SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P117 - Racun Serangga Api


__ADS_3

Sampai di Kediaman Keluarga Kun.


“Mari masuk tuan muda,” ajak Kun Shi.


“Mari.” Kemudian keempat orang itu melenggang masuk ke dalam rumah, mereka disambut oleh Patriark Kun.


“Tetua Penjaga, siapa mereka bertiga? Kenapa kamu membawa mereka kemari?” Patriark Kun.


“Perkenalkan Patriark, ini adalah tuan muda Fan Chen, kedua orang dibelakangnya merupakan kedua pengawalnya, Yang Kai dan Zhang Bijie,” ucap Kun Shi.


“Saya mengundang tuan muda Fang Chen untuk mengobati tuan muda, bukankah selama ini anda mencari seorang alkemis tingkat emas keatas? Dan inilah orang yang anda cari itu,” ucap Kun Shi sambil menunjuk Fang Chen.


“Bukannya aku tidak mempercayaimu Tetua Penjaga, tapi aku masih belum yakin dengan anak muda ini, bukankah umurnya terlalu muda untuk menjadi alkemis tingkat emas?” Patriark Kun.


“Patriark, kali ini tolong percayalah kepada saya, saya yakin tuan muda Fang Chen pasti berhasil, dia adalah orang yang istimewa,” ucap Kun Shi meyakinkan.


Patriark Kun berpikir sejenak, setelah menimbang satu dua hal, dia akhirnya mengizinkan Fang Chen untuk melihat dan menyembuhkan putranya.


“Baiklah, karena kamu sangat dipercaya oleh Tetua Penjaga, aku akan memberikanmu kesempatan, tapi jika kamu berani berbuat macam-macam kepada putraku, aku tidak akan segan lagi,” ucap Patriark Kun sambil mengeluarkan tekanan Emperor level 10.


Fang Chen hanya tertawa kecil dan membalas tekanan kultivasi itu dengan tekanan beberapa level di atas si Patriark.


*Duar…


Patriark Kun malah terbanting ke lantai, dia tidak menyangka bahwa pemuda di depannya adalah seorang monster kultivasi.


“Kekuatanmu tidak sebanding denganku Patriark, aku kesini hanya karena Pak Tua ini meminta kepadaku, tapi jika sikapmu tidak kau ubah, kamu akan menyesal,” ancam Fang Chen terus menekan Patriark Kun dengan kultivasinya.


“Tuan muda, tolong maafkan Patriark Kun,” ucap Kun Shi sambil bersujud di kaki Fang Chen.


“Baiklah.”

__ADS_1


Semua tekanan milik Fang Chen kemudian menghilang seketika.


“Untung saja tadi tidak ada aura membunuh darimu, jika aku tadi merasakan sedikit saja aura membunuh, maka aku akan membunuhmu,” ancam Fang Chen.


“Tu…tuan muda maafkan aku,” rintih Patriark Kun.


“Jika bukan karena beberapa orang yang menyamar menjadi alkemis dan menipu keluarga kami, aku tidak akan berbuat ofensif seperti itu, sekali lagi maafkan aku tuan muda,” imbuh Patriark Kun.


“Aku akan memaafkanmu untuk sekarang, tapi jangan pernah kamu ulangi lagi, lebih baik sekarang kita langsung menuju kamar anakmu, aku ingin melihat penyakitnya,” jawab Fang Chen dengan enteng.


Patriark Kun sudah bangun dari lantai, kemudian dia langsung merapikan bajunya dan mengantarkan Fang Chen dkk menuju ke kamar anaknya.


Sampai di kamar tuan muda Keluarga Kun.


Tuan muda itu terbaring di kasurnya dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, wajahnya pucat, tubuhnya sangat kurus dan dia selalu menggigil seperti kedinginan.


“Sepertinya kondisi anakmu cukup serius Patriark,” ucap Fang Chen, kemudian berjalan mendekati ranjang tuan muda itu dan menyentuh nadi yang ada di tangan kirinya.


Setelah beberapa saat, Fang Chen terlihat mengalirkan sebuah energi yang sangat murni masuk ke dalam tubuh tuan muda Kun.


