
Ledakan itu bertahan suaranya sampai beberapa menit, kabut yang menutupi bekas benturan kedua serangan itu perlahan menghilang dan memperlihatkan siapa pemenang sejati dari pertempuran besar ini.
“Kamu sangat kuat anak muda, kami aku kekalahan kami, barusan aku menggunakan sedikit kekuatan terakhirku untuk sedikit meredam serangan mu agar tidak terlalu berdampak kepada mereka.” Ketua itu memuji Fang Chen, sambil tubuhnya sudah sekarang dan berlutut di tanah.
“Kenapa kamu melakukan itu pak tua, jika kamu ingin, kamu bisa lolos dengan mudah dari radius seranganku, kenapa kamu melakukannya?” Fang Chen bertanya.
“Hmm, setelah aku berfikir dengan matang, pertempuran ini semua terjadi karena kesalahanku, karena keegoisanku, terutama karena permintaanku kepada mereka untuk menyelamatkan putriku.” Ketua itu curhat.
“Bukankah itu memang tugas seorang bawahan, menjadi tameng untuk tuannya.” Fang Chen terus mencecar dengan pertanyaan, “Dalam kondisi yang ideal memang seperti itu, aku juga baru menyadari hal itu ketika sudah mendekati kematian seperti ini.” Ketua Organisasi.
__ADS_1
“Setidaknya aku masih bisa sedikit meringankan korban mereka semua, anak muda, bolehkan aku meminta sesuatu.” Pinta Ketua itu. “Selama aku bisa, aku akan memenuhinya.” Fang Chen.
“Bisakah kamu menjadi pemimpin mereka semua, aku tidak ingin mereka terjerumus lagi karena keputusan egois seseorang dan aku melihatmu tidak seperti itu.” Ketua.
“Setelah beberapa jam ini aku bertarung denganmu, aku menyadari beberapa hal, salah satunya adalah meskipun kami kelihatan seperti tidak punya hati dan kejam, sebenarnya kami menahan sebuah beban yang sangat berat bukan?” Ketua.
“Ya terserah kau saja, intinya aku menyadari bahwa ada beban berat yang selama ini kau tahan dan tidak ingin orang lain tahu, sebagai kakek tua yang buta ini, aku mengingatkanmu setidaknya bagilah beban itu, agar kamu tidak menjadi orang yang egois…” Ketua.
Fang Chen tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena perkataan pak tua ini benar sekali, Fang Chen saat ini masih terbebani dengan balas dendam yang harus dilakukannya untuk membalas atas pengkhianatan dan pembunuhannya dulu di Alam Dewa.
__ADS_1
Fang Chen juga baru menyadari bahwa dia sudah diberi anugerah untuk hidup kembali, jadi kenapa dia harus memikirkan masalah di masa depan yang mungkin belum tentu terjadi itu.
“Sialan kau pak tua, bagaimana bisa nasehat itu muncul dari musuhku yang saat ini sekarat, bahkan untuk menolong dirinya sendiri tidak bisa.” Fang Chen sadar akan keegoisannya selama ini.
Fang Chen langsung overthinking mengenai banyak hal, setelah beberapa saat dia mendekati Ketua yang sekarat itu, “Pak tua, apakah kamu mau masih hidup? Aku bisa menolongmu.” Fang Chen memberi tawaran.
“Kenapa aku harus hidup ketika kematian lebih nyaman dijalani?” Ketua, “Setidaknya hiduplah menebus kesalahanmu, apakah kamu pikir dengan kematian kamu bisa membuat mereka hidup kembali, anakmu hidup kembali, anggotamu yang masih ada tidak punya tujuan, coba kamu pikirkan lagi.” Fang Chen tegas, dia membalas malah dengan memberi nasehat kepada Ketua itu.
Ketua itu sedikit termenung, “Kurang ajar, kenapa kamu malah membuatku ragu untuk mati anak muda.” Ketua, “Itu artinya sisi lain dari dirimu masih ingin kamu tetap hidup, minumlah kedua pil ini, setidaknya 50 persen lukamu akan pulih secara langsung.” Fang Chen.
__ADS_1