
***
Di Kediaman Keluarga Fang.
“Bruak…!”
“Siapa? Siapa yang berani bermain-main dengan Fang Corp.? Apakah mereka tidak tahu konsekuensinya berani membuat perusahan induk kami rugi sebanyak ini dan banyak investor kabur! Hyaaaa!” Fang Yuan, tuan muda Keluarga Fang yang sekarang sedang marah besar setelah mendengar kejatuhan nilai sahamnya.
“Maafkan saya tuan muda, kami belum bisa mengecek siapa yang memiliki dana yang begitu besar, sehingga mampu mengobrak-abrik nilai saham kita sampai seperti itu,” jawab seorang sekretaris yang saat ini sedang berlutut di hadapan tuan muda itu.
“Aku membayarmu mahal itu bukan untuk mencari alasan tapi untuk mengungkapkan mereka, jadi aku tidak mau tahu, dalam waktu satu jam, jika tidak berhasil menemukan siapa yang membuat Fang Corp. hancur seperti ini, jangan harap melihat matahari besok pagi! Mengerti?” Fang Yuan, tuan muda itu marah besar dan membentak anak buahnya.
“Baik, tuan muda!” Semua orang kembali ke ruang kerja masing-masing untuk menyelidiki siapa dalang dibalik anjloknya nilai saham mereka semua.
Kemudian ada seorang wanita paruh baya yang terlihat mengenakan pakaian mewah menuruni tangga dan mendekati tuan muda itu.
“Ada apa sayang? Apakah gerangan yang membuat putra ibu yang paling tampan ini marah sampai terlihat ingin menelan dunia ini?” Wanita paruh baya itu bernama Hai Rong, dia adalah ibu dari tuan muda itu bersama, atau dengan kata lain adalah istri dari Patriark Fang, Fang Yuze.
“Masalah pekerjaan bu, baru saja kita kehilangan nilai saham sekitar 10 persen dan terus naik sampai sekarang, jika nilai kerugian itu mendekati 20 persen itu akan sangat berbahaya untuk kelangsungan Fang Corp. kedepannya,” keluh Fang Yuan kepada ibunya.
“Kenapa tidak meminta tolong kepada ayah? Dia adalah seorang pebisnis sejati, ya meskipun sekarang lebih tepatnya adalah budak kita berdua?” Wanita Hai Rong itu tersenyum penuh makna.
“Aku tidak melihat ayah dari tadi bu, aku juga penasaran dimana dia saat ini ketika semua orang tengah sibuk dengan urusan pengurangan nilai saham saat ini,” sadar Fang Yuan seperti mengingat sesuatu.
__ADS_1
“Mungkin dia dibelakang, mungkin sekarang dia sedang merawat kenang-kenangan dari istrinya yang dulu,” singkat Wanita Hai Rong yang terlihat acuh tak acuh dengan suami sahnya itu.
“Dasar tua bangka, dia sekarang hanya bisa menerima kenyataan bahwa dia bukan siapa-siapa, kita berdua juga hanya memanfaatkannya dan menguasai semua hartanya,” ucap Fang Yuan dengan angkuh.
“Benar, istrinya dulu kenapa begitu polosnya mengenalkan suaminya kepadaku, akhirnya aku merebut suaminya dan aku menendangnya bersama dengan anaknya yang waktu itu masih kecil dari rumah ini,” jawab Hai Rong menertawakan kebodohan sahabatnya dulu.
“Untung saja waktu itu ayah kandungmu, Raja Hantu, memberikanku beberapa Racun Pesona yang berhasil memikat Fang Yuze bodoh itu,” sambung Hai Rong.
Terlihat beberapa orang izin untuk masuk ke tempat kedua ibu dan anak itu untuk melaporkan sesuatu.
“Tuan muda, sepertinya kami menemukan siapa yang dengan sengaja membuat kita rugi miliaran yuan dalam seharian penuh ini,” lapor salah satu orang itu.
“Baik, kalian masuklah terlebih dulu!” Fang Yuan memberi perintah.
