintah Fang Chen yaitu menggunakan semua EXP-nya untuk membuatnya naik tingkat dengan instan.
[Selamat ranah kultivasi master meningkat menjadi Saint level 1 …]
[Selamat ranah kultivasi master meningkat menjadi Saint level 2 …]
…
[Selamat ranah kultivasi master meningkat menjadi Saint level 6 …]
[Sekarang ranah Master ada di Saint level 6. Diharapkan untuk mempersiapkan diri menghadapi kesengsaraan petir yang akan terjadi dalam 1 menit lagi.]
Senyuman merekah di wajah Fang Chen, namun pemberitahuan sistem yang terakhir membuat wajahnya kembali tertekuk.
‘Apakah tidak bisa dibatalkan saja sistem?’
[Tidak bisa, Kesengsaraan Petir untuk ranah Saint hukumnya wajib. Karena semua orang yang memiliki ranah Saint harus mengubah energi qi murni miliknya menjadi Saint Qi. Dan yang bisa menempa dan mengubahnya adalah Petir Kesengsaraan tingkat Saint.]
[Sistem menyarankan untuk mengokoh pondasi master terlebih dulu. Sistem sangat amat menyarankan anda menuju ke Menu PRACTICE, disana master akan memiliki waktu lebih banyak untuk memulihkan diri.]
__ADS_1
‘Terus bagaimana jika Si Will ini membunuh seluruh pasukan blok timur, apa yang harus aku lakukan?’
[...]
‘Benar saja, kamu tidak akan menjawabnya. Kalau begitu keputusanku masih tetap sama, aku akan tetap melawan Will, menerima kesengsaraan petir dan membalaskan dendam semua orang, aku juga akan menyelamatkan kedua istriku.’
Fang Chen sangat bertekad, terbukti dengan sudut matanya yang menatap Will dan semua pasukan Negara AA dengan kebencian yang mendalam.
Alasan Fang Chen tidak mau masuk ke PRACTICE karena tidak mau banyak pasukan blok timur terbantai oleh Will dan hal itu masuk akal.
Ketika Fang Chen sedang termenung, Will sudah menyiapkan sebuah bola energi penghancur menggunakan kedua tangannya dan melemparkannya kepada Fang Chen dengan dorongan penuh.
“Meriam Energi!” Sebuah bola energi berwarna biru berhasil diluncurkan dan mengenai dada Fang Chen telak.
Namun yang tak disangka adalah Fang Chen tidak terdorong ke belakang lagi. Dia sudah bisa bertahan dan bola energi itu dihempaskannya begitu saja ke tanah.
“Hanya itu saja seranganmu?” Fang Chen coba menggugah amarah Will.
“Jangan berbohong, kamu belum 100 persen mencapai kekuatan diatasku. Kalau tidak salah seorang kultivator sepertimu harus melewati Kesengsaraan Petir terlebih dulu. Berbeda dengan kami para Mutan.” Will menyombongkan dirinya.
“Aku yakin tanganmu masih kebas karena seranganku barusan. Dan menurut mata kananku ini, kekuatanmu masih puluhan ribu dibawahku. Jadi, aku masih ada waktu untuk membunuhmu!”
Peluru dari senjata Will bukanlah peluru biasa, disana ada sebuah serum pelumpuh, jadi yang dia incar sekarang adalah menghentikan gerakan Fang Chen yang terus menghindar itu.
Pertarungan keduanya semakin ketat, karena kekuatan Fang Chen mulai bisa menyamai Will. Namun, karena sebelumnya tubuhnya terluka parah dan memaksakan diri, dia sekarang selalu muntah darah setiap seratus gerakan.
Tak lama kemudian waktu kedatangan Kesengsaraan Petir sudah semakin dekat dengan ditandai gemuruh petir raksasa yang ada di atas ibukota.
Fenomena kenaikan seorang Saint ini disambut oleh seluruh dunia, bahkan setiap negara sekarang memiliki berbagai macam fenomena yang berbeda.
Gemuruh petir itu menyebar ke seluruh negeri. Hal itu menjadi pembicaraan utama karena bertepatan dengan terjadinya perang dunia yang sudah mulai meluas ke negara-negara tetangga juga.
