
Di sebuah pulau di tengah luasnya laut, “Guru, sepertinya ramalan mengenai Sang Pembalik Takdir benar adanya…” Gumamnya dalam keheningan malam.
...***...
“Tuan muda apakah anda baik-baik saja, kenapa wajah anda terlihat semakin pucat?” Ucap Zhang Bijie, dia tidak tahu kenapa Fang Chen tiba-tiba saja pucat.
“Bodoh, Tuan muda memberikan nama kalian semua dan berpikir bahwa tidak akan ada yang dikorbankan oleh tuan muda, apa kalian semua bodoh?” Yang Kai membantu Fang Chen untuk tetap duduk dan tidak terjatuh setelah memberi nama mereka semua.
“Tu…tuan muda…” Mereka semua menyesal karena ketidaktahuannya itu.
“Anda terlalu ceroboh tuan muda, apakah anda berpikir bisa memberikan nama mereka semua sekaligus, bahkan dulu orang yang telah memberiku nama hanya bisa melakukannya setahun sekali, apalagi kultivasinya lebih tinggi dari anda.” Yang Kai memarahi Fang Chen tanda kekhawatirannya.
“Bukannya saya tadi sudah mengingatkan, tapi anda tetap keras kepala karena ingin memberikan mereka semua nama dengan kultivasi yang masih begitu rendah seperti ini.” Yang Kai masih memarahi.
__ADS_1
“Hehe, tidak masalah, bukankah itu artinya aku lebih kuat dari tuanmu yang dulu Yang Kai?” Fang Chen membalas dengan bercanda, dia tidak ingin melihat semua Belati Tuhan yang telah menerima nama darinya bersedih.
“Aish, tapi hal itu memang benar adanya, anda adalah 1 dari sekian milyar orang yang mampu melakukan itu, tubuh, jiwa dan pikiran anda sangat kuat sampai bisa melakukan hal yang sangat mustahil seperti ini.” Yang Kai.
“Sudahlah, biarkan aku minum beberapa pil terlebih dulu dan beristirahat sebentar, kalian semua langsung istirahat saja, besok kita akan tetap melakukan pelatihan, jangan ada yang malas.” Fang Chen tersenyum kepada semua orang.
Sebenarnya mereka enggan untuk meninggalkan Fang Chen dalam kondisi seperti ini, tapi karena mereka semua sudah diberikan kode oleh Yang Kai, maka mereka semua langsung memenuhi permintaan Fang Chen tersebut.
Hanya menyisakan dua orang yang sedang membopong Fang Chen menuju ke kamar utama, mereka berdua adalah Yang Kai dan Zhang Bijie, mereka mengantarkan Fang Chen sampai ke tempat tidur dan menjaga kamar utama tersebut.
“Tuan muda, anda terlalu berlebihan kali ini…” Sesal Yang Kai yang tadi tidak menghentikan tuan mudanya itu. Zhang Bijie hanya diam saja dan terus membantu Yang Kai yang sedang memposisikan tidur Fang Chen.
“Baiklah Zhang Bijie, mari kita menjaga kamar utama ini sampai besok, kita tidak boleh meninggalkan Tuan Muda dalam kondisi tidak ada yang menjaga.” Yang Kai.
__ADS_1
“Baik Saudara Yang Kai.” Singkat Zhang Bijie.
Mereka berdua keluar kamar dan menjaga pintu kamar itu, kemudian Zhang Bijie menggunakan kesempatan ini untuk bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi kepada tuan mereka.
Yang Kai menghela nafas kemudian dia menjelaskan semua hal yang dia tahu, Zhang Bijie mendengarkan dengan seksama, hingga akhirnya Zhang Bijie dengan konsekuensi yang menimpa Fang Chen karena telah memberi nama mereka semua.
Yang Kai juga menjelaskan alasan kenapa Roh Jahat jarang memiliki nama, salah satunya karena hal ini, Zhang Bijie hanya mengangguk tanda paham mengenai penjelasan itu.
“Dengan semua itu, bukankah artinya tuan muda sangat menghargai kita?” Zhang Bijie.
“Kamu masih bertanya seperti itu, kamu itu bodoh atau bagaimana? Tentu saja, Tuan Muda sangat menganggap kita semua, jadi kita tidak boleh mengecewakannya sama sekali, mengerti?” Yang Kai.
“Mengerti Saudara.” Zhang Bijie terdiam.
__ADS_1