
Fang Chen menurutinya menempatkan kepalanya tepat diantara kedua kaki Li Huanran, dia bisa melihat sebuah pemandangan yang sangat indah, tanpa basa-basi lagi dia mulai memasukkan lidahnya masuk ke Perahu Tembem milik Li Huanran itu.
“Ah… aku sangat malu, tapi aku tidak ingin berhenti…” Li Huanran malu tapi tangan kirinya menahan kepala Fang Chen agar tidak bergerak kemana-mana.
Long Annchi juga masih sangat bersemangat memainkan kedua Buah Surgawi saudarinya itu, kemudian mereka masih dalam kondisi seperti selama beberapa saat sampai akhirnya Li Huanran terlihat sangat kelelahan dan bagian tubuh bawahnya sudah sangat basah.
Li Huanran kemudian membalas Long Annchi dan menyuruh melakukan hal yang sama kepada Long Annchi, bagian tubuh bawahnya kini juga sudah sangat basah.
Kedua istrinya itu sudah hampir mencapai puncak kenikmatan, tapi mereka berdua tidak egois, mereka menghentikan itu dan gantian melakukan hal yang sama kepada Fang Chen.
“Suami, sekarang giliranmu!” Seru kedua istrinya.
Tubuh Fang Chen ditarik oleh kedua istrinya hingga berbaring, mereka berdua tidak membiarkan tubuh Fang Chen bergerak satu inchi pun.
Mereka berdua menanggalkan semua pakaian Fang Chen satu persatu sambil mencium setiap bagian tubuh suaminya yang sudah terbuka itu, sampai akhirnya mereka berdua membuka celana suaminya dan tiba-tiba saja keluar sebuah Tombak Besar dari dalamnya.
“Glek…!” Kedua wanita cantik itu menelan ludah setelah melihat Tombak Besar itu sudah sangat keras dan besar, mereka memikirkan hal yang sama.
Bagaimana jika Tombak Besar itu berada di mulutnya dan masuk ke dalam Perahu Tembem miliknya, kurang lebih seperti itulah yang dipikirkan oleh kedua wanita cantik itu.
Fang Chen juga hanya bisa pasrah ketika Tombak Besar miliknya dimasukkan ke mulut salah satu dari mereka dan memaju mundurkan nya dengan perlahan.
“Kalian berdua sangat ahli…” Fang Chen senang.
__ADS_1
Mereka berdua masih terus bergantian memasukkan Tombak Besar itu ke dalam mulutnya, sampai akhirnya Fang Chen tidak kuat lagi dan mulai berlaku kasar kepada kedua istrinya, sekarang dia ingin memimpin permainan ini.
Fang Chen menyuruh kedua istrinya untuk saling menindih dan membuka kedua kakinya sejajar dengan pinggang Fang Chen.
Fang Chen langsung menembakkan Tombak Besar miliknya ke salah satu Perahu Tembem yang saling berhimpitan itu, ternyata yang memberikan reaksi adalah Long Annchi yang berada di atas tubuh Li Huanran.
Long Annchi merasakan Tombak Besar suami nya semakin menusuknya dengan cepat dan kasar, tapi sebelum Long Annchi kelelahan Fang Chen mengalihkan tombaknya ke Li Huanran dan sekarang giliran Li Huanran yang berteriak kenikmatan.
Mereka bertiga terus melakukan hal itu sampai seharian penuh dengan berbagai gaya yang berbeda, hingga mereka bertiga kelelahan dan tidur terlelap hingga keesokan harinya.
Keesokan harinya di waktu sarapan.
Fang Chen dan kedua istrinya terlihat semakin mesra, bisa dilihat setelah keluar dari lift dan menuju ke meja makan, mereka bertiga selalu bergandengan seperti tidak ingin dipisahkan oleh apapun.
“Ayo kita makan terlebih dulu, kalian boleh melanjutkan pelatihan kalian setelah sarapan pagi ini, aku akan menemui semua orang karena kita kemarin terlalu asik sampai seharian penuh tidak keluar kamar, sepertinya banyak orang yang mencariku, lihatlah mereka,” ucap Fang Chen sambil menunjuk beberapa orang yang terlihat menunggu kedatangannya.