*JGEER!
Gemuruh petir yang saling bersahutan sangat memekakkan telinga. Peperangan antara blok timur dan Negara AA sempat berhenti sebentar karena kilatan petir yang tidak sengaja menyambar sebagian medan pertempuran.
__ADS_1
“Sepertinya tuan muda akan melakukan terobosan. Semuanya dengarkan perintahku. Kita akan mengubah tujuan kita sekarang. Lindungi tuan muda sampai berhasil menerobos. Tidak ada yang boleh mengganggunya.”
Yang Kai mengepalkan tangannya ke atas dan memberikan arahan kepada seluruh pasukan blok timur. Semua pasukan kemudian bergerak mendekati Fang Chen.
Bertepatan dengan itu, berbagai pesawat awak dan pesawat tempur dengan lambang 5 negara blok timur terlihat dan sekarang sudah berada di sekitar perbatasan ibukota Negara AA.
“Bantuan telah tiba! Bantuan telah tiba! Kemenangan sudah di depan mata! Mari kita bantu tuan muda untuk menerobos. Karena hal tersebut akan menjadi titik balik untuk melawan monster mutan itu.” Yang Kai berteriak keras penuh keoptimisan.
*SIUUU!DUAR!
Sebuah serangan udara berhasil dilepaskan dan membuat pasukan darat Negara AA menjadi kocar-kacir. Serangan udara dengan peluru kendali juga menyasar tubuh Will yang berada tidak jauh dari Fang Chen.
Serangan peluru kendali itu ternyata memiliki sistem perangkap yang membuat Will terbelenggu untuk sementara dengan skema magnet dari peluru tersebut.
Bukan hanya itu, dalam perangkap itu ada sebuah pemberat yang jika diaktifkan akan memiliki berat sekitar 1 ton dan terdapat 8 bola di sana.
*BAAM!
Will terjatuh dan menghantam ke tanah dengan keras.
Sebuah hal menakjubkan diperlihatkan oleh para jenderal perwakilan setiap negara dari blok timur, mereka semua langsung terjun bebas dari pesawat dan kemudian memberikan hormat militer kepada Fang Chen.
“Hormat kami kepada Pahlawan Blok Timur yang sudah menyelamatkan ratusan nyawa, kami disini akan menjadi pendukung utama anda selama peperangan kali ini.”
“Kami juga menyerahkan pimpinan kepada Jenderal Long Heng sebagai perwakilan Negara TK agar meneruskannya kepada Pahlawan 5 Bangsa. Hormat!”
Kelima Jenderal Perwakilan kemudian terbang dan sekarang sudah berada tepat di depan Fang Chen yang sedang menahan rasa sakit akibat berbagai komplikasi yang dia dapatkan sebelumnya.
“Kami menerima perintah anda.” Jenderal Long Heng atau ayah mertuanya memberikan salam formal karena ini semua sedang ditayangkan di seluruh siaran dunia dan sekarang dia berdinas, bukan bercanda seperti biasanya.
“Aku menerima kalian semua. Kerahkan semua pasukan kalian untuk mengepung ibukota ini. Jangan sampai Presiden dan para petingginya bisa kabur dari ibukota.”
“Kemudian bantu aku menahan gempuran musuh, terutama si Will sejenak, aku akan menerobos terlebih dulu. Aku minta waktu sekitar beberapa jam. Apakah kalian bisa?”
“Kami juga akan ikut melindungi anda tuan muda. Kami sudah menyerahkan semua pasukan blok timur kepada 5 Jenderal Perwakilan, kami akan fokus ke Will si Mutan No. 1 itu.” Yang Kai, Kakek Kong Li dan Paman Li Fu berlutut dengan terbang di depan Fang Chen.
__ADS_1
“Lakukanlah yang kalian mau.” Fang Chen tersenyum dan dia sekarang menghadap langit seraya berkata, “Hei Petir Kesengsaraan cepat sambar aku.” Dia terbang ke atas mendekati gemuruh petir yang sudah sahut menyahut.
*JGEER!