Tuan muda Fang Yuan itu kemudian memberikan perintah kepada beberapa orang sekretarisnya itu untuk menutup pintu ruangan dan menguncinya.
Kebetulan beberapa orang yang datang itu adalah tiga wanita cantik yang menjabat sebagai sekretaris pribadi Fang Yuan.
“Kalian laporkankan hasil penelusuran kalian sambil kalian berusaha untuk menghilangkan nafsu dan amarahku, kalian paham maksudku bukan?” Fang Yuan, seorang tuan muda mesum, hampir semua wanita yang ada di kediaman Keluarga Fang pernah dia lecehkan dengan kekuasaannya yang mutlak di Keluarga Fang ini.
“Kami bertiga mengerti,” ucap ketiga wanita itu dengan pasrah, kemudian dengan berat hari ketiga wanita itu menanggalkan pakaiannya dan hanya menyisakan beberapa helai pakaian dalam yang tembus pandang.
Salah satu dari mereka kemudian berjalan seperti anjing, merangkak pelan-pelan mendekati paha dari Fang Yuan, karena sudah cukup terlatih wanita itu membuka celana Fang Yuan dengan cepat dan keluarlah sebuah tombak yang tidak cukup besar sedang berdiri tegak.
__ADS_1
Wanita itu langsung memakan Tombak itu dengan mulutnya yang cukup longgar, dia memaju mundurkan kepalanya hingga membuat Fang Yuan cukup merasa nyaman dan keenakan.
Sedangkan kedua wanita yang lain berjalan mendekati Fang Yuan dan berada di samping kanan dan kiri Fang Yuan, mereka berdua duduk di pegangan sofa tempat Fang Yuan berada.
Tepat ketika mereka duduk di pegangan sofa itu, Buah Surgawi mereka berdua diserang dengan kasar oleh kedua tangan Fang Yuan.
Kedua wanita itu mengaduh pelan, mereka sudah biasa diperlakukan seperti ini, mereka juga membiarkan saja kemana tangan tuan mudanya itu menjelajah.
Dengan posisi seperti itu, kemudian Fang Yuan menyuruh salah satu dari mereka untuk melaporkan mengenai siapa dalang dibalik jatuhnya beberapa persen saham Fang Corp.
“Setelah kami menelusuri lebih lanjut mengenai domain asal broker dan lainnya, kami menemukan sebuah kesamaan, mereka semua melakukan transaksi dalam waktu yang berdekatan,” jawab Wanita yang ada di samping kanan Fang Yuan.
“Kemudian meskipun mereka menggunakan domain luar negeri, tapi mereka melakukan sebuah kesalahan atau lebih tepatnya memang disengaja untuk membocorkan sedikit alamat IP mereka,” sambung Wanita yang ada di samping kiri Fang Yuan.
“IP mereka berasal dari Hotel Atlantis,” lanjut Wanita yang dari tadi memakan Tombak Fang Yuan, setelah mengatakan itu dia melanjutkan untuk memuaskan tuan mudanya itu.
“Kurang ajar, ternyata benar mereka, memang sepertinya kita ditakdirkan untuk berperang dalam waktu dekat, aku tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya!” Fang Yuan marah sambil memeras lebih kencang Buah Surgawi kedua wanita yang berada di sampingnya.
“Baiklah kalian cepat selesaikanlah ini, kita harus menyusun sebuah serangan balasan untuk Hotel Atlantis, kita akan melakukan hal yang sama persis seperti yang mereka lakukan, ini adalah tindakan pembalasan dari Fang Corp. milikku ini,” perintah Fang Yuan.
Ketiga wanita itu paham dengan maksud dari Fang Yuan, mereka bertiga kemudian menggunakan tubuhnya dengan lebih maksimal untuk membuat Fang Yuan lebih keenakan lagi dan alhasil kurang dari satu menit Semprotan miliknya sudah keluar dari Tombak kecilnya.
Singkat cerita, ketiga wanita itu sudah kembali mengenakan pakaian dan mengatur rencana pertemuan dengan beberapa keluarga dan beberapa petinggi Keluarga Fang.
__ADS_1