“Saya tidak pernah menyinggung semua orang di negeri ini, tapi sebelumnya aku pernah mengajak putraku untuk bertemu dengan teman lama dari negara lain,” jawab Patriark Kun.


“Tapi saya masih sulit menerima jika dia yang mencoba untuk melukai putraku, karena dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri,” tambah Patriark Kun.


“Kamu bisa menyelidikinya dulu, aku akan membuat beberapa pil yang bisa menghilangkan racun ini secara perlahan, aku tidak akan ikut campur dengan masalahmu dengan orang yang kamu anggap saudara itu,” ucap Fang Chen.


“Baik, tuan muda.”


Patriark Kun kemudian keluar kamar dan langsung menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki mengenai pertemuannya beberapa waktu yang lalu.


Fang Chen sendiri menyuruh semua orang untuk keluar, dia sekarang sedang membuat Pil untuk menyembuhkan tuan muda keluarga Kun itu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Fang Chen berhasil membuat sekitar 12 butir Pil Pelangi Penyembuh, Pil ini bermanfaat untuk mengeluarkan semua jenis racun secara perlahan selama setahun penuh.


“Kalian semua boleh masuk,” ucap Fang Chen.


Kemudian mereka semua masuk, Fang Chen langsung menjelaskan kegunaan dan cara penggunaan pil ini kepada Patriark Kun dan Kun Shi.


“Jadi, berikan satu butir pil ini secara rutin setiap bulan setelah itu anakmu bisa pulih secara penuh,” ucap Fang Chen.


Saking senangnya, Patriark Kun langsung memberikan satu butir itu kepada anaknya.


Secara ajaib, kondisi tubuh anaknya terlihat membaik dan tidak pucat lagi, akan tetapi masih belum terlihat tanda bahwa anaknya akan sadar.


Tapi dengan kemajuan seperti itu, wajah Patriark Kun sangat senang, dia tidak bisa menyembunyikan tangis harunya.


“Sudah, tidak usah menangis seperti itu, aku pamit pulang terlebih dulu, aku masih memiliki beberapa urusan dulu,” ucap Fang Chen.


“Tunggu dulu tuan muda Fang Chen, saya tidak bisa membiarkan anda pulang dengan tangan kosong, apa yang bisa saya berikan sebagai balasan untuk kebaikan anda?” Patriark Kun sedikit memaksa.


“Aku tidak memerlukan apapun, tapi aku ingin kita memiliki hubungan yang lebih dekat, tentunya kamu sudah tahu mengenai permasalahanku dengan beberapa keluarga, jadi aku akan memberikanmu waktu berpikir,” singkat Fang Chen.


“Tidak perlu memberi waktu tuan muda, saya pasti akan mendukung anda dengan seluruh kekuasaan dan kekuatan yang keluarga kami miliki,” ucap Patriark Kun.


“Sebagai tambahan, saya juga mengembalikan seluruh uang yang telah anda habiskan di Rumah Lelang dan jika anda membutuhkan sesuatu lagi dari Rumah Lelang, anda bisa mengambilnya secara gratis,” ucap Patriark Kun dengan tersenyum tulus.


“Baiklah, kalau begitu jangan lupa mengikuti Turnamen Beladiri yang aku adakan beberapa waktu lagi, siapa tahu beberapa orang dari keluarga kalian bisa menjadi pemenangnya,” jawab Fang Chen.


Setelah berbincang sedikit, kemudian Kun Shi mengantarkan Fang Chen, Yang Kai dan Zhang Bijie menuju ke Hotel Atlantis.


Beberapa hari kemudian Fang Chen memimpin pertemuan di Aula Rapat Hotel Atlantis untuk mempersiapkan Turnamen Beladiri yang telah diumumkan olehnya di Rumah Lelang.


“Terimakasih karena kalian semua telah hadir, sekarang kita akan membahas mengenai Turnamen Beladiri, apakah ada yang memiliki usulan bagaimana turnamen ini akan berjalan?” Fang Chen bertanya kepada semua orang.

__ADS_1


“Saya memiliki usul tuan muda, berhubung acara ini akan digelar di ibukota, kita harus menyesuaikan semua itu dengan keadaan ibukota yang sekarang,” usul Zhaoyang Hong.


“Jelaskan,” singkat Fang Chen.


__ADS_2