Setelah sarapan singkat, kedua istri Fang Chen langsung menuju ke kamar khusus berlatih mereka yang tidak jauh dari pusat array pengumpul energi yang terpasang di Hotel Atlantis ini.
Fang Chen sendiri kemudian menemui semua bawahannya untuk menanyakan apa saja yang telah dilewatkan selama sehari penuh kemarin.
“Selamat datang tuan muda, anda terlihat semakin segar bugar saja, hehe…” Paman Li Fu tersenyum penuh arti.
“Paman bisa saja, ya tapi tidak salah juga aku memberikan waktu untuk kedua istriku, setelah selama ini aku terlalu fokus untuk mengurusi hal lain,” singkat Fang Chen sambil tersenyum.
__ADS_1
Kong Li, Zhaoyang Hong, Yang Kai, Zhang Bijie dan Liang Kun ikut nimbrung di meja makan tempat Fang Chen baru saja sarapan.
Mereka semua melaporkan semua hal yang terjadi kepada Fang Chen, termasuk serangan peringatan yang telah dilakukan oleh Liang Kun dan belati tuhan kemarin.
“Kami sudah meratakan organisasi tempat pembunuh bayaran itu bernaung tuan muda, tapi semua itu tidak akan bisa dilakukan dengan cepat jika senior Yang Kai dan Zhang Bijie tidak membantu,” lapor Liang Kun.
“Sebenarnya organisasi pembunuh itu bisa dikatakan cukup besar dan kuat, karena mereka berani menerima jasa untuk untuk bermain-main dengan Hotel Atlantis kita,” lapor Liang Kun.
“Mereka memiliki sekitar seribu pembunuh bayaran dengan berbagai kultivasi, tidak hanya itu mereka juga memiliki senjata yang lengkap,” lapor Liang Kun.
“Mereka semua kami bunuh dalam waktu kurang dari satu jam, untung saja mereka tidak siap, jadi kami bisa membunuh mereka dengan lancar tanpa gangguan,” lapor Liang Kun.
‘Pantas saja aku mendapatkan banyak System Point kemarin, ternyata karena mereka semua telah membunuh semua orang itu,’ pikir Fang Chen dengan senang.
Kemudian Liang Kun terus menjelaskan mengenai pembantain sepihak kemarin, setelah membunuh semua orang itu, semua belati tuhan juga langsung mengirimkan mayat-mayat itu ke Keluarga Fang, sambil memperingatkan mereka untuk bersiap perang penuh dalam berbagai bidang.
Zhaoyang Hong juga melaporkan mengenai dia bersama dengan semua orang yang ada di Ruang Kontrol sudah mengobrak-abrik salah satu anak perusahaan Fang Corp.
Sedangkan Paman Li Fu juga melaporkan mengenai perkembangan pemilihan di beberapa provinsi yang akan dimulai beberapa waktu lagi, dia juga mulai membuat beberapa calon palsu yang akan ikut pemilihan itu.
“Paman Li Fu sepertinya kamu harus lebih hati-hati, Keluarga Huang sudah menyiapkan beberapa pengaturan yang akan menyusahkan kita, kamu bawalah orang-orang dari Keluarga Long dan beberapa Belati Tuhan untuk memastikan keberhasilan,” perintah Fang Chen.
“Baiklah tuan muda, saya sebelumnya juga ingin meminta izin untuk melakukan itu, tapi anda malah sudah bisa membaca pikiran saya, terima kasih,” jawab Paman Li Fu.
__ADS_1
“Aku akan memberikan perintah baru, bagi semua orang yang tidak mendapatkan tugas, aku wajibkan untuk berlatih, sebarkan perintahku ini,” perintah Fang Chen.
“Baik, tuan muda.” Semua orang itu langsung menyebarkan perintah Fang Chen dan kembali ke pos masing-masing sesuai dengan tugas yang telah dibagi sebelumnya.