
“Kenapa kamu menangis sayang, bukankah kamu yang selalu mengajarkanku untuk terus tersenyum dan menghilangkan semua beban pikiran di waktu seperti ini, jangan menangis lagi atau aku akan ikut sedih.” Ucap Fang Chen merintih karena seluruh tubuhnya sudah bonyok semua.
Li Huanran mengira bahwa semua orang sudah mati barusan dengan serangannya, jadi dia sedikit mengendurkan penjagaannya untuk memfokuskan kekuatannya menghancurkan borgol Fang Chen.
Tapi naas, nasib sial selalu saja menimpa orang-orang baik, ternyata ada senjata otomatis yang ketika borgol itu terlepas maka tembakan beruntun itu akan membunuh siapa saya di sekitar lokasi borgol itu.
“Dar, dar, dar…” Suara tembakan beruntun mulai terdengar dan naasnya tubuh mereka berdua terkena ratusan peluru dari senapan mesin otomatis itu.
Kedua orang itu langsung sekarat karena ratusan tembakan yang tepat mengenai tubuh mereka, mereka berdua sekarat sambil berpelukan dengan posisi duduk.
“Maafkan aku, aku masih terlalu lemah untuk menjadi pelindungmu sayang.” Ucap Fang Chen sambil menatap wajah kekasihnya itu.
__ADS_1
“Tidak sayang semua itu salahku, sampai sekarang bahkan kamu belum mengetahui identitas asliku, tapi aku tidak menyesalinya sayang, semua waktu yang kuhabiskan bersamamu adalah waktu terindah yang pernah kumiliki.” Kata-kata terakhir Li Huanran sebelum meninggal di pelukan Fang Chen.
“Aaaaaaaaah.” Fang Chen hanya bisa berteriak dan menangis meratapi kepergian kekasihnya itu, hingga akhirnya dia pingsan karena banyak kehilangan darah.
Tapi ajaibnya adalah ketika polisi sudah berada di lokasi TKP, Fang Chen masih bernafas dan bisa diselamatkan, tapi tidak dengan Li Huanran.
Dalam masa komanya itu, Fang Chen terus saja mengigau orang-orang penting dalam hidupnya, orang-orang itu diantaranya adalah ibunya, gurunya, kedua sahabatnya dan tentu saja Li Huanran.
Fang Chen melewati masa koma selama setahun lamanya, ketika dia siuman dia sudah tidak punya semangat lagi untuk hidup, setelah keluar dari rumah sakit, hidupnya berjalan tanpa arah.
Fang Chen memiliki tujuan hidup lagi dan singkat cerita sampai dia bisa menjadi Kaisar Dewa.
__ADS_1
“Begitulah ceritaku, apakah kamu bisa mempercayai ceritaku?” Fang Chen barusan bercerita sambil mengusap air mata yang terus saja menetes jika mengingat kejadian itu.
***
“Sayang…” Kali ini Li Huanran inisiatif untuk memeluk Fang Chen, dia juga ikut terharu mendengarkan cerita yang sangat persis dengan mimpinya itu.
Ketika Fang Chen sudah dalam pelukannya, “Sayang, kamu benar-benar orang yang ada dalam mimpiku, tidak salah lagi, kamu adalah kekasihku.” Li Huanran semakin erat memeluk Fang Chen.
“Apa maksudmu?” Tanya Fang Chen.
“Semua yang kamu ceritakan sama persis dengan mimpi yang selama ini aku alami, awalnya aku mengira itu semua hanya pemanis tidur.” Li Huanran.
__ADS_1
“Tapi karena mimpi itu terus datang setiap hari, aku mengerti bahwa itu bukan hanya mimpi, tapi sebuah pertanda atau ingatan dari kehidupan di masa laluku.” Li Huanran mulai menjelaskan.
“Oleh karena itu, ketika kamu menceritakan semua kisahmu, aku tahu bahwa kamu benar-benar kekasihku, ini juga yang membuatku tidak menerima laki-laki lain, aku hanya ingin berjumpa denganmu kekasih sejatiku.” Li Huanran.